28 Oktober 2022

Kanker Paru-Paru, Penyakit yang Identik dengan Kebiasaan Merokok

Salah satu pemicunya adalah kebiasaan merokok

Kanker paru-paru merupakan salah satu keganasan yang umum di Indonesia, bahkan di dunia.

Hingga saat ini, kematian akibat kanker paru-paru masih lebih tinggi dibandingkan dengan kanker payudara, prostat, dan lainnya.

Menurut GLOBOCAN 2020, kanker paru di Indonesia menempati peringkat ketiga sebagai penyakit paling mematikan.

Penyakit ini pun telah merenggut 30.843 jiwa, dari 34.783 kasus yang terdiagnosis di 2020.

Dahulu, kanker paru-paru identik dengan orang lanjut usia.

Namun, saat ini, kanker paru-paru juga sering ditemukan pada orang usia muda.

Rata-rata pasien kanker jenis ini berada di rentang usia 30-40 tahun.

Moms pasti tahu, kanker paru-paru identik dengan kebiasaan merokok.

Selain perokok aktif, perokok pasif dan secondhand smoker juga berisiko untuk terkena kanker jenis ini.

Yuk, Moms, cari tahu lebih lanjut tentang penyakit mematikan ini!

Baca Juga: 4 Cara Mencegah Kanker Sejak Dini

Pemicu Kanker Paru-Paru

Ilustrasi Paru-Paru (Orami Photo Stocks)
Foto: Ilustrasi Paru-Paru (Orami Photo Stocks)

Kanker paru-paru adalah sel ganas yang berasal dari epitel saluran pernapasan atau jaringan paru yang pertumbuhannya tidak terkendali.

Kanker ini juga dijelaskan oleh dr. Jamal Zaini, Ph.D, Sp.P (K) Dokter Spesialis Paru & Pernapasan Konsultan Onkologi Paru & Mediastinum RS Pondok Indah – Pondok Indah.

"Perubahan sel normal pada saluran napas menjadi sel kanker disebabkan oleh faktor internal, seperti usia tua dan kerentanan genetik individu terhadap kanker," jelas dr. Jamal.

Selain itu, faktor lingkungan juga berpengaruh terhadap kerusakan gen pada sel normal.

Contohnya, sering terpapar zat karsinogen dari asap rokok, polusi udara, bahan kimia, atau radiasi dosis tinggi.

Faktor Risiko Kanker Paru-Paru

Ilustrasi Polusi (Orami Photo Stocks)
Foto: Ilustrasi Polusi (Orami Photo Stocks)

Kelompok yang memiliki risiko tinggi terkena kanker paru adalah sebagai berikut:

  • Laki-laki berusia di atas 50 tahun
  • Perokok
  • Memiliki keluarga dengan riwayat kanker
  • Sering terpapar zat kimia karsinogen di tempat kerja seperti asbes, arsen, dan lain-lain
  • Sering terpapar asap polutan
  • Terpajan radiasi jangka panjang atau dosis tinggi seperti radon dan radiasi terkait pekerjaan lainnya.

Ada pula faktor risiko lain, seperti dikutip dari Mayo Clinic:

  • Merokok, risiko akan meningkat jika merokok. Maka, berhenti merokok bisa menurunkan risiko kanker
  • Paparan asap rokok, jika sering terpapar, maka risiko bisa meningkat
  • Pasca terapi radiasi, bagi penderita kanker jenis lain dan menjalani terapi radiasi di dada, bisa meningkatkan risiko kanker paru-paru.
  • Papara gas radon, yaitu pemecah alami uranium di tanah, batu, dan air yang bisa menjadi bagian dari udara yang dihirup.
  • Paparan asbes dan karsinogen, seperti arsenik, kromium dan nikel diketahui menyebabkan kanker terlebih jika penderita adalah perokok aktif.
  • Riwayat keluarga, keluarga dekat seperti orang tua, saudara kandung dengan kanker paru-paru bisa meningkatkan risiko.

Baca Juga: Waspada, Berikut 7 Bahaya Merokok bagi Kesehatan

Kebiasaan Merokok Dapat Memicu Kanker Paru-Paru

Rokok
Foto: Rokok (Unsplash.com/pawel_czerwinski)

Seperti yang sudah dipaparkan di atas, merokok merupakan faktor risiko utama kanker paru-paru.

Asap rokok memiliki ribuan zat kimia yang bersifat karsinogen.

Artinya, asap rokok bisa membuat sel normal menjadi rusak dan tumbuh tidak terkendali hingga akhirnya mencetuskan kanker.

"Perokok memiliki risiko 15-30 kali lebih besar untuk terkena kanker paru selama hidupnya. Ini jika dibandingkan dengan orang yang tidak merokok," ungkap dr. Jamal.

Faktanya, sebanyak 80-90% kematian karena kanker paru berkaitan dengan kebiasaan merokok.

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention, merokok, meski hanya sedikit, tetap dapat meningkatkan risiko kanker.

Semakin banyak rokok yang dihisap, semakin besar pula risikonya.

Rokok tidak hanya menyebabkan kanker, lho, Moms.

Produk tembakau ini juga bisa mencetuskan kanker mulut dan tenggorokan, kerongkongan, lambung, usus besar, rektum, hati, pankreas, kotak suara (laring).

Bahkan, rokok juga berperan pada terjadinya kanker trakea, bronkus, ginjal, kandung kemih, dan leher rahim

Baca Juga: 7 Efek Samping Vape untuk Kesehatan, Salah Satunya Merusak Otak!

Kebiasaan Baik untuk Mencegah Kanker Paru-Paru

Ilustrasi Berhenti Merokok (Orami Photo Stocks)
Foto: Ilustrasi Berhenti Merokok (Orami Photo Stocks)

Berikut kebiasaan baik yang bisa diterapkan untuk mencegah, atau setidaknya menurunkan risiko, kanker paru-paru.

Menurut dr. Jamal, berikut kebiasaan yang dimaksud:

  • Berhenti merokok
  • Menjauhi paparan asap rokok dan kendaraan
  • Mengurangi pajanan zat toksik di tempat kerja dengan memakai alat pelindung diri yang sesuai
  • Memiliki waktu olahraga dan istirahat yang cukup
  • Mengonsumsi makanan dan minuman dengan gizi seimbang
  • Mengelola stres dengan baik

Baca Juga: Ternyata Ini Bahaya Asap Rokok untuk Kesehatan dan Lingkungan

Gejala Kanker Paru-Paru

Paru-paru merupakan organ respirasi (pernapasan) yang berhubungan dengan sistem pernapasan dan sirkulasi (peredaran darah) dalam tubuh manusia.

Organ tubuh utama yang satu ini harus dijaga dengan benar karena jika terjadi gangguan atau timbul sel kanker perlu diatasi dengan cepat sebelum menyebar ke bagian organ lainnya.

Melansir American Cancer Society, gejala kanker paru-paru setiap orang ditentukan dari fase stadium kanker tersebut.

Kebanyakan kanker paru-paru tidak menimbulkan gejala apa pun hingga menyebar, tapi kebanyakan orang bisa merasakan sejak stadium awal.

"Ukuran kanker yang masih kecil terkadang tidak menimbulkan gejala khas karena jaringan paru bersifat elastis sehingga sel kanker hanya bisa dideteksi dengan CT scan toraks atau pencitraan," jelas dr. Jamal.

dr. Jamal juga menjelaskan bahwa, gejala kanker paru dapat dikaitkan dengan ukuran kanker dan lokasi anatomi.

Adapun beberapa gejala umum kanker adalah lemah atau lesu yang berkepanjangan serta nafsu makan dan berat badan yang turun.

Beberapa gejala kanker jenis paru yang dirasakan yakni seperti di bawah ini.

Baca Juga: Ketahui Penyebab Kanker Darah pada Anak dan Cara Mengatasinya

1. Batuk Tanpa Henti

Salah satu gejala kanker paru-paru yang sering timbul adalah batuk kering tanpa henti dalam beberapa waktu.

"Apabila tumor muncul di saluran napas utama, maka penderitanya akan mengalami gejala batuk dan batuk darah," kata dr. Jamal.

Memang, batuk dapat disebabkan dari berbagai faktor seperti flu, demam, sakit tenggorokan dan lainnya.

Namun jika batuk terus berkelanjutan lebih dari dua minggu, ini bisa jadi gejala awal kanker paru-paru.

Batuk terus menerus ini biasanya mengganggu kualitas tidur dan aktivitas kita. Rasa sesak di dada dan membuat napas tidak normal perlu diwaspadai.

Segera kunjungi dokter untuk melakukan rontgen atau perawatan lanjut lainnya.

2. Nyeri Dada

Ilustrasi Nyeri Dada
Foto: Ilustrasi Nyeri Dada (Freepik.com/graystudiopro1)

Nyeri dada juga salah satu gejala kanker paru-paru yang dirasakan. Benjolan pada kanker jenis paru menimbulkan nyeri dada pada bagian luar paru.

"Selain itu, dapat pula menimbulkan sesak atau nyeri dada jika ukuran cukup besar.

Terkadang massa tumor dapat menekan pembuluh darah besar yang menimbulkan sumbatan dengan gejala khas nyeri atau bengkak di leher, muka, dan lengan kanan," jelas dr. Jamal.

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention, gejala kanker jenis paru menimbulkan rasa nyeri pada dada, bahu dan juga bagian punggung.

Rasa tidak nyaman dan nyeri dada ini dapat disebabkan dari metastasis atau menyebarnya sel kanker ke bagian dada atau tulang rusuk.

“Salah satu ciri utama kanker paru adalah dada terasa lebih nyeri saat menghembuskan napas dibandingkan menarik napas,” tambah Prof. dr. Elisna.

Rasa nyeri ketika sedang berbicara, tertawa atau bernapas juga cukup terasa menyakitkan seperti rasa tertusuk di bagian dada.

Baca Juga: Pertolongan Pertama Anak Sesak Napas

3. Napas Bersuara

Napas bersuara atau mengi salah satu gejala awal kanker paru-paru. Kondisi ini terjadi saat paru-paru berkontraksi, tersumbat dan meradang.

Bernapas dengan mengeluarkan suara memang tidak semua adalah gejala kanker jenis paru. Asma dan masalah kesehatan lainnya juga mengalami hal yang serupa.

Namun napas berbunyi yang disertai dengan batuk berkelanjutan dan nyeri dada perlu diwaspadai dan segera kunjungi tenaga medis.

Semakin awal terdeteksi maka pengobatan dan perawatan kanker paru-paru akan lebih mudah untuk disembuhkan.

4. Berat Badan Menyusut

Jika pola makan dan gaya hidup sehat telah berjalan namun berat badan tidak naik malah menyusut, ini perlu diwaspadai.

Sel kanker paru-paru menyebabkan pasien kehilangan berat badan dalam waktu singkat.

Sebab, sel kanker menghabisi energi dan nutrisi dalam tubuh manusia. Berat badan menyusut, mudah lelah dan nyeri pada organ tubuh merupakan kondisi serius yang perlu diatasi.

Gejala kanker paru-paru juga bisa berupa demam, mudah lelah, sulit makan dan muncul benjolan pada organ tubuh lainnya.

Baca Juga: Kenali Kanker Kulit, Termasuk Tanda dan Gejalanya

5. Sakit Kepala Hebat

Sel kanker pada paru-paru dapat menyebar dengan cepat jika tidak diatasi dengan tanggap.

Rasa pusing atau sakit kepala hebat merupakan salah satu gejala kanker jenis paru yang kerap dirasakan. Ini pertanda sel kanker telah menyebar ke bagian otak.

Saat benjolan pada paru-paru menekan saraf pada bagian dada, tekanan ini dapat mengakibatkan sakit kepala.

Baca Juga: 4 Penyebab Munculnya Sakit Kepala Belakang

Jenis Kanker Paru-paru

Ilustrasi Paru-Paru
Foto: Ilustrasi Paru-Paru (shutterstock)

Salah satu cara untuk menekan angka kematian kanker paru di Indonesia adalah dengan mengendalikan dan menurunkan angka perokok serta mengurangi polusi udara.

Berdasarkan penelitian Center for Disease Control and Prevention, sedikitnya 80-90% kematian akibat kanker jenis paru di dunia disebabkan oleh asap rokok.

Pengobatan kanker paru-paru perlu disesuaikan dengan jenis kanker pada tubuhnya.

“Tidak semua benjolan adalah kanker. Di dalam paru, tidak ada saraf perasa dan karena itu banyak orang yang tidak menyadarinya. Lakukan biopsi untuk menentukan jenis kanker apa yang perlu diatasi,” menurut Dr. Sita Laksmi Andarini, Sp. P(K), Dokter Spesialis Paru Konsultan Onkologi.

Jenis kanker berbeda-beda dan tentu saja ini berpengaruh pada jenis pengobatan yang diambil.

Berikut ini jenis kanker paru-paru yang perlu Moms dan Dads ketahui!

Baca Juga: Melindungi Si Kecil Sebagai Perokok Pasif

1. Kanker Paru Bukan Sel Kecil

Kanker Paru Bukan Sel Kecil (KBPSK) atau Non Small Cell Lung Cancer (NSCLC) terbagi menjadi tiga bagian, yakni adenokarsinoma, karsinoma sel skuamosa dan karsinoma sel besar.

Jenis kanker paru yang terbanyak pada perokok aktif maupun pasif adalah kanker paru bukan sel kecil (KPBSK) khususnya adenokarsinoma.

"Sel kanker tersebut berkembang di dalam jaringan saluran napas (epitel bronkus) dan menginvasi jaringan sekitar dan bahkan menyebar ke organ lain,” tambah Dr. Sita Laksmi.

American Cancer Society menambahkan, kanker NSCLC biasanya gejala kanker stadium 0 dan belum menyerang ke jaringan paru-paru lebih dalam atau organ lainnya.

Ini dapat disembuhkan dengan operasi dan tidak diperlukan kemoterapi atau terapi radiasi.

2. Kanker Paru Sel Kecil

Melansir sebuah studi dari National Center Institute, kanker paru-paru sel kecil atau Small Cell Lung Cancer (SCLC) terbentuk di jaringan paru-paru.

Merokok adalah faktor resiko tinggi utama sel kanker ini. Gejala yang dirasakan adalah batuk sesak napas dan nyeri dada.

Kanker paru sel kecil merupakan kanker jenis paru yang menyebabkan penyebaran kanker dengan cepat ke bagian tubuh lainnya melalui aliran darah.

SCLC biasanya didiagnosis pada stadium lanjut dan penanganan dalam bentuk kemoterapi.

Perlu dilakukan tes dan prosedur yang memeriksa paru-paru untuk mendiagnosis dan menentukan stadium kanker paru-paru sel kecil.

Semakin dini terdeteksi, maka pemulihan dan pengobatan akan lebih mudah.

Dalam menentukan penanganan dan pengobatan kanker paru adalah perlu dilakukan tahap deteksi awal.

Deteksi awal ini meliputi CT Scan, x-ray, cek darah, biopsi dan tahapan lainnya.

Setiap orang tentu saja cara penanganannya berbeda dan ini perlu dari arahan dokter spesialis yang menentukannya.

Baca Juga: Apa Perbedaan Kanker Paru-Paru Non-Perokok dengan Perokok? Ini Penjelasannya!

Kanker paru-paru adalah penyakit mematikan, yang tidak pandang bulu dalam mengincar korbannya.

Lindungi diri Moms dan keluarga dari penyakit ini dengan menerapkan gaya hidup dan pola makan sehat.

Pastikan pula keluarga di rumah terhindar dari rokok dan paparan asapnya, ya, Moms!

  • https://www.cancer.org/cancer/lung-cancer/detection-diagnosis-staging/signs-symptoms.html
  • https://www.cdc.gov/cancer/lung/basic_info/symptoms.htm
  • https://www.cdc.gov/cancer/lung/basic_info/risk_factors.htm
  • https://www.cancer.org/cancer/lung-cancer/treating-non-small-cell/by-stage.html
  • https://www.cancer.gov/types/lung/patient/small-cell-lung-treatment-pdq#_50
  • https://gco.iarc.fr/today/data/factsheets/populations/360-indonesia-fact-sheets.pdf
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lung-cancer/symptoms-causes/syc-20374620
  • https://www.cdc.gov/cancer/lung/basic_info/risk_factors.htm#:~:text=Cigarette%20smoking%20is%20the%20number,the%20risk%20for%20lung%20cancer.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.