01 April 2023

8 Cara Mencegah Kanker Sejak Dini, Tak Hanya dari Pola Hidup

Gaya hidup sehat sejak kecil bisa mencegah berbagai kanker kini dan kelak

Cara mencegah kanker sejak dini perlu dilakukan. Sebab, kanker tidak hanya dapat menyerang orang dewasa, tapi juga anak-anak.

Secara global, World Health Organization (WHO) memperkirakan sekitar 300.000 anak berusia 0-19 tahun terdiagnosis kanker setiap tahun.

Di Indonesia, melansir Kementrian Kesehatan setiap tahun lebih dari 175.000 anak di dunia didiagnosis kanker dan 90.000 di antaranya meninggal dunia

Penyebab kebanyakan kanker pada anak masih menjadi misteri.

Memang, beberapa jenis kanker disebabkan oleh kondisi langka yang diturunkan dari riwayat keluarga.

Selain itu ada banyak penelitian tentang karsinogen, di antaranya faktor lingkungan seperti asap rokok, telepon seluler, dan kontak bahan kimia pada ibu hamil.

Namun, melihat angka kanker pada anak yang semakin bertambah setiap tahun, kita sebagai orang tua tak ada salahnya menerapkan cara mencegah kanker sejak dini.

Ada beberapa cara mencegah kanker sejak dini yang bisa dilakukan, apa saja? Yuk simak deretannya di bawah ini!

Baca Juga: 7 Manfaat Sunat untuk Kesehatan, Bisa Cegah Kanker Prostat!

Cara Mencegah Kanker Sejak Dini

Bagaimanapun juga, sebagai orang tua, Moms bisa mengajarkan kepada keluarga kebiasaan sehat sebagai salah satu cara mencegah kanker sejak dini, seperti:

1. Menyediakan Makanan Sehat

Pola Makan Sehat
Foto: Pola Makan Sehat

Sebuah penelitian dalam The British Medical Journal, menunjukkan bahwa makanan olahan dapat menyebabkan kanker secara keseluruhan sebesar 12 persen dan 11 persen risiko kanker payudara.

Oleh karena itu, menyediakan dan mengonsumsi makanan sehat menjadi salah satu cara mencegah kanker sejak dini.

Makanan sehat ada banyak jenisnya, tetapi Moms bisa mengikuti cara berikut ini:

  • Meningkatkan konsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh
  • Memilih sumber protein rendah lemak (misalnya daging ayam tanpa kulit) saat memasak di rumah maupun makan di restoran.
  • Membatasi asupan energi dari lemak. Ganti dari lemak jenuh ke lemak tak jenuh serta hentikan konsumsi asam lemak trans.
  • Membatasi asupan gula, di antaranya dari soda
  • Membatasi konsumsi garam dan pastikan garam yang dikonsumsi mengandung yodium.
  • Menghindari atau membatasi konsumsi makanan cepat saji dan daging olahan seperti sosis
  • Membatasi konsumsi ikan asin
  • Mengurangi eksposur terhadap aflatoksin (keluarga toksin penyebab kanker yang dihasilkan oleh jamur tertentu) dalam makanan seperti jagung, kacang tanah, dan lain-lain
  • Menghindari konsumsi makanan dan minuman yang sangat panas

Baca Juga: Cari Tahu Ragam Jenis Ikan Lele Budidaya hingga Lele Berukuran Besar

2. Melindungi Kulit dari Sinar Matahari

Dalam jumlah yang tepat, sinar UV memang dibutuhkan tubuh karena dapat memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan.

Akan tetapi, sinar UV juga bisa berbahaya dan justru menimbulkan gangguan kesehatan jika paparannya berlebihan.

Semakin banyak paparan sinar UV pada kulit, dapat menyebabkan kanker kulit termasuk melanoma, karsinoma sel basal, dan karsinoma sel skuamosa.

Paparan sinar UV juga dapat menyebabkan katarak dan kanker mata.

Setidaknya, ada beberapa cara mencegah kanker kulit yang bisa Moms lakukan:

  • Hindari sinar matahari tengah hari

Hindari matahari antara jam 10 pagi dan 4 sore, saat sinar matahari paling kuat.

  • Tetap di tempat teduh

Saat Moms berada di luar ruangan, sebisa mungkin tetap berada di tempat teduh. Kacamata hitam dan topi bertepi lebar juga bisa membantu.

  • Tutupi area yang terbuka

Kenakan pakaian ketat dan longgar yang menutupi kulit kita sebanyak mungkin. Pilihlah warna-warna cerah atau gelap, yang memantulkan lebih banyak radiasi ultraviolet daripada warna pastel atau kapas yang diputihkan.

  • Maksimalkan pemakaian tabir surya

Gunakan tabir surya spektrum luas dengan SPF minimal 30, bahkan pada hari mendung. Oleskan tabir surya secara banyak, dan oleskan kembali setiap dua jam atau lebih sering jika Moms berenang atau berkeringat.

  • Hindari tanning bed dan sunlamps

Ini sama merusaknya dengan sinar matahari alami.

3. Menjaga Berat Badan Tetap Sehat

Menjaga Berat Badan
Foto: Menjaga Berat Badan

Cara mencegah kanker selanjutnya adalah jaga berat badan anak tetap ideal.

Ketidakaktifan fisik adalah penyumbang besar kenaikan angka kegemukan dan obesitas di banyak belahan dunia.

Obesitas pada orang dewasa diketahui meningkatkan risiko beberapa jenis kanker seperti kerongkongan, usus, payudara pada wanita yang sudah menopause, endometrium, dan ginjal.

Mencegah kanker sejak dini berarti mencegah obesitas pada anak dengan cara:

  • Dorong anak berpartisipasi dalam kegiatan fisik setiap hari minimal 30 menit
  • Pantau berat Si Kecil agar tetap berada dalam BMI yang sehat

Baca Juga: 5+ Rekomendasi Bedak Bayi, Bikin Segar dan Cegah Ruam Popok!

4. Menghindari Asap Rokok

Merokok sudah dikenal sebagai kebiasaan tidak sehat yang bisa memicu berkembangnya berbagai penyakit, salah satunya adalah kanker paru-paru.

Bukan hanya perokok aktif yang berisiko tinggi mengalaminya, seseorang yang sering terkena asap rokok atau perokok pasif juga berisiko mengalami kanker paru-paru.

Melansir International Journal of Environmental Research and Public Health, di dalam asap rokok terkandung ribuan bahan kimia yang bisa merusak DNA dalam sel paru-paru, sehingga memicu munculnya sel kanker.

Sebagai cara mencegah kanker paru-paru pada anak akibat asap rokok, Moms bisa melindunginya dengan cara:

  • Jangan biarkan anggota keluarga merokok di dalam rumah, beri tahu mereka untuk berhenti merokok atau setidaknya merokok di tempat khusus.
  • Berikan tanda bebas asap rokok di depan pintu rumah sehingga para tamu akan menghargai dengan tidak merokok di area rumah.
  • Singkirkan semua asbak.
  • Jika tamu meminta izin untuk merokok, katakan padanya untuk merokok di luar rumah.
  • Beritahu babysitter untuk menjauhkan anak dari asap rokok.

5. Pastikan untuk Mendapatkan Vaksinasi

Melakukan Vaksinasi
Foto: Melakukan Vaksinasi

Melengkapi vaksin Si Kecil bisa menjadi salah satu cara mencegah kanker sejak dini.

Vaksin adalah zat yang terbuat dari kuman (virus atau bakteri) yang sudah dijinakkan.

Ketika masuk ke dalam tubuh anak, kuman jinak tersebut tidak akan menyebabkan penyakit tapi justru akan melatih respon imun untuk mengenali dan mengingatnya sebagai potensi ancaman.

Di saat yang bersamaan, vaksinasi akan mendorong sistem imun anak untuk membentuk antibodi spesial.

Bicaralah dengan dokter tentang vaksinasi untuk:

  • Hepatitis B

Hepatitis B dapat meningkatkan risiko terkena kanker hati.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.42 Tahun 2013 dan No.12 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan imunisasi, pemberian vaksin hepatitis B menjadi salah satu imunisasi wajib yang diberikan kepada anak.

  • Human papillomavirus (HPV)

HPV adalah virus menular seksual yang dapat menyebabkan kanker serviks dan genital lainnya serta kanker sel skuamosa di kepala dan leher.

Vaksin HPV direkomendasikan untuk anak perempuan dan anak laki-laki usia 11 dan 12 tahun.

U.S. Food and Drug Administration baru-baru ini menyetujui penggunaan vaksin Gardasil 9 untuk pria dan wanita usia 9 hingga 45 tahun.

Baca Juga: Moms, Ketahui 12 Manfaat Pemanasan sebelum Olahraga

6. Olahraga Rutin

Cara mencegah kanker sejak dini selanjutnya adalah ajak anak olahraga rutin.

Sebab, aktivitas fisik seperti olahraga dapat:

  • meningkatkan metabolisme
  • mencegah resistensi insulin
  • menjaga berat badan anak tetap stabil.

Tak hanya itu, aktivitas fisik secara rutin juga diketahui dapat mengurangi risiko seseorang terkena kanker usus besar.

Penelitian mengungkapkan bahwa orang yang beraktivitas fisik selama 30–60 menit setiap hari memiliki risiko lebih kecil terkena kanker usus besar daripada orang yang jarang bergerak.

Moms bisa mengajak Si Kecil melakukan olahraga ringan, seperti berjalan santai, lari pagi, hingga bersepeda.

7. Melakukan Deteksi Dini

Deteksi Dini Kanker
Foto: Deteksi Dini Kanker

Pada stadium awal, kanker sering kali tidak menimbulkan gejala.

Gejala biasanya baru dirasakan setelah kanker berada di stadium lanjut.

Karenanya, Moms perlu melakukan deteksi kanker sejak dini sebagai salah satu cara mencegah kanker.

Moms disarakan melakukan pemeriksaan fisik atau skrining secara berkala, terutama bagi keluarga yang berisiko tinggi menderita penyakit kanker tertentu.

8. Tidur yang Cukup

Kurang tidur memang dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti insomnia, suasana hati tidak stabil, kurang fokus, hingga badan lemas.

Tidak hanya itu, kebiasaan kurang tidur disebut-sebut bisa menjadi pemicu kanker.

Dilansir dari Health US News, kurang tidur mengakibatkan tubuh mengalami peradangan kronis dan resistensi insulin.

Peradangan dan resistensi insulin ini mampu menyebabkan kerusakan DNA dan memicu kanker berkembang di dalam tubuh.

Sebagai cara mencegah kanker, penting bagi Moms untuk memperhatikan jadwal tidur Si Kecil.

Jumlah waktu tidur anak pun berbeda-beda, tergantung pada berapa usia mereka, yaitu:

  • Bayi (Newborn) usia 0-3 bulan disarankan untuk tidur sebanyak 14-17 jam per hari.
  • Bayi (Infant) usia 4-11 bulan disarankan untuk tidur sebanyak 12-15 jam per hari.
  • Batita usia 1-2 tahun disarankan untuk tidur sebanyak 11-14 jam per hari.
  • Balita 3-5 tahun disarankan untuk tidur sebanyak 10-13 jam per hari.

Baca Juga: Somniphobia, Ketakutan yang Esktrem untuk Tidur!

Yuk, Moms, ajak keluarga mencegah kanker sejak dini dengan langkah di atas!

  • https://www.bmj.com/content/360/bmj.k322
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/labs/pmc/articles/PMC6164459/
  • http://p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/pusat-/kenali-gejala-dini-kanker-pada-anak
  • https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer-in-children
  • https://www.healthline.com/nutrition/cancer-and-diet
  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/cancer-prevention/art-20044816
  • https://www.health.harvard.edu/newsletter_article/the-10-commandments-of-cancer-prevention
  • https://health.usnews.com/health-care/patient-advice/articles/2018-07-04/how-does-sleep-influence-cancer-risk

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.