13 September 2022

Wajib Tahu Soal Kanker Kulit, Kenali Gejala hingga Penyebabnya

Munculnya tahi lalat baru bisa jadi salah satu ciri kanker kulit

Apakah Moms dan Dads termasuk orang yang malas melindungi kulit dari paparan matahari? Hati-hati, hal ini bisa mengakibatkan kanker kulit, lho!

Terdapat 3 jenis kanker kulit, yaitu:

  • Karsinoma sel basal
  • Karsinoma sel skuamosa
  • Melanoma

Dari tiga jenis kanker kulit ini, yang paling ganas di antara ketiganya adalah kanker melanoma.

Melanoma adalah jenis kanker yang berkembang pada melanosit, yaitu sel pigmen kulit yang berfungsi sebagai penghasil melanin.

Dilansir dari Mayo Clinic, untuk mendiagnosis kanker kulit, dokter akan memeriksa kulit.

Dokter akan memeriksa apakah perubahan kulit cenderung menjadi kanker kulit. Tes lebih lanjut mungkin diperlukan untuk mengonfirmasi diagnosis itu.

Kemudian dibutuhkan hapus sampel kulit yang mencurigakan untuk pengujian (biopsi kulit).

Dokter mungkin menghilangkan kulit yang tampak mencurigakan untuk pengujian laboratorium.

Biopsi dapat menentukan apakah Moms atau Dads menderita kanker kulit. Jika demikian, dokter akan memeriksa jenis kanker kulit apa yang dimiliki.

Berikut ini adalah informasi seputar kanker kulit yang tidak boleh Moms lewatkan. Yuk, disimak!

Baca Juga: 6 Tips Sederhana Merawat Kulit

Gejala Kanker Kulit

Gejala kanker kulit
Foto: Gejala kanker kulit (rd.com)

Foto: gejala kanker kulit (Orami Photo Stock)

Kanker kulit dapat muncul sebagai area kulit yang teriritasi yang tidak akan sembuh sebagai tanda awal gejala kanker kulit.

Kanker sel basal sering muncul dengan tepi membulat dan mungkin memiliki lesung pipi di tengah.

Kanker sel skuamosa cenderung bersisik. Melanoma sering berpigmen dan asimetris dengan batas dan fitur yang tidak teratur. Mereka juga cenderung lebih besar dari 6 mm.

Berikut ini beberapa gejala kanker kulit, meliput:

1. Gejala Kanker Kulit Umum

Gejala kanker kulit umum biasanya lebih mudah dikenali. Gejala ini juga lebih mirip dengan beberapa kondisi kulit lainnya, sehingga perlu diagnosa lebih lanjut.

Moms perlu curiga bila kulit menunjukkan gejala sebagai berikut:

  • Area dengan tampilan mengkilap, seperti mutiara atau lilin
  • Benjolan atau bintik asimetris pada kulit
  • Batas yang tidak beraturan
  • Perubahan warna menghasilkan area hitam, coklat, cokelat, biru, merah, merah muda atau putih
  • Keropeng atau bisul yang tidak kunjung sembuh
  • Pembuluh darah yang terlihat di atau dekat area perubahan kulit
  • Area terangkat dengan tepi membulat, mungkin dengan lesung pipi di tengah
  • Area kulit bersisik
  • Penampilan seperti bekas luka di area yang tidak terluka
  • Sakit kulit yang mungkin berdarah dan mengeras tetapi tidak hilang
  • Pergeseran tampilan tahi lalat atau lesi kulit lainnya
  • Penyebaran kelainan kulit ke area yang lebih luas

Baca Juga: Bagaimana Cara Mencegah Kanker Kulit pada Anak?

2. Gejala Kanker Kulit yang Serius

Menurut American Academy of Dermatology Association, kanker kulit terutama melanoma, bisa menjadi kondisi serius yang harus segera dievaluasi.

Sementara itu, Moms atau Dads harus segera cari perawatan medis segera jika memiliki salah satu dari gejala kanker kulit yang serius berikut:

  • Area perubahan kulit yang diameternya lebih besar dari 6 mm
  • Area kulit yang berubah menjadi merah, hitam, cokelat, biru atau putih
  • Benjolan atau perubahan warna pada kulit yang batasnya tidak teratur
  • Benjolan atau perubahan warna pada kulit yang tidak simetris
  • Perubahan kulit yang tampaknya menyebar
  • Sakit kulit yang mudah berdarah
  • Sakit kulit yang tak kunjung sembuh
  • Pembengkakan kelenjar getah bening regional

Baca Juga: Manfaat Masker Green Tea, Efektif Melindungi dari Kanker Kulit

Jenis Kanker Kulit

Ilustrasi ciri-ciri kanker kulit
Foto: Ilustrasi ciri-ciri kanker kulit (Orami Photo Stock)

Foto: jenis kanker kulit (Orami Photo Stock)

Seperti yang sudah kita bahas di awah, ada 3 jenis utama kanker kulit.

Setiap jenis kanker kulit memiliki ciri masing-masing, sehingga dokter bisa mendiagnosa tingkat keparahannya.

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), berikut adalah jenis-jenis kanker kulit:

1. Melanoma

Bentuk paling mematikan dari kanker kulit adalah melanoma. Jika tidak diobati, dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh.

Kanker kulit melanoma ditandai dengan bercak atau benjolan berwarna cokelat. Melanoma memang menyerupai tahi lalat biasa, namun bentuknya tidak beraturan.

Metode ABCDE bisa digunakan untuk membedakan tahi lalat biasa dengan melanoma. Metode tersebut meliputi:

  • Asymmetric, sebagian besar melanoma memiliki bentuk yang tidak asimetris
  • Border (pinggiran), tepi melanoma cenderung tidak beraturan
  • Color (warna), warna melanoma lebih dari satu
  • Diameter, ukuran melanoma lebih dari 6 mm
  • Evolusion, yaitu terjadi perubahan bentuk, warna, atau ukuran tahi lalat

2. Melanoma Nodular

Kanker kulit jenis melanoma nodular ini tumbuh dengan cepat dibanding kanker kulitnya, lalu terlihat berbeda dari melanoma biasa.

Banyak yang berwarna merah atau merah muda, ada pula yang coklat atau hitam. Setelah beberapa saat, jenis ini akan mulai berdarah dan mengeras.

3. Karsinoma Sel Basal

Kanker kulit karsinoma sel basal adalah bentuk kanker kulit yang paling umum dan paling tidak berbahaya.

Umumnya jenis ini berwarna merah, pucat atau mutiara, tampak sebagai benjolan atau area kering bersisik.

Kondisi ini dapat mengalami ulserasi atau gagal sembuh total. Namun, biasanya ciri-ciri kanker kulit ini tumbuh lambat dan pada daerah yang sering terkena sinar matahari.

4. Karsinoma Sel Skuamosa

Bintik bersisik merah yang menebal yang mungkin mudah berdarah, berkerak atau ulserasi.

Ciri-ciri kanker kulit karsinoma skuamosa ini tumbuh selama beberapa bulan, biasanya di daerah yang sering terkena sinar matahari.

Umumnya, jenis kanker kulit ini terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun.

Ini adalah beberapa perubahan yang harus diwaspadai saat memeriksa kulit untuk ciri-ciri kanker lainnya, yaitu:

  • Tahi lalat baru
  • Tahi lalat yang ukurannya bertambah
  • Garis besar tahi lalat yang menjadi berlekuk
  • Bintik yang berubah warna dari coklat menjadi hitam atau bervariasi
  • Ada kulit yang terangkat atau mengembangkan benjolan di dalamnya
  • Permukaan tahi lalat menjadi kasar, bersisik atau ulserasi
  • Tahi lalat yang gatal atau tergelitik
  • Tahi lalat yang berdarah
  • Bintik-bintik yang terlihat berbeda dari yang lain

Baca Juga: Deteksi Kanker Kulit pada Anak, Ini Cara dan Pencegahannya!

Penyebab Kanker Kulit yang Perlu Diwaspadai

Apa saja penyebab dari kanker ini? Berikut ulasannya, Moms.

1. Paparan Sinar UV Langsung

kanker, kulit
Foto: kanker, kulit

Foto: paparan sinar matahari (thesun.co.uk)

Sinar matahari pagi memang baik untuk kesehatan, tetapi jika Moms dan Dads berjemur tanpa menggunakan perlindungan dari sunscreen tentu saja berbahaya.

Kondisi ini terjadi pada orang yang tinggal di daerah beriklim tropis atau dataran tinggi.

Paparan sinar matahari langsung dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit karena dapat menembus lapisan kulit luar dan masuk ke dalam lapisan kulit dalam.

Hal ini dapat merusak dan juga membunuh sel-sel kulit, lho. Selain itu, ada baiknya menghindari baju tipis di musim panas.

"Denim justru berfungsi lebih baik sebagai pakaian yang melindungi kulit dari sinar matahari, tetapi katun tipis tidak," kata dokter Brittany Buhalog, MD, spesialis kanker kulit di California.

Jika ingin tetap menggunakannya, dokter Brittany menyarankan untuk memilih bahan high-tech dengan sun-resistant.

Walau sedikit lebih mahal, tapi ini dapat memberikan proteksi lebih untuk Moms dan Dads.

2. Tanning

kanker, kulit
Foto: kanker, kulit

Foto: mesin tanning (consumerreports.org)

Beberapa orang suka menggelapkan kulitnya dengan teknik tanning. Beberapa salon kecantikan pun menyediakan jasa menggelapkan kulit ini.

Namun, terlalu sering melakukan tindakan ini dapat membahayakan kulit.

Menurut penelitian American Academy of Dermatology, tingkat melanoma pada wanita berusia 18-39 tahun meningkat 800% dari tahun 1970-2009.

"Melanoma adalah penyebab utama kematian terkait kanker pada wanita berusia 25-30 tahun," ujar dokter Tsippora Shainhouse, MD, dokter kulit dan instruktur klinis dari University of Southern California, Amerika.

Dokter Tsippora menyarankan agar para wanita menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit setiap hari.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini 5 Dampak Negatif Alkohol untuk Tubuh

3. Minuman Beralkohol

kanker, kulit
Foto: kanker, kulit

Foto: minuman beralkohol (visitmilwaukee.org)

Baru-baru ini dari beberapa penelitian ditemukan bahwa minum lebih dari 1 koktail setiap hari secara teratur meningkatkan risiko melanoma sebesar 20%.

Hal ini bisa jadi karena senyawa dalam alkohol membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari.

Hasil analisis ini juga mengungkapkan jika mengonsumsi lebih dari 4 koktail atau beberapa gelas bir sehari, Moms dan Dads memiliki risiko melanoma hingga 55%.

4. Radiasi

kanker, kulit
Foto: kanker, kulit

Foto: radiasi (verdict.co.uk)

Jika Moms atau Dads bekerja di pabrik dengan radiasi tinggi, pastikan memakai perlengkapan untuk melindungi tubuh dari radiasi dipakai dengan baik.

Hal ini nyatanya dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker melanoma pada kulit Moms dan Dads.

Selain kondisi di atas, orang yang sedang menjalani kemoterapi juga dapat terkena akibat dari radiasi pada kulit mereka.

5. Usia

kanker, kulit
Foto: kanker, kulit

Foto: faktor usia (tokyoreview.net)

Seiring bertambahnya usia, maka semakin meningkat pula risiko kanker kulit terjadi. Itu sebabnya, melanoma lebih banyak dialami oleh orang tua.

Di Inggris, sekitar setengah dari orang yang didiagnosis melanoma berusia 65 tahun ke atas. Tapi, hal ini tidak menutup keungkinan dialami mereka yang masih muda.

Sebab,saat ini melanoma menjadi kanker nomor 2 yang paling umum dialami orang dewasa di bawah usia 50 tahun.

6. Faktor Internal Lainnya

arti tahi lalat
Foto: arti tahi lalat (indiatvnews.com)

Foto: faktor kanker kulit lainnya (Orami Photo Stock)

Selain usia, Moms juga lebih beresiko mengalami kanker kulit bila memiliki:

  • Riwayat Kanker Kulit

Seseorang yang pernah menderita kanker kulit berisiko tinggi terkena kanker kulit kembali.

Risiko kanker kulit juga akan meningkat jika memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker kulit.

  • Kulit Putih

Kanker kulit dapat menyerang tiap orang terlepas dari warna kulitnya.

Namun, orang berkulit putih memiliki jumlah melanin yang lebih sedikit, sehingga perlindungan terhadap sinar ultraviolet lebih lemah.

  • Tahi Lalat

Seseorang yang memiliki banyak tahi lalat atau tahi lalat dengan ukuran yang besar lebih berisiko terkena kanker kulit.

  • Sistem Kekebalan Tubuh Rendah

Orang dengan sistem kekebalan tubuh rendah berisiko tinggi terkena kanker kulit, termasuk penderita HIV/AIDS dan orang yang mengonsumsi obat imunosupresif.

Baca Juga: Kulit Menghitam Saat Hamil, Tak Perlu Khawatir

Itu dia Moms informasi seputar kanker kulit yang bisa menyerang siapa saja. Jadi, tingkatkan perlindungan untuk kulit Moms dan Dads mulai dari sekarang.

Penggunaan tabir surya dengan cara yang tepat serta menjaga pola hidup tetap sehat tentu akan sangat membantu pencegahannya.

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/skin-cancer/diagnosis-treatment/drc-20377608
  • https://www.aad.org/public/diseases/skin-cancer/find/at-risk
  • https://www.cdc.gov/cancer/skin/basic_info/symptoms.htm
  • https://www.aad.org/media/stats-melanoma
  • https://iccc.id/sekilas-kanker-kulit

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.