07 Desember 2022

Kanker Usus Besar: Gejala, Pengobatan, dan Informasi Penting Lainnya

BAB berdarah tidak selalu karena kanker usus besar

Kanker usus besar mengintai siapa saja.

Sama halnya dengan jenis yang lain, kanker usus besar harus ditanggapi dengan serius.

Apabila abai, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi yang berujung sangat fatal.

Yuk, ketahui selengkapnya tentang kanker usus besar, Moms!

Baca Juga: Kanker Rahim: Jenis, Gejala, dan Perawatannya

BAB Berdarah Tanda Kanker Usus Besar?

Ilustrasi BAB
Foto: Ilustrasi BAB (Orami Photo Stock)

Bab berdarah kerap dikaitkan dengan tanda kanker usus besar.

Gejala ini memang umum dijumpai pada penderita kanker kanker tersebut, Moms.

Akan tetapi, menurut dr. Sugiharto Purnomo, Sp.B.SubBDig Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Digestif RS Pondok Indah – Puri Indah, BAB berdarah tidak selalu berkaitan dengan kanker usus besar.

"Buang air besar (BAB) berdarah merupakan salah satu gejala dari kanker usus besar," kata dr. Sugiharto.

"Namun, perlu diketahui bahwa BAB berdarah juga dapat disebabkan oleh penyakit selain kanker," tegasnya.

Lebih lanjut, dr. Sugiharto Purnomo mengatakan bahwa penyakit lain yang bisa menyebabkan BAB berdarah, yaitu:

  • Wasir
  • Fisura ani atau luka di anus
  • Divertikulosis atau timbulnya kantung bernama divertikula dalam usus besar
  • Kolitis ulseratif atau peradangan pada usus besar dan bagian akhir usus besar yang tersambung ke anus, dan lain-lain.

"Pada umumnya, gejala kanker usus besar tidak disertai dengan rasa nyeri dan bercampur dengan lendir," ungkap dr. Sugiharto.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bentuk tinja.

Bentuk tinja atau feses pada penderita kanker dibedakan berdasarkan posisi berkembangnya keganasan tersebut.

"Jika kanker terletak di sisi kanan, tinja biasanya akan berbentuk lembek seperti bubur dan kemungkinan bercampur dengan darah," tutur dr. Sugiharto.

"Pada kanker yang terletak di sebelah kiri, tinja umumnya akan berbentuk kecil-kecil seperti kotoran kambing atau panjang seperti pita," lanjutnya.

Baca Juga: Hari Kanker Sedunia 2022, Pentingnya Kemudahan Akses Pengobatan kanker untuk Pasien

Gejala Kanker Usus Besar

Ilustrasi Sakit Perut
Foto: Ilustrasi Sakit Perut (Pexels.com/Sora Shimazaki)

Kanker usus besar adalah jenis keganasan yang menyerang usus besar pada saluran pencernaan.

Usus besar adalah bagian terakhir dari saluran pencernaan manusia.

Mengutip Mayo Clinic, kanker usus besar umumnya terjadi pada orang lansia.

Akan tetapi, penyakit ini sebenarnya bisa menyerang siapa saja tanpa peduli usia dan jenis kelamin.

Perlu Moms tahu, penyakit ini disebut juga sebagai kanker kolorektal.

Hal itu karena beberapa kasus kanker usus besar terjadi bersamaan dengan kanker dubur.

Lantas, apa gejala yang bisa terjadi akibat jenis kanker ini?

Gejala biasanya diawali dengan ditemukannya gumpalan kecil non-kanker (jinak) dan terbentuk di bagian dalam usus besar.

Seiring waktu, gumpalan tersebut bisa terus berkembang dan menjadi kanker.

Namun, secara garis besar, kanker usus besar tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.

Gejalanya mungkin baru akan terlihat ketika penderita sudah masuk ke stadium berikutnya.

Tanda dan gejala kanker usus besar, termasuk:

Nah, menurut dr. Sugiharto, gejala kanker usus besar tidak selalu sama alias bisa bervariasi tergantung dari letak dan jenis kankernya.

Jika kanker mulai menyebar ke lokasi tubuh lainnya, gejalanya juga akan semakin bervariasi; sesuai dengan organ yang diserangnya.

Meski gejala di atas terlihat sering dialami sehari-hari, tak semua akan mengacu pada kanker usus besar, ya, Moms.

Perlu diagnosis dari dokter untuk menentukan apakah gejala yang terjadi termasuk dari tanda-tanda dini kanker.

Oleh karena itu, akan lebih baik jika Moms periksa ke dokter apabila mengalami gejala-gejala di atas.

"Apabila dibiarkan terlalu lama, kanker bisa menyumbat lumen usus dan menyebabkan pasien tidak bisa buang angin serta BAB," kata dr. Sugiharto.

"Hal ini akan membuat perut pasien terlihat kembung dan keras," sambungnya.

Baca Juga: Apa Perbedaan Kanker Paru-Paru Non-Perokok dengan Perokok? Ini Penjelasannya!

Pada kanker usus besar, gejala juga bisa dilihat dari stadium yang berkembang, sebagai berikut.

  • Stadium 0: pada titik ini, kanker berada pada tahap yang sangat awal. Ini belum tumbuh lebih berkembang dari lapisan dalam usus besar dan biasanya akan mudah diobati.
  • Stadium 1: kanker telah tumbuh ke lapisan jaringan lainnya tetapi belum mencapai kelenjar getah bening atau organ lainnya.
  • Stadium 2: kanker telah mencapai lapisan luar usus besar, tetapi belum menyebar ke organ lainnya.
  • Stadium 3: kanker telah tumbuh di lapisan luar usus besar, dan telah mencapai kelenjar getah bening. Namun, belum menyebar ke area yang lebih jauh.
  • Stadium 4: kanker telah mencapai jaringan lain di luar dinding usus besar.

Saat stadium 4 berkembang, kanker usus besar bisa mencapai bagian tubuh yang lebih jauh.

Gejala dan Tanda Kanker Usus Besar Stadium 4

Ilustrasi Gejala Kanker Usus Besar
Foto: Ilustrasi Gejala Kanker Usus Besar (Orami Photo Stock)

Kanker usus besar stadium 4 terjadi ketika sel kanker sudah menyebar ke organ lain di sekitarnya.

"Pada kanker stadium 4, sel-sel kanker pasien telah menyebar ke organ lainnya," ujar dr. Sugiharto.

"Selain gejala utama yang telah disebutkan sebelumnya, gejala kanker pada stadium 4 bergantung pada organ yang terkena sebaran kanker," tegasnya.

Berikut beberapa gejala dan tanda kanker usus besar stadium 4 berdasarkan lokasi persebarannya:

  • Jika sel kanker menyebar ke organ hati, maka perut akan terasa penuh, tubuh menjadi kuning, dan hati teraba membesar.
  • Jika sel kanker menyebar ke paru-paru, maka akan timbul gejala sesak.
  • Jika sel kanker menyebar ke otak, maka pasien akan kejang, mengalami gangguan motorik, hingga gangguan kesadaran.
  • Jika sel kanker menyebar ke tulang, maka pasien akan merasakan nyeri tulang.

Baca Juga: 25 Makanan untuk Penderita Radang Usus Buntu dan Radang Usus Besar

Penyebab Kanker Usus Besar

Ilustrasi Kanker Usus Besar
Foto: Ilustrasi Kanker Usus Besar (Orami Photo Stock)

Para ahli mengatakan bahwa penyebab spesifik dari kanker usus besar tidak diketahui pasti.

Secara umum, kanker usus besar dimulai ketika sel-sel sehat di usus besar mengalami perubahan (mutasi) dalam DNA darah mereka.

Umumnya, sel sehat akan tumbuh untuk menjaga fungsi tubuh tetap berfungsi normal.

Tetapi, ketika DNA sel rusak, inilah yang memicu pada pertumbuhan kanker.

Sel kanker akan terus membelah diri. Saat menumpuk, sel tersebut akan membentuk tumor.

Seiring waktu, sel-sel kanker dapat tumbuh untuk menyerang dan menghancurkan jaringan normal di dekatnya.

Jika jaringan ini tidak dapat diatasi, dapat menyebar ke organ tubuh lain atau yang biasa disebut sebagai metastasis.

Faktor Risiko Kanker Usus Besar

Ilustrasi Memegang Perut
Foto: Ilustrasi Memegang Perut (Pexels.com/cottonbro)

Seperti kita tahu sebelumnya, kanker usus besar dapat menyerang siapa pun. Meski sebagian besarnya ditemukan pada lansia.

Namun, ada beberapa faktor yang berisiko tinggi terkena kanker mematikan satu ini.

Melansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC) beberapa faktor risiko itu di antaranya adalah:

  • Ada riwayat penyakit radang usus seperti penyakit Crohn atau kolitis ulserativa
  • Genetik keluarga
  • Kurangnya olahraga secara teratur
  • Jarang mengonsumsi sayur dan buah
  • Obesitas
  • Konsumsi alkohol
  • Kebiasaan merokok

Tentu, pola hidup seseorang juga mempengaruhi untuk terkena kanker yang menyerang pencernaan, Moms.

Baca Juga: Yuk Moms, Cari Tahu Serba-serbi Tentang Kanker Payudara Berikut Ini

Pengobatan Kanker Usus Besar

Ilustrasi Pengobatan Kanker
Foto: Ilustrasi Pengobatan Kanker (Pexels.com/Thirdman)

Sebagian orang yang mengalami kanker usus besar menyadarinya ketika telah mencapai stadium lanjut. Hal ini karena gejala baru timbul dan dapat dirasakan.

Lantas ketika itu terjadi, bagaimana cara mengatasinya?

Beberapa dokter dan ahli merekomendasikan beberapa pilihan di bawah sebagai cara mengobati kanker usus besar, di antaranya:

1. Operasi

Untuk beberapa kasus, operasi adalah salah satu cara dalam mengatasi kanker usus besar.

Melansir Cleveland Clinic, operasi dilakukan untuk mengangkat sebagian atau seluruh usus besar atau disebut sebagai kolektomi.

Jenis operasi lain juga dilakukan termasuk:

  • Endoskopi: prosedur operasi yang memerlukan alat dengan cahaya untuk menghilangkan jaringan kanker.
  • Operasi laparoskopi: seorang ahli bedah akan membuat beberapa sayatan kecil di perut. Ini bisa menjadi pilihan untuk menghilangkan polip dengan ukuran yang lebih besar.
  • Operasi paliatif: tujuan dari jenis operasi ini adalah untuk meredakan gejala pada kasus kanker yang tidak dapat diobati atau kanker stadium lanjut.

Jenis-jenis operasi di atas akan ditentukan oleh dokter berdasarkan diagnosis kanker usus besar yang diderita.

2. Kemoterapi

Selama pembedahan, cara mengatasi kanker juga bisa dengan kemoterapi. Adapun teknik ini digunakan untuk membunuh sel kanker dalam tubuh.

Biasanya cara ini dilakukan dengan dibarengi obat-obatan khusus untuk mengurangi gejala dari kanker tersebut.

Meski begitu, kemoterapi memungkinkan efek samping bagi sebagian orang.

Efek samping umum dari kemoterapi meliputi:

Baca Juga: Manfaat Pap Smear untuk Deteksi Kanker Serviks, Begini Prosesnya!

Para ahli atau dokter biasanya juga menggabungkan kemoterapi dengan perawatan lain.

Cara Mencegah Kanker Usus Besar

Ilustrasi Buah dan Sayur
Foto: Ilustrasi Buah dan Sayur (Pexels.com/Jane Doan)

Karena gejalanya sulit terdeteksi, Moms bisa melakukan beberapa upaya pencegahan berikut ini.

Bagaimana cara mencegah kanker usus besar? Berikut cara yang bisa dilakukan:

1. Skrining Kanker

American Cancer Society merekomendasikan lansia atau mereka yang berisiko tinggi untuk mempertimbangkan skrining kanker usus besar.

Terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga mengalami kondisi terkait kanker usus.

Biasanya teknik skrining ini akan disesuaikan dengan kebutuhan Moms.

Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan skrining apa yang tepat untuk mencegah kanker usus besar di kemudian hari.

Melakukan medical check up secara rutin juga bantu mengenali kanker usus besar sedari dini.

2. Mengonsumsi Sayur dan Buah

Yuk, biasakan untuk selalu rutin konsumsi sayur dan buah. Ini adalah bentuk dari mencegah kanker usus besar dan penyakit lainnya, lho!

Tingkatkan asupan buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian yang mengandung vitamin, mineral, serat, dan antioksidan.

Kandungan tersebut cukup berperan dalam pencegahan kanker jenis apa pun, Moms.

3. Olahraga Rutin

Cobalah untuk berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari. Ini adalah cara pencegahan lainnya untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh.

Tak perlu olahraga yang sulit, olahraga sederhana seperti jogging ataupun kardio pun bisa dilakukan, lho.

Dengan olahraga, ini merupakan cara untuk mencegah terjadinya obesitas. Diketahui sebelumnya, obesitas salah satu faktor yang berisiko tinggi terkena kanker usus besar.

Baca Juga: Kenali Kanker Kulit, Termasuk Tanda dan Gejalanya

Itulah serba-serbi kanker usus besar yang bisa menyerang siapa saja.

Seperti kata pepatah, mencegah tentu lebih baik dari mengobati, ya, Moms?

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/colon-cancer/symptoms-causes/syc-20353669
  • https://www.cdc.gov/cancer/colorectal/basic_info/risk_factors.htm#:~:text=Your%20risk%20of%20getting%20colorectal,may%20help%20lower%20your%20risk.&text=Inflammatory%20bowel%20disease%20such%20as,colorectal%20cancer%20or%20colorectal%20polyps.
  • https://www.cancer.org/cancer/colon-rectal-cancer/detection-diagnosis-staging/acs-recommendations.html
  • https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/4671-colectomy-bowel-resection-surgery#:~:text=Colectomy%20is%20surgery%20to%20remove,may%20offer%20an%20easier%20recovery.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.