07 November 2022

Pahami Jenis dan Fungsi Melakukan Tes Darah untuk Kesehatan

Tujuannya untuk membantu diagnosis penyakit pada tahapan awal

Pada beberapa kondisi, penting untuk melakukan tes darah atau cek darah.

Tes darah merupakan pemeriksaan sampel darah yang diambil melalui tusukan pada jari atau pembuluh darah besar.

Dilansir dari MedlinePlus, tes darah digunakan untuk mengukur atau memeriksa sel, bahan kimia, protein, atau zat lain dalam darah.

Tes darah menjadi salah satu jenis tes laboratorium yang paling umum untuk dilakukan.

Nah, kegunaan tes darah dapat disesuaikan dalam beberapa kondisi.

Tes darah juga termasuk ke dalam pemeriksaan kesehatan yang bisa dilakukan secara rutin.

Selain itu, biasanya tes darah ditujukan untuk mendeteksi penyakit, mengetahui fungsi organ, mendeteksi kemungkinan adanya racun, efek obat, atau zat tertentu, dan mengetahui kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Setelah melakukan pengambilan sampel darah, darah dimasukkan ke dalam tabung khusus untuk dibawa ke laboratorium.

Kemudian, sampel darah diperiksa di bawah mikroskop atau diuji dengan bahan kimia.

Semuanya tergantung pada jenis, fungsi, dan tujuan dilakukannya tes darah. Lebih lengkapnya, mari simak ulasan berikut ini, ya, Moms!

Baca Juga: 5 Jenis Cek Darah yang Penting Dilakukan Setiap Tahun

Cara Melakukan Tes Darah

Cara Melakukan Tes Darah
Foto: Cara Melakukan Tes Darah (freepik.com)

Dilansir dari Johns Hopkins Medicine, tes darah paling sering dilakukan pada pembuluh vena yang terletak dekat pada permukaan kulit. Ini juga disebut venipuncture.

Namun, ada beberapa cara lainnya untuk melakukan tes darah, yaitu:

1. Tes Tusuk Jari

Tes ini dilakukan dengan menusuk ujung jari untuk mendapatkan sedikit darah.

Tes tusukan jari sering digunakan untuk alat tes di rumah dan rapid test.

Rapid test adalah tes yang mudah digunakan yang memberikan hasil yang sangat cepat dan memerlukan sedikit atau tanpa peralatan khusus.

2. Tes Tongkat Tumit

Tes darah dengan cara ini paling sering dilakukan pada bayi baru lahir.

Selama tes tongkat tumit, penyedia layanan kesehatan akan membersihkan tumit bayi dengan alkohol dan menusuk tumit dengan jarum kecil.

3. Tes Darah Arteri

Tes ini dilakukan untuk mengukur kadar oksigen. Darah dari arteri memiliki kadar oksigen yang lebih tinggi daripada darah dari vena. Darah diambil dari arteri, bukan vena.

Baca Juga: Mengenal Vaskulitis, Penyakit Peradangan pada Pembuluh Darah

Jenis Tes Darah

Cek Darah
Foto: Cek Darah (freepik.com)

Ada beberapa jenis tes darah yang harus dipahami, di antaranya:

1. Perhitungan Darah Lengkap atau Complete Blood Count (CBC)

Jenis tes darah ini mengukur bagian-bagian darah, termasuk sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan hemoglobin.

Adapun CBC juga sering dimasukkan ke dalam bagian dari pemeriksaan rutin kesehatan atau medical check up.

2. Panel Metabolisme Darah

Tes darah ini mengukur bahan kimia tertentu dalam darah, termasuk glukosa, kalsium, dan elektrolit.

3. Tes Enzim Darah

Enzim adalah zat yang mengontrol reaksi kimia dalam tubuh. Faktanya, ada banyak jenis tes enzim darah.

Beberapa jenis yang paling umum adalah tes troponin dan creatine kinase.

Tes ini digunakan untuk mengetahui apakah Moms pernah mengalami serangan jantung.

Atau bisa juga untuk mengindikasi apabila terjadi otot jantung yang rusak.

4. Tes Darah untuk Jantung

Tes darah ini dilakukan untuk memeriksa penyakit jantung.

Adapun jenis pemeriksaannya juga termasuk dengan tes kolesterol dan tes trigliserida.

5. Tes Pembekuan Darah

Tes darah ini juga dikenal sebagai panel koagulasi.

Tes-tes ini dapat menunjukkan apakah Moms memiliki kelainan yang menyebabkan terlalu banyak pendarahan atau terlalu banyak pembekuan.

Itulah beberapa jenis tes darah yang bisa dilakukan. Berikutnya, apa saja fungsi melakukan tes darah yang berkaitan dengan kesehatan tubuh?

Simak ulasan berikutnya, ya.

Baca Juga: Kapan Cek Darah Harus Dilakukan? Simak Penjelasannya di Sini

Fungsi Melakukan Tes Darah

Seperti yang diungkapkan sebelumnya, tes darah dapat dilakukan untuk berbagai fungsi yang berkaitan dengan kesehatan.

Saat kita melakukan cek darah lengkap, sebenarnya belum ada diagnosis yang pasti terhadap kondisi badan kita.

"Namun, hasil cek darah penting untuk menunjukkan kemungkinan masalah kesehatan yang dialami atau akan terjadi,” ungkap Dr. Doug Tkachuk, Direktur Ilmiah Hematologi di Dynacare, Brampton, Kanada.

Pemeriksaan darah jenis ini dilakukan dengan melihat tinggi-rendahnya hemoglobin, jumlah sel darah putih, hematokrit, dan tinggi-rendahnya jumlah keping darah (trombosit).

Berikut ini beberapa fungsi melakukan tes darah, yaitu:

1. Mengetahui Peradangan Akut

Kondisi Peradangan pada Wanita
Foto: Kondisi Peradangan pada Wanita (iStock.com)

Salah satu alasan mengapa fungsi melakukan tes darah adalah mencari tahu apakah ada peradangan akut di tubuh.

Nama tes darah ini disebut juga Uji Protein C–reaktif.

“Protein C-reaktif (CRP) adalah protein yang diproduksi oleh hati. Apabila protein C-reaktif lebih tinggi dari angka normal, berarti tengah terjadi peradangan di dalam tubuh sehingga dokter akan melakukan langkah pengobatan yang sesuai,” tambah Dr. Tkachuk.

2. Mengetahui Kondisi Infeksi dan Radang dalam Tubuh

Saat terjadi peradangan dalam tubuh, kita harus melakukan tes sedimentasi eritrosit (laju endap darah) untuk mengetahui seberapa parah peradangan atau infeksi kronis yang terjadi dalam tubuh.

Beberapa hal seperti infeksi, tumor, atau penyakit autoimun menyebabkan peradangan.

Tes ini melihat seberapa cepat sel darah merah mengendap ke dasar tabung pengujian.

Semakin cepat mengendap, semakin tinggi tingkat peradangannya.

Jenis penyakit yang memerlukan tes ini antara lain endokarditis, radang sendi, polymyalgia rheumatica, radang pembuluh darah (vaskulitis), dan penyakit Crohn.

Baca juga: Hal-hal yang Harus Ditanyakan ke Dokter Seputar Hasil Cek Darah Rutin

3. Penting Dilakukan oleh Ibu Hamil

Tes Darah pada Ibu Hamil
Foto: Tes Darah pada Ibu Hamil (Medicalnewstoday.com)

Tes darah penting dilakukan secara rutin oleh ibu hamil.

Tujuannya untuk memeriksa apa pun yang dapat menyebabkan masalah selama kehamilan atau setelah kelahiran.

Tes darah juga dilakukan untuk memeriksa apakah janin di dalam kandungan sehat, begitu pula dengan kondisi Moms selama hamil.

Tes darah dapat menunjukkan beberapa penyakit tertentu yang terjadi pada ibu hamil, seperti anemia, diabetes gestasional, mendeteksi kelainan pada janin, atau infeksi tertentu.

4. Mengetahui Kandungan Elektrolit dan Mineral dalam Tubuh

Tes darah berikutnya mampu mengetahui kandungan elektrolit dan mineral dalam tubuh seseorang.

Elektrolit atau mineral dalam tubuh berfungsi menjaga keseimbangan kandungan air yang sehat di dalam tubuh, menunjang listrik saraf.

Elektrolit juga membantu memindahkan nutrisi ke sel-sel tubuh berikut mengeluarkan limbah yang diproduksi sel-sel tersebut.

Fungsi lainnya, yaitu menstabilkan kadar alkali dan asam di dalam tubuh.

Tes elektrolit dibutuhkan untuk penderita penyakit seperti diabetes, dehidrasi, gagal ginjal, penyakit hati, gangguan jantung, atau proses pengobatan tertentu yang mengubah level mineral dalam tubuh.

5. Menilai Adanya Risiko Penyakit Jantung

Wanita Risiko Penyakit Jantung
Foto: Wanita Risiko Penyakit Jantung (Orami Photo Stock)

Kita perlu tahu seberapa besar risiko terserang penyakit jantung melalui tes darah, terutama jika memiliki riwayat gangguan jantung di dalam keluarga.

“Tes yang bisa dilakukan meliputi pemeriksaan kolesterol baik (HDL), kolesterol buruk (LDL), dan lemak dalam darah (trigliserida).

Kadar kolesterol buruk dan trigliserida yang tidak normal dalam darah meningkatkan risiko penyakit jantung koroner,” ungkap Dr. Tkachuk.

Baca Juga: Selain Nyeri Dada, Ini 5 Gejala Lain Serangan Jantung

6. Membantu Diagnosis Penyakit Tertentu

Fungsi dari tes darah berikutnya, yaitu membantu dalam diagnosis beberapa penyakit tertentu.

Di antaranya adalah:

  • Membantu diagnosis penyakit seperti kanker, diabetes, penyakit jantung koroner, dan HIV/AIDS.
  • Mengetahui apakah sistem kekebalan tubuh mengalami masalah melawan infeksi.
  • Membantu diagnosis anemia, seperti anemia defisiensi besi, anemia pernisiosa, anemia aplastik, atau anemia hemolitik.
  • Membantu diagnosis perdarahan atau gangguan pembekuan darah.

Tes darah juga dilakukan untuk mengetahui seberapa baik organ seperti ginjal, hati, jantung, atau tiroid bekerja.

Sebab, pada kebanyakan kasus, tes darah dilakukan sebagai pemantau masalah kesehatan di tahap awal.

Jadi, bisa dikatakan bahwa tes darah ini sangat penting untuk dilakukan.

  • https://medlineplus.gov/lab-tests/what-you-need-to-know-about-blood-testing/
  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/blood-test

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.