Kesehatan

21 Juni 2021

Mengenal Vaskulitis, Penyakit Peradangan pada Pembuluh Darah

Peradangan pembuluh darah yang bisa menyebabkan komplikasi serius
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Vaskulitis adalah radang pembuluh darah yang menyebabkan perubahan pada dinding pembuluh darah, termasuk penebalan, pelemahan, penyempitan atau jaringan parut.

Perubahan ini bisa membatasi aliran darah, yang mengakibatkan kerusakan organ dan jaringan.

Ada banyak jenis vaskulitis dan sebagian besar jarang terjadi. Penyakit ini dapat mempengaruhi hanya satu organ atau beberapa. Kondisi ini bisa bersifat jangka pendek (akut) atau tahan lama (kronis).

Melansir The Permanente Journal, sekitar 10 persen kasus vaskulitis hipersensitivitas menjadi kronis atau berulang.

Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, walaupun beberapa jenis lebih sering terjadi pada kelompok tertentu.

Beberapa jenis vaskulitis juga memerlukan obat untuk mengendalikan peradangan dan mencegah kekambuhan.

Baca Juga: Mengapa Ada Darah Haid yang Menggumpal? Ternyata Ini Alasannya!

Penyebab Vaskulitis

vaskulitis - shutterstock - c.jpg

Foto: shutterstock.com

Vaskulitis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang pembuluh darahnya.

Melansir National Heart, Lung, and Blood Institute, sampai saat ini belum diketahui penyebab vaskulitis secara pasti. Tetapi ada beberapa faktor yang bisa memicu vaskulitis, antara lain:

  • Infeksi, seperti hepatitis B dan hepatitis C
  • Kanker
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti rheumatoid arthritis, lupus dan scleroderma
  • Reaksi alergi

Setika pembuluh darah dipengaruhi oleh vaskulitis, biasanya akan meradang. Kondisi ini bisa menyebabkan dinding pembuluh darah menebal, pembuluh darah menyempit dan aliran darah berkurang.

Lebih sedikit aliran darah, artinya lebih sedikit oksigen dan nutrisi yang masuk ke organ dan jaringan tubuh. Akibatnya, pembuluh darah yang terkena lebih rentan terhadap pembekuan darah, sebagian karena lebih sempit.

Jika pembuluh darah melemah, maka kondisi ini bisa menyebabkan aneurisma atau tonjolan.

Peradangan adalah bagian dari respons kekebalan tubuh Moms terhadap bahan kimia, bakteri, virus, dan zat berbahaya lainnya. Saat organ berada dalam bahaya, tubuh Anda mengirimkan sel khusus untuk melindunginya.

Sel kekebalan ini melepaskan bahan kimia yang merekrut sel lain untuk mengisolasi dan menghancurkan zat berbahaya. Ini juga menyebabkan rasa sakit, panas, bengkak, dan kemerahan pada peradangan.

Peradangan biasanya hilang setelah zat berbahaya hilang. Pada vaskulitis, peradangan berlanjut.

Baca Juga: Ini Dia Macam-Macam Kelainan Darah yang Umum Terjadi

Gejala Vaskulitis

Tanda dan gejala vaskulitis bervariasi tergantung pada pembuluh darah mana yang terpengaruh, dan organ mana yang rusak.

Tanda dan gejala terkait dengan bagian tubuh yang terkena, termasuk:

1. Sistem Pencernaan

Sakit Perut

Foto: Orami Photo Stock

Jika perut atau usus terpengaruh, Moms mungkin mengalami rasa sakit setelah makan.

Bisul dan perforasi mungkin terjadi dan dapat menyebabkan darah dalam tinja. Tak jarang, Moms juga sering mengalami sakit perut dan ingin buang air besar terus menurus.

2. Telinga

telinga.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit ini juga bisa ditandai dengan pusing serta merasa telinga berdengung. Selain itu, pada kondisi yang parah juga ditandai adanya gangguan pendengaran secara mendadak, seperti tidak bisa mendengar.

3. Mata

mata merah.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Vaskulitis dapat membuat mata Moms terlihat merah dan gatal atau terbakar.

Arteritis sel raksasa dapat menyebabkan penglihatan ganda dan kebutaan sementara atau permanen pada satu atau kedua mata. Ini terkadang merupakan tanda pertama penyakit.

4. Mati Rasa

tangan mati rasa

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa jenis penyakit ini dapat menyebabkan mati rasa atau kelemahan pada tangan atau kaki. Telapak tangan dan telapak kaki mungkin membengkak atau mengeras.

5. Sesak Napas

Sesak Nafas

Foto: Orami Photo Stock

Moms mungkin mengalami sesak napas atau bahkan batuk darah jika vaskulitis memengaruhi paru-paru.

Tanda dan gejala umum lainnya, meliputi:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Penurunan berat badan
  • Sakit dan nyeri umum

Penyakit ini juga bisa menyebabkan masalah khusus, tergantung pada bagian tubuh yang terlibat. Misalnya kulit, orang dengan vaskulitis mungkin akan mengalami ruam kulit. Apabila berdampak pada saraf, maka seseorang akan merasakan mati rasa dan lemah.

Penyakit ini di otak juga bisa menyebabkan stroke. Bahkan orang bisa mengalami serangan jantung, jika penyakit ini memengaruhi jantung. Peradangan di pembuluh yang memasok darah ke ginjal juga bisa menyebabkan gagal ginjal.

Baca Juga: Buang Air Kecil Mengeluarkan Darah Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Jenis-Jenis Vaskulitis

vaskulitis - shutterstock - d.jpg

Foto: shutterstock.com

Dokter membagi vaskulitis menjadi beberapa tipe, berdasarkan ukuran pembuluh darah yang terpengaruh.

  • Besar. Jenis ini, seperti polymyalgia rheumatica, arteritis takayasu dan arteritis temporal.
  • Medium. Jenis ini, seperti penyakit buerger, vaskulitis kulit, penyakit kawasaki dan polyarteritis nodosa.
  • Kecil. Jenis ini termasuk sindrom behcet, sindrom churg-strauss, vaskulitis kulit, purpura henoch-schonlein, poliangiitis mikroskopis, granulomatosis dengan poliangiitis, vaskulitis pegolf dan cryoglobulinemia.

Baca Juga: Pembengkakan Kelenjar Getah Bening pada Anak, Apa Penyebab dan Gejalanya?

Cara Mengatasi Vaskulitis

Dokter akan menanyakan gejala yang dialami penderita dan melakukan pemeriksaan fisik. Melalui pemeriksaan fisik, dokter dapat mendeteksi tanda-tanda vaskulitis yang muncul.

Berikut ini cara mengatasinya:

1. Obat-obatan

Pengobatan

Foto: Orami Photo Stock

Dokter akan memberikan obat kortikosteroid, seperti prednison, adalah jenis obat yang paling umum diresepkan untuk mengendalikan peradangan yang terkait dengan penyakit ini.

Efek samping kortikosteroid bisa parah, terutama jika Moms meminumnya untuk waktu yang lama. Kemungkinan efek samping termasuk penambahan berat badan, diabetes,dan tulang melemah.

Jika kortikosteroid diperlukan untuk terapi jangka panjang, kemungkinan Moms akan menerima dosis serendah mungkin.

Obat lain mungkin diresepkan dengan kortikosteroid untuk mengendalikan peradangan sehingga dosis kortikosteroid dapat diturunkan lebih cepat.

Obat-obatan ini termasuk:

  • methotrexate (Trexall)
  • azathioprine (Imuran, Azasan)
  • mycophenolate (CellCept)
  • cyclophosphamide
  • tocilizumab (Actemra)
  • rituximab (Rituxan).

Obat-obatan spesifik yang Moms perlukan tergantung pada jenis dan tingkat keparahan vaskulitis yang Moms miliki, organ mana yang terlibat, dan masalah medis lainnya yang dimiliki.

2. Pola Makan Sehat

sayuran segar

Foto: Orami Photo Stock

Mengonsumsi makanan yang sehat dapat mengatasi sekaligus mencegah potensi masalah efek samping dari oobat, seperti penipisan tulang, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

Pilih diet yang menekankan buah dan sayuran segar, biji-bijian, produk susu rendah lemak, serta daging dan ikan tanpa lemak.

Jika Moms menggunakan obat kortikosteroid, tanyakan kepada dokter apakah Moms perlu mengonsumsi suplemen vitamin D atau kalsium.

Baca Juga: 5 Sayuran untuk Diet yang Membantu Menurunkan Berat Badan

3. Olahraga Rutin

Jalan kaki.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Olahraga rutin, seperti latihan aerobik dan berjalan kaki dapat membantu mencegah tulang keropos, tekanan darah tinggi, dan diabetes yang dapat dikaitkan dengan penggunaan obat kortikosteroid.

Ini juga bermanfaat bagi kesehatan jantung dan paru-paru. Selain itu, banyak orang menemukan bahwa olahraga meningkatkan suasana hati dan rasa sejahtera secara keseluruhan.

Jika Moms tidak terbiasa berolahraga, mulailah perlahan dan tingkatkan secara bertahap. Dokter dapat membantu merencanakan program latihan yang tepat.

4. Operasi

operasi

Foto: Orami Photo Stock

Moms terkadang vaskulitis menyebabkan aneurisma, yaitu tonjolan atau balon di dinding pembuluh darah.

Tonjolan ini mungkin memerlukan pembedahan untuk mengurangi risiko pecahnya. Arteri yang tersumbat juga mungkin memerlukan perawatan bedah untuk mengembalikan aliran darah ke area yang terkena.

Baca Juga: Obat PK untuk Bayi, Bolehkah Dipakai untuk Mandi Saat Si Kecil Ruam dan Gatal-gatal?

Komplikasi Vaskulitis

vaskulitis - shutterstock - a.jpg

Foto: shutterstock.com

Komplikasi vaskulitis tergantung pada jenis dan tingkat keparahan kondisi pasien. Umumnya, kompilasi terjadi akibat tidak ada penanganan yang baik.

Hal ini juga bisa berkaitan dengan efek samping dari obat resep untuk mengobati kondisi tersebut. Komplikasi penyakit ini meliputi:

  • Kerusakan organ: Beberapa jenis vaskulitis parah bisa menyebabkan kerusakan pada organ utama.
  • Gumpalan darah dan aneurisma: Gumpalan darah dapat terbentuk di pembuluh darah, menghalangi aliran darah. Pada kasus yang jarang terjadi, penyakit ini bisa menyebabkan pembuluh darah melemah, membesar dan membentuk aneurisma.
  • Hilangnya penglihatan atau kebutaan: Kondisi ini mungkin terjadi karena komplikasi arteritis sel raksasa yang tidak diobati.
  • Infeksi: Kondisi ini termasuk masalah serius dan mengancam jiwa, seperti pneumonia dan infeksi darah (sepsis).

Nah, itulah penjelasan tentang vaskulitis yang bisa Moms ketahui. Jika Moms memiliki gejala di atas, ada baiknya segera periksa ke dokter ya.

Beberapa jenis vaskulitis dapat memburuk dengan cepat, sehingga diagnosis dini adalah kunci untuk mendapatkan pengobatan yang efektif. Semoga membantu ya Moms!

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26176572/
  • https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/vasculitis
  • https://www.vasculitis.org.uk/about-vasculitis/types-of-vasculitis
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vasculitis/diagnosis-treatment/drc-20363485
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait