14 September 2022

Serba-serbi Varikokel (Varises pada Testis), Sudah Tahu Dads?

Sering kali tidak menimbulkan gejala, namun menyebabkan infertilitas

Varises bisa terjadi di anggota tubuh lain salah satunya pada organ reproduksi pria, yaitu testis. Dikenal dengan sebutan varikokel, hal ini perlu diatasi dengan penanganan yang tepat.

Sayangnya, beberapa pria tidak menyadari mengalami varises pada testis, karena tidak menimbulkan gejala yang begitu terlihat.

Padahal, kondisi varikokel pada testis dapat mengganggu kesuburan.

Yuk, ketahui gejala hingga cara pengobatannya untuk kondisi gangguan kesuburan pada pria ini!

Baca Juga: 15 Makanan Penambah Sperma untuk Dads, Yuk Coba!

Apa Itu Varikokel?

Melansir Mayo Clinic, varikokel adalah pembesaran pembuluh darah di dalam kantong kulit yang menahan testis (skrotum).

Varikokel mirip dengan varises yang mungkin terlihat di anggota tubuh lain seperti kaki. Meski begitu, gejalanya pun agak sulit dirasakan.

Namun, jika varikokel memiliki ukuran yang signifikan, dapat menyebabkan ketidaknyamanan.

Vena yang membengkak ini juga bisa terlihat gejalanya dari ukuran kaki yang membesar.

Varikokel terbentuk selama masa pubertas pada anak laki-laki. Kondisi dapat tumbuh berubah dan mungkin lebih besar dari waktu ke waktu.

Diketahui, ini lebih sering terjadi di sisi kiri skrotum. Ini karena anatomi pria tidak sama di kedua sisi.

Varikokel bisa muncul di kedua sisi pada saat yang bersamaan, tapi ini jarang terjadi. Sekitar 10 sampai 15 anak laki-laki dari 100 orang mengalami gangguan testis ini.

Baca Juga: Bentuk Penis Kecil, Apakah Berdampak pada Kesuburan?

Gejala Varikokel pada Pria

varises pada testis
Foto: varises pada testis (Medicine.net)

Sebagian besar waktu, varikokel tidak menimbulkan masalah dan tidak berbahaya.

Ciri-ciri varikokel mungkin akan merasakan sakit pada daerah organ reproduksi pria.

Beberapa gejala umum lain yang mungkin dirasakan varises pada skrotum yakni seperti:

  • Adanya tekanan ketika berdiri atau berolahraga, terutama dalam waktu lama
  • Memburuk selama beberapa hari
  • Merasa lega saat berbaring telentang
  • Kesuburan terganggu

"Beberapa pria melaporkan tekanan lebih berat pada salah satu testis atau rasa ganjil di sekitarnya,” ungkap urolog reproduksi dari Shady Grove Fertility, Dr. Paul Shin, seperti dikutip dari shadygrovefertility.com.

Ciri-ciri dari gangguan testis ini pun membuat penderitanya tidak merasa percaya diri.

Akibatnya, ada indikasi gangguan pada emosional dan kestabilan mental seseorang.

Baca Juga: Bagaimana Mencegah Varises Pada Ibu Hamil?

Penyebab Munculnya Varikokel

varises pada testis
Foto: varises pada testis (additudemag.com)

Lantas, bagaimana varises pada skrotum ini bisa terjadi tiba-tiba?

Ada beberapa hal yang menjadi pemicu varikokel bisa terbentuk. Faktor-faktor tersebut meliputi:

1. Pembuluh Darah Tidak Berfungsi

Urology Care Foundation menilai bahwa pembuluh darah tidak berfungsi dengan baik menjadi penyebab dari varikokel.

Jika aliran darah lamban, darah dapat menggenang di berbagai anggota tubuh, salah satunya area kelamin pria.

Apabila darah mengalir tidak dengan semestinya, ini bisa menyebabkan pembuluh darah membengkak di area skrotum.

Tak heran jika sejumlah pria mengalami rasa tidak nyaman dalam beberapa waktu.

2. Produksi Sperma Terhambat

Penyebab umum lain dari varikokel adalah terhambatnya produksi sperma.

Bahkan, produksi sperma yang rendah dan penurunan kualitas sperma dapat menyebabkan kemandulan.

Namun, tidak semua varikokel memengaruhi produksi sperma, ya.

Ciri-ciri varikokel lainnya juga dapat menyebabkan testis gagal berkembang secara normal atau menyusut.

3. Aliran Darah Tersumbat

Diketahui, penyebab varikokel juga bisa terjadi karena pengaruh pada anggota tubuh lain.

Misalnya ketika pembuluh darah lebih besar di perut tersumbat. Hal ini mengakibatkan darah terkumpul pada pembuluh darah vena kecil.

Pada skrotum, ini membuat ukurannya lebih besar dan membengkak. Adapun kondisi ini lebih sering terjadi pada pria di atas 40 tahun.

Kondisi ini dapat disebabkan berbagai kondisi, contohnya gangguan pada ginjal yang menekan pembuluh vena.

Baca Juga: Sering Buang Air Kecil Tanpa Disertai Rasa Sakit? Ini Dia 18 Penyebabnya!

Komplikasi Varikokel

nyeri testis
Foto: nyeri testis (ceferp.com.br)

Jangan disepelekan ketika ciri-ciri varikokel mulai dialami dalam beberapa waktu.

Wajib tahu komplikasi ringan hingga berat yang mungkin ditimbulkan dari varikokel. Masalah kesehatan pada pria tersebut meliputi:

1. Hormon Testosteron Berkurang

Hormon testosteron cukup berperan penting dalam tubuh pria ataupun wanita.

Menurut Profesor Urologi dan Pengobatan Reproduksi di Weill Cornell Medical College, ada 2 fungsi dari testis.

“Fungsinya yakni untuk memproduksi sel seks (sperma) dan untuk memproduksi testosterone,” ungkapnya, seperti dikutip dari sciencedaily.com.

Produksi testosteron akan berkurang jika varikokel semakin besar dan terikat mengelilingi testis.

2. Penurunan Jumlah dan Kualitas Sperma

Ada pula penelitian yang dilakukan oleh Dr. Marc yang dipresentasikan pada rapat tahunan American Society for Reproductive Medicine (ASRM) pada tahun 2007 di Washington, D. C.

Ditemukan bahwa varikokel pada testis ini dapat turun temurun dan ditemukan pada 15% pria.

Komplikasi ringan hingga berat yang dapat terjadi adalah penurunan jumlah serta kualitas sperma.

3. Sulit Hamil

Tak hanya itu, akibat varikokel, ini bisa memicu gangguan kesuburan yang cukup fatal. Hal ini terlihat dari data berikut

  • Sebanyak 35% dari seluruh kasus gangguan kesuburan (percobaan kehamilan pertama)
  • Sekitar 80% gangguan kesuburan kedua (mencoba hamil selanjutnya)

Kedua hal itu disebabkan karena kondisi varikokel, lho.

Artinya, akan lebih sulit untuk melakukan program kehamilan bagi Dads yang mengalami kondisi ini.

Karenanya, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter dalam menemukan perawatan yang tepat.

Baca Juga: 4 Cara Menangani Varises, Jangan Dianggap Remeh!

4. Kerusakan Testis

Sebagian besar testis terdiri dari jaringan penghasil sperma. Saat rusak akibat varikokel, ini dapat membuat testis menyusut dan melunak.

Belum diketahui apa yang menyebabkan testis menyusut, tetapi katup yang tidak berfungsi memungkinkan darah berkumpul di pembuluh darah.

Artinya, ini dapat mengakibatkan peningkatan tekanan di pembuluh darah dan paparan racun.

Dalam waktu yang lama, ciri-ciri varikokel yang serius akan menyebabkan kerusakan testis.

5. DNA Sperma Terganggu

Tak hanya itu, komplikasi akibat varikokel juga bisa menyerang DNA dari sperma pada pria.

Apabila diobati, ini menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam analisis air mani pada 60 hingga 80% pria.

Pria dengan varikokel besar cenderung memiliki kualitas air mani yang lebih buruk.

Selain itu, ada beberapa akibat yang terjadi ketika DNA sperma terganggu, ini meliputi:

  • Radang testis
  • Pembengkakan pembuluh darah pada skrotum

Testis yang tidak normal dapat menyebabkan sperma abnormal yang membuat sulit untuk memiliki keturunan.

Baca Juga: Alergi Sperma: Ketahui Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya agar Hubungan Intim Tetap Nyaman

Cara Mendiagnosis Varikokel

10 Cara Mengentalkan Sperma
Foto: 10 Cara Mengentalkan Sperma (Pexels.com)

Diagnosis akan varises pada testis pun juga didasarkan pada ukuran varikokel itu sendiri.

Selain dilihat dari gejala yang dialami, adapun cara lain dalam mendiagnosis varikokel. Berikut tahapan ringan yang perlu diketahui:

1. Pemeriksaan Fisik

Tidak hanya wanita, pria pun perlu melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui varises pada skrotum.

Nantinya, pemeriksaan ini dapat melihat apakah ada benjolan di sekitar alat kelamin tersebut.

Para dokter mungkin juga akan meraba testis dan area di sekitarnya untuk memastikan alat kelamin pria dalam kondisi baik dan tidak ada masalah.

Pemeriksaan testis dapat dilakukan saat seorang pria berdiri, sehingga skrotum menjadi lebih rileks.

Nantinya, dokter juga bisa merasakan adanya tanda-tanda nyeri di sepanjang epididimis, saluran yang mengangkut sperma dari testis.

2. Pemeriksan USG

Ada pula pemeriksaan lain untuk mengetahui tanda-tanda pembengkakan.

Salah satunya yakni pemeriksaan USG untuk mengukur aliran darah dan mengidentifikasi pembuluh darah yang tidak bekerja dengan benar.

Setelah varikokel didiagnosis, dokter akan mengklasifikasikannya dengan berbagai kelas sesuai ukuran benjolan.

Melansir Kids Health, kelas 1 adalah yang terkecil dan kelas 3 dengan variokel yang terbesar, Dads.

Jika pembengkakan cukup besar, dokter dapat merasakannya saat pengecekan langsung.

Namun, jika ukurannya kecil atau pasien merasa kurang nyaman, perlu dilakukan pemeriksaan USG.

Baca Juga: 11 Ciri-Ciri Terkena Radiasi HP, Salah Satunya Sakit Kepala

Pengobatan Varikokel

varises pada testis
Foto: varises pada testis (londonandrology.co.uk)

Lantas, bagaimana pengobatan atau mengatasi gejala varikokel ringan hingga berat? Berikut sejumlah cara untuk mengatasinya:

1. Embolisasi

Cara untuk mengatasi varikokel yang pertama yakni dengan teknik embolisasi.

Ini adalah metode dengan memasukkan sebuah selang untuk menjangkau vena lokasi varikokel melalui selangkangan ataupun leher.

Nantinya, cara ini untuk memasukkan obat-obatan dalam melancarkan aliran darah di area skrotum.

Tenang saja, nantinya pasien akan dibius dan tidak merasakan nyeri selama proses berlangsung.

2. Operasi Ringan

Dikutip dari shadygrovefertility.com, ada sejumlah pengobatan umum yang bisa dilakukan pada penderita varikokel.

Salah satunya yakni operasi mikro, di mana dokter urologi reproduksi akan membuat irisan operasi di pangkal paha, tepat dimana testis keluar dari perut.

Dengan bantuan alat USG khusus, dokter akan menentukan bagian mana yang tidak normal dan mengikatnya.

Baca Juga: Begini Cara Mencegah Varises Saat Hamil yang Mudah Dilakukan

3. Pengangkatan Jaringan

Dari penelitian yang sama, Dr. Marc juga menemukan bahwa pengangkatan varikokel dapat meningkatkan level testosteron hingga 100% pada sejumlah pria.

Seperti diketahui, testosteron merupakan salah satu hormon penting untuk pembuahan dan memberi peluang baik pada kesuburan.

Pengangkatan jaringan ini untuk mendukung program kehamilan berjalan dengan lancar.

4. Konsumsi Obat-Obatan

Nyeri dari operasi atau tindakan medis lain umumnya ringan, tetapi mungkin berlanjut selama beberapa hari atau minggu.

Dokter mungkin meresepkan obat pereda nyeri untuk jangka waktu tertentu setelah tindakan.

Setelah itu, dokter akan memberikan resep obat pereda nyeri seperti acetaminophen atau ibuprofen untuk meredakan ketidaknyamanan.

Obat-obatan ini pun terkadang diberikan untuk mencegah terjadinya infeksi yang mungkin terjadi sebagai komplikasi.

5. Istirahat Penuh

Setelah melakukan beragam perawatan dokter, pengobatan varikokel dilanjutkan dengan istirahat.

Dads mungkin dapat kembali bekerja sekitar seminggu setelah operasi dan melanjutkan olahraga 2 minggu setelahnya.

Olahraga yang dilakukan pun biasanya ringan seperti berjalan kaki ataupun naik turun tangga.

Perlu untuk beristirahat penuh selama pengobatan agar gejala dapat sepenuhnya mereda.

Jika ingin berhubungan seks, tanyakan pada dokter kapan waktu yang tepat agar tak mengganggu proses perawatan.

Itulah informasi mengenai varises pada testis atau varikokel. Jika Dads mengalami gejala varikokel, ada baiknya berkonsultasi dengan Dokter.

Karena, meski sering kali tidak menimbulkan ketidaknyamanan, varikokel rentan menyebabkan gangguan kesuburan, lho.

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/varicocele/symptoms-causes/syc-20378771#:~:text=A%20varicocele%20(VAR%2Dih%2D,quality%2C%20which%20can%20cause%20infertility
  • https://www.shadygrovefertility.com/blog/diagnosing-infertility/varicocele-and-male-factor-infertility/
  • https://www.urologyhealth.org/urology-a-z/v/varicoceles
  • https://weill.cornell.edu/
  • https://kidshealth.org/en/teens/varicocele.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.