Trimester 1

21 Februari 2021

Ini Cara Membaca Hasil USG Berdasarkan Jenisnya, Jangan Bingung Lagi ya!

Mulai USG kehamilan, USG 4D, hingga USG non kehamilan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Putriana
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Pemeriksaan ultrasonografi atau yang kita kenal dengan istilah USG merupakan prosedur scanning dengan memanfaatkan teknologi gelombang suara berfrekuensi tinggi. Gelombang suara ini kemudian akan memproyeksikan gambar di dalam jaringan tubuh atau organ kita.

USG umum digunakan dalam dunia medis terutama yang berkaitan dengan diagnosa penyakit tertentu. Namun, USG paling banyak digunakan untuk memonitoring tumbuh kembang janin dalam rahim pada wanita hamil.

Biasanya dokter kandungan akan menjelaskan keadaan dan orientasi janin selama proses USG. Namun, Moms bisa juga mempelajari cara membaca hasil USG secara umum.

Mungkin saja Moms masih penasaran dan ingin kembali memandangi hasil USG Si Kecil di rumah sambil mengamati informasi terkait pertumbuhannya di dalam rahim. Sejumlah hal dasar terkait cara membaca hasil USG dapat Moms simak dalam artikel berikut ini.

Baca Juga: 7 Manfaat USG Transvaginal Sebelum IVF

Manfaat Pemeriksaan USG

cara membaca hasil usg

Foto: Orami Photo Stock

Pemeriksaan USG dapat dilakukan pada waktu-waktu tertentu selama kehamilan, yakni pada trimester pertama, kedua, dan ketiga. Manfaat pemeriksaan USG pada tiap trimesternya ternyata beda-beda lho Moms. Berikut ini manfaat pemeriksaan USG tiap trimesternya seperti dirangkum dari Better Health Channel.

  • Trimester pertama - USG yang dilakukan dalam tiga bulan pertama kehamilan digunakan untuk memeriksa apakah embrio berkembang di dalam rahim (bukan di dalam tuba falopi, misalnya), memastikan jumlah embrio, dan menghitung usia kehamilan dan bayi. batas waktu.
  • Trimester kedua - USG yang dilakukan antara minggu ke 18 dan 20 digunakan untuk memeriksa perkembangan struktur janin seperti tulang belakang, tungkai, otak, dan organ dalam. Ukuran dan lokasi plasenta juga diperiksa. Jenis kelamin bayi bisa ditentukan, jika orang tua ingin tahu.
  • Trimester ketiga - USG yang dilakukan setelah 30 minggu digunakan untuk memeriksa apakah bayi terus tumbuh pada kecepatan normal. Lokasi plasenta diperiksa untuk memastikan tidak menghalangi serviks.

Cara Membaca Hasil USG Kehamilan Trimester Pertama

madetomum.com.jpg

Foto: madetomum.com

Melakukan check up kehamilan di trimester satu sangat disarankan untuk mengetahui kondisi seceara keseluruhan baik kondisi rahim, janin, dan kesehatan sang ibu.

Pemeriksaan awal ini juga akan membantu memastikan hari perkiraan lahir (HPL), sehingga perlu diketahu cara membaca hasil USG yang tepat.

Dalam jurnal The Cochrane Database of Systematic Reviews, pemeriksaan ultrasonografi diagnostik dapat dilakukan dalam berbagai keadaan khusus selama kehamilan.

Seperti setelah komplikasi klinis (misalnya perdarahan pada awal kehamilan), ketika janin dianggap berisiko tinggi mengalami malformasi, dan jika ada kekhawatiran tentang pertumbuhan janin.

Umumnya, janin mulai dapat terlihat jelas melalui USG ketika memasuki usia kehamilan 11 hingga 14 minggu di mana janin sudah berukuran lebih besar dan kepalanya mulai terbentuk. Namun pada usia ini jenis kelamin janin masih belum dapat dipastikan.

Dokter juga akan mengukur lipatan di bagian belakang leher janin yang memiliki ruang berisi cairan. Jika ketebalan tembus nuchal lebih dari 3,5 mm, hal ini mungkin dikaitkan dengan peningkatan risiko sindrom Down.

Sebenarnya USG tetapdapat dilakukan pada usia kehamilan lebih awal yakni sekitar enam hingga sepuluh minggu. Tetapi biasanya dokter akan melakukan USG transvaginal karena janin masih berupa gumpalan sangat kecil, sehingga USG ini dapat memberikan informasi lebih akurat.

Pada USG transvaginal, dokter atau teknisi memasukkan probe tipis ke dalam vagina. Selama USG, mereka akan melakukan serangkaian pengukuran, termasuk ukuran kantung kehamilan, panjang kutub janin, dan detak jantung.

Baca Juga: Apakah Bisa Pakai Test Pack untuk Memeriksa Hamil 1 Minggu?

Cara Membaca Hasil USG Berdasarkan Keterangan Foto, Warna, dan Orientasi Janin

en.wikipedia.org.jpg

Foto: en.wikipedia.org

Setidaknya ada tiga cara membaca hasil USG yang bisa Moms perhatikan. Yakni melalui keterangan yang ada dalam hasil USG, warna, dan orientasi janin.

Jumlah dan jenis keterangan dalam hasil USG biasanya akan berbeda pada tiap trimester. Detail keterangan tersebut juga tergantung pada alat USG yang digunakan dan operatornya.

Namun, berikut adalah istilah yang umumnya muncul dan mempermudah cara membaca hasil USG.

1. Keterangan Foto

parenting.firstcry.com.jpg

Foto: parenting.firstcry.com

  • GA (Gestational Age)

GA atau Gestational Age merupakan perkiraan usia kehamilan. Angka ini didapat dari pengukuran diameter kepala sampai panjang kaki dan lengan janin.

  • GS (Gestational Sac)

GS atau Gestational Sac merupakan istilah untuk kantung kehamilan. Keterangan ini akan muncul di pemeriksaan trimester pertama kehamilan, yakni gambar menyerupai kantung yang nampak berbentuk bulat dan berwarna hitam.

  • BPD (Biparietal Diameter)

BPD akan menunjukkan ukuran tulang pelipis janin. Pemeriksaan BPD biasanya dilakukan saat usia kehamilan masuk trimester dua atau trimester tiga.

  • HC (Head Circumference)

Istilah HC atau Head Circumference merupakan keterangan tentang jumlah dan ukuran lingkar kepala janin.

  • CRL (Crown-rump Length)

Istilah CRL atau Crown Rump Length akan menunjukkan ukuran jarak bagian tubuh janin, yakni dimulai dari ujung kepala hingga ke ujung kaki. Pengukuran CRL umumnya dilakukan pada trimester pertama dan kedua.

  • AC (Abdominal Circumference)

Keterangan AC atau Abdominal Circumferential merupakan istilah untuk estimasi ukuran lingkar perut pada janin.

  • FL (Femur Length)

FL atau Femur Length pada keterangan hasil USG menunjukkan ukuran dan panjang tulang paha janin.

  • FHR (Fetal Heart Rate)

FHR atau Fetal Heart Rate  merupakan frekuensi detak jantung janin di dalam kandungan.

  • EDD (Estimated Due Date)

EDD alias Estimated Due Date sering kita sebut sebagai hari perkiraan lahir (HPL). Hal ini akan menunjukkan perkiraan tanggal persalinan berdasarkan perhitungan dari hari pertama siklus menstruasi terakhir.

  • LMP (Last Menstrual Period)

LMP atau Last Menstrual Period menunjukkan hitungan dari hari pertama siklus menstruasi terakhir untuk mengetahui usia janin.

2. Membedakan Warna pada Foto USG

eimedical.png

Foto: eimedical.com

Ultrasonografi adalah alat non-invasif sehinga alat ini tidak akan menembus tulang seperti halnya X-Ray, melainkan alat yang memanfaatkan gelombang suara.

Berbagai jaringan tubuh mengeluarkan suara secara berbeda, ada jaringan yang menyerap gelombang suara sementara yang lain memantulkannya.

Hal inilah yang menyebabkan adanya perbedaan intensitas warna pasa hasil USG meski warnanya monokrom. Sesuai dengan gambar di atas, warna hitam menunjukkan cairan, warna abu-abu menunjukkan jaringan, sedangkan warna putih menunjukkan tulang.

Semakin padat jaringannya, akan semakin terang warnanya. Itulah kenapa dalam cara membaca hasil USG, tulang kelihatan paling terang.

3. Orientasi Janin

Orientasi janin dalam cara membaca hasil USG yang dimaksud adalah melibatkan posisi dan pergerakan janin di dalam rahim. Hal ini untuk mengetahui di aman letak kepala bayi, menghadap ke mana, apakah janin dalam posisi yang tepat, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Intip 12 Cara Mengetahui Jenis Kelamin Bayi

Cara Membaca Hasil USG Jenis Kelamin

pregnancy.about.com.jpg

Foto: pregnancy.about.com

Jenis kelamin bayi biasanya belum dapat dibedakan hingga menginjak usia kehamilan minimal 14 minggu. Sehingga Moms disarankan melakukan USG pada usia 18 hingga 22 minggu agar informasi terkait jenis kelamin bayi lebih akurat.

Berdasarkan laman Live Science, ada ciri-ciri tertentu yang dapat menjadi cara membaca hasil USG jenis kelamin.

1. Jenis Kelamin Laki-Laki

verywellfamily3.png

Foto: verywellfamily.com

Sebagai cara membaca hasil USG, jika bayi berjenis kelamin laki-laki, biasanya pada hasil USG akan terlihat ujung penis yang menyembul di balik testis.

Umumnya kondisi ini disebut dengan "turtle sign" karena bentuknya yang menyerupai cangkang dan kepala kura-kura.

Turtle sign bisa lebih mudah dilihat jika bayi dalam keadaan ereksi. Iya, Moms, ternyata bayi laki-laki sudah dapat mengalami ereksi sejak dari dalam kandungan. Moms juga akan melihat kondisi ini saat mengganti popok setelah nantinya bayi telah lahir ke dunia.

2. Jenis Kelamin Perempuan

verywellfamily.jpg

Foto: verywellfamily.com

Jika tadi kita mengenal turtle sign pada bayi laki-laki, ada yang namanya "hamburger sign" untuk menemukan ciri-ciri kelamin pada bayi perempuan.

Disebut demikian karena dalam cara membaca hasil USG, biasanya akan terlihat tiga garis putih yang merupakan labia dengan klitoris di tengahnya. Kondisi ini dapat menyerupai hamburger dengan tumpukan dua roti dan dagikng di tengahnya.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi akurasi jenis kelamin lewat USG, seperti berat badan sang ibu, posisi janin, dan usia kehamilan. Karena itu, melakukan check up rutin bisa dilakukan untuk mengetahui perkembangan janin termasuk memastikan jenis kelaminnya.

Baca Juga: Kenali 4 Macam Jenis USG Kehamilan, Dari Manfaat Hingga Harga!

Cara Membaca Hasil USG 3D

853c29_7dc89ad2e87841e393bc76ca15e52fd4_mv2 (1).jpg

Foto: hopesanddreams4dtx.com

Umumnya tidak ada perbedaan yang terlalu banyak antara cara membaca hasil USG 2D dan 3D. Hal yang membedakan keduanya dalah kejelasan gambar janin yang nampak pada alat USG.

USG 3D bisa menampilkan ciri-ciri wajah bayi dengan lebih detail. Umumnya, USG 3 dimensi baru akan disarankan oleh dokter ketika janin terindikasi mengalami kelainan tertentu seperti adanya celah langi-langit atau bibir sumbing.

Meski begitu, tak ada salahnya dilakukan jika Moms penasaran ingin melihat seperti apa wajah Si Kecil di dalam perut dengan lebih jelas. Waktu terbaik untuk melakukan USG 3D adalah saat usia kehamilan 26 hingga 30 minggu.

Baca Juga: Mengapa Harus Melakukan USG Kehamilan? Ini Waktu Tepat untuk Melakukannya!

Cara Membaca Hasil USG Rahim Non-Hamil

glowm.com.png

Foto: glowm.com

Selain untuk memantau kondisi janin dan kehamilan, cara membaca hasil USG juga kerap digunakan untuk memeriksa organ dalam pada tubuh terutama rahim.

Hal ini ditujukan untuk mengetahui apakah ada masalah atau keadaan abnormal pada rahim seperti PCOS, miom, endometriosis, dan lain sebagainya.

Dalam setiap pemeriksaan USG, rahim akan dievaluasi dimensi, bentuk, dan orientasinya. Contohnya seperti hasil USG pada rahim atau uterus di atas yang menunjukkan fundus uterus, isthmus, serviks, dan kandung kemih yang kolaps di anterior.

Ada beberapa hal yang akan diukur selama pemeriksaan, di antaranya panjang uterus (Ut-L), tinggi uterus (Ut-H), dan lebar uterus (Ut-W).

Itu tadi beberapa cara membaca hasil USG berdasarkan jenisnya. Perlu diingat jika cara membaca hasil USG memang cukup rumit dan pada beberapa rincin dibutuhkan penjelasan lebih detail lagi dari dokter maupun operator.

Untuk itu, Moms bisa meminta dokter atau teknisi USG untuk menjelaskan kembali hasil USG yang tercetak pada foto sebelum dibawa pulang.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait