Trimester 1

TRIMESTER 1
24 Agustus 2020

Intip 12 Cara Mengetahui Jenis Kelamin Bayi

Jika sains memiliki jawaban ilmiah, cara tradisional untuk mengetahui jenis kelamin bagi lebih bisa menyenangkan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Intan Aprilia

Jika Moms termasuk orang tua yang selalu penasaran dengan jenis kelamin Si Kecil, tidak usah menunggu selama 40 minggu untuk mengetahui apakah Si Kecil akan menjadi jagoan ataukah akan mendapatkan putri yang cantik. Selain USG, ternyata ada beberapa cara lain untuk mengetahui jenis kelamin bayi.

Cara-cara mengetahui jenis kelamin bayi ini mulai dari yang ilmiah, hingga cara tradisional yang banyak digunakan oleh para ibu hingga kini.

Moms bisa mencoba beberapa cara tersebut. Meski beberapa di antaranya kurang akurat, ternyata ada lebih banyak cara yang menyenangkan untuk dilakukan sebagai cara untuk mengetahui jenis kelamin bayi, Moms. Apa saja itu?

Baca Juga: Tebak Jenis Kelamin Janin Lewat Tanda Kehamilan

Cara Mengetahui Jenis Kelamin Bayi Tanpa USG

USG atau Ultrasonografi biasanya menjadi pilihan cara untuk mengetahui jenis kelamin bayi yang difavoritkan oleh para ibu hamil, apalagi kini ada pilihan melihat janin secara 4D.

Moms bisa melihat bentuk tubuh keseluruhan hingga detail wajah bayi yang masih berada di dalam rahim dengan alat USG.

Cara ini juga lebih simpel, karena hanya dengan menempelkan alat di perut Moms.

Dengan USG, Moms juga bisa mendengar detak jantung bayi dan gerakan-gerakan lain yang bisa dilakukannya di dalam rahim.

USG bisa sangat akurat sebagai cara mengetahui jenis kelamin bayi saat dilakukan antara minggu ke-18 dan ke-22 kehamilan.

Namun kesalahan bsa saja terjadi. Misalnya, jika BMI (indeks massa tubuh) Moms masuk dalam kategori obesitas, saat mengandung anak kembar, atau jika janin berbaring dalam posisi yang membuat alat kelaminnya sulit dilihat yang akan memungkinkan Moms kesulitan untuk menentukan jenis kelamin dengan USG.

Selain mealui USG, ada cara lain juga yang bisa digunakan untuk mengetahui jenis kelamin bayi. Di antaranya:

1. Tes Darah Genetik

Cara Mengetahui Jenis Kelamin Bayi -1

Foto: Orami Photo Stock

Tes darah genetik diklaim sebaga cara yang baik untuk mengetahui jenis kelamin bayi yang bisa dimulai sejak kandungan Moms berusia tujuh minggu.

Sebuah analisis terhadap 57 studi yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association menunjukkan, tes darah yang mendeteksi potongan-potongan kecil DNA janin yang ada dalam aliran darah ibu selama kehamilan, akurat 95% dan 99% untuk menentukan jenis kelamin bayi.

Dilansir Consumer Genetics, tes darah ini biasanya sedikit lebih akurat dalam memprediksi anak laki-laki, karena kurangnya kromosom Y dapat berarti bahwa kromosom laki-laki tidak ditemukan dalam sampel darah yang diambil.

NIPT juga tes darah yang secara khusus memeriksa sindrom Down, trisomi 18, salinan kromosom X / Y ekstra atau hilang, dan jenis kelainan kromosom lainnya. Moms dapat berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu untuk mengetahui apakah tes darah ini cocok untuk atau tidak, dilansir Mayo Clinic.

Baca Juga: Posisi Bercinta Memengaruhi Jenis Kelamin Bayi?

2. Amniosentesis

Prosedur semi-invasif ini adalah cara tepat untuk mengetahui jenis kelamin bayi.

Namun, karena memiliki risiko kecil keguguran , dokter mungkin tidak akan menyarankannya jika hanya karena penasaran saja.

"Amniosentesis melibatkan jarum yang dimasukkan ke dalam cairan yang mengelilingi bayi, dan melihat susunan kromosom bayi yang mengungkapkan jenis kelamin serta segala kelainan kromosom. Kecuali jika seseorang salah memberi label pada hasil Anda, tes ini sepenuhnya akurat,” jelas Dr. Michael Randell, seorang OBGYN di Atlanta, dilansir dari Today.

Dilansir Mayo Clinic, Amniosentesis adalah jenis pengujian genetik di mana dokter akan mengambil sejumlah kecil cairan ketuban dari rahim menggunakan jarum panjang dan tipis.

Beberapa sel janin hadir dalam cairan ketuban, yang dapat digunakan untuk menentukan adanya kelainan genetik serta jenis kelamin bayi.

Penyedia layanan kesehatan atau dokter umumnya melakukan amniosentesis antara 15 dan 20 minggu kehamilan.

3. Prediktor Detak Jantung Janin

cara mengetahui jenis kelamin bayi lewat detak jantung.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Ini adalah salah satu cara mengetahui jenis kelamin bayi yang dipercaya dari generasi ke generasi.

Caranya, Moms dapat menggunakan alat prediksi detak jantung janin.

Jika alat tersebut menghasilkan sekitar 140 detak per menit atau lebih, itu menandakan janin berjenis kelamin perempuan, sementara jika hasilnya di bawah itu janin tersebut berarti anak laki-laki .

Mengapa bisa begitu? Salah satu teori mengatakan bahwa bayi perempuan biasanya berukuran lebih kecil, sehingga jantungnya akan berdetak lebih cepat.

Namun, Dr. Michael menyanggah hal ini. dia menyebutkan bahwa kondisi janin bisa bervariasi, terbukti dengan pengalamannya saat membantu kelahiran bayi.

"Denyut jantung janin bervariasi dan dapat berubah dari hari ke hari atau bahkan dari waktu ke waktu. Adapun teori bahwa anak perempuan berbobot kurang dari anak laki-laki, saya telah membantu ibu hamil melahirkan banyak anak perempuan 4,5 kg dan anak laki-laki 1,8 kg," jelasnya.

Baca Juga: Perlukah Membeli Mainan Sesuai Jenis Kelamin Bayi?

4. Tinggi dan Bentuk Perut

Banyak hal yang dari kehamilan yang menyenangkan. Salah satunya saat bentuk dan tinggi perut dipercaya sebagai cara untuk mengetahui jenis kelamin bayi.

Bukan hanya untuk Moms, tapi orang-orang yang melihat pun akan menebak-nebaknya saat melihat perut yang mulai membesar.

Biasanya, jika perut terlihat lebih tinggi, janin di dalamnya berjenis kelamin perempuan. Sementara jika menonjol ke bawah, Moms akan memiliki anak laki-laki.

Selain itu, saat perut berbentuk bundar seperti bola berarti Moms akan melahirkan bayi laki-laki dan jika terlihat perut yang melebar, janin tersebut diklaim sebagai perempuan.

5. Cincin dan Tali

Cara Mengetahui Jenis Kelamin Bayi dengan cincin dan tali

Foto: momjunction.com

Apakah ini akan berhasil? Mungkin tidak, tetapi akan menyenangkan untuk dicoba sebagai cara mengetahui jenis kelamin bayi.

Tes ini membutuhkan sebuah cincin dan tali. Moms bisa menggunakan cincin pernikahan jika ingin.

Caranya, ikatkan seutas tali pada cincin kemudian berbaringlah. Pegang ujung tali di atas perut dan biarkan cincin bergerak sendiri.

Jika cincin berayun dalam gerakan melingkar, itu berarti tandanya bayi perempuan . Namun, jika Moms menemukan gerakan seperti pendulum itu berarti janinnya laki-laki .

Baca Juga: Jenis Kelamin saat Lahir Berbeda dengan USG, Kok Bisa?

6. Perangkat Prediksi Gender Bayi

Kemungkinannya bisa terjadi saat menggunakan perangkat ini untuk mengetahui jenis kelamin bayi .

Produk tes berbasis urin yang mencampurkan air kencing ibu hamil dengan kristal yang mengandung hormon tertentu, mengklaim bahwa Moms dapat mengetahui jenis kelamin bayi paling cepat saat berusia 10 minggu .

Namun, Dr. Michael meragukan metode ini. "Namun, tidak ada salahnya mencoba tes urin pada kehamilan, hanya untuk bersenang-senang," kata dia.

7. Morning Sickness

cara mengetahui jenis kelamin bayi lewat morning sickness

Foto: Orami Photo Stock

Banyak orang tua yang mengatakan bahwa mual-mual di pagi hari atau morning sickness yang berat menandakan Moms akan mendapatkan bayi perempuan.

Jika rasa mual hanya sedikit terasa, berarti anak laki-laki yang akan dilahirkan.

Meski terkadang hal tersebut kebetulan terjadi, Dr. Michael tidak bisa menjadikan morning sickness sebagai tanda mengetahui jenis kelamin bayi.

“Kami masih belum tahu persis apa yang menyebabkan morning sickness. Tetapi beberapa perempuan tidak mengalami morning sickness yang berat pada kehamilan pertama, dan cukup parah pada kehamilan berikutnya, bahkan ketika anak-anaknya perempuan atau laki-laki,” kata dia.

Baca Juga: 5 Masalah Kesehatan Alat Kelamin pada Bayi, Perlu Moms Waspadai!

8. Chinese Gender Chart

Chinese Gender Chart dilakukan 700 tahun yang lalu, tetapi baru-baru ini ditemukan kembali dan sekarang digunakan untuk menentukan jenis kelamin anak yang belum lahir.

Ini adalah cara mengetahui jenis kelamin bayi lainnya yang menyenangkan.

Sebab, dalam bagan tersebut Moms bisa melihat usia pada saat hamil, dan kemudian ikuti bulan dimana bayi dikandung untuk menemukan jenis kelamin yang diprediksi.

9. Perbedaan pada Payudara

cara mengetahui jenis kelamin bayi lewat perubahan payudara

Foto: Orami Photo Stock

Salah satu cara mengetahui jenis kelamin bayi yang dipercaya hingga kini adalah dengan melihat perubahan pada payudara saat hamil.

Caranya, Moms bisa mencoba untuk memegang payudara dan bandingkan mana yang terasa lebih besar.

Jika payudara kiri yang lebih besar, konon berarti anak laki-laki yang akan lahir dan jika bagian kanan berarti janin berjenis kelamin perempuan.

Ingin menjadikan tes ini lebih menyenangkan? Mintalah Dads untuk melakukannya!

Tapi apakah cara ini akan berhasil? Mungkin saja tidak. Sebab, kehamilan melibatkan banyak perubahan salah satunya pada bentuk payudara.

10. CVS

Menurut Mayo Clinic metode pengujian genetik seperti amniosentesis atau CVS juga bisa menjadi cara awal untuk mengetahui jenis kelamin bayi.

Dokter akan memperoleh informasi tentang jenis kelamin janin secara bersamaan.

Meski begitu, biasanya para ahli tidak merekomendasikan pengujian genetik hanya untuk menentukan jenis kelamin, karena memiliki risiko terkait tertentu yang bisa mengandung risiko seperti keguguran.

CVS juga merupakan jenis pengujian genetik yang digunakan untuk menentukan adanya cacat bawaan seperti down syndrome serta jenis kelamin janin.

Selama prosedur ini, dokter akan mengambil sampel dari vilus korionik, yang terdapat jaringan dalam plasenta yang berisi informasi tentang gen janin dan dilakukan antara usia 10 dan 12 minggu kehamilan.

Metode ini umumnya diperuntukkan bagi ibu hamil di atas usia 35, pasangan yang memiliki riwayat keluarga dengan kelainan genetik, atau untuk mengkonfirmasi hasil positif dari skrining prenatal.

Baca Juga: Jenis Kelamin Bayi Ternyata Berpengaruh pada Gestasional Diabetes Ibu

11. Kondisi Wajah

cara mengetahui jenis kelamin bayi lewat kulit

Foto: Orami Photo Stock

Menurut kepercayaan, calon ibu yang menjaga penampilan saat hamil akan mendapatkan anak lelaki.

Sementara Moms yang terlihat kusam dan tidak bercahaya saat hamil berarti sedang mengandung anak perempuan.

Hal ini dipercaya karena anak perempuan telah ‘mencuri’ kecantikan Moms.

12. Metode Ramzi

Metode Ramzi diklaim dapat mengetahui jenis kelamin janin paling cepat pada minggu keenam kehamilan.

Menurut teori Ramzi, penempatan plasenta dapat menentukan jenis kelamin janin.

Jika plasenta berada di sisi kanan, maka janinnya akan terlahir sebagai anak laki-laki.

Jika plasenta berada di sisi kiri, maka janinnya adalah perempuan. Meski begitu, tidak ada bukti bahwa teori ini akurat.

Mungkin, cara mengetahui jenis kelamin bayi kembar akan lebih sulit dilakukan.

Karena saat itu, janin dapat saling mengaburkan dan menyulitkan untuk menentukan jenis kelamin masing-masing.

Artikel Terkait