12 Desember 2022

16 Pantangan Ibu Hamil yang Pernah Keguguran, Catat!

Daging tanpa lemak sangat baik dikonsumsi setelah keguguran
16 Pantangan Ibu Hamil yang Pernah Keguguran, Catat!

Foto: Shutterstock.com

Kehamilan setelah mengalami keguguran memang bukan hal yang mudah untuk dijalani. Untuk itu, penting mengetahui pantangan ibu hamil yang pernah keguguran.

Peristiwa keguguran selalu menyisakan rasa kehilangan, kecewa, dan rasa bersalah pada Moms yang mengalaminya. Ini adalah hal yang sangat wajar.

Akan tetapi, Moms dianjurkan untuk tidak terlalu lama terlarut dalam kesedihan setelah mengalami keguguran.

Terlebih jika Moms sedang hamil kembali sehingga membuat banyak pikiran. Padahal, ibu hamil tidak boleh stres.

Lantas, bagaimana tips menjaga kehamilan setelah keguguran? Yuk, simak sederet pantangan ibu hamil yang pernah keguguran di bawah ini!

Baca Juga: Sakit Perut Saat Hamil, Ini 10+ Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pantangan Ibu Hamil yang Pernah Keguguran

Keguguran biasanya terjadi satu kali. Setelah keguguran,Moms bisa mempunyai kehamilan yang sehat.

Jadi, jangan terlalu khawatir ya bila Moms kan mengalami keguguran lagi.

Sangat kecil jumlah wanita yang memiliki pengalaman mengalami dua kali atau lebih keguguran, yaitu hanya 1%.

Memang, setelah mengalami keguguran, risiko Moms akan mengalami keguguran lagi akan bertambah.

Jika pernah mengalami keguguran sebanyak dua kali, risiko Moms mengalami keguguran pada kehamilan selanjutnya menjadi 26%.

Sementara jika mengalami keguguran sebanyak tiga kali, risiko keguguran Moms menjadi 28%.

Namun, risiko ini masih kecil dan Moms masih memiliki peluang hamil dan menjaga kehamilan tersebut hingga melahirkan bayi yang sehat setelah keguguran.

Dengan menjaga kondisi kehamilan yang sekarang, Moms dapat memperkecil risiko mengalami keguguran lagi setelah itu.

Moms harus memahami pantangan ibu hamil yang pernah keguguran untuk menjaga kehamilan.

1. Dehidrasi

Ibu Hamil Minum Air Putih
Foto: Ibu Hamil Minum Air Putih (intermountainhealthcare.org)

Pantangan ibu hamil yang pernah keguguran yang pertama adalah dehidrasi atau tidak cukup cairan.

Selama kehamilan volume darah Moms dapat meningkat secara drastis. 

Asupan cairan yang cukup dapat membantu memperlancar aliran darah ke seluruh tubuh.

Tentu, kondisi ibu hamil sehat pun terwujud.

Selain itu, minum cukup air setiap hari juga dapat membantu mencegah dehidrasi, kelelahan, infeksi saluran kencing, maupun sembelit yang banyak terjadi pada masa kehamilan.

Usahakan minum air putih sebanyak 8 gelas sehari. 

Namun, Moms juga dapat membuat infused water untuk menambah kesegaran.

2. Stres

Stres dapat terjadi selama kehamilan, hal ini biasanya berkaitan dengan kekhawatiran atau ketakutan Moms dalam menghadapi kehamilan maupun melahirkan. 

Padahal stres menjadi salah satu pantangan ibu hamil yang pernah keguguran.

Sebab, kondisi ini dapat menyebabkan ibu hamil sakit kepala, insomnia, cemas, tidak nafsu makan, hingga napas dan denyut nadi yang cepat.

Jika dibiarkan berlarut, masalah ini juga bisa memengaruhi kondisi janin sehingga menyebabkan pertumbuhannya terhambat. 

Dalam menghindari stres agar kehamilan terjaga, ada baiknya jika Moms menceritakan segala ketakutan atau kekhawatiran pada Dads, keluarga, atau orang terdekat lainnya.

Selain itu, Moms juga dapat melakukan prenatal yoga atau meditasi, dan melakukan me time dengan mendengarkan musik, menonton film favorit, atau sekadar berjalan-jalan melihat pemandangan.

Kegiatan-kegiatan ini dapat membantu melepaskan stres yang dirasakan.

Baca Juga: 10 Cara Agar Cepat Tidur dan Tidak Begadang, Tanpa Obat-obatan!

3. Kurang Tidur

Insomnia
Foto: Insomnia

Pantangan ibu hamil yang pernah keguguran selanjutnya adalah kurang tidur.

Kurang tidur saat hamil atau insomnia bisa menyebabkan ibu hamil mengalami darah tinggi hingga preeklampsia.

Kondisi ini membutuhkan penanganan lebih lanjut agar tidak menyebabkan komplikasi kehamilan.

Selain preeklamsia, ibu hamil yang kurang tidur di malam hari juga bisa berisiko terkena obesitas.

Hal ini karena kadar glukosa yang tinggi dalam darah membuat nafsu makan menjadi meningkat hingga berisiko terkena insomnia dan diabetes gestasional.

Selain pada ibu hamil, susah tidur juga akan berdampak pada janin.

Insomnia pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko persalinan prematur yang dapat memengaruhi perkembangan janin selama masih ada.

4. Melakukan Diet

Bagi kebanyakan wanita, kehamilan dapat mengubah bentuk tubuh dan tak jarang membuat tubuh menjadi lebih berisi.

Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi mereka yang biasa menjalani diet untuk menjaga bentuk tubuh.

Namun, bagi Moms yang tengah hamil melakukan diet menjadi pantangan ibu hamil yang pernah keguguran.

Sebab, diet dapat membuat ibu hamil dan janin kekurangan gizi penting yang diperlukan untuk pertumbuhan janin.

Kurangnya asupan nutrisi selama kehamilan dapat membuat janin berisiko mengalami kecacatan.

5. Merokok dan Minum Minuman Beralkohol

Ibu Hamil Merokok
Foto: Ibu Hamil Merokok

Pantangan ibu hamil yang pernah keguguran selanjutnya adalah merokok dan minum beralkohol.

Melansir Current Neuropharmacology, kandungan nikotin dan zat berbahaya lainnya yang masuk ke dalam aliran darah dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti pecahnya air ketuban dini dan keguguran.

Hal ini pun sama dengan konsumsi minuman beralkohol.

Bagi ibu hamil, minuman beralkohol sebaiknya dihindari karena berisiko membuat janin tumbuh cacat, baik tubuh maupun mental.

Konsumsi alkohol juga membuat janin rentan terhadap penyakit, bahkan ketika sudah lahir nanti.

Baca Juga: 15 Manfaat Daun Patikan Kebo, Bantu Atasi Masalah Pernapasan seperti Asma dan Batuk

6. Memiliki Berat Badan Berlebih (Obesitas)

Sebuah penelitian Royal College of Obstetricians and Gynaecologist, menunjukkan bahwa kelebihan berat badan pada ibu hamil dapat berisiko mengalami penyakit, seperti diabetes gestasional, trombosis, tekanan darah tinggi, dan sleep apnea.

Oleh karena itu, ibu hamil harus mengatur asupan kalori harian.

Pada trimester pertama kehamilan, ibu hamil perlu menambah 100 kalori per hari dari porsi makan sebelum hamil.

Sementara pada trimester ketiga, ibu hamil perlu menambah 300–500 kalori per hari.

7. Berhubungan Seks tanpa Pengaman

Ilustrasi Berhubungan Seks saat Hamil
Foto: Ilustrasi Berhubungan Seks saat Hamil (sporteluxe.com)

Pantangan ibu hamil yang pernah keguguran selanjutnya adalah berhubungan seks tanpa pengaman atau kondom.

Meskipun ibu hamil sedang tidak KB, tapi berhubungan seks dengan kondom bisa melindungi ibu hamil dari infeksi menular seksual seperti klamidia atau sifilis.

Infeksi menular seksual bisa jadi penyebab keguguran, bayi lahir meninggal dunia, sampai komplikasi kehamilan.

8. Tidak Rutin Periksa Kehamilan

Pantangan ibu hamil yang pernah keguguran selanjutnya adalah jarang memeriksakan kehamilan.

Padahal, beberapa komplikasi kehamilan tidak datang dengan gejala yang dapat dikenali, sampai semuanya menjadi parah atau di luar kendali.

Misalnya, Moms memiliki tekanan darah tinggi dan protein dalam urine, meski terlihat dari luar baik-baik saja, ini bisa menjadi gejala serius yang mengarah ke preeklampsia.

Itu sebabnya penting melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, untuk mendeteksi faktor risiko tertentu.

Jika pemeriksaan dilakukan tidak rutin, dikhawatirkan akan mempersulit pemantauan kehamilan.

Baca Juga: 12 Cara Balikan Sama Mantan, Terbukti Ampuh dan Anti Gagal!

Jenis Makanan Pantangan Ibu Hamil yang Pernah Keguguran

Ada beberapa makanan yang harus dihindari ibu hamil.

Pasalnya, jenis makanan tertentu berpotensi membahayakan kesehatan janin.

Oleh sebab itu, Moms disarankan untuk lebih berhati-hati dalam memilih makanan yang ingin dikonsumsi.

Dengan begitu, janin pun dapat tumbuh dengan lebih baik.

9. Karbohidrat

Konsumsi Mie Instan
Foto: Konsumsi Mie Instan

Jenis makanan pantangan ibu hamil yang pernah keguguran selanjutnya adalah mengonsumsi makanan karbohidrat secara berlebih.

Karbohidrat memberi tubuh bahan bakar yang dibutuhkan dan juga mengontrol kadar gula tubuh.

Tetapi biji-bijian olahan atau karbohidrat serat dapat berdampak buruk pada tubuh.

Makanan tersebut dapat menyebabkan fluktuasi cepat kadar gula dalam tubuh.

Itulah mengapa penting untuk membatasi jumlah pati rendah serat dalam makanan.

Hindari makanan seperti nasi instan, telur, dan mie.

10. Makanan Manis

Hindari makanan manis dengan indeks glikemik tinggi karena makanan tersebut juga dapat menyebabkan kadar gula darah berfluktuasi.

Katakan tidak pada makanan seperti permen dan minuman berkarbonasi.

11. Susu dan Daging Berlemak

Daging Berlemak
Foto: Daging Berlemak

Setelah keguguran, penting untuk menghindari peradangan yang dapat menyebabkan tubuh menjadi tidak nyaman.

Lemak dalam daging dan produk susu dapat menyebabkan peradangan.

Jadi hindari daging berlemak dan produk susu setelah keguguran seperti domba, mentega, keju, dan susu.

Baca Juga: 15 Manfaat Madu untuk Ibu Hamil, Bantu Redakan Mual, hingga Mengatasi Nyeri Ulu Hati

12. Junk Food

Makanan siap saji memang sangat nikmat, dan sebenarnya tak masalah jika Moms mengonsumsinya dalam jumlah yang tidak banyak.

Namun jangan jadikan junk food menjadi makanan utama setelah keguguran.

Junk food hanya akan mengisi tubuh dengan kalori kosong dan mencegah tubuh mengonsumsi makanan kaya nutrisi yang dibutuhkan.

13. Telur Mentah

Telur Mentah
Foto: Telur Mentah

Jenis makanan pantangan ibu hamil yang pernah keguguran selanjutnya adalah telur mentah.

Telur mentah dan makanan yang dibuat dari telur mentah, seperti mayones, berisiko terkontaminasi oleh bakteri Salmonela.

Bakteri ini dapat menimbulkan infeksi yang membuat ibu hamil muntah-muntah, demam, diare, dan kram perut.

Dalam beberapa kasus, kram perut akibat infeksi ini bahkan bisa menyebabkan kelahiran prematur.

14. Makanan Laut yang Bermekuri Tinggi

Ikan todak (swordfish), tenggiri, hiu, tuna, dan kerang merupakan beberapa jenis makanan laut yang mengandung merkuri tinggi dan menjadi pantangan ibu hamil yang pernah keguguran.

Jika dikonsumsi berlebihan, merkuri dapat menyebabkan ibu hamil mengalami gangguan pada saraf, ginjal, dan sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, janin juga bisa mengalami kecacatan dan gangguan pertumbuhan.

Jika Moms ingin mengonsumsi makanan laut tersebut, porsi maksimal yang disarankan adalah 300 gram atau sekitar 2 porsi per minggu.

15. Konsumsi Nanas dan Durian

Ibu Hamil Konsumsi Nanas
Foto: Ibu Hamil Konsumsi Nanas

Ibu hamil memang disarankan untuk mengonsumsi banyak makanan yang mengandung gizi yang tinggi, seperti buah-buahan.

Namun, dua jenis buah ini sebaiknya dihindari, terutama ketika usia kehamilan masih tergolong muda.

Buah yang pertama adalah nanas.

Hal ini karena nanas mengandung zat yang bersifat abortivum, yang artinya jika dikonsumsi berlebihan dapat berpotensi menimbulkan kontraksi pada kandungan.

Pada usia kandungan yang masih muda, hal ini jelas berbahaya, karena berisiko terjadi keguguran.

Lalu yang kedua, durian. Buah yang memiliki rasa manis ini mengandung alkohol yang membuat tubuh menjadi panas.

Mengonsumsi buah ini, terutama dalam jumlah banyak, sangatlah tidak dianjurkan.

16. Jeroan

Jeroan Ayam
Foto: Jeroan Ayam

Ibu hamil tidak boleh sembarang mengonsumsi jeroan, meski pada dasarnya makanan ini memiliki banyak nutrisi.

Jeroan hanya boleh dikonsumsi ibu hamil sebanyak satu kali dalam seminggu, dengan porsi secukupnya.

Terlalu banyak mengonsumsi jeroan dapat mengganggu pertumbuhan janin serta menimbulkan gangguan hati pada ibu hamil.

Baca Juga: 16 Manfaat Air Garam, Lancarkan Pernapasan, Redakan Sariawan, hingga Mengatasi Jerawat!

Itu dia Moms pantangan ibu hamil yang pernah keguguran. Jika Moms ingin tahu lebih lanjut, konsultasikan dengan dokter kandungan ya.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2656811/
  • https://www.webmd.com/baby/features/what-to-avoid-when-youre-expecting#1
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/322873.php
  • https://www.pregnancybirthbaby.org.au/things-to-avoid-during-pregnancy
  • https://www.rcog.org.uk/for-the-public/browse-all-patient-information-leaflets/why-your-weight-matters-during-pregnancy-and-after-birth-patient-information-leaflet/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.