10 Juni 2019

5 Cara Mencegah Tekanan Darah Tinggi pada Ibu Hamil

Hindari stres jadi salah satu cara untuk mencegah tekanan darah tinggi lho Moms

Ibu hamil tidak jarang mengkhawatirkan kondisi kesehatan, baik kondisi kesehatannya maupun kondisi kesehatan bayi yang dikandungnya. Kebanyakan ibu hanya memikirkan risiko down syndrome atau kelainan genetik. Padahal ada juga gangguan kesehatan lain yang harusnya mendapat perhatian khusus, yakni tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Tekanan darah tinggi pada Ibu hamil berarti adanya tekanan di dalam darah yang menekan pada bagian dinding pembuluh darah selama kehamilan. Biasanya, tekanan darah pada gejala tekanan darah tinggi akan dimulai dari 140/90 mm Hg ke atas.

Dikutip dari Adclinic.con, Dr Allison Devine, seorang ahli kandungan, mengatakan bahwa tekanan darah tinggi merupakan risiko kesehatan yang bisa dialami oleh perempuan sebelum, selama, dan setelah kehamilan.

"Calon ibu seharusnya betuk-betul memahami tipe tekanan darah tinggi yang mereka alami untuk mendapatkan penanganan yang tepat demi kesehatan dan keamanan ibu dan bayi dalam kandungan," ungkap Dr Devine.

Menurut keterangan yang dilansir National Heart, Lung, and Blood Instutute, ada sejumlah hal yang menjadi penyebab tekanan darah tinggi pada Ibu hamil. Misalnya dari kondisi tubuh yang terlalu gemuk, hamil lebih dari satu janin, gaya hidup kurang aktif, mengonsumsi alkohol, merokok, hamil pertama, hamil saat usia lebih dari 40 tahun, dan mempunyai riwayat keluarga penderita preeklamsia, ginjal, atau darah tinggi kronis.

Baca Juga: Siapa Saja yang Berisiko Terkena Darah Tinggi?

Pengontrolan dapat dilakukan dengan memeriksakan diri ke dokter atau bidan. Tetapi, selain itu, Moms juga perlu mengetahui hal apa saja yang dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi selama kehamilan. Simak ya Moms!

1. Mengubah Gaya Hidup

work on it 1
Foto: work on it 1

Risiko terkena tekanan darah tinggi akan lebih besar peluangnya ketika Moms jarang bergerak selama hamil. Sebaiknya, Moms harus tetap bergerak dengan cara berolahraga paling tidak 30 menit setiap harinya.

Jika terasa berat, Moms bisa mencoba berjalan santai di pagi hari sekitar rumah atau berenang dengan intensitas rendah, karena tidak akan memengaruhi kondisi janin.

Diharapkan dengan Moms berolahraga, jantung dan sirkulasi darah akan tetap terbiasa dengan pergerakan aktivitas. Jika masih ragu, Moms dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai olahraga apa yang bisa dilakukan selama masa kehamilan dalam mengurangi hipertensi.

2. Kurangi Stres

anger during pregnancy
Foto: anger during pregnancy

Stres bisa menjadi pemicu terjadinya tekanan darah tinggi pada Ibu hamil. Saat Moms sedang stres, hormon stres akan memicu sistem sirkulasi dalam darah dan menyebabkan peningkatan tekanan darah.

3. Hindari Kafein

minum kopi semasa hamil
Foto: minum kopi semasa hamil

Sudah tahu, kan Moms, kalau mengonsumsi kafein berlebihan dapat meningkatkan denyut nadi menjadi berdebar-debar? Hal itu dapat menyebabkan potensi terjadinya tekanan darah tinggi.

Sebaiknya hindari dulu konsumsi kopi yang berkafein tinggi selama masa kehamilan.

Baca Juga: Hati-hati, Darah Tinggi Bisa Sebabkan Komplikasi Kehamilan!

4. Menjaga Berat Badan

obesity weight varicose veins
Foto: obesity weight varicose veins

Moms perlu menjaga berat badan selama masa kehamilan agar tetap dalam batasan yang sehat. Berat badan yang berlebih akan memicu munculnya risiko tekanan darah tinggi.

5. Perhatikan Asupan Makan

http i.huffpost.com gen 956844 images h foods during pregnancy 640x362
Foto: http i.huffpost.com gen 956844 images h foods during pregnancy 640x362

Beberapa makanan bisa menjadi penyebab munculnya tekanan darah tinggi pada Ibu hamil, seperti makanan berlemak dan tinggi garam. Sebaiknya hindari fast food saat Moms sedang hamil, mengonsumsi buah dan sayur sebagai pengganti terbaiknya.

Walaupun terasa tidak mudah untuk mengatasi tekanan darah tinggi pada Ibu hamil, tetapi hal ini perlu dilakukan demi kesehatan Moms dan persalinan yang lancar. Jika masih ada keraguan, Moms bisa bertanya kepada dokter ya.

(IRN)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.