03 April 2024

15 Cara Mengetahui Jenis Kelamin Bayi Tanpa USG, Unik!

Tetap harus konsultasi dengan dokter, ya

Jenis kelamin janin merupakan hal yang paling dinantikan. Tak heran, banyak calon orang tua yang mencari cara mengetahui jenis kelamin bayi.

Dengan mengetahui jenis kelamin janin sejak di dalam kandungan, Moms dan Dads bisa mempersiapkan beragam hal untuk Si Kecil lebih awal.

Sebenarnya cara paling dapat diandalkan untuk mengetahui jenis kelamin bayi adalah dengan melakukan USG (ultrasonografi) pada usia kehamilan yang tepat.

Namun, banyak dari Moms dan Dads yang kemudian menebak-nebak atau menggunakan ragam cara berupa mitos untuk mengetahui jenis kelamin anak.

Daripada penasaran, simak cara mengetahui jenis kelamin bayi di bawah ini.

Baca Juga: 5 Perbedaan USG Abdominal dan USG Transvaginal, Moms Wajib Tahu!

Cara Mengetahui Jenis Kelamin Bayi Tanpa USG

Cara mengetahui jenis kelamin bayi yang paling umum dijalani ibu hamil adalah pemeriksaan ultrasonografi (USG), apalagi kini ada pilihan melihat janin secara 4D.

Moms bisa melihat bentuk tubuh keseluruhan hingga detail wajah Si Kecil yang masih berada di dalam rahim dengan alat USG.

Dengan USG, Moms juga bisa mendengar detak jantung bayi dan gerakan-gerakan lain yang bisa dilakukannya di dalam rahim.

USG bisa sangat akurat sebagai cara mengetahui jenis kelamin bayi saat dilakukan antara minggu ke-18 dan ke-22 kehamilan.

Namun, ada beberapa cara mengetahui jenis kelamin bayi tanpa USG yang bisa dicoba, yaitu:

1. Tes Darah Genetik

Ilustrasi Tes Darah Genetik (Orami Photo Stock)
Foto: Ilustrasi Tes Darah Genetik (Orami Photo Stock)

Tes darah genetik menjadi salah satu cara mengetahui jenis kelamin bayi yang bisa dimulai sejak kandungan Moms berusia 7 minggu.

Melansir Journal of American Medical Association, keakuratan tes darah untuk menentukan jenis kelamin bayi sebesar 95% dan 99%.

Tes darah ini biasanya sedikit lebih akurat dalam memprediksi anak laki-laki, karena kurangnya kromosom Y dapat berarti bahwa kromosom laki-laki tidak ditemukan dalam sampel darah yang diambil.

Selain mengetahui jenis kelamin Si Kecil, tes darah juga bisa memeriksa kelainan pada bayi.

Baca Juga: 13 Jenis Poni yang Membingkai Wajah Jadi Lebih Cantik!

2. Pemeriksaan Amniosentesis

Prosedur minim nyeri ini adalah cara mengetahui jenis kelamin bayi selanjutnya.

Namun, karena memiliki risiko kecil keguguran, dokter mungkin tidak akan menyarankannya jika hanya karena penasaran saja.

Sebab, tes ini dilakukan bagi para ibu hamil yang diduga ada risiko tinggi dari kelainan janin atau cacat bawaan dan membran plasenta berlubang terlalu dini.

Dilansir Mayo Clinic, amniosentesis adalah jenis pengujian genetik dimana dokter akan mengambil sejumlah kecil cairan ketuban dari rahim menggunakan jarum panjang dan tipis.

Beberapa sel janin hadir dalam cairan ketuban, yang dapat digunakan untuk menentukan adanya kelainan genetik serta jenis kelamin bayi.

Penyedia layanan kesehatan atau dokter umumnya melakukan amniosentesis antara 15 dan 20 minggu kehamilan.

3. Pemantauan Detak Jantung Janin

Detak Jantung Janin
Foto: Detak Jantung Janin (Orami Photo Stock)

Cara mengetahui jenis kelamin bayi selanjutnya adalah menggunakan alat prediksi detak jantung janin.

Jika alat tersebut menghasilkan sekitar 140 detak per menit atau lebih, menandakan janin berjenis kelamin perempuan.

Sementara jika hasilnya di bawah itu janin tersebut berarti anak laki-laki.

Mengapa bisa begitu? Salah satu teori mengatakan bahwa bayi perempuan biasanya berukuran lebih kecil, sehingga jantungnya akan berdetak lebih cepat.

Baca Juga: 10 Cara Menidurkan Bayi yang Sedang Rewel Tanpa Digendong

4. Mengukur Tinggi dan Bentuk Perut

Banyak hal yang dari kehamilan yang menyenangkan.

Salah satunya saat bentuk dan tinggi perut dipercaya sebagai cara untuk mengetahui jenis kelamin bayi.

Bukan hanya untuk Moms, tapi orang-orang yang melihat pun akan menebak-nebaknya saat melihat perut yang mulai membesar.

Biasanya, jika perut terlihat lebih tinggi, janin di dalamnya berjenis kelamin perempuan.

Sementara jika menonjol ke bawah, Moms akan memiliki anak laki-laki.

Selain itu, saat perut berbentuk bundar seperti bola berarti Moms akan melahirkan bayi laki-laki dan jika terlihat perut yang melebar, janin tersebut diklaim sebagai perempuan.

Apakah ini akan berhasil? Mungkin tidak, tetapi akan menyenangkan untuk dicoba sebagai cara...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb