30 Januari 2024

13+ Pilihan Obat Pencegah Kehamilan, Bisa Dicoba Moms!

Mulai dari pil KB hingga kondom

Bagi yang sedang membutuhkan, ada banyak pilihan obat pencegah kehamilan atau kontrasepsi yang bisa dipilih.

Ada yang harus diminum setiap hari secara rutin, dan ada pula yang bisa diminum setelah berhubungan intim.

Meski banyak jenisnya, tujuannya sama, yaitu untuk mencegah kehamilan.

Mau tahu lebih lanjut? Yuk, simak!

Baca juga: Ingin KB Permanen? Yuk, Kenali Prosedur Vasektomi dan Tubektomi!

Pilihan Obat Pencegah Kehamilan dan Alat Kontrasepsi

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kehamilan terjadi.

Namun, akan lebih baik jika dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter, ya Moms agar disesuaikan dengan kondisi Moms.

Berikut ini beberapa pilihan obat anti hamil yang bisa Moms pilih.

1. Pil KB

Pil KB
Foto: Pil KB (Orami Photo Stock)

Obat pencegah kehamilan pertama adalah pil KB.

Pil KB adalah salah satu metode kontrasepsi yang paling umum digunakan dan juga mudah didapat.

Ada berbagai merek pil yang tersedia, dan jika dikonsumsi dengan benar, ini bisa mencegah kehamilan hingga 99%.

Pil ini bekerja dengan cara mencegah terjadinya pembuahan, atau pertemuan sel telur dan sel sperma.

Secara umum, pil KB ada dua jenis yang bisa diminum dengan rutin untuk mencegah kehamilan.

  • Pil kombinasi

Pertama, pil kombinasi yang mengandung estrogen dan progestin. Pil ini harus diminum setiap hari, sesuai petunjuk.

Pada kemasan pil, biasanya ada beberapa pil plasebo atau pil yang tidak mengandung hormon.

Tujuan dari adanya pil plasebo itu adalah untuk memberi kesempatan menstruasi datang.

Baca Juga: Mengenal Microgest, Obat untuk Memperlancar Menstruasi

  • Pil mini

Selain itu, ada juga pil mini, yang hanya mengandung progestin.

Pil jenis ini harus diminum setiap hari, di waktu yang sama, tanpa terlewat satu hari pun.

Penggunaan obat anti hamil jenis ini biasanya membuat menstruasi tidak seteratur pil KB kombinasi.

2. KB Suntik

Suntik KB
Foto: Suntik KB (Nytimes.com)

Selain pil, Moms juga bisa menggunakan KB suntik sebagai obat pencegah kehamilan.

Obat anti hamil ini merupakan kontrasepsi hormonal, yang mengandung hormon progestin utnuk menghentikan ovulasi.

Penyuntikkan biasanya dilakukan di bagian tubuh tertentu, seperti bokong, lengan atas, paha, atau bagian bawah perut.

Pada awalnya, kadar hormon progestin dalam tubuh akan meningkat. Lalu menurun secara bertahap hingga suntikan selanjutnya.

Di Indonesia, jenis KB suntik yang umum digunakan ada dua, yaitu KB suntik 1 bulan dan 3 bulan.

3. Kontrasepsi Hormonal Darurat

Morning After Pill
Foto: Morning After Pill (Orami Photo Stocks)

Seperti namanya, kontrasepsi hormonal darurat adalah obat pencegah kehamilan yang dapat digunakan pada kondisi darurat saja.

Merek pil KB darurat yang biasa ditemukan di apotek adalah KB Andalan Postpil dengan rentang harga Rp20 ribuan.

Obat ini juga dikenal dengan sebutan morning after pill karena disarankan untuk segera diminum setelah berhubungan intim.

Obat ini juga bisa digunakan jika merasa kondom yang digunakan robek saat berhubungan intim, atau saat jadi korban pemerkosaan.

Pil yang mengandung levonorgestrel bekerja paling baik jika diminum dalam waktu 72 jam setelah berhubungan intim.

Di apotek, merek pil KB darurat lainnya adalah seperti Postinor yang mengandung lenonorgestrel untuk mencegah kehamilan.

Baca Juga: 15 Cara Menggunakan Kondom dan Sederet Larangannya

4. Pil Darurat Ulipristal

Mengenal Kontrasepsi
Foto: Mengenal Kontrasepsi (Orami Photo Stocks)

Obat pencegah kehamilan selanjutnya adalah pil darurat ulipristal.

Melansir studi Australian Preciber, ulipristal asetat adalah pilihan lain untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan seks tanpa kondom.

Levonorgestrel ini efektif untuk kontrasepsi darurat jika diminum dalam waktu 72 jam.

Jika seorang wanita menggunakannya setelah waktu tersebut, pilihan lain yang efektif adalah alat kontrasepsi dalam rahim (IUD).

Alternatifnya, pil yang mengandung ulipristal, dapat digunakan dalam waktu lima hari setelah berhubungan.

Efektivitas pil kontrasepsi darurat ini diungkapkan dalam studi pada 2015 di jurnal Clinical Obstetrics and Gynecology.

Baca Juga: Mengenal Skrotum, Bagian Sistem Reproduksi Pria yang Bertugas Melindungi Testis

Dalam uji klinis, tingkat kegagalan ulipristal asetat berkisar dari 0,9% hingga 2,1%.

Sementara itu, pil KB levonorgestrel berkisar antara 0,6% hingga 3,1%.

5. Gel atau Busa Spermisida

Spermisida
Foto: Spermisida (Verywellhealth.com)

Pilihan obat pencegah kehamilan selanjutnya adalah menggunakan spermisida.

Meski kurang populer dibanding kontrasepsi lain, ini cukup efektif mencegah kehamilan.

Cara kerja spermisida adalah dengan membunuh atau menghentikan pergerakan sperma.

Dengan begitu, sperma tidak lagi bisa membuahi sel telur dan kehamilan pun bisa dicegah.

Spermisida mengandung bahan kimia yang bernama nonoxynol-9.

Ini tersedia dalam bentuk gel, busa, spons yang dimasukkan ke dalam vagina.

Obat pencegah kehamilan selanjutnya adalah tablet suppositoria spermisida yang termasuk alat...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb