Scroll untuk melanjutkan membaca

PROGRAM HAMIL
25 September 2022

13+ Pilihan Obat Pencegah Kehamilan dan Alat Kontrasepsi Paling Manjur

Jadi, pilih yang mana Moms?
13+ Pilihan Obat Pencegah Kehamilan dan Alat Kontrasepsi Paling Manjur

Bagi yang sedang membutuhkan, ada banyak pilihan obat pencegah kehamilan atau kontrasepsi yang bisa dipilih.

Ada yang harus diminum setiap hari secara rutin, dan ada pula yang bisa diminum setelah berhubungan intim.

Meski banyak jenisnya, tujuannya sama, yaitu untuk mencegah kehamilan. Mau tahu lebih lanjut? Yuk, simak!

Baca juga: Ingin KB Permanen? Yuk, Kenali Prosedur Vasektomi dan Tubektomi!

Pilihan Obat Pencegah Kehamilan dan Alat Kontrasepsi

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kehamilan terjadi.

Berikut ini beberapa pilihan obat anti hamil yang bisa Moms pilih:

1. Pil KB

Pil KB

Foto: Pil KB (Orami Photo Stock)

Pil KB adalah salah satu metode kontrasepsi yang paling umum digunakan dan juga mudah didapat.

Ada berbagai merek pil yang tersedia, dan jika dikonsumsi dengan benar, ini bisa mencegah kehamilan hingga 99%.

Pil ini bekerja dengan cara mencegah terjadinya pembuahan, atau pertemuan sel telur dan sel sperma.

Secara umum, pil KB ada dua jenis yang bisa diminum dengan rutin untuk mencegah kehamilan.

  • Pil kombinasi

Pertama, pil kombinasi yang mengandung estrogen dan progestin. Pil ini harus diminum setiap hari, sesuai petunjuk.

Pada kemasan pil, biasanya ada beberapa pil plasebo atau pil yang tidak mengandung hormon.

Tujuan dari adanya pil plasebo itu adalah untuk memberi kesempatan menstruasi datang.

Baca Juga: Mengenal Microgest, Obat untuk Memperlancar Menstruasi

  • Pil mini

Selain itu, ada juga pil mini, yang hanya mengandung progestin.

Pil jenis ini harus diminum setiap hari, di waktu yang sama, tanpa terlewat satu hari pun.

Penggunaan obat anti hamil jenis ini biasanya membuat menstruasi tidak seteratur pil KB kombinasi.

2. KB Suntik

Suntik KB

Foto: Suntik KB (Nytimes.com)

Selain pil, Moms juga bisa menggunakan KB suntik sebagai obat pencegah kehamilan.

Obat anti hamil ini merupakan kontrasepsi hormonal, yang mengandung hormon progestin utnuk menghentikan ovulasi.

Penyuntikkan biasanya dilakukan di bagian tubuh tertentu, seperti bokong, lengan atas, paha, atau bagian bawah perut.

Pada awalnya, kadar hormon progestin dalam tubuh akan meningkat. Lalu menurun secara bertahap hingga suntikan selanjutnya.

Di Indonesia, jenis KB suntik yang umum digunakan ada dua, yaitu KB suntik 1 bulan dan 3 bulan.

3. Kontrasepsi Hormonal Darurat

Morning After Pill

Foto: Morning After Pill (Orami Photo Stocks)

Seperti namanya, kontrasepsi hormonal darurat adalah obat pencegah kehamilan yang dapat digunakan pada kondisi darurat saja.

Merek pil KB darurat yang biasa ditemukan di apotek adalah KB Andalan Postpil dengan rentang harga Rp20 ribuan.

Obat ini juga dikenal dengan sebutan morning after pill karena disarankan untuk segera diminum setelah berhubungan intim.

Obat ini juga bisa digunakan jika merasa kondom yang digunakan robek saat berhubungan intim, atau saat jadi korban pemerkosaan.

Pil yang mengandung levonorgestrel bekerja paling baik jika diminum dalam waktu 72 jam setelah berhubungan intim.

Di apotek, merek pil KB darurat lainnya adalah seperti Postinor yang mengandung lenonorgestrel untuk mencegah kehamilan.

Baca Juga: 15 Cara Menggunakan Kondom dan Sederet Larangannya

4. Pil Darurat Ulipristal

Mengenal Kontrasepsi

Foto: Mengenal Kontrasepsi (Orami Photo Stocks)

Melansir studi Australian Preciber, ulipristal asetat adalah pilihan lain untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan seks tanpa kondom.

Levonorgestrel ini efektif untuk kontrasepsi darurat jika diminum dalam waktu 72 jam.

Jika seorang wanita menggunakannya setelah waktu tersebut, pilihan lain yang efektif adalah alat kontrasepsi dalam rahim (IUD).

Alternatifnya, pil yang mengandung ulipristal, dapat digunakan dalam waktu lima hari setelah berhubungan.

Efektivitas pil kontrasepsi darurat ini diungkapkan dalam studi pada 2015 di jurnal Clinical Obstetrics and Gynecology.

Dalam uji klinis, tingkat kegagalan ulipristal asetat berkisar dari 0,9% hingga 2,1%.

Sementara itu, pil KB levonorgestrel berkisar antara 0,6% hingga 3,1%.

5. Gel atau Busa Spermisida

Spermisida

Foto: Spermisida (Verywellhealth.com)

Pilihan obat pencegah kehamilan selanjutnya adalah menggunakan spermisida.

Meski kurang populer dibanding kontrasepsi lain, ini cukup efektif mencegah kehamilan.

Cara kerja spermisida adalah dengan membunuh atau menghentikan pergerakan sperma.

Dengan begitu, sperma tidak lagi bisa membuahi sel telur dan kehamilan pun bisa dicegah.

Spermisida mengandung bahan kimia yang bernama nonoxynol-9.

Ini tersedia dalam bentuk gel, busa, spons yang dimasukkan ke dalam vagina.

Baca Juga: Mengenal Skrotum, Bagian Sistem Reproduksi Pria yang Bertugas Melindungi Testis

6. Tablet Suppositoria Spermisida

Tablet Spermisida

Foto: Tablet Spermisida (Freepik.com)

Karena termasuk alat kontrasepsi non-hormonal, spermisida umumnya aman dari risiko efek samping terkait hormon.

Artinya, ini tidak akan menyebabkan perubahan siklus menstruasi, dan juga aman digunakan oleh ibu hamil.

Keamanan dari spermisida telah dibuktikan dalam berbagai penelitian.

Salah satunya adalah studi pada 2012 terhadap peserta wanita sehat dan aktif secara seksual berusia 18-40 tahun.

Ditemukan bahwa spermisida dengan kandungan nonoxynol-9 secara keseluruhan efektif dan aman.

Hasil penelitian ini diterbitkan di jurnal Obstetrics & Gynecology.

7. Kontrasepsi Kondom

Cara Menggunakan Kondom

Foto: Cara Menggunakan Kondom (Orami Photo Stock)

Mencegah kehamilan tidak hanya bisa dilakukan dengan beberapa obat anti hamil yang tadi dijelaskan.

Ada banyak pilihan alat kontrasepsi lainnya yang juga bisa dipilih, jika Moms tidak cocok dengan yang sebelumnya.

Kondom adalah pilihan obat pencegah kehamilan yang murah dan mudah didapatkan di apotek.

Alat kondom ini juga bisa digunakan bersamaan dengan kontrasepsi lain.

Misalnya jika Moms lupa minum pil KB, bisa menggunakan kondom untuk memastikan kehamilan tidak terjadi.

8. Intrauterine Device (IUD) atau KB Spiral

KB Spiral

Foto: KB Spiral (Insider.com)

IUD atau dikenal juga dengan sebutan KB spiral adalah alat kecil yang dimasukkan dokter ke dalam rahim.

Ada dua jenis IUD, yaitu IUD hormonal dan tembaga. IUD hormonal biasanya bertahan setidaknya 5 tahun setelah dipasang.

Sementara IUD tembaga biasanya dapat memberi perlindungan hingga 10 tahun. Terlepas itu, IUD juga memiliki tanggal kedaluwarsa.

Jika menggunakannya lebih lama dari jumlah waktu yang disarankan, memiliki peluang kehamilan yang sedikit lebih tinggi.

Obat pencegah kehamilan ini seharusnya berada di dalam rahim dalam waktu yang lama.

Tapi, terkadang ini bisa keluar dari tempatnya dan masuk ke leher rahim. Jika ini terjadi, seseorang lebih mungkin untuk hamil.

Baca Juga: Botol ASI: Cara Membersihkan, Sterilisasi, Menyimpan, dan Rekomendasi Produknya

9. Cincin Vagina

Kondom Wanita

Foto: Kondom Wanita (Orami Photo Stock)

Cincin vagina atau vaginal ring juga bisa jadi pilihan alat kontrasepsi bagi wanita.

Alat berbahan plastik kecil dengan bentuk seperti cincin ini ditempatkan di dalam vagina selama 3 minggu.

Lalu, alat ini akan melepaskan hormon ke dalam tubuh untuk mencegah kehamilan.

Cincin harus dilepas selama 7 hari untuk memungkinkan periode menstruasi datang, sebelum memasukkan cincin baru.

Jika menggunakannya dengan sempurna, cincin vagina akan 99% efektif.

Banyak orang menyukai cincin kontrasepsi ini karena membuat menstruasi mereka teratur dan mudah diprediksi.

Hormon di dalam cincin juga dapat membantu mengatasi kram menstruasi dan membuat gejala menstruasi lebih ringan.

10. Diafragma

Alat Kontrasepsi Wanita

Foto: Alat Kontrasepsi Wanita (Orami Photo Stock)

Diafragma adalah metode kontrasepsi penghalang yang ditempatkan di dalam vagina.

Penting untuk mengoleskan spermisida ke diafragma sebelum digunakan agar lebih efektif.

Ketika digunakan dengan spermisida, alat ini memiliki efektivitas hingga 90% untuk mencegah kehamilan.

Alat ini harus dipasang beberapa jam sebelum berhubungan, setidaknya selama 6 jam setelah berhubungan intim.

Lalu, alat pencegah kehamilan ini bisa dilepas setelah 24 jam kemudian.

Terlepas itu, diafragma tidak melindungi dari infeksi menular seksual seperti layaknya kondom.

Baca Juga: Tanpa Alat, 7+ Gerakan Workout untuk Pemula yang Praktis

11. KB Kalender

KB Kalender untuk Mencegah Kehamilan

Foto: KB Kalender untuk Mencegah Kehamilan (Today.com)

Termasuk dalam pencegah kehamilan, KB kalender pun sering digunakan bagi sebagian wanita.

Ini adalah metode alami tanpa risiko efek samping yang tidak menggunakan obat-obatan tertentu.

KB kalender membantu memprediksi waktu masa subur atau ovulasi menjadi lebih baik.

Seringnya, metode ini lebih efektif untuk perempuan yang memiliki siklus haid lebih teratur.

Pada perempuan dengan siklus menstruasi tidak teratur, tidak disarankan menggunakan metode ini.

Risiko kegagalan penundaan kehamilan dengan cara ini adalah 13,9 dari 100%.

12. KB Implan

KB Implan

Foto: KB Implan (Orami Photo Stocks)

KB implan pun sering dipilih sebagai alat kontrasepsi yang ditanam di bagian lengan perempuan.

Dikenal dengan KB susuk, ini dapat bertahan 3 hingga 5 tahun lamanya tergantung dari jenis yang dipilih.

KB implan bekerja dengan menghentikan pelepasan sel telur dari ovarium dengan melepaskan progesteron secara perlahan ke dalam tubuh.

Nantinya, fungsi dari hormon progesteron inilah yang mengentalkan lendir serviks dan menipiskan lapisan rahim.

Akibatnya, peluang untuk mengalami pembuahan semakin rendah dan cukup membantu dalam mencegah kehamilan.

Baca Juga: Bolehkah Suntik KB saat Haid? Ini Jawaban Ahli!

13. Vasektomi

Metode KB Vasektomi

Foto: Metode KB Vasektomi (Orami Photo Stocks)

Vasektomi adalah alat kontrasepsi yang bisa mencegah kehamilan secara permanen, dalam waktu jangka panjang (tidak terbatas).

Ini dilakukan dengan menghambat saluran sperma agar tidak keluar dari tubuh.

Pria yang melakukan vasektomi tetap bisa ejakulasi, namun tidak mengeluarkan cairan sperma.

Cara kerjanya adalah tabung yang membawa sperma dari testis pria ke penis dipotong tersumbat atau disegel.

Obat pencegah kehamilan ini biasanya dilakukan dengan bius lokal dan memakan waktu sekitar 15 menit.

14. Tubektomi

Tubektomi

Foto: Tubektomi (Orami Photo Stocks)

Beda halnya dengan tubektomi yang dilakukan dengan memotong saluran sel telur dan rahim pada wanita.

Artinya, sel telur yang dilepaskan tidak akan mampu bertemu dengan sperma yang masuk.

Prosedur ini memerlukan operasi laparotomi atau laparoskopi untuk membuat sayatan di rahim.

Keefektifannya dari pencegah kehamilan ini sampai 99,5% dan dikenal juga sebagai operasi tutup kandungan.

Itulah pembahasan mengenai pilihan obat pencegah kehamilan dan alat kontrasepsi lain yang juga bisa digunakan. Semoga bermanfaat!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5155063/#:~:text=Ulipristal%20acetate%20is%20another%20option,copper%20intrauterine%20device%20(IUD).
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4216625/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3332092/
  • https://www.drugs.com/drug-class/contraceptives.html
  • https://my.clevelandclinic.org/health/drugs/3977-birth-control-the-pill
  • https://www.webmd.com/sex/birth-control/plan-b
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/321558