Scroll untuk melanjutkan membaca

OBAT-OBATAN
09 Agustus 2022

Kenali Morning After Pill, Kontrasepsi Darurat untuk Cegah Kehamilan

Semakin cepat diminum semakin baik untuk mencegah kehamilan
Kenali Morning After Pill, Kontrasepsi Darurat untuk Cegah Kehamilan

Foto: Orami Photo Stocks

Pernahkah Moms mendengar soal morning after pill?

Morning after pill atau juga dikenal sebagai kontrasepsi darurat.

Lantas, kapan sebenarnya Moms perlu pakai kontrasepsi yang satu ini?

Supaya tidak salah kaprah, mari cari tahu bersama informasi lengkap seputar morning after pill, Moms!

Baca Juga: 9 Gerakan Senam Hamil Trimester 2, Ikuti Yuk!

Fungsi Morning After Pill

Fungsi Morning After Pill

Foto: Fungsi Morning After Pill (Orami Photo Stocks)

Foto: Obat Kontrasepsi (Orami Photo Stock)

Morning after pill adalah pil kontrasepsi darurat yang bisa diminum selama beberapa hari setelah Moms dan Dads melakukan hubungan seksual tanpa kondom.

Sama seperti alat kontrasepsi lainnya, keefektifan morning after pill dalam mencegah kehamilan tidak mencapai 100%.

Menurut Family Planning Victoria, peluang keefektifan alat kontrasepsi ini mencapai sekitar 85% sebagai penunda kehamilan.

Persentase ini masih berada di bawah KB IUD atau KB spiral yang punya angka keefektifan untuk mencegah kehamilan mencapai 99%.

Namun, pil kontrasepsi darurat ini tidak bisa dipakai sebagai kontrasepsi biasa, seperti halnya pil KB.

Morning after pill hanya bertindak sebagai kontrasepsi cadangan, bukan sebagai alat kontrasepsi utama untuk mencegah kehamilan ya, Moms.

Baca Juga: Jatuh Saat Hamil, Kenali Penyebab dan Bahayanya untuk Kandungan

Kapan Waktu yang Tepat untuk Minum Morning After Pill?

Kapan Waktu Minum Morning After Pill?

Foto: Kapan Waktu Minum Morning After Pill?

Foto: Waktu Minum Obat (Orami Photo Stock)

Morning after pill idealnya diminum secepat mungkin setelah melakukan hubungan intim.

Moms disarankan untuk minum pil kontrasepsi darurat ini maksimal 3 hari atau 72 jam sejak berhubungan intim tanpa pengaman.

Semakin cepat pil diminum, semakin kecil risiko terjadinya kehamilan setelah Moms dan Dads berhubungan intim.

Ada beberapa tips yang bisa diikuti untuk meminum morning after pill, yakni:

1. Konsumsi Kurun Waktu 72-120 Jam

Untuk menggunakan morning after pill di pagi hari, segera konsumsi kurang dari 72 jam setelah berhubungan seks tanpa kondom.

Alternatifnya, bisa mengonsumsi kontrasepsi darurat lainnya kurang dari 120 jam setelah berhubungan seks.

Apabila muntah dalam waktu 2 jam setelah minum morning after pill, pastikan berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui waktu yang tepat.

Jangan berhubungan seks sampai memulai metode kontrasepsi lainnya.

2. Gunakan dengan Alat Kontrasepsi Lainnya

Pil kontrasepsi darurat tidak memberikan perlindungan jangka panjang dari kehamilan.

Jika melakukan hubungan seks tanpa kondom secara rutin setelah minum pil kontrasepsi darurat, tetap berisiko untuk hamil.

Ole karena itu, pastikan untuk mulai menggunakan atau melanjutkan penggunaan alat kontrasepsi lainnya.

Menggunakan morning after pill dapat menunda menstruasi hingga satu minggu lamanya.

Jika tidak mengalami menstruasi dalam waktu tiga sampai empat minggu setelah minum pil darurat, segera lakukan tes kehamilan.

Baca Juga: 25+ Ciri-ciri Hamil Muda, Salah Satunya Mudah Lelah

Kondisi yang Disarankan untuk Minum Morning After Pill

kontrasepsi morning after pill

Foto: kontrasepsi morning after pill (https://m.timesofindia.com/life-style/health-fitness/health-news/is-it-safe-to-have-sex-during-periods/amp_articleshow/57956783.cms)

Foto: Ilustrasi Hubungan Intim (Orami Photo Stock)

Moms perlu minum morning after pill jika sedang berencana untuk menunda kehamilan, tetapi lupa menggunakan alat kontrasepsi saat berhubungan seksual.

Terlebih bila Dads melakukan ejakulasi di dalam vagina, tentu peluang kehamilan lebih besar.

Di saat seperti inilah Moms disarankan untuk minum pil kontrasepsi darurat.

Nah, berikut beberapa kondisi yang menyarankan Moms untuk minum morning after pill:

  • Tidak menggunakan alat kontrasepsi apa pun, misalnya KB IUD dan kondom.
  • Lupa minum pil KB sesuai jadwalnya.
  • Kondom sobek saat berhubungan seksual, sehingga sperma berisiko masuk di dalam vagina.
  • Ejakulasi terjadi di dalam vagina.

Baca Juga: Metode Amenore Laktasi, Kontrasepsi Alami Lewat Menyusui Bayi

Namun, morning after pill tidak mampu menghentikan kehamilan yang sudah terjadi.

Dengan kata lain, bila Moms lupa atau terlambat minum pil kontrasepsi darurat ini setelah melakukan hubungan intim dengan ejakulasi di dalam vagina, ada kemungkinan pembuahan sudah terjadi.

Jika pembuahan benar terjadi, maka morning after pill tidak dapat menggagalkan kehamilan ini.

Fungsi utama morning after pill adalah untuk menunda atau mencegah agar kehamilan tidak terjadi.

Jadi, perlu dipahami bahwa pil kontrasepsi darurat tidak sama dengan pil penggugur kandungan (aborsi), Moms.

Baca Juga: Berhubungan Saat Haid, Apakah Berbahaya?

Cara Kerja Morning After Pill

Cara Kerja Morning After Pill

Foto: Cara Kerja Morning After Pill (Orami Photo Stocks)

Foto: Ilustrasi Pil KB (Orami Photo Stock)

Morning after pill bekerja dengan cara menghentikan atau menunda proses pelepasan sel telur (ovum) dari indung telur (ovarium).

Jika ada sel telur yang ternyata lepas, pil ini bisa membantu menghentikan perjalanan sperma agar tidak bertemu sel telur.

Itu sebabnya, kerja morning after pill tidak lagi berfungsi bila Moms sudah memasuki masa ovulasi.

Sebab bila Moms mengalami ovulasi dan melakukan hubungan intim dengan ejakulasi di dalam, kemungkinan besar sperma bertemu dengan sel telur. Alhasil, kehamilan bisa terjadi.

Pada intinya, jika sudah terjadi pembuahan antara sperma dan sel telur, tetapi Moms baru minum pil kontrasepsi darurat, bisa saja sudah terlambat.

Pil kontrasepsi darurat tidak lagi bisa bekerja seefektif bila pembuahan belum terjadi.

Atas dasar inilah, Moms disarankan untuk minum morning after pill segera setelah melakukan hubungan intim tanpa pengaman.

Perlu dipahami juga Moms, pil ini hanya berperan sebagai kontrasepsi darurat. Pil ini tidak berfungsi untuk mencegah penyakit menular seksual.

Baca Juga: Mengenal Tubektomi, Kontrasepsi Permanen untuk Wanita

Jenis-Jenis Morning After Pill

Jenis-Jenis Morning After Pill

Foto: Jenis-Jenis Morning After Pill

Foto: obat-obatan (Orami Photo Stock)

Sebelum memilih pil kontrasepsi darurat, ada baiknya mengetahui jenis-jenis yang umum digunakan.

Nama pil kontrasepsi darurat di apotek pun berbagai macam tergantung jenisnya, lho.

Morning after pill terbagi jadi beberapa jenis, berikut penjelasannya:

1. Pil dengan Levonorgestrel

Pil dengan levonorgestrel memiliki kandungan progestin sintetis yang mirip dengan hormon progesteron.

Hormon progesteron ini berfungsi mengatur siklus menstruasi Moms setiap bulannya.

Kandungan progestin atau progesteron sintetis ini juga terdapat dalam pil KB mini.

Agar kerjanya optimal, pil ini sebaiknya Moms minum dalam waktu 72 jam atau 3 hari setelah berhubungan seksual tanpa pengaman.

Semakin cepat diminum, tentu semakin cepat pula kerja morning after pill ini.

Nah, pil kontrasepsi darurat jenis ini bisa Moms dapatkan dengan bebas di apotek tanpa perlu resep dokter.

Nama pil kontrasepsi darurat di apotek dengan levonorgestrel adalah seperti Postpil yang terdiri dari 2 pil berwarna putih.

Baca Juga: Tekanan Darah Normal Ibu Hamil, Ini Penjelasan dan Cara Menjaganya

2. Ulipristal Asetat

Aturan minum ulipristal asetat adalah 120 jam atau 5 hari setelah Moms dan Dads melakukan hubungan seks tanpa pengaman.

Pil kontrasepsi darurat jenis ini juga bisa Moms beli secara bebas di apotek.

Namun, sebaiknya tetap konsultasikan lebih dahulu dengan dokter sebelum minum morning after pill, ya.

Moms, sebaiknya beri tahu dokter atau apoteker jika memiliki asma, penyakit hati yang parah, sedang menyusui, atau jika sedang minum obat lain.

Sebab berbagai hal tersebut dapat membuat kerja pil ulipristal asetat menjadi kurang efektif.

3. Pil Kombinasi Dosis Tinggi

Selain itu, ada pil kontrasepsi darurat dosis tinggi yang juga kerap digunakan.

Salah satunya adalah morning after pill yang mengandung 0.05 miligram (mg) etinil-estradiol dan 0.25 miligram levonorgestrel.

Setiap orang yang ingin mengonsumsi pil kombinasi ini, perlu minum dengan dosis 2 tablet sebanyak 2 kali sehari.

Ada baiknya dikonsumsi 3 hari setelah berhubungan seks tanpa kondom.

Jarak antara penggunaan pil KB darurat ini dengan dosis selanjutnya adalah sekitar 12 jam lamanya.

Baca Juga: 14 Penyebab Gairah Seksual Pria Meningkat, Bisa Karena Makanan!

4 Pil Kombinasi Dosis Rendah

Pil kombinasi dosis rendah juga jadi alternatif lain sebagai pencegah kehamilan.

Umumnya, morning-after pill ini mengandung komposisi 0.03 mg etinil-estradiol dan 0.15 mg levo-norgestrel.

Dosis umum yang biasa digunakan adalah 2x4 tablet, sehingga 4 tablet dikonsumsi dalam satu kali minum.

Obat ini perlu diminum sebanyak 2 kali dalam sehari untuk hasil yang lebih efektif.

Disarankan, mengonsumsi obat ini dalam waktu 3 hari setelah berhubungan seks tanpa kondom.

Jangan lupa memberikan jeda 12 jam antara dosis pertama dan dosis kedua setiap harinya.

Efek Samping Morning After Pill

Efek Samping Morning After Pill

Foto: Efek Samping Morning After Pill

Foto: Sakit Perut (Orami Photo Stock)

Tak perlu khawatir Moms saat menggunakan pil kontrasepsi darurat.

Pil ini kemungkinan tidak menyebabkan efek samping jangka panjang.

Jika di kemudian hari Moms dan Dads menginginkan kehamilan, morning after pill tidak menghalangi Moms untuk bisa hamil.

Namun, dalam jangka pendek, pil ini dapat memperlambat maupun mempercepat menstruasi Moms.

Kemungkinan efek samping lain yang jarang terjadi setelah minum morning after pill yakni:

  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Mual

Moms, jika menstruasi terlambat lebih dari 7 hari atau lebih ringan dari biasanya, sebaiknya lakukan tes kehamilan sesegera mungkin.

Keterlambatan siklus haid ini juga bisa lantaran pil kontrasepsi darurat yang mengandung levonorgestrel dengan dosis tinggi.

Sejumlah wanita juga mungkin mengalami pendarahan ringan seperti flek setelah minum morning after pill.

Meskipun hal ini tidak terjadi pada semua orang, ini bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan.

Bercak yang terjadi setelah terlambat haid bisa jadi merupakan pendarahan implantasi.

Pendarahan ringan ini terjadi lebih awal selama perkembangan janin ketika embrio menanamkan dirinya ke dalam lapisan rahim (endometrium).

Sebaiknya konsultasi dengan dokter apabila merasa efek samping morning after pill tidak kunjung mereda, ya.

Semoga informasi terkait morning after pill ini bisa jadi panduan Moms untuk mencegah kehamilan!

  • https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/morning-after-pill/about/pac-20394730
  • https://www.healthdirect.gov.au/morning-after-pill
  • https://www.plannedparenthood.org/learn/morning-after-pill-emergency-contraception/which-kind-emergency-contraception-should-i-use
  • https://www.bpas.org/more-services-information/contraception/emergency-contraception/
  • https://www.fpv.org.au/for-you/contraception/emergency-contraception/morning-after-pill-emergency-contraception