23 September 2022

Postinor 2, Alat Kontrasepsi Darurat Pengganti Pil KB, Pahami Fungsi dan Dosis Minumnya

Sebaiknya tidak digunakan oleh ibu menyusui

Postinor 2 adalah alat kontrasepsi darurat yang digunakan untuk mencegah kehamilan tidak direncanakan.

Obat ini juga dapat dikonsumsi oleh wanita ketika mereka lupa minum pil KB harian atau berhubungan intim dengan kondom yang tidak sengaja bocor.

Penggunaannya perlu sesuai dengan rekomendasi dokter, agar fungsinya bisa efektif dirasakan.

Berkaitan dengan penjelasan, dosis, dan efek sampingnya, Moms bisa membaca ulasan selengkapnya di bawah ini!

Baca Juga: Keluarga Berencana (KB): Ketahui Tujuan, Manfaat, Metode KB yang Umumnya Digunakan

Fungsi Obat Postinor 2

minum obat
Foto: minum obat (Shutterstock.com)

Sama halnya dengan pil KB, penggunaan postinor 2 dilakukan dengan cara diminum menggunakan air putih.

Obat oral ini mengandung bahan aktif yang disebut dengan levonorgestrel sebanyak 0,75 miligram, yang berfungsi menghambat pelepasan sel telur.

Kandungan hormon progestin di dalam levonorgestrel membuat sel telur luruh seutuhnya pada dinding rahim selama siklus menstruasi berlangsung.

Hormon tersebut juga mengakibatkan perubahan tekstur pada dinding rahim, sehingga sel telur tidak lagi menempel.

Selain itu, hormon progestin dapat mengentalkan cairan vagina yang berguna untuk mencegah sperma mencapai sel telur saat ejakulasi.

Penggunaan obat kontrasepsi ini tidak boleh digunakan setiap hari. Sebab, hanya boleh dikonsumsi ketika jadwal minum pil KB terlewat. Postinor 2 termasuk ke dalam obat keras.

Oleh karena itu, Moms hanya bisa mendapatkannya dengan resep dokter. Obat bekerja secara efektif jika digunakan sesaat setelah melakukan hubungan intim.

Postinor 2 hadir dalam bentuk tablet, yang dibanderol dengan harga Rp 26.000–Rp 30.000 pe strip. Dalam 1 strip berisi 2 tablet obat.

Baca Juga: KB Spiral: Jenis, Efek Samping, Keunggulan, dan Prosedur Pemasangan hingga Biayanya

Dosis dan Cara Minum Postinor 2

Minum Obat-obatan
Foto: Minum Obat-obatan (Freepik.com/stefamerpik)

Postinor 2 termasuk ke dalam obat keras, sehingga hanya terdiri 2 tablet saja dalam 1 stripnya.

Kedua tablet tersebut diminum sekaligus dalam waktu 12-72 jam setelah melakukan hubungan intim tanpa pengaman.

Selain itu, postinor 2 juga bisa langsung dikonsumsi saat lupa minum pil KB reguler yang dikonsumsi setiap hari.

Namun, masyarakat luas mengenal postinor 2 ini sebagai obat aborsi.

Padahal fungsinya berbeda, yaitu menunda kehamilan yang tidak direncanakan, bukan membatalkan kehamilan yang sudah terjadi.

Semakin cepat obat dikonsumsi, makan semakin tinggi tingkat keefektivitasannya dalam mencegah kehamilan.

Batas maksimal konsumsi adalah kurang dari 72 jam atau selama 5 hari.

Lebih dari itu, penggunaan obat tidak bisa menjamin bahwa kehamilan dapat dicegah sepenuhnya.

Baca Juga: 17 Cara Berhubungan agar Tidak Hamil, Cocok untuk yang Enggak Mau Nambah Anak Lagi!

Cara Tepat Menyimpan Obat Postinor 2

Ilustrasi Obat Postinor 2
Foto: Ilustrasi Obat Postinor 2 (Freepik.com/jcomp)

Postinor 2 sebaiknya disimpan dalam suhu ruangan dan dijauhi dari paparan sinar matahari langsung.

Sama halnya dengan penggunaan obat lainnya, postinor 2 juga harus disimpan dengan cara yang benar.

Begini cara tepat menyimpannya:

  • Obat seharusnya disimpan di dalam suhu ruangan. Jangan menyimpan pada kulkas atau tempat yang terkena paparan sinar matahari langsung.
  • Obat tidak boleh disimpan dalam tempat yang lembap, seperti di kamar mandi.
  • Obat tidak boleh disimpan dalam freezer atau dibekukan.
  • Obat tidak boleh disimpan di tempat yang terjangkau oleh anak-anak maupun hewan peliharaan.
  • Obat dengan kandungan levonorgestrel mungkin saja tersedia dari merek dagang lain yang memiliki tata cara penyimpanan berbeda dengan pstinor 2.
  • Obat harus dibuang jika sudah habis masa berlakukan. Namun, pelajari lebih lanjut tips aman membuang produk obat karena bisa saja mencemari lingkungan.
  • Obat tidak bisa dibuang bersamaan dengan sampah rumah tangga karena berisiko mencemari lingkungan.
  • Obat tidak bisa dibuang pada toilet atau saluran pembuangan air.

Berkaitan dengan tata cara pembuangan obat yang aman, tanyakan pada apoteker secara langsung saat membeli obat.

Baca Juga: 7 Alat Kontrasepsi Wanita yang Efektif Menunda Kehamilan, Pilih yang Paling Nyaman, Moms!

Kontraindikasi Penggunaan Obat

Nyeri Bagian Perut
Foto: Nyeri Bagian Perut (Freepik.com/freepik)

Terdapat beberapa syarat penggunaan obat, termasuk tidak boleh diberikan pada seseorang dengan kondisi berikut ini:

  • Menderita perdarahan vagina yang tidak terdiagnosis.
  • Menderita penyakit hati.
  • Menderita atau memiliki riwayat ikterus gestasional.
  • Menderita kanker payudara atau kanker rahim.
  • Menderita atau memiliki riwayat peradangan pada pembuluh darah vena akibat obstruksi (tromboflebitis).
  • Menderita obstruksi arteri serebrovaskular atau koroner.
  • Menderita perdarahan pada area genital yang tidak terdiagnosis.
  • Levonorgestrel terserap ke dalam ASI. Jadi, penggunaan obat sangat tidak direkomendasikan pada ibu menyusui.

Fungsi obat ini untuk mencegah kehamilan, sehingga tidak dapat dikonsumsi obat ibu hamil atau wanita yang diduga tengah hamil.

Penggunaan obat juga tidak boleh dibarengi dengan jenis obat-obatan tertentu, karena bisa memicu bahaya yang tidak diinginkan.

Disarankan untuk tidak merokok atau mengonsumsi alkohol selama penggunaan obat.

Berkaitan dengan syarat lainnya yang ingin Moms ketahui, silahkan bertanya langsung pada dokter atau apoteker.

Baca Juga: Pil KB Darurat: Cara Kerja, Jenis, hingga Keefektifannya dalam Mencegah Kehamilan

Efek Samping Penggunaan Obat

Perempuan Muntah
Foto: Perempuan Muntah (Freepik.com/racool-studio)

Seperti penggunaan obat-obatan lainnya, penggunaan postinor 2 bisa saja menyebabkan efek samping setelah penggunaan.

Kebanyakan dari efek samping jarang terjadi dan tidak memerlukan penanganan khusus.

Efek samping yang umum terjadi, meliputi:

  • Sakit perut atau kram perut
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Mengantuk
  • Mual dan muntah
  • Nyeri perut bagian bawah
  • Mastalgia, yaitu nyeri yang berasal dari payudara atau jaringan di sekitarnya
  • Kehamilan ektopik atau kehamilan yang berkembang di luar rahim
  • Menstruasi tidak lancar
  • Rasa lelah berlebihan

Baca Juga: 10 Jenis Penyakit Menular Seksual serta Gejalanya, Termasuk Sifilis dan Herpes

Dalam intensitas ringan, efek samping tidak perlu dikhawatirkan berlebih karena dapat hilang seiring berjalannya waktu.

Pada kasus yang sangat jarang terjadi, penggunaan obat dapat memicu efek samping parah berupa reaksi alergi dan keguguran.

Hentikan penggunaan dan segera periksakan diri ke dokter jika terjadi gejala reaksi alergi atau anafilaktik, seperti:

  • Ruam kulit
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, tenggorokan, atau lidah
  • Gatal-gatal
  • Kesulitan bernapas

Jika memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, segera periksakan diri ke dokter di rumah sakit terdekat, ya!

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Overdosis?

Perempuan Pingsan
Foto: Perempuan Pingsan (Freepik.com/freepik)

Overdosis atau kelebihan dosis adalah gejala terjadinya keracunan akibat obat yang melebihi dosis yang bisa di terima oleh tubuh.

Gejala-gejala yang terjadi ketika seseorang mengalami overdosis, yaitu:

  • Penurunan kesadaran.
  • Frekuensi pernapasan kurang dari 12 kali per menit.
  • Kehilangan keseimbangan.
  • Sesak napas.
  • Kejang.
  • Gangguan penglihatan.
  • Mual, muntah, dan diare.

Bila seseorang mengalami hal ini ketika mengonsumsi postinor 2 melebihi dosisnya, segera ke unit gawat darurat di rumah sakit terdekat.

Demikian informasi mengenai obat postinor 2. Perhatikan dengan baik cara meminumnya ya!

  • https://www.nps.org.au/medicine-finder/postinor-2-tablets#
  • https://www.drugs.com/cdi/levonorgestrel-systemic.html
  • https://www.mims.com/indonesia/drug/info/postinor-2

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.