08 Maret 2022

Ibu Menyusui Konsumsi MSG, Amankah?

Boleh dikonsumsi, tapi ada ambang batasnya ya Moms

Ibu menyusui konsumsi MSG mungkin adalah salah satu situasi yang sulit untuk dihindari. Terlebih, kini banyak makanan siap saji yang menggunakan MSG.

Selepas melahirkan, Moms memang wajib menjaga asupan sehat agar kualitas ASI tetap prima. Tapi, bolehkah kita konsumsi MSG saat menyusui?

Cek info selengkapnya mengenai ibu menyusui konsumsi MSG di sini, yuk!

Baca Juga: 6 Rekomendasi Dokter Mata di Bogor untuk Periksa Kesehatan Mata Secara Menyeluruh

Ibu Menyusui Konsumsi MSG

busui konsumsi MSG
Foto: busui konsumsi MSG

Foto: Orami Photo Stock

Jadi, bolehkan ibu menyusui konsumsi MSG? Jawabannya boleh saja, meski jumlahnya tetap harus dibatasi.

American Academy of Pediatrics menyebutkan, MSG cukup bisa dikonsumsi selama menyusui, namun dalam ambang aman dan tak berlebihan.

Menurut anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), MSG masih dikategorikan aman jika dikonsumsi sebanyak 0-120 mg/kg berat badan.

Literatur tersebut menyatakan, glutamat juga terserap dalam setiap tetes ASI dan tetap aman saat disusui pada bayi kita.

Intinya Moms, busui boleh konsumsi micin, dengan syarat takarannya yang sesuai dengan aturan.

Tak hanya berburu kelezatan dari MSG, saat menyusui kita juga harus tetap menciptakan nutrisi seimbang lewat konsumsi sayuran dan buah-buahan.

Menilik kandungannya, micin atau MSG (monosodium glutamate) adalah zat aditif makanan yang digunakan untuk meningkatkan cita rasa.

Selama ini, kita mengenal MSG sebagai hasil dari asam amino glutamat yang merupakan salah satu asam amino paling akrab dijumpai di alam.

Baca Juga: Mengandung Kafein, Amankah Konsumsi Cokelat Saat Menyusui?

Sebenarnya, tubuh bisa lho memproduksi asam glutamat atau asam amino non esensial secara alami. Sebagai info, jumlah glutamat dalam ASI sekitar 22 mg per 113 ml ASI.

Jadi, konsumsi MSG saat menyusui juga bakal mempengaruhi kandungan MSG di dalamnya.

Sementara dilansir e-lactation, ibu menyusui konsumsi MSG juga tergolong aman karena MSG tercatat sebagai kategori zat yang sangat berisiko rendah.

Senada dengan itu, dr. Louise Kartika Indah, M.Gizi, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik yang berpraktik RS Pondok Indah – Bintaro Jaya pun memberikan penjelasannya.

MSG atau monosodium glutamat adalah penguat rasa yang banyak digunakan dan diizinkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Jadi ibu menyusui boleh saja mengonsumsi MSG dalam batas aman yang ditentukan. Mengenai hal itu, dr. Louse menjelaskan mengenai aturan ibu menyusui konsumsi MSG.

Secara umum dan alami ASI mengandung asam amino glutamat, yang merupakan asam amino bebas atau tidak terikat protein yang dominan secara kuantitatif dalam ASI.

Berdasarkan data cross sectional global, bayi yang diberikan ASI umumnya memperoleh asupan glutamat bebas rata-rata 35,7 miligram/kilogram berat badan bayi.

Sementara, pada bayi yang diberikan susu formula, perkiraan asupan glutamat adalah 40 miligram, dan pada susu formula hidrolisat protein 171,7 miligram/kilogram berat badan dan hal tersebut tidak memberikan indikasi efek samping.

Meski demikian, Moms tetap harus memperhatikan asupan terbaik agar bayi tumbuh sehat dan tumbuh kembangnya sempurna.

Baca Juga: 9 Manfaat Yodium, Cukupi Kebutuhannya!

Konsumsi MSG dan Garam Saat Menyusui serta Hamil

Garam dan MSG adalah dua bahan yang boleh dikonsumsi baik saat hamil maupun menyusui. Berikut penjelasannya.

1. Garam Tidak Memengaruhi ASI

garam dan msg saat menyusui
Foto: garam dan msg saat menyusui

Foto: huffingtonpost.co.uk

Berdasarkan studi yang dilakukan Departemen Nutrisi di University of California, telah terbukti bahwa tidak peduli seberapa sedikit atau banyaknya sodium yang dikonsumsi oleh ibu menyusui, sama-sama tidak mempengaruhi ASI.

Oleh karena itu, ibu menyusui tetap boleh mengonsumsi garam dengan jumlah yang sewajarnya atau tidak berlebihan.

Baca Juga: Ini Takaran Garam per Hari yang Direkomendasikan Ahli

2. Garam Melengkapi Kebutuhan Yodium Harian

garam dan msg saat menyusui
Foto: garam dan msg saat menyusui

Foto: miamiherald.com

Dalam laman Health.hovtz.nz dikatakan bahwa ibu menyusui membutuhkan 290 mikogram yodium setiap hari.

Yodium dalam ASI berfungsi membantu tubuh bayi memproduksi hormon tiroid yang membantu tulang dan sarafnya berkembang.

Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan yodium harian antara lain:

  • Makan makanan yang tinggi yodium seperti ikan, sereal, roti gandum, dan produk olahan susu.
  • Mengonsumsi suplemen beryodium atau iodida.
  • Menggunakan garam beryodium untuk masakan sehari-hari.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam National Center of Biotechnology Information (NCBI) menunjukkan bahwa di negara-negara dengan program iodisasi garam yang efektif, status yodium bayi dalam semua kelompok yang diteliti menunjukkan kecukupan yodium selama tahun pertama kehidupan mereka.

Sehingga suplementasi yodium untuk Ibu menyusui tidak diperlukan.

Baca Juga: Pengganti Garam untuk MPASI, Coba Himalayan Pink Salt!

3. Batasi Konsumsi Garam untuk Busui dengan Kondisi Tertentu

garam dan msg saat menyusui
Foto: garam dan msg saat menyusui

Foto: poolshopdubai.com

“Garam tidak seburuk yang dibicarakan banyak orang,” kata Steven Nissen, MD., Ketua Departemen Kardiovaskular di Robert and Suzanne Tomsich Department of Cardiovascular Medicine di Cleveland Clinic.

“Namun, beberapa individu perlu memonitor konsumsi garamnya. Misalnya, jika memiliki tekanan darah tinggi atau mengalami gagal jantung kongestif, diet rendah garam harus menjadi bagian dari rencana kesehatan secara keseluruhan.”

4. MSG Tidak Berdampak pada Bayi Melalui ASI

garam dan msg saat menyusui
Foto: garam dan msg saat menyusui

Foto: lifehacker.com.au

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan terhadap beberapa busui yang mengonsumsi MSG sebanyak 100 mg/ kg berat badan, telah terbukti bahwa tidak ada peningkatan kadar glutamat dalam ASI dan tidak berpengaruh terhadap asupan glutamat bayi.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh American Academy of Pediatrics (AAP) bahwa baik konsumsi garam dan MSG saat menyusui sama-sama terbukti tidak memiliki efek terhadap ASI dan tidak menimbulkan risiko pada bayi yang menyusui.

Baca Juga: Perlukah Menambah Garam Pada MPASI Bayi?

5. MSG Tidak Terbukti Sebagai Penyebab Utama Berbagai Penyakit

garam dan msg saat menyusui
Foto: garam dan msg saat menyusui

Foto: thedailymeal.com

Tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa msg adalah faktor signifikan yang menyebabkan reaksi sistemik yang mengakibatkan penyakit parah atau kematian.

Hal ini tertulis dalam sebuah laporan yang dipublikasikan dalam Food Standards Australia.

Baca Juga: 12 Manfaat Buah Ceri untuk Kesehatan, Termasuk Menjaga Kesehatan Jantung!

Makanan yang Harus Dihindari Busui

Ibu menyusui konsumsi MSG ternyata masih diperbolehkan, tapi Moms juga perlu memerhatikan apa saja makanan yang perlu dihindari selama masa menyusui.

Yuk kita intip, kira-kira apa saja jenis makanan yang sebaiknya dihindari saat menyusui!

1. Pedas dan Bersantan

Makan Pedas Sebabkan Penyakit Usus Buntu - makan makanan pedas.jpg
Foto: Makan Pedas Sebabkan Penyakit Usus Buntu - makan makanan pedas.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Karena ASI menjadi makanan pokok bagi bayi, Moms juga harus memperhatikan kesehatan pencernaan Si Kecil.

Makanan yang pedas dan bersantan ternyata dapat mengakibatkan gangguan pencernaan.

2. Kol

Memakan Micin Saat Memberi ASI, Bagaimana Pengaruhnya?
Foto: Memakan Micin Saat Memberi ASI, Bagaimana Pengaruhnya? (Orami Photo Stocks)

Foto: Orami Photo Stock

Mengonsumi sayuran yang mengandung gas bisa menyebabkan perut bayi kembung. Kol mengandung riffinose yakni sejenis gula dengan kandungan karbohidrat kompleks.

Karakter zat ini membuat lambung bekerja keras untuk memorosesnya. Inilah yang bikin perut terasa begah dan kembung.

Baca Juga: Konsumsi Garam dan MSG Saat Menyusui, Ketahui 5 Hal Ini

3. Merokok

Memakan Micin Saat Memberi ASI, Bagaimana Pengaruhnya?
Foto: Memakan Micin Saat Memberi ASI, Bagaimana Pengaruhnya?

Foto: Orami Photo Stock

Tak hanya buat ibu menyusui, kebiasaan merokok juga tak baik bagi semua.

Terbayang ya Moms kalau ibu menyusui merokok, zat nikotin yang ada dalam tembakau ini akan mengalir melalui ASI ke dalam tubuh bayi.

4. Alkohol

Memakan Micin Saat Memberi ASI, Bagaimana Pengaruhnya?
Foto: Memakan Micin Saat Memberi ASI, Bagaimana Pengaruhnya? (shutterstock.com)

Foto: Orami Photo Stock

Minum alkohol akan membuat gangguan pada organ hati. Konsumsi alkohol ini dapat membuat hati mengalami peradangan dan memicu munculnya gangguan, seperti penumpukan lemak di hati, sirosis, hepatitis alkoholik, hingga kanker.

5. Softdrink

Memakan Micin Saat Memberi ASI, Bagaimana Pengaruhnya?
Foto: Memakan Micin Saat Memberi ASI, Bagaimana Pengaruhnya?

Foto: Orami Photo Stock

Soft drink atau minuman ringan memang mengandung gula yang sangat tinggi.

Kalau dikonsumsi secara berlebihan, ini akan berisiko meningkatkan kadar gula dalam darah. Takarannya diatur saja ya, Moms.

Baca Juga: Menyusui saat Hamil, Wajib Konsumsi 4 Nutrisi Makanan Agar ASI Lancar Ini!

6. Makanan Mengandung Pengawet dan Pewarna

Memakan Micin Saat Memberi ASI, Bagaimana Pengaruhnya?
Foto: Memakan Micin Saat Memberi ASI, Bagaimana Pengaruhnya?

Foto: Orami Photo Stock

Zat pengawet seperti formalin dan zat pewarna tekstil yang sering digunakan pada makanan dapat menyebabkan penyakit seperti kanker dan gangguan fungsi hati.

6. Minuman Isotonik

Memakan Micin Saat Memberi ASI, Bagaimana Pengaruhnya?
Foto: Memakan Micin Saat Memberi ASI, Bagaimana Pengaruhnya?

Foto: Orami Photo Stock

Biasanya ion dalam minuman isotonik baik dikonsumsi saat tubuh sedang melakukan aktivitas fisik berat atau olahraga.

Tapi sayangnya, minuman ini kurang baik dikonsumsi jika tubuh sedang tidak melakukan aktivitas fisik yang berat.

Nah, itu dia informasi seputar konsumsi MSG pada ibu menyusui. Jadi sebenarnya, busui tetap bisa mengonsumsi MSG, kok. Tapi ingat, takarannya harus sesuai aturan ya.

Penting juga bagi para Moms yang sedang menyusui untuk menghindari makanan dan minuman yang telah disebutkan.

  • https://www.health.govt.nz/your-health/healthy-living/food-activity-and-sleep/healthy-eating/iodine
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/30272528?dopt=Abstract
  • https://health.clevelandclinic.org/youre-healthy-dont-obsess-salt/
  • https://pediatrics.aappublications.org/content/pediatrics/108/3/776.full.pdf
  • https://services.aap.org/en/search/?context=all&k=mSG
  • https://www.who.int/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.