Kategori

Inspirasi Nama Bayi

Inspirasi Nama Bayi

Di usia kehamilan menginjak trimester ketiga, salah satu yang harus orang tua lakukan adalah mempersiapkan nama untuk si buah hati.

Memilih nama bukanlah hal yang mudah, karena nama adalah identitas yang akan terus dibawa dan melekat dalam diri anak kita.

Bahkan, terkadang mempersiapkan nama untuk Si Kecil lebih sulit dari persiapan persalinan lainnya.

Tidak jarang orang tua memberi nama anaknya secara spontan, tapi kemudian disesali di masa depan.

Nama akan selalu melekat dan menjadi identitas anak.

Jadi, Moms dan Dads perlu pertimbangan terbaik untuk menyematkan nama pada Si Kecil.

Saat memilih nama bayi, Moms dan Dads bisa mencatatkan nama apapun yang terlintas di pikiran agar tidak lupa, karena inspirasi bisa datang dari mana saja.

Selain itu juga bisa mencatat rangkaian nama dari beberapa sumber seperti buku nama bayi atau dari internet.

Catatan nama-nama tersebut nantinya bisa Moms dan Dads pilih lagi mana yang sesuai dan akan dipakai sebagai nama Si Kecil.

Sebelum menentukan, carilah arti nama terlebih dahulu.

Orang tua tentunya sering mendengar kalimat ungkapan bahwa nama adalah doa.

Pilihlah nama yang memiliki arti positif dan konotasi positif, bisa nama yang berarti cantik, beruntung, pemberani, anugerah Tuhan, dan lainnya.

Orang tua juga bisa menggabungkan berbagai bahasa menjadi suatu kalimat nama yang indah.

Contohnya nama berbahasa Jepang dengan nama berbahasa Jawa seperti Kenzo Respati yang berarti pintar dan gagah.

Jangan gunakan nama yang memiliki arti negatif dalam bahasa sehari-hari, walaupun dalam bahasa lain memiliki arti positif.

Hal ini untuk menghindari anak menjadi korban bullying di kemudian hari.

Salah satu kesalahan para orang tua saat memberikan nama bayi, yaitu terlalu unik sehingga terkesan aneh.

Nama yang unik memang akan memberi kesan tersendiri saat didengar.

Namun, nama yang tidak biasa terkadang membuat orang lain menganggapnya aneh atau salah tangkap dengan bunyi nama tersebut.

Nama yang terlalu unik atau aneh juga dikhawatirkan membuat Si Kecil merasa malu atau kurang nyaman dengan nama yang diberikan.

Selain memperhatikan arti nama, Moms dan Dads juga harus menyesuaikan dengan jenis kelamin Si Kecil

Jangan sampai terbalik dalam memberikan nama anak lelaki dan perempuan ya.

Hal ini karena dapat membuat anak merasa tidak percaya diri nantinya.

Tak jarang, nama yang diberikan juga dapat memengaruhi mental sang anak.

Beberapa Moms yang sudah memasuki usia kehamilan trimester ketiga, mungkin sudah mengetahui jenis kelamin buah hatinya melalui USG.

Namun ada juga yang belum mengetahui jenis kelaminnya sampai si buah hati lahir.

Agar lebih aman, sebaiknya Moms dan Dads persiapkan nama untuk bayi berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

Hal ini karena kadang hasil USG berbeda ketika bayi lahir.

Penting juga untuk memperhatikan panjang nama Si Kecil.

Jangan menggunakan nama yang terlalu panjang, karena hal ini akan mempersulit saat pengurusan dokumen.

Nama di KTP atau ijazah nantinya juga akan menjadi disingkat-singkat.

Hal ini tentunya akan mempersulit sang anak kelak jika akan pergi keluar negeri.

Sebab, sistem pencatatan nama di luar negeri seperti Amerika biasanya hanya mengenal nama depan dan nama belakang.

Persiapkanlah nama yang mudah diucapkan, ditulis, dan diingat.

Sebaiknya merangkai nama tidak lebih dari 4 suku kata.

Persiapkan juga nama panggilan untuk Si Kecil.

Biasanya, nama lengkap seseorang terdiri dari 2 atau 3 suku kata dan setiap huruf awalan suku kata tersebut bisa dijadikan inisial.

Sebaiknya, pilihlah nama yang apabila digabungkan tidak menjadi sebuah inisial nama yang terdengar buruk

Untuk mendapatkan nama yang tepat dan baik terkadang membutuhkan waktu yang cukup lama.

Namun, tidak sedikit orang tua yang justru sangat cepat menemukan nama karena telah terpikirkan sejak menjalani program kehamilan.

Biasanya orang tua terinspirasi dari beberapa hal, seperti

  • Film favorit
  • Negara favorit
  • Nama keluarga
  • Arti favorit

Namun, yang paling sering saat Si Kecil bukan anak pertama adalah mencari nama yang serasi dengan saudara kandung

Tentu, memilih nama yang serasi dengan saudara kandung juga bisa menjadi pilihan.

Misalnya, mengambil nama dengan tema bunga.

Anak pertama bisa diberi nama Mawar dan anak kedua diberi nama Melati.

Jika orang tua merasa sulit atau belum yakin terhadap nama yang akan diberikan kepada Si Kecil, jangan takut untuk mengubah dan memilih nama lain.

Jika Moms dan Dads sepakat untuk memberi nama bayi berdasarkan tradisi keluarga, ini sah-sah saja dilakukan.

Sebagian keluarga mungkin memiliki sejarah yang panjang dalam menggunakan pola penamaan yang sama.

Penamaan yang sama dalam keluarga tersebut umumnya terletak di belakang, seperti nama belakang Hadinata, Djajakusuma, dan lainnya.

Hal ini juga mungkin dilakukan dengan tujuan berikut:

  • Memberi penghormatan pada kerabat yang telah meninggal
  • Menghormati warisan leluhur
  • Mempertahankan inisial keluarga
  • Mempertahankan kombinasi unik nama keluarga

Selain tradisi, penamaan nama bayi juga seringkali diambil dari hal-hal yang berhubungan dengan religi.

Hal ini juga tentu sah-sah saja dilakukan.

Sebagian orang tua memilih nama figur dalam kepercayaan yang dianutnya atau kata yang memiliki makna spiritual.

Dalam membantu memilih nama yang tepat dan mengandung unsur religi, Moms dan Dads dapat meminta bantuan pada pemuka kepercayaan yang dianut.

Dalam persoalan mempersiapkan dan memilih nama ini, akan lebih baik jika didiskusikan bersama.

Karena buah hati yang akan dilahirkan adalah anak Moms dan Dads.

Sebenarnya tidak ada cara yang benar atau salah dalam memilih dan menentukan nama untuk Si Kecil.

Moms dan Dads juga tidak perlu tergesa-gesa dan pertimbangkan kembali secara matang saat memilih nama yang tepat untuk Si Kecil.

Jika masih bingung, dapatkan inspirasi nama bayi laki laki dan perempuan berdasarkan abjad, tema hingga asal negara hanya di Baby Names Finder Orami.com!