Scroll untuk melanjutkan membaca

PERNIKAHAN & SEKS
18 Desember 2022

10+ Alat Kontrasepsi dan Jenis KB, dari Kondom, IUD, hingga Vasektomi

Pahami juga faktanya Moms, apa iya pakai kontrasepsi bisa pengaruhi libido?
10+ Alat Kontrasepsi dan Jenis KB, dari Kondom, IUD, hingga Vasektomi

Alat kontrasepsi umumnya digunakan untuk membantu pasangan mencegah kehamilan.

Ada banyak alat kontrasepsi yang bisa Moms dan Dads pilih jika ingin menunda kehamilan atau tidak ingin segera memiliki anak.

Melansir Journal of Reproductive Health and Contraception, cara kerja alat kontrasepsi untuk adalah dengan mengganggu proses normal ovulasi, pembuahan, dan implantasi.

Di Indonesia sudah diterapkan program skala nasional, yaitu Program Keluarga Berencana (KB).

Program ini bertujuan untuk menekan angka kelahiran yang dirancang untuk menjaga kestabilan, kesejahteraan ekonomi dan sosial setiap penduduknya.

Program KB ini telah diatur dalam UU No 10 tahun 1992 yang sering dikenal dengan seruan “Dua Anak Lebih Baik”.

Selain tujuan di atas, program Keluarga Berencana juga punya manfaat dari segi medis lho, Moms.

Di antaranya menurunkan angka kematian ibu, mengurangi angka kematian bayi, dan membantu mencegah HIV/AIDS.

Untuk mewujudkan hal tersebut, penggunaan alat kontrasepsi diperlukan.

Namun, seseorang tidak bisa memilih kontrasepsi secara sembarangan.

Para wanita yang hendak menggunakan alat kontrasepsi harus paham betul dengan kontrasepsi yang dipilih dan harus sesuai dengan kondisi kesehatannya.

“Untuk menunda kehamilan pada pasangan yang baru menikah, pilihan caranya adalah kondom, KB kalender, senggama terputus, pil KB, dan sebagainya,” jelas dr. Bramundito, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Pondok Indah–Pondok Indah.

Jadi, buat Moms yang ingin merencanakan keluarga berencana dan sedang bingung memilih alat kontrasepsi, simak info di bawah ini, yuk!

Baca Juga : 7 Alat Kontrasepsi Wanita yang Efektif Menunda Kehamilan, Pilih yang Paling Nyaman, Moms!

Jenis-jenis Alat Kontrasepsi

Alat Kontrasepsi

Foto: Alat Kontrasepsi (Unsplash.com)

Kontrasepsi dapat digunakan untuk mencegah kehamilan dan beberapa jenis juga akan melindungi Moms dan Dads dari infeksi menular seksual (IMS).

Alat kontrasepsi tersedia dalam beberapa bentuk, yaitu kondom, suntik KB, pil KB, IUD atau spiral, implan atau susuk, pembedahan vasektomi pada pria dan pembedahan tubektomi pada wanita.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut tentang jenis alat kontrasepsi. berikut penjelasannya.

1. Kondom

Alat kontrasepsi yang satu ini digunakan oleh laki-laki.

Kondom biasanya berbahan lateks yang sangat tipis (karet), poliisoprena atau poliuretan, dan dirancang untuk mencegah air mani pria bersentuhan dengan pasangan seksualnya.

Cara kerja kondom, yaitu menghalangi sperma memasuki vagina dan mencapai sel telur.

Ketika kondom digunakan dengan benar selama seks vaginal, anal atau oral, alat ini membantu melindungi dari kehamilan dan infeksi menular seksual (IMS), termasuk HIV.

"Risiko kegagalan penundaan kehamilan dengan alat ini sekitar 5,4% dari 100%," ucap dr. Bramundito, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, RS Pondok Indah–Pondok Indah, Jakarta Selatan.

2. Diafragma

diafragma

Foto: diafragma (Babycenter.com)

Diafragma menjadi salah satu bentuk kontrasepsi tertua yang digunakan oleh wanita dan kembali lagi ramai digunakan sebagai cara menunda kehamilan bagi pengantin baru.

Ini adalah metode penghalang di mana Moms akan memasukkan cangkir berbentuk kubah dangkal di dalam vagina.

Perangkat ini ditempatkan tepat di mulut serviks, untuk mencegah sperma mencapai sel telur.

Untuk menggunakannya, Moms harus berada dalam posisi yang nyaman, cubit perangkat untuk melipatnya dan dorong ke dalam.

Mengikat diafragma dengan spermisida juga umum dilakukan untuk memastikan bahwa sperma tidak melewati serviks.

Jika memilih untuk melakukan itu, pastikan jarak antara memakai diafragma dan tindakan tidak lebih dari 2 jam.

Ini memberikan tindakan pencegahan yang ideal untuk pasangan yang baru menikah.

Jika Moms mencari cara menunda kehamilan bagi pengantin baru tanpa menggunakan kondom atau metode kontrasepsi invasif, ini pilihannya.

Namun tetap saja jenis KB ini juga dapat menimbulkan sejumlah efek samping, seperti nyeri saat buang air kecil, iritasi, hingga pendarahan.

Baca Juga: Mengenal KB Steril, Prosedur Kontrasepsi yang Sangat Efektif untuk Mencegah Kehamilan

3. Pil KB

Alat kontrasepsi ini sangat umum digunakan. Metode ini dilakukan dengan cara Moms harus meminum pil yang mengandung hormon estrogen dan prosgesteron setiap harinya.

Pil ini bertujuan untuk mencegah ovulasi. Hormon dalam pil ini juga berfungsi untuk menebalkan lendir di sekitar serviks sehingga mempersulit sperma untuk mencapai sel telur.

Jika dikonsumsi secara teratur pil ini akan efektif.

"Pil KB dapat memproteksi selama 24 jam, apalagi jika dikonsumsi secara teratur. Risiko kegagalan penundaan kehamilan dengan alat kontrasepsi ini sekitar 5,5% dari 100 %," jelas dr. Bramundito.

4. Suntik KB

Jenis KB lain yang juga cukup umum adalah KB suntik, di mana satu suntikan dapat efektif hingga 3 bulan.

Biasanya suntik KB diinjeksi di daerah paha, pundak, bawah perut, atau lengan atas.

Suntikan ini mengandung hormon buatan manusia yang meniru progesteron atau kombinasi estrogen dan progesteron.

Ini akan menghentikan ovulasi serta mengentalkan penutup lendir di sekitar serviks, sehingga sulit bagi sperma untuk sampai ke rahim.

Depo-Provera, salah satu suntikan kontrasepsi yang paling populer.

Ini terdiri dari hormon buatan bernama medroksiprogesteron yang berfungsi ganda untuk menghentikan ovulasi dan sperma memasuki rahim untuk mencegah pembuahan.

Suntikan ini sangat efektif dengan tingkat keberhasilan 99%.

Ini adalah cara menunda kehamilan bagi pengantin baru yang dapat diandalkan dan dianggap sebagai alat kontrasepsi terbaik bagi pasangan yang baru menikah untuk menikmati seks bebas stres.

Namun, efek samping umum yang paling sering terjadi saat menggunakan kontrasepsi ini adalah gangguan menstruasi atau menstruasi tidak teratur.

5. Spermisida

Spermisida

Foto: Spermisida (Verywellhealth.com)

Jenis KB selanjutnya adalah spermisida. Alat kontrasepsi ini berbentuk seperti jeli yang dan diaplikasikan di dalam vagina 30 menit sebelum berhubungan seksual.

Biasanya digunakan bersamaan dengan diafragma yang terbuat dari karet dan dipasangkan di mulut rahim.

Selain karena harus dipakai 6 jam setelah berhubungan seksual, memakai alat kontrasepsi ini akan rentan iritasi dan juga penggunanya memiliki risiko terjangkit virus kelamin.

6. Susuk (Implan)

Alat kontrasepsi ini dipasang di bagian lengan atas perempuan yang terbagi ke dalam dua jenis, yaitu susuk norplant yang dapat bertahan hingga 5 tahun dan susuk implanon yang dapat bertahan hingga 3 tahun.

Implan menghentikan pelepasan sel telur dari ovarium dengan melepaskan progesteron secara perlahan ke dalam tubuh.

Hormon progesteron juga mengentalkan lendir serviks dan menipiskan lapisan rahim.

Hal ini mempersulit sperma untuk bergerak melalui serviks dan lebih kecil kemungkinannya bagi rahim untuk menerima sel telur yang telah dibuahi.

Risiko kegagalan penundaan kehamilan dengan susuk atau implan 0,6% dari 100%.

Selain mengenal jenis alat kontrasepsi, perlu diingat Moms, Moms perlu membicarakannya dengan pasangan.

Jangan lupa juga untuk konsultasi terlebih dahulu ke dokter ya, Moms!

Baca Juga: Keluarga Berencana (KB): Ketahui Tujuan, Manfaat, Metode KB yang Umumnya Digunakan

7. KB IUD

IUD atau Intrauterine Devices, seperti namanya, adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rahim untuk mencegah sperma dan sel telur menyatu.

Alat kontrasepsi ini juga menawarkan perlindungan jangka panjang dan bisa menjadi cara menunda kehamilan untuk pengantin baru.

IUD dapat tetap efektif antara 3 dan 10 tahun, tergantung pada jenis perangkat yang digunakan. Saat Moms ingin hamil, cukup lepaskan perangkatnya.

KB IUD terbagi menjadi 2, yaitu:

  • Copper-T

Ini adalah perangkat tembaga berbentuk T kecil yang ditempatkan di dalam rahim melalui serviks.

Prosedur ini perlu dilakukan di klinik atau rumah sakit dan tidak membutuhkan waktu lama.

Copper-T dapat bertahan hingga 10 tahun dan merupakan metode kontrasepsi bebas hormon.

Jika Moms bermasalah dengan ketidakseimbangan hormon, ini adalah salah satu cara menunda kehamilan yang bisa dipilih.

  • IUD Hormonal

IUD hormonal sangat mirip dengan Copper-T dalam hal penempatan, efektivitas, dan metode kontrasepsi.

Faktor yang membedakan adalah bahwa IUD hormonal mengandung hormon progesteron sintetis.

Risiko kegagalan penundaan kehamilan dengan alat ini yaitu sekitar 1,4% dari 100%.

Meskipun efektivitasnya cukup baik, namun kontrasepsi ini memiliki sejumlah efek samping.

Dalam sebuah studi dari jurnal Obstetrics and Gynecology pada tahun 2020 menemukan bahwa, efek dari penggunaan IUD hormonal, IUD tembaga, dan implan kontrasepsi dapat menyebabkan penambahan berat badan.

Jenis KB Lainnya

Selain alat kontrasepsi yang sudah dijelaskan di atas, ada metode atau jenis KB lainnya yang dapat dicoba.

8. KB Kalender

Alat kontrasepsi ini merupakan sebuah metode alami tanpa risiko efek samping karena tidak menggunakan obat-obatan.

KB kalender membantu memprediksi waktu masa subur atau ovulasi menjadi lebih baik.

Metode ini dapat digunakan pada perempuan yang memiliki siklus menstruasi yang teratur. Pada perempuan dengan siklus menstruasi tidak teratur, tidak disarankan menggunakan metode ini.

Risiko kegagalan penundaan kehamilan dengan alat ini adalah 13,9% dari 100%.

Namun, alat ini sama sekali tidak melindungi Moms dan Dads dari penularan penyakit seksual.

9. Tubektomi (Memotong Saluran Telur)

Menurut dr. Bramundito, alat kontrasepsi ini merupakan metode yang dapat mencegah kehamilan secara permanen, dalam waktu jangka panjang (tidak terbatas).

Tubektomi akan memutus saluran penghubung telur dan rahim sehingga sel telur yang dilepaskan dari indung telur tidak akan mampu bertemu dengan sperma yang masuk.

Caranya adalah dengan melakukan pembedahan mini laparotomi (operasi sayatan kecil) ataupun laparoskopi (dengan teropong kamera). Keefektifannya sampai 99,5%.

Biasanya tubektomi dapat dilakukan setelah melahirkan atau keguguran.

Setelah dilakukan tindakan ini juga tidak akan mengganggu proses berhubungan seksual, dan tidak mengubah fungsi seksual, serta dapat membantu mengurangi risiko kanker ovarium.

10. Vasektomi (Memotong Saluran Sperma)

Vasektomi dilakukan untuk menghambat saluran yang mengeluarkan sperma agar tidak keluar dari tubuh.

Seorang laki-laki akan tetap ejakulasi, namun tidak mengeluarkan cairan sperma melainkan cairan semen/hasil produksi beberapa kelenjar.

Cara kerjanya adalah tabung yang membawa sperma dari testis pria ke penis dipotong tersumbat atau disegel.

Vasektomi biasanya dilakukan dengan bius lokal dan memakan waktu sekitar 15 menit.

Keefektifannya sangat tinggi mencapai 99,6-99,8%.

Dads harus mempertimbangkan dengan matang sebelum mengambil keputusan ini, mengingat sifatnya yang permanen.

11. Senggama Terputus

Untuk Dads, selama hubungan seksual, dapat mencoba senggama terputus, dengan cara menarik penis dari vagina wanita sebelum orgasme atau ejakulasi, dan kemudian mengarahkannya (air mani) menjauh dari vagina.

Ini adalah salah satu jenis KB alami yang tidak memerlukan uang. Sayangnya, metode yang dinamakan coitus interruptus ini kurang efektif dalam mencegah kehamilan.

Preejakulasi yang dikeluarkan oleh penis sebelum ejakulasi biasanya mengandung sperma, yang akan mengganggu keefektifan metode ini.

Menggunakan metode ini membutuhkan kendali diri dan refleks yang cepat.

Itulah sebabnya mungkin agak sulit untuk dipraktikkan dan mungkin tidak terlalu efektif jika digunakan.

Baca Juga: KB Spiral: Jenis, Efek Samping, Keunggulan, dan Prosedur Pemasangan hingga Biayanya

Fakta tentang Alat Kontrasepsi

Jenis-Jenis Alat Kontrasepsi

Foto: Jenis-Jenis Alat Kontrasepsi (Istockphoto.com)

Alat kontrasepsi banyak menyimpan fakta-fakta yang menarik. Selama ini masih banyak yang keliru terkait informasi tentang kontrasepsi.

Agar tidak keliru lagi, yuk kita simak fakta alat kontrasepsi dikutip dari Healthgrades!

1. Alat Kontrasepsi Belum Terbukti Memengaruhi Gairah Seks

Metode hormonal, seperti pil KB, telah lama dianggap dapat menurunkan libido.

Namun, belum ada penelitian yang menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam dorongan seks antara wanita yang menggunakan kontrasepsi ini.

Baca Juga: Mengenal Vibrator, Cara agar Hubungan Seks Tahan Lama

2. IUD Metode yang Efektif

Meskipun ini bukan bentuk kontrasepsi yang paling umum digunakan, IUD secara resmi merupakan cara paling efektif untuk mencegah kehamilan.

IUD menghasilkan kurang dari satu kehamilan per 100 wanita setiap tahun, menjadikannya efektif lebih dari 99%.

Karena kontrasepsi ini dapat bekerja selama beberapa tahun, membuat pengguna kontrasepsi ini menjadi bebas khawatir dalam mencegah kehamilan.

Nah, itu dia Moms jenis hingga fakta-fakta tentang alat kontrasepsi. Jadi, Moms ingin menggunakan metode yang mana?

Selalu ingat ya Moms, sebelum mencobanya ada baiknya konsultasikan kepada dokter agar sesuai dengan kondisi kesehatan Moms.

  • https://contraceptivestudies.imedpub.com/
  • https://journals.lww.com/greenjournal/Abstract/2020/05001/Weight_Gain_Associated_With_LARC_Within_a_Racially.355.aspx
  • https://www.healthgrades.com/right-care/birth-control/7-surprising-facts-about-birth-control
  • https://www.nhs.uk/conditions/contraception/