Pernikahan & Seks

Moms, Kenali 9 Jenis Alat Kontrasepsi dan Fakta-faktanya

Sebelum menggunakan alat kontrasepsi, kenali tiap jenisnya dengan baik, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Alat kontrasepsi umumnya digunakan untuk membantu pasangan mencegah kehamilan.

Melansir Journal of Reproductive Health and Contraception, cara kerja alat ini untuk mencegah kehamilan dengan mengganggu proses normal ovulasi, pembuahan, dan implantasi.

Di Indonesia sudah diterapkan program skala nasional untuk menekan angka kelahiran yang dirancang untuk menjaga kestabilan dan kesejahteraan ekonomi dan sosial setiap penduduknya. Program KB ini telah diatur dalam UU No 10 tahun 1992 yang sering dikenal dengan seruan “Dua Anak Lebih Baik”.

Selain tujuan di atas, program Keluarga Berencana juga punya manfaat dari segi medis lho, Moms. Di antaranya menurunkan angka kematian ibu, mengurangi angka kematian bayi, dan membantu mencegah HIV/AIDS.

Untuk mewujudkan hal tersebut, penggunaan alat kontrasepsi menjadi cara yang paling tepat untuk digunakan. Namun seseorang tidak bisa memilihnya alat kontrasepsi secara sembarangan.

Menurut Christine Dahlendorf, MD, MAS, professor di University of California, pemilihan metode kontrasepsi menjadi salah satu keputusan yang kompleks. Para wanita yang hendak menggunakan alat kontrasepsi harus paham betul dengan alat ini yang dipilih dan harus sesuai dengan kondisi kesehatannya.

Jadi, buat Moms yang ingin merencanakan keluarga berencana dan sedang bingung memilih alat kontrasepsi, simak info di bawah ini, yuk!

Baca Juga : Ini Panduan Memilih Alat Kontrasepsi yang Baik dan Aman

Jenis Alat Kontrasepsi

Apakah Penyebab Area Miss V Gatal Karena Kutu Kelamin?

Foto: verywellhealth.com

Kontrasepsi dapat digunakan untuk mencegah kehamilan dan beberapa jenis juga akan melindungi Moms dan Dads dari infeksi menular seksual (IMS).

Alat kontrasepsi tersedia dalam beberapa bentuk, yaitu kondom, suntik KB, pil KB, IUD atau spiral, implan atau susuk, pembedahan vasektomi pada pria dan pembedahan tubektomi pada wanita.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut tentang jenis alat kontrasepsi. berikut penjelasannya.

1. Kondom

Alat kontrasepsi yang satu ini digunakan oleh laki-laki.Kondom biasanya berbahan lateks yang sangat tipis (karet), poliisoprena atau poliuretan, dan dirancang untuk mencegah air mani pria bersentuhan dengan pasangan seksualnya.

Cara kerja kondom, yaitu menghalangi sperma memasuki vagina dan mencapai sel telur.

Ketika kondom digunakan dengan benar selama seks vaginal, anal atau oral, alat ini membantu melindungi dari kehamilan dan infeksi menular seksual (IMS), termasuk HIV.

"Risiko kegagalan penundaan kehamilan dengan alat ini sekitar 5,4 persen dari 100 persen." Ucap dr. Bramundito, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, RS Pondok Indah – Pondok Indah.

2. KB Kalender

Alat kontrasepsi ini merupakan sebuah metode alami tanpa risiko efek samping karena tidak menggunakan obat-obatan. KB kalender membantu memprediksi waktu masa subur atau ovulasi menjadi lebih baik.

Metode ini dapat digunakan pada perempuan yang memiliki siklus menstruasi yang teratur. Pada perempuan dengan siklus menstruasi tidak teratur, tidak disarankan menggunakan metode ini.

Risiko kegagalan penundaan kehamilan dengan alat ini adalah 13,9 persen dari 100 persen.

Namun, alat ini sama sekali tidak melindungi Moms dan Dads dari penularan penyakit seksual.

3. Senggama Terputus

Senggama terputus (coitus interruptus), atau yang lebih dikenal dengan metode ejakulasi di luar sehingga sperma yang akan masuk menjadi lebih sedikit.

Namun yang harus diingat adalah cairan yang keluar sebelum ejakulasi juga mengandung sel sperma. Karenanya, risiko kegagalan penundaan kehamilan dengan metode ini juga cukup besar yakni 13,4 persen dari 100 persen.

Baca Juga: Mengenal KB Steril, Prosedur Kontrasepsi yang Sangat Efektif untuk Mencegah Kehamilan

4. Pil KB

Alat kontrasepsi ini sangat umum digunakan. Metode ini dilakukan dengan cara Moms harus meminum pil yang mengandung hormon estrogen dan prosgesteron setiap harinya.

Pil ini bertujuan untuk mencegah ovulasi. Hormon dalam pil ini juga berfungsi untuk menebalkan lendir di sekitar serviks sehingga mempersulit sperma untuk mencapai sel telur.

Jika dikonsumsi secara teratur pil ini akan efektif.

"Pil KB dapat memproteksi selama 24 jam, apalagi jika dikonsumsi secara teratur. Risiko kegagalan penundaan kehamilan dengan alat kontrasepsi ini sekitar 5,5 persen dari 100 persen." Jelas dr. Bramundito.

5. Suntik KB

Suntik KB merupakan alat kontrasepsi hormonal yang mengandung hormon progestin yang serupa dengan hormon perempuan, progesteron.

Hormon ini dapat menghentikan perempuan berovulasi. Biasanya suntik KB diinjeksi di daerah paha, pundak, bawah perut, atau lengan atas. Risiko kegagalan penundaan kehamilan dengan alat ini 1,7 persen dari 100 persen.

6. IUD

IUD/intrauterine device yang sering disebut kontrasepsi spiral adalah alat kontrasepsi yang cukup ampuh untuk mencegah kehamilan.

IUD bekerja dengan menghentikan sperma dan sel telur untuk bertahan hidup di dalam rahim atau saluran tuba. Ini juga dapat mencegah sel telur yang telah dibuahi untuk ditanam di dalam rahim.

Pemakaian alat ini juga bisa dilakukan dalam waktu jangka panjang hingga 10 tahun dan dapat dilepas ketika Moms sudah merencanakan program kehamilan.

Risiko kegagalan penundaan kehamilan dengan alat ini 1,4 persen dari 100 persen.

Sebuah studi Obstetrics and Gynecology pada tahun 2020 menemukan bahwa, efek dari penggunaan IUD hormonal, IUD tembaga, dan implan kontrasepsi dapat menyebabkan penambahan berat badan.

Ini mungkin menunjukkan bahwa hormon sintetis pada IUD menyebabkan sedikit penambahan berat badan.

7. Susuk (Implan)

Alat kontrasepsi ini dipasang di bagian lengan atas perempuan yang terbagi ke dalam dua jenis, yaitu susuk norplan yang dapat bertahan hingga 5 tahun dan susuk implanon yang dapat bertahan hingga 3 tahun.

Implan menghentikan pelepasan sel telur dari ovarium dengan melepaskan progestogen secara perlahan ke dalam tubuh. Hormon progestogen juga mengentalkan lendir serviks dan menipiskan lapisan rahim.

Hal ini mempersulit sperma untuk bergerak melalui serviks dan lebih kecil kemungkinannya bagi rahim untuk menerima sel telur yang telah dibuahi.

Risiko kegagalan penundaan kehamilan dengan susuk atau implan 0,6 persen dari 100 persen.

Selain mengenal jenis alat kontrasepsi, perlu diingat Moms, Moms perlu membicarakannya dengan pasangan. Jangan lupa juga untuk konsultasi terlebih dahulu ke dokter ya, Moms!

Baca Juga: 4 Alasan Menggunakan Alat Kontrasepsi Meski Divonis Tidak Subur

8. Tubektomi (Memotong Saluran Telur)

Menurut dr. Bramundito alat kontrasepsi ini merupakan metode yang dapat mencegah kehamilan secara permanen, dalam waktu jangka panjang (tidak terbatas).

Tubektomi akan memutus saluran penghubung telur dan rahim sehingga sel telur yang dilepaskan dari indung telur tidak akan mampu bertemu dengan sperma yang masuk.

Caranya adalah dengan melakukan pembedahan mini laparotomi (operasi sayatan kecil) ataupun laparoskopi (dengan teropong kamera). Keefektifannya sampai 99,5 persen.

Biasanya tubektomi dapat dilakukan setelah melahirkan atau keguguran. Setelah dilakukan tindakan ini juga tidak akan mengganggu proses berhubungan seksual, dan tidak mengubah fungsi seksual, serta dapat membantu mengurangi risiko kanker ovarium.

9. Vasektomi (Memotong Saluran Sperma)

Vasektomi dilakukan untuk menghambat saluran yang mengeluarkan sperma agar tidak keluar dari tubuh. Seorang laki-laki akan tetap berejakulasi namun tidak mengeluarkan cairan sperma melainkan cairan semen/hasil produksi beberapa kelenjar.

Cara kerjanya adalah tabung yang membawa sperma dari testis pria ke penis dipotong tersumbat atau disegel. Vasektomi biasanya dilakukan dengan bius lokal, dan memakan waktu sekitar 15 menit.

Keefektifannya sangat tinggi mencapai 99,6-99,8 persen.

Dads harus ertimbangkan dengan matang sebelum mengambil keputusan ini, mengingat sifatnya yang permanen.

Baca Juga: 3 Tanda Bahwa Moms Harus Ganti Alat Kontrasepsi

Fakta Tentang Alat Kontrasepsi

kontrasepsi

Foto: Orami Photo Stock

Alat kontrasepsi banyak menyimpan fakta-fakta yang menarik. Selama ini masih banyak yang keliru terkait informasi tentang kontrasepsi.

Agar tidak keliru lagi, yuk kita simak fakta alat kontrasepsi dikutip dari Healthgrades:

1. Alat kontrasepsi Belum Terbukti Memengaruhi Gairah Seks

Metode hormonal, seperti pil dan cincin, telah lama dianggap menurunkan libido, tetapi belum ada penelitian yang menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam dorongan seks antara wanita yang menggunakan kontrasepsi ini.

Namun, beberapa wanita mengalami peningkatan libido yang nyata setelah menghentikan metode hormonal.

2. IUD Metode yang Efektif

Meskipun ini bukan bentuk kontrasepsi yang paling umum digunakan, IUD secara resmi merupakan cara paling efektif untuk mencegah kehamilan.

IUD menghasilkan kurang dari satu kehamilan per 100 wanita setiap tahun, menjadikannya efektif lebih dari 99%. Karena mereka bekerja selama beberapa tahun, ini adalah cara bebas khawatir untuk mencegah kehamilan.

3. Para Ahli Sedang Menciptakan Alat Kontrasepsi Hormonal untuk Pria

Para peneliti baru-baru ini membuat langkah signifikan untuk membawa suntikan kontrasepsi pria . Menurut penelitian yang baru-baru ini diterbitkan, suntikan tersebut berhasil sebesar 96 persen dari 300 pria sehat yang berpartisipasi.

Suntikan hormonal, disuntikkan setiap delapan minggu, menekan produksi sperma dengan mengirimkan sinyal ke tubuh bahwa itu sudah cukup.

Nah itu dia Moms jenis hingga fakta-fakta tentang alat kontrasepsi. Jadi Moms ingin menggunakan metode yang mana?

Selalu ingat ya Moms, sebelum mencobanya ada baiknya konsultasikan kepada dokter agar sesuai dengan kondisi kesehatan Moms.

  • https://contraceptivestudies.imedpub.com/
  • https://journals.lww.com/greenjournal/Abstract/2020/05001/Weight_Gain_Associated_With_LARC_Within_a_Racially.355.aspx
  • https://www.healthgrades.com/right-care/birth-control/7-surprising-facts-about-birth-control
  • https://www.nhs.uk/conditions/contraception/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait