14 Februari 2023

Perut Kram saat Hamil 3 Bulan Keatas, Simak Penyebabnya!

Kebanyakan kram tidak berbahaya ya, Moms

Perut kram saat hamil sering kali menakutkan, padahal menurut ahli hal itu adalah gejala umum pada semua trimester kehamilan.

Kebanyakan kram tidak berbahaya, pasalnya kram adalah respons rahim terhadap apa saja yang terjadi padanya.

"Rahim adalah otot dan ia bisa berkontraksi, dan kontraksi terasa seperti kram," kata Holly Puritz, MD, direktur medis untuk Kelompok Rumah Sakit Sentara Lee untuk Wanita di Norfolk, Virginia.

Itu berarti bahwa setiap saat rahim distimulasi, baik karena kandung kemih penuh, olahraga yang intens, atau rangsangan lebih.

Hal-hal yang dapat menyebabkan perut kram saat hamil antara lain, kandung kemih penuh, gas dan konstipasi, orgasme, olahraga, atau infeksi saluran kemih.

Jika Moms penasaran, mengapa mengalami perut kram saat hamil di bulan tertentu, yuk simak penjelasannya di bawah ini!

Baca Juga: Manfaat Peeling Wajah, Bantu Cerahkan Warna Kulit dan Hilangkan Kusam

Penyebab Perut Kram saat Hamil

Hamil Keram
Foto: Hamil Keram (https://www.momjunction.com/articles/most-effective-ways-to-relieve-hip-pain-during-pregnancy_0077926/)

Perut kram saat hamil umumnya adalah normal, ini diakibatkan oleh peregangan dari otot-otot penyangga rahim dan proses rahim yang membesar.

"Kram yang berbahaya adalah apabila terjadi terus-menerus dengan frekuensi dan intensitas yang meningkat sampai menimbulkan nyeri perut dan flek perdarahan," jelas dr. Merwin Tjahjadi, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Pada kondisi ini pasien disarankan datang ke rumah sakit untuk memeriksakan diri.

Dr. Puritz mengatakan bagi sebagian wanita, kram adalah tanda pertama bahwa mereka hamil, karena sering mengalami kram ketika telur yang sudah dibuahi masuk ke dinding rahim.

Ini disebut kram implantasi, dan ini bisa terasa seperti haid akan segera dimulai.

"Pertumbuhan rahim yang cepat dalam trimester pertama kehamilan juga dapat menyebabkan kram" kata Chad Klauser, MD, asisten profesor profesor kebidanan dan kandungan di Mount Sinai School of Medicine di New York City.

Perubahan kadar hormon dapat menyebabkan peningkatan gas, kembung, dan sembelit.

Mayoritas kehamilan akan mengalami perut kram saat hamil selama 16 minggu pertama.

Baca Juga: Serba-serbi ADHD pada Anak, dari Gejala Hingga Pencegahannya

Perut Kram saat Hamil 3 Bulan Pertama

Hamil
Foto: Hamil

Menurut International Journal of Women's Health, selama kehamilan, rahim dapat meningkat dari hanya 70 menjadi 1.110 gram dengan volume intrauterin yang dihasilkan minimal 5 L.

Salah satu kekhawatiran banyak wanita ketika mereka mengalami perut kram saat hamil adalah bahwa itu adalah tanda keguguran.

Menurut jurnal artikel dalam American Pregnancy Association, jika Moms mengalami perut kram saat hamil 3 bulan pertama, biasanya hal ini disebabkan oleh rahim yang membesar, ligamen yang meregang saat perut mulai tumbuh, hormon sembelit atau angin yang terjebak di perut.

Moms akan akan merasakan kram ringan hingga sedang di perut bagian bawah atau punggung bawah.

Kadang-kadang mungkin terasa seperti 'dijahit' atau sakit yang ringan.

Mungkin tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika rasa sakitnya ringan dan hilang ketika Moms mengubah posisi, beristirahat, sedang buang air atau buang angin.

Sedangkan perut kram saat hamil yang terkait dengan keguguran sebenarnya disebabkan ketika ada darah dan jaringan yang keluar dan membuat rahim iritasi, menyebabkannya berkontraksi.

Kram juga dapat terjadi selama Moms berolahraga. Hal ini menunjukkan bahwa kita harus beristirahat sejenak.

Biasanya setelah berhubungan seks juga akan terasa.

Ibu hamil juga rentan terhadap infeksi ragi dan infeksi saluran kemih, yang keduanya dapat menyebabkan kram ringan.

Dokter akan merawat sesegera mungkin untuk memastikan Moms memiliki kehamilan yang sehat.

Baca Juga: Jumlah Kalori Telur Rebus dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Perut Kram saat Hamil 4-6 Bulan

Ibu Hamil
Foto: Ibu Hamil

Perut kram saat hamil bulan ke-4 hingga 6 bulan pada trimester kedua, sering dikarenakan nyeri ligamen di sekitar perut.

Rahim Moms di saat ini akan mengembang dan dapat menyebabkan ligamen meregang.

Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit di perut bagian bawah, pangkal paha atau pinggul di satu atau kedua sisi.

Moms harus memeriksakan diri ke dokter umum, dokter kandungan atau bidan jika mengalami sakit seperti ini.

Kadang-kadang rasa sakit di daerah panggul dapat disebabkan oleh nyeri panggul. Moms harus berbaring miring saat hamil.

Ini dapat membantu mencegah risiko yang berbahaya, seperti anak meninggal di dalam kandungan.

Namun Moms harus segera berkonsultasi dengan dokter jika perut kram saat hamil yang dialami terjadi dengan beberapa kondisi ini yang mengikuti:

  • Perut kram saat hamil disertai dengan darah dalam urin atau urin yang berbau dan keruh. Bisa jadi menandakan infeksi urin.
  • Mengalami perdarahan dari vagina, karena bisa menjadi tanda keguguran atau masalah dengan plasenta lainnya.
  • Rasa sakitnya lebih terasa di perut atau dada, atau jika disertai dengan sakit kepala, pembengkakan tangan, kaki dan wajah atau mengaburkan penglihatan kita. Karena hal ini bisa jadi tanda-tanda pre-eklampsia.
  • Moms melihat ada perubahan pada gerakan bayi di dalam perut.

Jika Moms merasakan perut kram saat hamil disertai dengan beberapa gejala di atas, harus segera berkunjung ke dokter ya Moms.

Baca Juga: 10 Makanan Penyebab Asam Lambung Naik yang Harus Dihindari

Perut Kram saat Hamil 7-9 Bulan

Ibu Hamil
Foto: Ibu Hamil (https://freepik.com/)

Rasa sakit dapat terjadi di setiap bagian tubuh Moms selama masa ini.

Dari punggung ke pinggul hingga perut, ada banyak tempat yang akan terasa sakit dan tidak nyaman.

Di saat-saat ini, sangat umum bagi Moms di trimester ketiga kehamilan untuk mengalami perut kram. Bahkan Moms juga bisa mengalami gejala lainnya seperti insomnia.

Meskipun kondisi ini dapat menyebabkan rasa ketidaknyamanan pada perut, namun seharusnya tidak menyebabkan rasa sakit yang berlebihan ya.

Perut kram saat hamil bulan 7-9 atau trimester ketiga dapat meliputi gas, konstipasi, dan kontraksi Braxton-Hicks (persalinan palsu).

Menurut jurnal Braxton Hicks Contractions, kontraksi Braxton Hicks adalah bagian normal dari kehamilan.

Kontraksi ini mungkin menyebabkan rasa tidak nyaman, tetapi tidak menyakitkan.

Gejala kontraksi Braxton Hicks dirasakan seperti kram menstruasi ringan atau pengetatan di area tertentu dari perut yang datang dan pergi secara berulang.

Ini adalah kontraksi yang sama yang akan kita alami ketika persalinan terjadi nanti, tetapi perbedaannya adalah kontraksi tersebut tidak akan berkembang menjadi persalinan.

Kontraksi ini tidak terjadi secara berkala. Mereka cenderung tidak lama karena bukan sakit persalinan dan biasanya tidak terlalu intens.

Makanya Moms mungkin akan merasa tidak nyaman saja, bukan sakit.

Baca Juga: 13 Manfaat Melon untuk Ibu Hamil, Bantu Perkembangan Kognitif Janin!

Tanda Komplikasi Perut Kram saat Hamil

Perut Kram
Foto: Perut Kram (Tribun)

Namun jika Moms mengalami perut kram saat hamil yang lebih parah dan menyakitkan, bisa jadi disebabkan oleh beberapa kondisi serius.

Seperti infeksi saluran kemih (ISK), pre-eklampsia, suatu kondisi yang menyebabkan tekanan darah tinggi selama kehamilan.

Serta solusio plasenta, suatu kondisi yang terjadi ketika plasenta Moms terpisah dari rahim terlalu dini.

Moms juga perlu segera memeriksakan diri ke dokter, jika perut kram saat hamil disertai dengan beberapa kondisi berikut ini:

  • Mengalami sakit yang amat parah

Jika perut Moms terasa lunak saat menyentuhnya, atau mengalami pendarahan dari vagina. Ini bisa menjadi tanda-tanda adanya masalah dengan plasenta..

  • Jika usia kehamilan kurang dari 37 minggu dan Moms merasakan semburan cairan

Ini bisa menjadi tanda bahwa air ketuban telah pecah sebelum waktunya (ketuban pecah dini).

  • Mengalami kontraksi berkala yang tidak hilang atau semakin kuat

Hal ini karena arena bisa menjadi tanda persalinan prematur.

Kontraksi mungkin atau bisa juga tidak disertai dengan kebocoran cairan vagina atau darah atau penurunan pergerakan janin.

Jadi sebaiknya periksakan diri ke dokter, Moms.

Mengatasi Perut Kram saat Hamil

Periksa ke Dokter
Foto: Periksa ke Dokter (https://www.stormontvail.org/blog/pregnant-after-35/)

"Cara untuk mengatasi perut kram saat hamil dapat dengan menghentikan aktivitas sementara dan beristirahat," tambah dr. Merwin.

Minum air yang cukup, menarik napas dalam, dan kompres area kram dengan air hangat juga diperlukan.

Ada beberapa hal yang dapat Moms lakukan untuk membantu mengatasi perut kram saat hamil 3 bulan ke atas, diantaranya:

1. Cobalah Langsung Duduk atau Berbaring

Cara mengatasi perut kram saat hamil yang paling mudah, yaitu dengan cara langsung duduk atau berbaring.

Moms sebaiknya hindari melakukan gerakan secara tiba-tiba yang berlebihan.

Pastikan juga untuk mengurangi aktivitas yang berat karena akan memperparah kondisi tersebut. 

Jika Moms mengalami kondisi ini pada trimester akhir kehamilan, cobalah cara mengatasi perut kram saat hamil dengan berbaring agar dapat mengurangi rasa nyeri yang muncul.

Jika rasa nyeri muncul di bagian kiri perut, cobalah berbaring ke arah kanan atau sebaliknya. 

2. Minum Air Putih yang Cukup

Minum air putih yang cukup juga termasuk cara mengatasi perut kram saat hamil pada ibu hamil yang mudah dilakukan lho.

Ini karena ibu hamil yang mengalami dehidrasi juga bisa berisiko mengalami rasa nyeri atau kram di beberapa bagian tubuh, khususnya perut. 

3. Hindari Konsumsi Makanan yang Mengandung Gas

Nah, cara mengatasi perut kram saat hamil yang satu ini bisa Moms lakukan jika penyebabnya adalah gas berlebih.

Jika kondisi tersebut muncul, sebaiknya Moms hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gas, seperti kacang-kacangan, kubis, minuman bersoda, dan lain sebagainya. 

Baca Juga: 8 Penyebab Kulkas Tidak Dingin dan Cara Mengatasinya, Mudah!

4. Perbanyak Makanan Bergizi Seimbang

Cara mengatasi perut kram saat hamil yang tak kalah penting yaitu memperbanyak konsumsi makanan bergizi seimbang.

Hal ini penting agar kesehatan saluran pencernaan Moms tetap terjaga. 

Seperti yang diketahui, sembelit atau konstipasi menjadi salah satu masalah pencernaan yang paling sering dialami oleh ibu hamil.

Oleh karena itu, Ibu perlu mencukupi asupan serat harian dengan tepat, tentunya harus diimbangi dengan nutrisi lainnya.

5. Mandi dengan Air Hangat

Cara mengatasi perut kram saat hamil selanjutnya yaitu mandi dengan air hangat.

Kondisi ini bisa Moms lakukan setelah melakukan hubungan intim bersama Dads.

Sebab, air hangat dapat membantu mengurangi rasa nyeri atau perut kram saat hamil.

6. Kompres Hangat

Selain mandi dengan air hangat, Moms juga bisa melakukan cara mengatasi perut kram saat hamil dengan menggunakan kompres hangat di bagian perut.

Kompres hangat juga bisa membantu mengurangi rasa nyeri yang muncul, lho.

Baca Juga: 12 Manfaat Masker Cokelat dan Cara Membuatnya di Rumah, Mudah!

Pastikan dokter memeriksa serviks untuk melihat apakah serviks telah membesar, yang bisa menjadi tanda persalinan dini.

Moms juga harus segera berkunjung ke dokter atau rumah sakit jika usia kehamilan Moms sudah lebih dari 37 minggu.

Kontraksi dapat terjadi berjarak 5 menit dan setiap kali terjadi, kram terasa semakin kuat.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470546
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6371947/
  • https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-complications/abdominal-pain-during-pregnancy/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6371947/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.