09 Juni 2020

6 Fakta Kehamilan Trimester Tiga, Jangan Kaget ya Moms!

Lonjakan hormon kehamilan berdampak pada kondisi kesehatan

Trimester ketiga dimulai pada minggu ke 28 hingga melahirkan. Kehamilan rata-rata berlangsung sekitar 40 minggu, namun jika Moms melahirkan sebelum 37 minggu, maka itu dianggap prematur.

Ada perasaan senang, telah melewati trimester pertama dan kedua dengan baik. Namun, pada trimester ketiga kehamilan juga dapat menjadi tantangan fisik dan emosional tersendiri bagi Moms.

Ukuran dan posisi bayi mungkin menyulitkan Moms untuk bergerak dengan nyaman. Ada pula perasaan tidak sabar menantikan kelahiran buah hati.

Fakta Kehamilan Trimester Tiga

Nah, pada trisemester ketiga ini, ada beberapa hal yang akan Moms alami. Apa saja fakta kehamilan trimester tiga? Yuk lihat di bawah ini!

Baca Juga: 4 Penyebab Ibu Hamil Sulit Tidur di Trimester Ketiga

1. Perubahan pada Payudara

payudara saat hamil 01
Foto: payudara saat hamil 01

Foto: timesofindia.indiatimes.com

Fakta kehamilan trimester tiga yang pertama adalah perubahan pada payudara. Hormon prolaktin merangsang payudara untuk bersiap-siap memproduksi ASI.

Hormon tersebut terus meningkat pada trimester ketiga, bahkan sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan awal kehamilan. Pada usia 32 minggu dan setelahnya, payudara Moms mungkin mengelurkan sedikit kolostrum.

2. Kram dan Kontraksi

Kenapa Kram Perut pada Masa Hamil? Simak Penjelasannya di Sini.jpg
Foto: Kenapa Kram Perut pada Masa Hamil? Simak Penjelasannya di Sini.jpg

Foto: avawomen.com

Fakta kehamilan trimester tiga yang selanjutnya adalah kram dan kontraksi. Kram cukup umum dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Mandi air hangat dapat menghilangkan rasa sakit akibat kram. Kenakan peyangga pada perut dapat membantu meringankan kram dan nyeri punggung.

Pada minggu-minggu terakhir kehamilan, Moms juga akan merasakan kontraksi Braxton Hicks atau kontraksi palsu yang tidak teratur, di mana otot-otot rahim mengencang dan berkontraksi hingga satu menit.

Menurut American Pregnancy Association, kontraksi Braxton Hicks dapat dimulai sedini trimester kedua. Namun, konraksi palsu ini paling sering dialami pada trimester ketiga. Ketika ini terjadi, otot-otot rahim mengencang sekitar 30 hingga 60 detik, dan kadang-kadang selama dua menit.

Seringkali, kontraksi pra-persalinan tersebut hilang jika Moms mandi air hangat atau menempelkan botol air panas yang dibungkus dengan handuk pada area yang sakit.

Braxton Hicks cenderung terjadi pada sore atau malam hari, setelah aktivitas fisik atau setelah berhubungan seks. Kontraksi ini juga cenderung lebih sering terjadi dan menjadi lebih sering saat Moms mendekati tanggal kelahiran.

3. Heartburn dan Refluks Asam

mengatasi heartburn saat hamil
Foto: mengatasi heartburn saat hamil

Foto: parents.com

Fakta kehamilan trimester tiga yang selanjutnya adalah heartburn dan refluks asam. Perut yang semakin membesar memberi tekanan pada sistem pencernaan dan kadar progesteron yang lebih tinggi dapat melemaskan saraf di bagian bawah kerongkongan sehingga menyebabkan asam lambung naik ke atas.

Sembelit (kadang-kadang disertai dengan wasir) dan diare bisa menjadi masalah yang tidak begitu menyenangkan pada akhir kehamilan. Penyebabnya, hormon, vitamin prenatal, dan tekanan dari perut yang semakin besar.

Baca Juga: Intip 3 Cara Mengatur Napas pada Trimester Ketiga Kehamilan Ini

4. Nyeri Punggung

Nyeri Punggung Saat Hamil.jpg
Foto: Nyeri Punggung Saat Hamil.jpg (Orami Photo Stocks)

Foto: parenting.com

Fakta kehamilan trimester tiga yang selanjutnya adalah nyeri punggung. Rasa sakit dan nyeri, seperti sakit punggung, sakit tulang rusuk atau pinggul, kram kaki dan carpal tunnel syndrom mungkin Moms rasakan pada trisemester ketiga ini.

Sakit punggung dikarenakan hormon kehamilan mengendurkan jaringan ikat yang menahan tulang pada tempatnya, khususnya di daerah panggul.

Guna meringankan nyeri punggung, saat duduk pilih kursi dengan dukungan punggung yang baik. Gunakan bantal pemanas atau kompres es ke daerah yang terasa nyeri. Lakukan olahraga teratur dan lakukan peregangan.

5. Pendarahan

penyebab pendarahan saat trimester pertama kehamilan hero
Foto: penyebab pendarahan saat trimester pertama kehamilan hero

Foto: healthline.com

Fakta kehamilan trimester tiga yang selanjutnya adalah pendarahan. Pendarahan dapat disebabkan oleh solusio plasenta (di mana plasenta sebagian terlepas dari dinding rahim), dalam kebanyakan kasus hal tersebut tidak menimbulkan bahaya bagi ibu atau bayi.

Pendarahan juga dapat disebabkan oleh plasenta previa (di mana plasenta sebagian atau seluruhnya menutupi serviks), yang dapat berisiko jika berlanjut ke trimester ketiga. Sebaiknya Moms berkonsultasi jika terjadi pendarahan vagina selama kehamilan ke penyedia layanan kesehatan.

6. Hormon Kehamilan dan Keputihan

keputihan-saat-hamil.jpg
Foto: keputihan-saat-hamil.jpg

Foto: eco-business.com

Fakta kehamilan trimester tiga yang selanjutnya adalah hormon kehamilan dan keputihan. Hormon estrogen dan progesteron melonjak pada usia kehamilan sekitar 32 minggu. Estrogen berdampak pada pergelangan kaki bengkak karena secara tidak langsung mempengaruhi bagaimana tubuh mempertahankan cairan.

Namun, jika bengkak disertai dengan sakit kepala dan perubahan penglihatan, pergilah ke rumah sakit secepatnya dilakukan pengecekan apakah terjadi preeklamsia atau tidak.

Lonjakan esterogen dan lebih banyak aliran darah ke panggul juga menyebabkan Moms mengalami keputihan. Moms juga memiliki lendir, yang menghalangi serviks, fungsinya mencegah bakteri memasuki rahim.

Jelang akhir kehamilan, saat serviks matang dan berubah, sumbatan lendir tersebut bergerak turun ke dalam vagina dan muncul sebagai lendir berwarna merah muda atau merah.

Baca Juga: Trik Menjaga Air Ketuban Trimester Ketiga Tetap Aman Hingga Akhir Kehamilan

Secara emosional, Moms juga cenderung lebih memikirkan bagaimana persalinan berlangsung. Seberapa sakit? Bagaimana mengatasinya? Nah, agar tidak terlalu khawatir cobalah ikut kelas persiapan persalinan. Selamat menanti kelahiran buah hati.

(SWN)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.