Scroll untuk melanjutkan membaca

TRIMESTER 3
07 Juni 2022

Mengulik ICP (Intrahepatic Cholestasis of Pregnancy), Masalah Hati pada Ibu Hamil

ICP menempatkan ibu hamil dan janinnya pada risiko komplikasi
Mengulik ICP (Intrahepatic Cholestasis of Pregnancy), Masalah Hati pada Ibu Hamil

ICP bisa menimbulkan komplikasi kehamilan. Itu sebabnya, pada kondisi ini biasanya dokter memutuskan untuk melakukan persalinan dini.

Memangnya, apa itu ICP dan bagaimana cara mengatasinya? Moms yang sedang hamil, perlu mengenali kondisi ini.

Untuk lebih jelas, simak ulasannya, yuk!

Apa Itu ICP?

5 Cara Mengatasi Gatal Perut Saat Hamil 6.jpg

Foto: 5 Cara Mengatasi Gatal Perut Saat Hamil 6.jpg (https://www.babycentre.co.uk/)

Foto: Orami Photo Stock

ICP adalah singkatan untuk intrahepatik cholestatis of pregnancy atau dikenal juga dengan sebutan kolestatis kehamilan.

ICP mengarah pada kondisi hati yang terjadi di akhir kehamilan yang dipicu oleh rasa gatal yang hebat tetapi tanpa ruam.

Rasa gatal biasanya terjadi di tangan dan kaki, tetapi bisa juga mempengaruhi bagian tubuh lainnya.

Kondisi ini membuat ibu hamil tidak nyaman, terlebih lagi dapat mengkhawatirkan karena berpotensi menyebabkan komplikasi bagi kesehatan ibu dan janin.

Karena risiko komplikasi kehamilan, biasanya dokter akan merekomendasikan persalinan dini.

Baca juga: Daun Singkong untuk Ibu Hamil, Amankah Dikonsumsi?

Tanda dan Gejala ICP

Penyebab Puting Payudara Gatal dan Kering 2.jpg

Foto: Penyebab Puting Payudara Gatal dan Kering 2.jpg (https://popmama.com/)

Foto: Orami Photo Stock

Rasa gatal parah dan terjadi terus-menerus adalah gejala utama dari ICP.

Sebagian besar wanita hamil merasakan gatal pada telapak tangan atau telapak kaki, tapi beberapa wanita merasakan gatal di mana-mana.

Rasa gatal seringkali lebih buruk di malam hari dan mungkin sangat mengganggu sehingga membuat ibu hamil tidak bisa tidur (insomnia).

Rasa gatal paling sering terjadi selama trimester ketiga kehamilan tetapi terkadang dimulai lebih awal.

Mungkin terasa lebih buruk saat waktu persalinan semakin dekat. Namun, begitu bayi lahir, rasa gatal biasanya hilang dalam beberapa hari.

Tanda dan gejala kolestasis kehamilan lainnya yang kurang umum, di antaranya:

Jika Moms mengalami gejala yang disebutkan di atas saat hamil dan cukup mengganggu aktivitas harian, segera periksa ke dokter.

Baca juga: Prolacta For Mother (Suplemen Ibu Hamil): Kandungan, Dosis, dan Efek Samping

Apa Penyebab ICP

Kenali Lebih Dalam Tentang Gejala, Pengobatan, dan Komplikasi Batu Empedu.jpg

Foto: Kenali Lebih Dalam Tentang Gejala, Pengobatan, dan Komplikasi Batu Empedu.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab ICP pada ibu hamil tidak diketahui secara pasti. Gen mungkin saja ikut berperan.

Terkadang, kondisi ini menurun dalam keluarga. Varian genetik tertentu juga telah diidentifikasi.

Hormon kehamilan juga mungkin terlibat. Sebab, mendekati waktu persalinan, hormon kehamilan akan mengalami peningkatan.

Dokter beranggapan kondisi ini dapat memperlambat aliran normal empedu, yakni cairan pencernaan yang dibuat di hati yang membantu sistem pencernaan dalam memecah lemak.

Alih-alih meninggalkan hati, empedu justru menumpuk di organ. Akibatnya, garam empedu akhirnya masuk ke aliran darah yang bisa membuat tubuh merasa gatal.

Berikut ini adalah berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko ICP:

Sekitar 60 - 70% wanita mengalami kekambuhan. Dalam kasus yang parah, risiko kekambuhan mungkin setinggi 90%.

Baca juga: Mengenal Hamil Gantung dan Penyebabnya, Sudah Tahu, Moms?

Komplikasi ICP pada Ibu Hamil

Inilah Fakta-Fakta Bayi Lahir Prematur yang Harus Moms Ketahui HERO.jpg

Foto: Inilah Fakta-Fakta Bayi Lahir Prematur yang Harus Moms Ketahui HERO.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Komplikasi dari ICP dapat terjadi pada ibu atau janin yang sedang berkembang.

Pada ibu, kondisi ini dapat mempengaruhi cara tubuh menyerap lemak untuk sementara.

Penyerapan lemak yang buruk dapat mengakibatkan penurunan kadar faktor-faktor yang bergantung pada vitamin K yang terlibat dengan pembekuan darah.

Akan tetapi, komplikasi ini jarang terjadi, dan masalah hati di masa depan jarang terjadi.

Pada bayi, komplikasi kolestasis kehamilan bisa parah. Komplikasi yang mungkin terjadi pada bayi, di antaranya:

  • Lahir terlalu dini (bayi prematur).
  • Masalah paru-paru karena menghirup mekonium, yakni zat lengket berwarna hijau yang biasanya terkumpul di usus bayi yang sedang berkembang tetapi dapat masuk ke dalam cairan ketuban jika seorang ibu menderita ICP.
  • Kematian bayi di akhir kehamilan sebelum melahirkan (lahir mati).

Karena komplikasi bisa sangat berbahaya bagi bayi, dokter mungkin mempertimbangkan untuk menginduksi persalinan sebelum tanggal persalinan.

Baca juga: Kenali Kehamilan Gemeli dan Komplikasi Apa Saja yang Bisa Menyertainya

Cara Mengobati ICP pada Ibu Hamil

4 Cara Meringankan Sakit Saat Persalinan 3.jpg

Foto: 4 Cara Meringankan Sakit Saat Persalinan 3.jpg (https://parent24.com/)

Foto: Orami Photo Stock

Untuk mendiagnosis kolestasis kehamilan, tim medis biasanya akan melakukan beberapa tindakan berikut:

  • Mengajukan pertanyaan tentang gejala dan riwayat kesehatan ibu hamil.
  • Pemeriksaan fisik.
  • Tes darah untuk memeriksa fungsi hati sekaligus mengukur tingkat garam empedu dalam darah

Jika diagnosis ICP ditegakkan, dokter dapat menentukan pengobatan yang tepat.

Tujuan pengobatan kolestasis kehamilan adalah untuk mengurangi rasa gatal dan mencegah komplikasi pada bayi.

1. Meringankan Rasa Gatal

Untuk menenangkan rasa gatal yang hebat, tim medis akan merekomendasikan pengobatan berikut:

  • Meresepkan obat resep yang disebut ursodiol (Actigall, Urso, Urso Forte) yang membantu menurunkan tingkat empedu dalam darah Anda.
  • Merekomendasikan untuk merendam area yang gatal dengan air dingin atau hangat.
  • Memberikan obat gatal lain sebagai pendukung

2. Memantau Kesehatan Janin

ICP berpotensi menyebabkan komplikasi pada kehamilan. Tim medis dapat merekomendasikan pemantauan ketat terhadap janin.

Pemantauan dan pengobatan ICP mungkin meliputi:

Pengujian Non-stres

Selama tes non-stres, tim medis akan memeriksa detak jantung bayi, dan seberapa banyak detak jantungnya meningkat dengan aktivitas.

Profil Biofisik Janin (BPP)

Serangkaian tes ini membantu memantau kesehatan janin.

Ini memberikan informasi tentang gerakan janin, tonus otot, pernapasan dan jumlah cairan ketuban.

Sementara hasil tes nonstress atau BPP dapat meyakinkan, keduanya tidak dapat benar-benar memprediksi risiko kelahiran prematur atau komplikasi lain yang terkait dengan ICP.

Induksi Awal Persalinan

Bahkan jika tes sebelum melahirkan tampak normal, tim medis mungkin menyarankan menginduksi persalinan sebelum tanggal persalinan guna menurukan risiko bayi mati.

  • https://www.nhs.uk/pregnancy/related-conditions/complications/itching-and-intrahepatic-cholestasis/
  • https://medlineplus.gov/genetics/condition/intrahepatic-cholestasis-of-pregnancy/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cholestasis-of-pregnancy/symptoms-causes/syc-20363257