Program Hamil

16 Februari 2021

Serba-serbi Darah Implantasi, Flek di Awal Kehamilan

Tidak semua wanita merasakan tanda-tandanya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Adeline Wahyu

Ketika sedang berusaha untuk hamil, dua minggu antara masa ovulasi dan tes kehamilan di rumah yang menunjukkan positif, Moms tentu akan sangat bahagia. Akhirnya, hal yang selama ini ditunggu-tunggu tiba juga.

Tapi, bagaimana jika ternyata tidak lama setelah dinyatakan positif hamil, Moms mengalami pendarahan? Apakah kehamilan Moms normal dan sehat? Pendarahan apa yang baru saja Moms alami?

Moms tentu khawatir, apalagi jika ini adalah kehamilan pertama.

Moms, ternyata, pendarahan yang terjadi di awal kehamilan disebut dengan darah implantasi. Kondisi ini terjadi ketika embrio mulai melekat di rahim.

Baca Juga: Pendarahan Implantasi di Awal Kehamilan, Berbahayakan?

Dilansir dari American Pregnancy Association, gerakan telur ini dapat menyebabkan pendarahan ringan atau bercak, yang sepenuhnya normal dan tidak memerlukan perhatian medis apa pun.

Agar tidak penasaran lagi tentang pendarahan implantasi, yuk simak ulasannya di bawah ini.

Mengenal Darah Implantasi

darah implantasi

Foto: Orami Photo Stock

"Darah implantasi adalah perdarahan ringan yang keluar melalui vagina yang dapat terjadi pada beberapa wanita hamil sekitar 7-14 hari setelah terjadi konsepsi atau pembuahan," jelas dr. Zeissa Rectifa Wismayanti, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Biasanya perdarahan ini berhenti dalam 1-2 hari. Hal ini tidak berbahaya dan tidak membutuhkan pengobatan.

Hal ini ditandai dengan bercak darah berwarna merah muda atau cokelat yang tampak samar-samar. Hal ini terjadi karena embrio menempel di dinding rahim dan tidak mengganggu perkembangan embrio.

Baca Juga: Proses IVF dengan Embrio Beku, Bikin Ibu dan Bayi Lebih Sehat?

Darah implantasi itu normal, namun apabila warna darahnya lebih gelap dan semakin lama semakin deras, disertai kram perut dan mulas yang tidak kunjung hilang, bisa jadi merupakan tanda-tanda ancaman keguguran.

Sebaiknya segera ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Pendarahan implantasi ringan, berhenti dengan sendirinya dan tidak memerlukan perawatan khusus. Namun jika Moms khawatir, coba cek beberapa informasi di bawah ini yuk, Moms.

Darah Implantasi Terjadi di Antara Periode Menstruasi

perdarahan implantasi

Foto: pixabay.com

Implantasi sel telur yang telah dibuahi biasanya terjadi sekitar 6 hingga 10 hari setelah terjadinya pembuahan.

Kehamilan dapat terjadi jika embrio berhasil menempel ke dalam lapisan rahim, yang sudah semakin tebal sebagai tempat yang layak untuk berkembangnya embrio hingga menjadi janin.

Ketika implantasi berhasil, tubuh akan melepaskan hormon yang disebut human chorionic gonadotropin (hCG), yang menghasilkan perubahan dalam tubuh untuk mendukung kehamilan yang sehat.

Hormon inilah yang menyebabkan tes kehamilan menunjukkan hasil yang positif.

Darah implantasi terjadi ketika embrio ditanamkan di lapisan rahim, ia dapat mengganggu pembuluh darah kecil di tempat ia bersembunyi.

Ini tidak akan menimbulkan masalah besar, tetapi beberapa wanita akan mengalami pendarahan ringan, dari keputihan berwarna merah muda atau merah hingga kecoklatan.

Hal yang biasa disebut darah implantasi ini mungkin akan terjadi lebih awal (biasanya sekitar 7 hingga 10 hari setelah pembuahan).

Tanda dan Gejala Darah Implantasi

tanda dan gejala darah implantasi

Foto: Orami Photo Stock

Darah implantasi dianggap sebagai salah satu gejala awal kehamilan atau salah satu tanda pertama yang mudah diidentifikasi untuk terjadi pada seorang ibu.

Biasanya, hal ini dimulai sekitar beberapa hari sebelum siklus menstruasi terjadi.

Namun, karena darah implantasi terjadi pada waktu yang sama dengan menstruasi, banyak wanita sulit membedakan apakah ini kemungkinan kehamilan atau menstruasi biasa saja.

Baca Juga: Catat, Begini Cara Membedakan Kram Perut Menstruasi dengan Tanda Awal Kehamilan

Ada beberapa tanda yang bisa menunjukkan terjadi darah implantasi pada Moms, yaitu:

Membedakan Darah Implantasi dan Menstruasi

periode menstruasi

Foto: Orami Photo Stock

Karena darah implantasi adalah gejala yang sering terjadi sebelum kita melakukan tes positif pada tes kehamilan, mungkin sulit untuk mengetahui apakah pendarahan ringan merupakan tanda awal kehamilan atau hanya bercak normal menjelang menstruasi.

Sayangnya, tidak ada cara konklusif untuk mengetahuinya.

Cara terbaik untuk mengetahui apakah Moms hamil atau tidak adalah menunggu beberapa hari lagi dan mengikuti tes kehamilan.

Waktu Moms melakukan hubungan seks yang terakhir mungkin juga membantu kita untuk mengetahuinya: Jika sudah lebih dari dua minggu, kecil kemungkinan setiap bercak yang dialami adalah darah implantasi.

Banyak wanita mengatakan bahwa darah implantasi berbeda dari darah menstruasi.

Jika Moms masih bingung, beberapa ciri di bawah ini mungkin bisa membantu.

1. Warna Darah

Baik berat ataupun ringan, kita para wanita pasti akrab dengan warna darah menstruasi sendiri (biasanya merah terang ke gelap).

Namun, darah implantasi biasanya berwarna merah muda terang hingga coklat tua (warna karat).

2. Gumpalan Darah

Beberapa wanita mengalami banyak pembekuan atau gumpalan darah selama menstruasi mereka, sementara beberapa tidak memilikinya.

Namun, darah implantasi seharusnya tidak menyebabkan gumpalan darah.

3. Jumlah Darah

Untuk menampung darah dari menstruasi, biasanya banyak wanita akan menggunakan pembalut dan tampon selama periode itu terjadi, tetapi berbeda dengan darah implantasi.

Pendarahan implantasi biasanya hanya bercak atau merupakan aliran yang ringan.

Biasanya, darah implantasi hanya keluar sedikit berwarna merah muda atau coklat ketika seorang wanita menyeka.

Darah ini biasa diatasi hanya dengan memakai pantyliner. Ini bisa berupa aliran yang intermiten atau lebih konstan.

Baca Juga: Siklus Menstruasi Normal atau Tidak? Cek dengan Ini!

Berapa Lama Darah Implantasi Terjadi?

lamanya perdarahan implantasi terjadi

Foto: motherandbaby.co.uk

Tidak seperti periode menstruasi biasa, Dr. Linda Burke-Galloway, Dokter Kebidanan dan Kandungan di Weill Cornell Medicine di New York, mengatakan bahwa darah implantasi berlangsung sangat singkat, biasanya berlangsung tidak lebih dari 24 hingga 48 jam.

Ini adalah jumlah waktu yang dibutuhkan untuk telur yang telah dibuahi untuk ditanamkan ke dalam lapisan rahim.

Dr. Ross menjelaskan bahwa timeline adalah sebagai berikut:

  • Hari 1: hari pertama periode menstruasi.
  • Hari 14 hingga 16: terjadi ovulasi.
  • Hari 18 hingga 20: terjadi pembuahan.
  • Hari 24 hingga 26: implantasi terjadi dan pendarahan implantasi terjadi sekitar 2 hingga 7 hari.

Baca Juga: Bolehkah Pijat Saat Sedang Menstruasi? Kenali 4 Manfaatnya!

Bentuk Darah Implantasi

darah implantasi

Foto: nytimes.com

Seperti yang sudah disebutkan, pendarahan menstruasi biasanya berlangsung selama tiga sampai lima hari, mulai lebih berat dan kemudian lebih ringan.

Darah implantasi biasanya berwarna coklat tua atau hitam, yang berarti itu adalah darah yang lebih tua, meskipun kadang-kadang bisa berwarna lebih terang juga.

Aliran darahnya juga tidak berat dan deras. Moms mungkin melihat beberapa bercak dan tetes dalam jumlah yang sedikit lebih besar.

Mungkin sulit bagi Moms untuk mengetahui perbedaan antara darah implantasi dan menstruasi teratur karena gejalanya cukup mirip sehingga agak sulit dibedakan.

Hal yang Perlu Dikhawatirkan dari Darah Implantasi

bahaya perdarahan implantasi

Foto: verywellhealth.com

Karena berpikir darah implantasi berlangsung tidak terlalu lama, Moms mungkin berpikir tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Namun sebenarnya, semua pendarahan yang terjadi selama kehamilan dianggap tidak normal. Dokter menganggapnya sangat serius dan meminta para ibu hamil untuk segera berkonsultasi.

Meskipun tidak semua perdarahan adalah keadaan darurat atau pertanda komplikasi, dokter mungkin ingin melakukan tes, seperti USG vagina, untuk mencari tahu penyebabnya.

Baca Juga: Pendarahan Implantasi di Awal Kehamilan, Berbahayakan?

Menurut Dr. Burke-Galloway, darah berwarna merah cerah berarti Moms mengalami perdarahan aktif, terutama jika Moms mengeluarkan gumpalan darah dan kesakitan.

Ini bisa menjadi tanda keguguran atau kehamilan ektopik dan membutuhkan tindakan medis segera.

"Jika pendarahan terjadi di tengah malam dan terlihat agak berat, harus segera memanggil dokter untuk berbicara dengan dokter untuk mendapatkan tindakan khusus," kata Dr. Joshua Hurwitz, dokter kandungan dan ahli endokrinologi reproduksi di Reproductive Medicine.

Selain itu menurut jurnal Epidemiology and Health, setiap ibu hamil memiliki peluang 15 hingga 20 persen untuk mengalami keguguran.

Ketika pendarahan mulai terlihat seperti periode berat dengan gumpalan darah dan kram seperti menstruasi yang amat sangat parah, maka sudah saatnya Moms khawatir mengalami keguguran.

Baca Juga: Apa Perbedaan Sakit Pinggang saat Haid dan Hamil?

Jika pendarahan dan kram berat dikaitkan dengan kelelahan atau pusing, penting untuk menghubungi tenaga medis untuk melakukan USG panggul, tes jumlah darah, dan beta HCG (human chorionic gonadotropin) untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang darah implantasi. Jadi, jangan panik dulu ya Moms.

Produk Rekomendasi

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait