05 Mei 2018

Waspadai Bahaya Hemofilia pada Ibu Hamil

Hati-hati, penyakit genetik ini bisa diwariskan ke anak

Ibu hamil perlu waspada akan bahaya hemofilia. Sebab, jika seorang wanita adalah pembawa gen hemofilia atau menderita kondisi tersebut, kemungkinan dia akan melahirkan bayi dengan kondisi sama. Tetapi, perencanaan dan tindakan pencegahan yang tepat dapat membantu ibu hamil hemofilia mencegah berbagai masalah akibat bahaya hemofilia pada kehamilan.

Apa Itu Hemofilia?

Hemofilia adalah sejenis kelainan langka di mana darah tidak menggumpal secara normal karena kekurangan protein untuk membantu faktor pembekuan darah. Ibu hamil yang mengidap hemofilia mungkin akan mengalami perdarahan lebih lama setelah cedera.

Ketika berdarah, tubuh biasanya mengumpulkan sel darah untuk membentuk bekuan darah yang dapat menghentikan pendarahan. Proses pembekuan didorong oleh partikel darah tertentu (trombosit dan protein plasma). Hemofilia terjadi bila Moms kekurangan salah satu faktor pembekuan tersebut.

Gejala Hemofilia

Tanda dan gejala perdarahan spontan pada hemofilia meliputi:

  • Perdarahan yang tidak lazim dan lebih lama setelah cedera, suntik/vaksinasi, operasi, atau perawatan gigi
  • Persendian mendadak nyeri, bengkak, dan hangat, seperti pada lutut, siku, pinggul, bahu, lengan. dan kaki
  • Mengalami memar di beberapa bagian tubuh
  • Darah dalam urin atau tinja
  • Mimisan tanpa diketahui penyebabnya
  • Sakit kepala berkepanjangan
  • Sering mual muntah
  • Kelelahan ekstrem
  • Sakit leher
  • Penglihatan ganda (diplopia)

 

Apakah Penyebab Hemofilia?

Hemofilia adalah kelainan bawaan atau cacat genetik. Namun, sekitar 30 persen penderita hemofilia tidak memiliki riwayat kelainan keluarga. Pada orang-orang ini, hemofilia disebabkan oleh perubahan genetik (mutasi spontan). Meskipun hemofilia belum ada obatnya, dengan perawatan dan perawatan diri yang tepat, kebanyakan penderita hemofilia dapat mempertahankan gaya hidup aktif dan produktif.

Ketua Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) yang juga HematoOnkolog Anak, Prof. dr. Djajadiman Gatot, SpA(K) menjelaskan, karena hemofilia tidak bisa disembuhkan, pengobatan hemofilia harus dilakukan seumur hidup. Karena itu, dibutuhkan dukungan dari keluarga agar pasien tetap bersemangat menjalani pengobatan.

Perawatan Hemofilia secara Mandiri

Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan sendiri di rumah apabila Moms menderita hemofilia:

  • Konsultasi dengan dokter. Bila perlu, kunjungi dokter ahli genetik. Mulailah persiapan dengan membicarakan pro dan kontra apabila hamil dengan gangguan pendarahan seperti hemofilia.
  • Lakukan tes screening yang diperlukan. Jika Moms mempertimbangkan apakah akan melanjutkan atau menghentikan kehamilan, maka Moms bisa meminta dokter melakukan tes screening pada masa awal kehamilan.
  • Dapatkan vaksinasi tepat waktu. Bicaralah dengan dokter untuk mengetahui apakah Moms memerlukan vaksinasi selama kehamilan agar persalinan tetap lancar.
  • Merencanakan kelahiran alami. Sebisa mungkin cobalah dan rencanakan persalinan normal. Persalinan dengan episiotomi dan operasi caesar dapat menyebabkan komplikasi kehamilan dan menyebabkan perdarahan pada ibu hamil serta berpotensi melukai bayi selama proses persalinan.
  • Lakukan tes pada bayi setelah lahir. Penting untuk mengetahui apakah bayi menderita hemofilia sehingga perawatan khusus dapat segera diberikan untuk mencegah komplikasi perdarahan.
  • Berolahraga secara teratur. Olahraga ringan dapat membentuk otot dan melindungi sendi. Hindari olahraga berat yang terlalu berlebihan agar tidak menimbulkan cedera sendi.
  • Jaga kebersihan gigi dengan baik. Tujuannya adalah mencegah cabut gigi yang bisa menyebabkan pendarahan berlebihan.
  • Hindari cedera. Jauhi furnitur tajam atau hindari aktivitas yang dapat menimbulkan cedera.

Meskipun cacat genetik seperti hemofilia tidak dapat dicegah, langkah-langkah di atas, akan membantu Moms lebih siap menghadapi konsekuensinya.

Bagaimana cara Moms mengatasi bahaya hemofilia pada kehamilan?

(ROS)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.