07 Juli 2018

Ini Alasan Ibu Hamil Dilarang Menyetir Mobil atau Motor dan Risikonya

Sebelum terjadi risiko pada janin dan calon ibu, pahami hal berikut

Saat sedang di perjalanan, terkadang kita melihat ibu hamil yang sedang dibonceng di motor. Namun, tak sedikit pula ibu hamil yang masih mengendarai motor atau mobil sendiri.

Tapi, sebenarnya pasti sering timbul pertanyaan dan rasa khawatir soal kondisi ibu hamil saat menyetir. Apakah aman dilakukan mengingat kondisi tubuhnya tak sama dengan perempuan yang tak hamil?

Meskipun kondisi tubuh ibu hamil sehat, tak ada komplikasi, dan boleh-boleh saja menyetir, tapi ingat Moms, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dari sisi kesehatan, yaitu: 

1. Usia kehamilan

Di trimester awal, umumnya bumil mengalami berbagai gejala akibat kehamilan, misalnya mual muntah atau pusing.

Ini dapat memengaruhi daya konsentrasi dan fokus ketika berkendara. Kemudian, di trimester akhir, perut sudah sangat besar sehingga tak nyaman bila berada dibalik kemudi kendaraan.

2. Kondisi kehamilan

Selain gejala kehamilan yang muncul di trimester awal dan akhir, Moms juga perlu mempertimbangkan kondisi kehamilan. Bila Moms merasa lelah atau kurang fit, sebaiknya tidak menyetir.

Baca Juga : Tangan Sering Kram Saat Mengendarai Motor? Ternyata Ini Penyebabnya!

3. Jarak dan waktu perjalanan yang ditempuh

Sebaiknya Moms menghindari menyetir untuk jarak jauh atau waktu yang lama agar tak kelelahan. Selain itu, duduk di jok mobil dalam waktu lama juga membuat sirkulasi darah tak lancar dan bisa muncul nyeri pada punggung.

Di sisi lain, kehamilan membuat Moms sering berkemih. Bila menempuh perjalanan terlalu jauh, mungkin Moms harus berhenti beberapa kali untuk ke toilet. Hal ini tentu membuat Moms tak nyaman.

4. Tidak boleh sambil menelepon 

Hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah tidak menelpon sambil menyetir. Bukan bermaksud menakut-nakuti, tapi riset memang menyebutkan, kasus kecelakaan pada bumil cukup tinggi.

Satu dari 50 wanita yang menyetir saat hamil, mengalami kecelakaan. Riset yang dimuat dalam jurnal Canadian Medical Asociation Journal ini menjelaskan, banyak terjadi kecelakaan karena bumil tidak fokus dan mengeluhkan kondisi medis saat menyetir seperti merasa pusing dan insomnia.

Tidak bisa fokus juga bisa terjadi bila bumil bertelepon saat menyetir. Ya, menggunakan telpon saat berkendaraan menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas. 

Karena itu, pastikan saat Moms menyetir tidak sambil menelpon, menjaga jarak aman serta mematuhi peraturan lalu lintas.

5. Gunakan sabuk pengaman

Satu hal lagi, pakailah sabuk pengaman demi keselamatan Moms.

Bagaimana bila perut Moms sudah besar sehingga terasa sulit dan tak nyaman bila menggunakan sabuk pengaman? Cobalah posisikan sabuk di bawah atau atas perut Moms. Selalu kenakan dengan baik dan benar, ya.

Baca Juga : 4 Tips Berkendara Sepeda Motor bagi Wanita

Risiko Ibu Hamil Naik Motor

Lalu, bagaimana bila ibu hamil naik motor, entah itu mengemudi atau dibonceng?

Yuk, kita simak risiko apa saja yang mungkin dialami bumil bila naik motor:

1. Pengamanan kurang

Tak bisa dipungkiri, faktor pengamanan motor itu sangat minim, sebatas menggunakan helm. Tidak ada pengamanan bagi tubuh sehingga berisiko buat Moms dan janin bila terjadi sesuatu, misalnya terjatuh. Baik mengemudi maupun dibonceng, keduanya berisiko sama.

2. Keseimbangan kurang

Mengemudi motor butuh keterampilan keseimbangan yang mumpuni. Ada risiko bumil terjatuh dari motor bila keseimbangan kurang baik. Apalagi bumil yang notabene mengalami penambahan beban pada tubuhnya.

3. Risiko terguncang

Mau tak mau, ketika naik motor ada risiko terguncang karena jalanan rusak. Hal ini bisa saja berpengaruh pada kondisi rahim sehingga berisiko keguguran bila kehamilan masih trimester awal.

Perhatikan hal ini saat ibu hamil naik motor

Lalu, bagaimana bila terpaksa harus naik motor? Pada kondisi tertentu mungkin bumil mau tak mau menaiki motor. Bila hal itu terjadi, maka perhatikan ini Moms: 

1. Kecepatan motor

Pastikan kecepatan motor dalam kondisi relatif pelan. Berhati-hatilah dan tak usah mengebut atau terburu-buru. 

2. Perhatikan posisi duduk

Pastikan posisi duduk Moms nyaman. Hindari duduk dengan posisi menyamping bila dibonceng karena berpengaruh pada keseimbangan berkendara.

3. Hindari jalanan yang berlubang

Terkadang jalan yang akan dilalui tidak selalu mulus. Adakalanya jalan berlubang dan rusak. Agar tak menyebabkan guncangan keras, sebaiknya kendarai dengan perlahan ketika melewati jalan rusak itu.

Bila memungkinkan, hindari atau cari alternatif jalan yang lebih mulus.

(HIL)

Sumber: pregnancyandbaby.com, babycentre.co.uk

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.