12 Agustus 2022

3 Tips Aman Naik Motor Saat Hamil Muda, Bumil Wajib Tahu!

Moms dengan plasenta previa, bolehkah naik motor? Ini jawabannya!

Kalau kita perhatikan, sekarang ini banyak wanita yang memilih untuk bepergian menggunakan motor. Mengendarai motor memang praktis, karena bisa menghindari macet dan lebih cepat sampai ke tujuan. Namun, bagaimana dengan tips aman naik motor saat hamil muda.

Yuk, simak uraian di bawah ini.

Risiko Naik Motor Saat Hamil

hh
Foto: hh

Foto: Ibu hamil berpose dengan motor (pinterest.com)

Sebelum menuju tips aman naik motor saat hamil muda. Mungkin menjadi pertanyaan banyak orang, apa saja risiko naik motor saat hamil? Berikut di antaranya:

1. Kurang Aman

Ketika ibu hamil naik motor, perangkat keamanan yang tersedia adalah hanya helm. Alat ini hanya untuk melindungi bagian kepala untuk antisipasi bila terjadi kecelakaan atau terjatuh. Namun, bagaimana dengan tubuh Moms? Bagaimana pula dengan janin yang ada di kandungan?

Patut kita akui bahwa pengamanan di kendaraan motor sangatlah minim. Motor tidak dilengkapi atau tidak ada pengamanan bagi tubuh. Motor tidak memiliki sabuk pengaman atau kantung udara seperti mobil.

Tentunya, akan sangat berbahaya bagi ibu maupun janin, bila terjadi hal yang tak diinginkan ketika mengendarai motor. Risiko ibu hamil naik motor adalah terjatuh hingga terluka bisa terjadi pada ibu hamil, baik sebagai pengemudi maupun hanya dibonceng.

2. Kurang Keseimbangan

Mengemudikan motor butuh keterampilan menyeimbangkan dengan baik. Pasalnya, bila motor melaju kurang seimbang atau tidak stabil, berisiko besar untuk terjatuh. Nah, ibu hamil mengalami penambahan beban pada tubuhnya. Tentunya hal itu mempengaruhi kemampuan keseimbangan dan stabilitasnya.

Ibu hamil juga bisanya tidak seimbang saat berjalan, ketidakstabilan tersebut makin bertambah saat berkendara di motor. Maka sangat berisiko saat ibu hamil mengendarai motor dan tidak mampu menguasai keseimbangan tubuhnya.

Baca juga: Kenapa Ibu Hamil Tidak Dianjurkan Tidur Telentang?

3. Risiko Guncangan

Jalanan yang rusak atau sarana lalu lintas yang buruk tentu memengaruhi perjalanan seseorang ketika mengemudikan motor, begitupun bagi ibu hamil. Guncangan akan terjadi saat motor melintas di jalan yang rusak itu. Akibatnya, sangat berisiko bagi kondisi rahim.

Bila kehamilan masih dalam rentang trimester pertama, berisiko fatal yaitu menimbulkan keguguran. Selain melalui jalanan rusak, pengereman yang mendadak juga dapat menimbulkan guncangan yang keras.

Tips Aman Naik Motor Saat Hamil Muda

29da5320a5fc34c26a3e595cd1f03d6a
Foto: 29da5320a5fc34c26a3e595cd1f03d6a

Foto ilustrasi ibu hamil naik motor (Sumber: pinterest.com)

Pada situasi tertentu, ibu hamil mau tak mau harus mengendarai motor. Lalu, bagaimana caranya agar tetap aman naik motor? Berikut ini tips aman naik motor saat hamil muda.

1. Perhatikan Kecepatan Motor

Pastikan ibu hamil mengendarai motor dengan kecepatan rendah atau pelan-pelan. Tak perlu buru-buru dan mengebut. Dengan melaju pelan dan berhati-hati, bahaya yang mungkin terjadi bisa diantisipasi.

2. Perhatikan Posisi Duduk

Keselamatan berkendara motor setidaknya dipengaruhi oleh keamanan dan kenyamanan saat mengemudi. Karena itu, pastikan ibu hamil duduk dengan nyaman. Sebaiknya hindari posisi duduk menyamping bila hendak dibonceng. Pasalnya, keseimbangan motor bisa berkurang.

Baca juga: Menyetir Saat Hamil? Ini yang Perlu Moms Tahu

3. Hindari Jalan Berlubang

Hindari jalanan yang rusak berlubang karena bisa menimbulkan guncangan yang keras pada bagian perut Moms. Bila tak ada pilihan lain, lalui jalanan rusak itu dengan pelan dan hati-hati. Tentu akan lebih aman bila memilih jalan yang bagus dan mulus sebagai salah satu tips aman naik motor saat hamil muda.

Bolehkah Bumil dengan Plasenta Previa Naik Motor?

placenta-previa.jpg
Foto: placenta-previa.jpg (https://www.pampers.ca/en-ca/pregnancy/healthy-pregnancy/article/placenta-previa-what-is-it-and-what-to-do)

Foto: Jenis Plasenta Previa (Orami Photo Stock)

Sebenarnya ibu hamil naik motor boleh saja. Namun, disarankan setelah memasuki trimester kedua kehamilan. Hal tersebut juga perlu dilakukan dengan catatan, yaitu kondisi ibu hamil dan janin sehat serta terhindar dari risiko naik motor saat hamil.

Selain itu, ibu juga dinilai lebih nyaman dengan kondisi tubuh karena telah melewati masa morning sickness. Meski relatif aman, berikut ini beberapa kondisi kehamilan berisiko harus menghindari naik motor:

  • Ibu memiliki tubuh yang terasa lemas.
  • Ibu memiliki kondisi serviks yang lemah.
  • Ibu memiliki risiko tinggi melahirkan bayi prematur
  • Ibu memiliki letak plasenta terlalu rendah atau plasenta previa.
  • Ibu memiliki gangguan tulang belakang.
  • Ibu memiliki pengalaman pernah mengalami perdarahan.

Bahaya tersebut lantaran Plasenta previa adalah suatu kondisi di mana plasenta terletak sangat rendah di dalam rahim, menutupi sebagian atau seluruhnya serviks ibu dan dapat menghalangi keluarnya bayi dari rahim karena jalan lahir yang tertutup.

Menurut American Pregnancy Association, ibu hamil dengan plasenta previa memengaruhi sekitar 1 dari 200 Moms pada trimester ketiga kehamilan. Kondisi ibu hamil dengan plasenta previa biasanya menyebabkan pendarahan hebat sebelum atau selama persalinan.

Ibu hamil juga akan merasa takut naik sepeda motor saat melalui jalanan rusak, karena menimbulkan guncangan yang bisa saja berdampak buruk pada kehamilan. Meski demikian, ibu tidak perlu resah, ya. Jika tidak memiliki sejumlah kondisi kehamilan berisiko harus menghindari naik motor, ibu bisa tetap menaikinya.

Ibu tidak perlu khawatir berlebihan, karena di dalam kandungan, janin terlindung dengan baik oleh air ketuban yang menyelimutinya, serta adanya perlindungan dari otot rahim, perut, dan panggul. Jika memang memiliki kendaraan lain selain motor, ibu bisa menggunakannya guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Bolehkah Ibu Hamil Naik Motor Perjalanan Jauh Saat Hamil 1 Bulan?

risiko naik motor saat hamil hero banner magz (1510x849)
Foto: risiko naik motor saat hamil hero banner magz (1510x849)

Foto: Ibu hamil naik motor (Orami Photo Stock)

Setelah mengetahui tips aman naik motor saat hamil muda, Moms mungkin bertanya-tanya bolehkah naik motor perjalanan jauh saat hamil muda.

Pada awal kehamilan, mual, kelelahan, dan pusing dapat membuat Moms  lebih sulit berkonsentrasi saat mengemudi, atau menjaga keseimbangan.

Upaya fisik untuk menyeimbangkan diri Moms dengan kendaraan roda dua mungkin merupakan latihan yang baik, tetapi Moms mungkin menemukan bahwa perjalanan yang lebih pendek membuat Moms lelah, terutama ketika Moms sudah merasa lelah atau mual karena perubahan awal kehamilan di tubuh Moms.

Menurut Baby Center, Jika Moms tidak memiliki gejala awal kehamilan yang kuat, Moms mungkin baik-baik saja untuk melanjutkan perjalanan dengan kendaraan roda dua Moms. Namun, begitu benjolan bayi Moms mulai tumbuh, dokter Moms akan meminta Moms untuk menggunakan bentuk atau transportasi yang lebih stabil.

Saat benjolan bayi Moms mulai tumbuh, pusat gravitasi Moms bergeser untuk menyesuaikan bentuk baru Moms. Juga, persendian Moms rileks dalam persiapan untuk kelahiran, membuat Moms lebih canggung. Ini semua membuat lebih sulit untuk menyeimbangkan dan mengontrol sepeda motor atau skuter Moms.

Sebenarnya berisiko untuk bepergian dengan kendaraan roda dua ketika Moms memiliki baby bump yang besar, karena Moms bisa lebih mudah jatuh, terutama jika Moms duduk dengan kedua kaki di satu sisi. Inilah sebabnya mengapa dokter menyarankan untuk tidak bepergian dengan kendaraan roda dua pada pertengahan kehamilan dan seterusnya, bahkan jika Moms melanjutkan perjalanan di trimester pertama.

Moms tidak boleh mencoba bepergian dengan sepeda motor atau skuter saat Moms melahirkan. Itu akan membahayakan kesehatan Moms dan bayi Moms.

Baca Juga: Posisi Sujud untuk Plasenta Previa, Efektifkah?

Selama kehamilan, ada dua orang yang harus dipertimbangkan, bukan hanya satu yaitu ibu dan bayi. Dokter umumnya menyarankan Moms untuk mencoba menghindari segala jenis aktivitas berisiko tinggi karena beberapa yang berpotensi membahayakan Moms juga dapat membahayakan bayi. Dalam sebagian besar kasus, dokter biasanya menunjukkan bahwa bersepeda motor tidak bermanfaat bagi bayi. Potensi untuk jatuh dan menyebabkan cedera terlalu besar untuk diambil risikonya.

Meskipun beberapa wanita mengaku dapat bersepeda hingga trimester kedua dan ketiga tanpa masalah, satu kali terjun dari sepeda atau tertabrak kendaraan lain dapat dengan mudah menyebabkan trauma pada tubuh dan perut Anda, yang dapat melukai bayi, atau plasenta, atau menyebabkan persalinan prematur. Perlu diingat juga bahwa semakin jauh wanita hamil itu, semakin besar ancaman bagi bayinya jika terjadi kecelakaan.

Itu dia beberapa risiko naik motor saat hamil serta tips aman naik motor saat hamil muda. Selalu hati-hati dalam berkendara ya, Moms!

  • https://www.babycenter.in/x1028429/is-it-safe-to-travel-by-a-two-or-three-wheeler-during-pregnancy
  • https://www.babymed.com/safety/is-it-safe-to-ride-a-motorbike-during-pregnancy#
  • https://parenting.firstcry.com/articles/driving-two-wheeler-during-pregnancy-safety-and-precautions/
  • https://www.orami.co.id/magazine/plasenta-previa

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb