07 Januari 2022

Pendarahan Subkorionik saat Hamil: Gejala, Penyebab, Komplikasi, dan Pengobatan

Berbeda dengan flek saat kehamilan

Ada berbagai jenis pendarahan yang bisa terjadi saat kehamilan. Salah satunya yakni pendarahan subkorionik.

Pendarahan selama kehamilan bisa jadi mengkhawatirkan, tetapi tidak selalu merupakan tanda keguguran.

Namun, bagaimanapun secara teori, kehamilan seharusnya tidak menyebabkan pendarahan pada vagina.

Yuk, ketahui lebih lanjut serba-serbi dari pendarahan yang terjadi saat kehamilan.

Gejala Pendarahan Subkorionik

Perut hamil pendarahan subkorionik.jpg
Foto: Perut hamil pendarahan subkorionik.jpg (Tribun)

Foto: Orami Photo Stocks

Perdarahan subkorionik adalah akumulasi darah antara lapisan uterus dan korion (selaput janin luar di sebelah uterus).

Sumber pendarahan juga bisa terjadi di bawah plasenta itu sendiri. Sehingga, hal ini menyebabkan bercak atau perdarahan yang ringan.

Menurut March of Dimes, pendarahan subkorionik terjadi hampir pada sejumlah ibu hamil.

Moms, perdarahan saat hamil sulit diketahui karena tidak selalu menimbulkan gejala yang nyata.

Bercak atau perdarahan mungkin merupakan pertanda, sering kali dimulai pada trimester pertama.

Sejumlah gejala lain yang mungkin dirasakan yakni:

  • Ada bercak darah yang berkelanjutan
  • Ditemukan gumpalan darah
  • Kram perut saat pendarahan

Perlu diketahui, ini berbeda dengan kondisi darah flek saat kehamilan.

Pendarahan subkorionik biasanya terdeteksi selama USG rutin, tanpa ada gejala yang terlihat.

Baca Juga: 6 Tips Memilih Obgyn yang Tepat, Nomor 6 Sering Dilupakan!

Penyebab Pendarahan Subkorionik

penyebab pendarahan saat trimester pertama kehamilan hero
Foto: penyebab pendarahan saat trimester pertama kehamilan hero

Foto: Orami Photo Stock

Sebuah penelitian dari Obstetrics and Gynecology, melakukan studi terhadap hampir 64.000 ibu hamil.

Studi tersebut menemukan bahwa 1,7% ibu hamil mengalami pendarahan subkorionik.

Lalu, apa penyebab pendarahan yang menyerang ibu hamil ini? Berikut ulasannya.

1. Plasenta Terlepas

Penyebab pendarahan subkorionik saat hamil tidak sepenuhnya dipahami.

Diperkirakan bahwa dalam beberapa kasus, perdarahan dapat terjadi ketika plasenta atau organ yang terbentuk selama kehamilan terlepas.

Biasanya, organ-organ ini untuk mengalirkan oksigen dan nutrisi bagi janin yang berkembang.

Ketika sebagian atau sepenuhnya lepas, ini membuat pendarahan terjadi saat hamil.

2. Masalah Implantasi Sel Telur

Kemungkinan lain penyebab pendarahan subkorionik saat hamil adalah adanya masalah pada implantasi.

Ini adalah proses ketika sel telur yang telah dibuahi ditanamkan ke dinding rahim.

Apabila ia mengalami gangguaan, pendarahan dapat terjadi dan salah satu gejalanya yakni mengalami darah implantasi.

Seringnya, pendarahan ini terjadi masa awal kehamilan atau trimester pertama.

Baca Juga: Ternyata, Ini Waktu Berjemur yang Baik untuk Kesehatan, Sudah Tahu?

3. Trauma atau Kecelakaan

Terjatuh atau mengalami pukulan benda tumpul bisa menyebabkan pendarahan subkorionik.

Adanya luka pada bagian perut membuat pendarahan terjadi saat kehamilan.

Jika ini terjadi, segera datangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mengetahui kondisi janin lebih lanjut.

Terlambat dalam penanganan bisa memicu risiko komplikasi.

4. Preeklamsia Dini

Preeklamsia dini, merupakan komplikasi kehamilan serius. Ini ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kegagalan fungsi organ.

Dalam beberapa kasus, memicu pendarahan pada ibu hamil di trimester pertama.

Adapun gejala lain yang bisa dirasakan, meliputi:

  • Kelebihan protein dalam urin (proteinuria)
  • Gangguan ginjal
  • Sakit kepala parah
  • Gangguan penglihatan
  • Sakit perut bagian atas, biasanya di bawah tulang rusuk di sisi kanan
  • Mual atau muntah

Preeklamsia pada ibu hamil perlu perawatan khusus untuk mencegah risiko lahir kurang bulan atau prematur.

5. Program Bayi Tabung

Pendarahan subkorionik adalah kumpulan darah yang dapat dilihat melalui pemeriksaan USG tranvasginal.

Melansir dalam webmd.com, program bayi tabung atau in vitro fertilization bisa memicu flek saat program berlangsung.

Karenanya, tak heran wanita yang memulai program ini memicu pendarahan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Muncul Blackhead atau Komedo Hitam? Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya

Komplikasi Pendarahan Subkorionik

pendarahan saat hamil
Foto: pendarahan saat hamil (mom.com)

Foto: Orami Photo Stock

Sebagian besar pendarahan tidak berbahaya, tapi beberapa penelitian Proceedings in Obstetrics and Gynecology, telah menemukan hubungan dengan komplikasi tertentu.

Dalam kasus yang jarang terjadi, pendarahan saat kehamilan dapat menyebabkan sejumlah masalah, yaitu:

1. Plasenta Tak Berfungsi

Plasenta adalah salah satu organ penting untuk mengalirkan nutrisi pada janin.

Komplikasi dari pendarahan subkorionik adalah plasenta tertanggal dan tidak bisa menjalankan fungsinya.

Apabila 30% plasenta lepas, ini dapat menyebabkan perdarahan dalam jumlah besar.

Ini dapat memicu efek lain, di mana membran (kantung ketuban) berisiko pecah sebelum waktunya.

2. Kelahiran Prematur

Bayi yang lahir kurang bulan atau dikatakan prematur, dapat menjadi komplikasi dari pendarahan subkorionik.

Ini karena adanya beberapa organ pendukung kehamilan tak berfungsi dengan baik.

Umumnya, bayi prematur membutuhkan perawatan yang lebih khusus setelah dilahirkan.

3. Gangguan pada Perkembangan Janin

Risiko dari pendarahan saat hamil adalah abrupsio plasenta, atau lepasnya plasenta sebelum waktunya.

Pelepasan plasenta ini merupakan masalah yang serius.

Akibatnya, berisiko mempengaruhi kesehatan plasenta dan perkembangan janin.

Meskipun begitu, hal ini jarang terjadi pada ibu hamil.

Baca Juga: Benjolan di Bawah Telinga: Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasinya

4. Keguguran

Sebagian besar kasus perdarahan subkorionik saat hamil akan hilang dengan sendirinya.

Namun dalam kasus yang jarang terjadi, perdarahan ini dapat menyebabkan gangguan pada janin dan risiko keguguran.

Sehingga, penting bagi Moms yang mengalami pendarahan saat hamil memberitahu kepada dokter kandungan.

5. Peradangan dan Infeksi

Pendarahan dapat menyebabkan pembengkakan dan peradangan.

Sering kali peradangan dan pembengkakan menyebabkan iritasi pada organ dan jaringan yang berdekatan.

Sehingga, komplikasi dari pendarahan subkorionik ini tak bisa dianggap remeh dan perlu pengobatan segera.

Cara Mengobati Pendarahan Subkorionik

Pendarahan Bisa menjadi tanda kehamilan.jpeg
Foto: Pendarahan Bisa menjadi tanda kehamilan.jpeg (https://flo.health/menstrual-cycle/sex/sexual-health/sex-on-period)

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun begitu, ketahuilah bahwa perdarahan subkorionik bisa diatasi apabila penanganannya cepat dan tepat.

Moms akan mendapatkan kembali kekuatan tiap kali melihat detak jantung Si Kecil dalam kandungan.

Berikut beberapa cara dalam mengobati pendarahan saat kehamilan:

1. Obat Pengencer Darah

Dalam kasus yang jarang terjadi, dokter dapat merekomendasikan pengencer darah untuk mengeluarkan darah yang tersumbat.

Jika kemungkinan keguguran tinggi, beberapa dokter akan menggunakan terapi estrogen dan progesteron untuk memperlambat atau mencegah perdarahan lebih lanjut.

2. Pencegahan Keguguran

Jika diagnosis perdarahan vagina dianggap subkorionik, maka dokter Moms kemungkinan akan memulai perawatan. Tak lain, ini untuk mencegah keguguran.

Salah satu cara yang dilakukan mungkin termasuk mengonsumsi obat yang mengandung progesteron atau dydrogesteron.

3. Hindari Kegiatan Berisiko

Jika pendarahan subkorionik terjadi, Moms mungkin juga disarankan untuk tak melakukan kegiatan yang berisiko.

Sejumlah kegiatan berisiko tersebut meliputi:

  • Hindari berdiri untuk waktu yang lama
  • Hindari seks atau berhubungan intim untuk sementara waktu
  • Hindari berolahraga berat

Wanita yang mengalami pendarahan saat hamil dianjurkan untuk beristirahat sepenuhnya.

Baca Juga: Kurang Darah Bikin Lemas dan Pusing, Cari Tahu Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya!

4. Konsultasi Dokter Kandungan

Sebagian besar waktu, kondisi ini tidak berbahaya dengan perawatan dan perawatan medis yang tepat.

Sehingga, cobalah untuk tidak khawatir dan pastikan untuk memberi tahu dokter kandungan atau bidan tentang perdarahan yang Moms alami.

Itulah serba-serbi dari pendrahan saat kehamilan.

Normal dan umum untuk khawatir ketika Moms melihat pendarahan pada vagina atau bercak selama kehamilan.

Terlepas itu, sebagian besar pendarahan subkorionik saat hamil akan sembuh dengan sendirinya, Moms.

  • https://www.marchofdimes.org/complications/bleeding-and-spotting-from-the-vagina-during-pregnancy.aspx
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20664390
  • https://ir.uiowa.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1137&context=pog

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.