19 Juli 2024

Arti Warna Air Ketuban dan Tanda Kebocoran, Bumil Waspada!

Warna air ketuban biasa tergantung kondisi kehamilan

Ketika sedang hamil, memantau warna air ketuban sangat penting karena bisa memberikan petunjuk mengenai kesehatan janin dan kondisi ibu.

Meski normalnya berwarna bening kekuningan, air ketuban bisa berubah warna tergantung pada kondisinya.

Berikut penjelasan tentang arti warna air ketuban dan cara mencegah kebocorannya.

Baca Juga: 5 Perbedaan Air Ketuban dan Keputihan, Perhatikan Moms!

Arti Warna Air Ketuban

Ilustrasi Arti Warna Air Ketuban
Foto: Ilustrasi Arti Warna Air Ketuban (healthline.com)

1. Warna Bening Kekuningan

Ini adalah warna normal air ketuban yang menandakan kesehatan janin yang baik.

2. Warna Kuning Jingga

Warna ini bisa menunjukkan adanya ketidakcocokan darah antara ibu dan bayi. Kondisi ini perlu segera ditangani oleh tenaga medis.

3. Warna Cokelat

Air ketuban berwarna cokelat dapat menunjukkan adanya perdarahan dalam rahim. Perdarahan ini perlu segera ditangani untuk menghindari komplikasi lebih lanjut.

4. Warna Hijau Tua

Ini adalah tanda adanya mekonium (feses pertama bayi) dalam air ketuban. Mekonium dalam air ketuban dapat menyebabkan komplikasi pernapasan pada bayi saat lahir.

5. Warna Merah Cokelat Tua

Warna ini menandakan adanya kondisi yang membahayakan seperti kematian janin. Jika warna air ketuban berubah menjadi merah cokelat tua, segera hubungi dokter.

Baca Juga: 5 Tanda Air Ketuban Rembes, Dampak dan Pencegahannya

Faktor Penyebab Air Ketuban Keruh

Tanda Kelebihan Air Ketuban dan Resikonya
Foto: Tanda Kelebihan Air Ketuban dan Resikonya (https://www.smartparents.sg/)

1. Infeksi

Infeksi pada ibu atau janin dapat menyebabkan perubahan warna dan kekeruhan pada air ketuban. Infeksi ini bisa berasal dari bakteri atau virus yang mengganggu keseimbangan dalam rahim.

2. Mekonium

Mekonium adalah tinja pertama yang dihasilkan oleh bayi di dalam rahim. Jika bayi mengeluarkan mekonium ke dalam air ketuban sebelum kelahiran, air ketuban bisa menjadi keruh atau berwarna hijau.

3. Usia Kehamilan yang Terlalu Lama

Pada kehamilan dengan usia kandungan yang sudah terlalu lama, air ketuban mungkin mengandung lebih banyak sel kulit dan bahan-bahan lain yang membuatnya tampak keruh.

Baca Juga: 4 Ciri-ciri Air Ketuban Berkurang Menurut Dokter Spesialis!

Pentingnya Memantau Warna Air Ketuban

Arti Warna Air Ketuban (Orami Photo Stock)
Foto: Arti Warna Air Ketuban (Orami Photo Stock)

Memantau warna air ketuban selama kehamilan sangat penting karena memberikan petunjuk tentang kesehatan janin dan kondisi ibu. Berikut beberapa alasan pentingnya memantau warna air ketuban:

1. Indikator Kesehatan Janin

Warna air ketuban yang normal menandakan kesehatan janin yang baik. Perubahan warna air ketuban bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan pada janin.

2. Deteksi Dini Masalah Kesehatan

Perubahan warna air ketuban yang abnormal bisa menjadi tanda awal adanya masalah kesehatan pada janin. Dengan memantau warna air ketuban, dokter dapat mendeteksi masalah tersebut lebih awal.

3. Pemantauan Kesehatan Ibu

Warna air ketuban juga bisa memberikan petunjuk tentang kesehatan ibu.

Beberapa kondisi kesehatan ibu seperti diabetes gestasional atau preeklampsia dapat memengaruhi warna air ketuban.

Baca Juga: 8 Fungsi Amnion (Air Ketuban) untuk Pertumbuhan Janin

Bahaya Jika Warna Air Ketuban Berubah Keruh

Warna Air Ketuban
Foto: Warna Air Ketuban (Babyabout.net)

Air ketuban yang keruh dapat menandakan adanya masalah kesehatan yang perlu diperhatikan.

Salah satu bahaya adalah infeksi di dalam ketuban dan plasenta, seperti korioamnionitis, yang dapat menyebabkan infeksi lebih luas pada janin dan ibu.

Keberadaan mekonium dalam air ketuban juga bisa menimbulkan risiko sindrom aspirasi mekonium, yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan pada bayi.

Ciri-Ciri Air Ketuban Rembes

Air Ketuban Rembes
Foto: Air Ketuban Rembes (https://parenting.com/)

Moms perlu mengetahui ciri-ciri air ketuban rembes untuk bisa segera mengambil tindakan:

1. Cairan Berwarna Bening dan Meninggalkan Bekas di Pakaian

Air ketuban yang merembes biasanya berwarna bening atau kekuningan dan meninggalkan bercak putih pada pakaian.

2. Merasakan Ada Sesuatu yang Pecah di Rahim

Munculnya perasaan ada sesuatu yang pecah di rahim bisa menjadi tanda air ketuban merembes.

3. Adanya Tekanan Pada Bagian Bawah Perut

Tekanan pada bagian bawah perut yang disertai keluarnya cairan bisa menandakan air ketuban merembes.

4. Merasa Ingin Selalu Buang Air Kecil

Jika Moms selalu ingin buang air kecil, itu bisa menjadi tanda air ketuban merembes.

Baca Juga: Mengenal Polihidramnion atau Kondisi Air Ketuban Berlebihan

Risiko Air Ketuban Rembes

Air Ketuban Rembes
Foto: Air Ketuban Rembes (Howitworksdaily.com)

1. Trimester Awal

Pada trimester awal, air ketuban yang merembes bisa menyebabkan keguguran, cacat lahir, kelahiran prematur, hingga kematian saat melahirkan.

2. Trimester Akhir

Pada trimester akhir, kekurangan cairan ketuban bisa menyebabkan pertumbuhan janin melambat dan kesulitan mendapatkan oksigen. Hal ini bisa mempersulit proses persalinan.

Cara Mencegah Air Ketuban Rembes

Periksa Kehamilan
Foto: Periksa Kehamilan (Freepik.com/serhiibobyk)

1. Membersihkan Organ Genital dengan Tepat

Moms perlu membersihkan organ genital dengan benar untuk menghindari infeksi.

2. Menghindari Guncangan

Hindari guncangan dan hentikan sementara hubungan seksual untuk mengurangi risiko kebocoran air ketuban.

3. Pemeriksaan Kehamilan Rutin

Lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin dan jalani gaya hidup sehat untuk memastikan kondisi kehamilan tetap optimal.

4. Memeriksa Cairan yang Keluar dari Vagina

Perhatikan tekstur, bau, dan warna cairan yang keluar dari vagina untuk mendeteksi air ketuban yang rembes.

Dengan memahami arti warna air ketuban dan tanda kebocorannya, Moms bisa lebih waspada dan segera mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga kesehatan janin dan diri sendiri.

  • https://www.sutterhealth.org/health/labor-delivery/amniotic-fluid
  • https://www.marchofdimes.org/pregnancy/amniotic-fluid.aspx
  • https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.