Trimester 3

26 Mei 2021

Kenali Ciri, Dampak, dan Cara Mencegah Air Ketuban Rembes

Air ketuban rembes bisa menyebabkan komplikasi kehamilan.
placeholder

Foto: shutterstock.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Karla Farhana

Mendekati persalinan, ibu hamil menjadi lebih siaga pastinya. Begitu juga ketika air ketuban rembes, Moms pasti akan bertanya-tanya apakah ini tanda bahwa persalinan semakin dekat?

Jangan panik Moms, ada ciri-ciri air ketuban rembes yang perlu diketahui bagi ibu hamil. Ini tidak boleh diabaikan, karena akan berdampak bagi kehamilan dan juga kondisi si janin.

Ciri-ciri Air Ketuban Rembes

Air ketuban rembes atau bocor salah satu yang menandakan bayi hampir siap untuk dilahirkan. Tidak ada yang tahu pasti apa yang memicu reaksi air ketuban rembes.

Biasanya ini terjadi sekitar minggu ke-40 kehamilan, tetapi para ahli menunjukkan sejumlah faktor dan ciri-ciri yang bisa diketahui untuk langkah pertolongan pertama.

Apa saja ciri-ciri air ketuban rembes? Berikut gejalanya.

1. Tetesan Air Tidak Deras

3 Cara Mengatasi Air Ketuban Rembes Tinggi saat Hamil

Foto: Orami Photo Stocks

Saat air ketuban rembes, seorang ibu hamil mungkin merasakan semburan cairan ketuban, atau merasakan tetesan air secara perlahan.

Jumlahnya tergantung pada seberapa besar Moms mengalami robekan atau air ketuban rembes parah.

Jika kantung ketuban pecah di bawah kepala bayi, maka cairan telah menumpuk dan akan keluar.

Tapi jika air ketuban rembes terjadi lebih tinggi di dalam rahim, cairan harus menetes di antara kantung dan lapisan rahim, sehingga alirannya tidak akan terlalu deras.

2. Tidak Berbau dan Bening

Ciri-ciri air ketuban rembes bisa dilihat dari warnanya, Moms.

Mengutip March of Dimes, secara umum, cairan ketuban tidak berbau, meski beberapa wanita mendeteksi bau yang manis seperti air mani atau klorin.

Warnanya juga biasanya bening atau diwarnai merah muda dengan garis-garis darah.

Sehingga Moms perlu membedakan apakah cairan yang keluar itu bagian dari keputihan bening ataupun air ketuban rembes. Pasalnya, wanita juga mungkin mengalami peningkatan keputihan selama kehamilan.

Keputihan yang normal cenderung berbau ringan dan terlihat seperti susu.

Baca Juga: Pelajari Arti Warna Air Ketuban serta Tanda Kebocoran, Moms Wajib Tahu!

3. Tidak Terasa Nyeri

Air Ketuban Remes Saat Hamil, Pelajari di Sini!.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Beberapa wanita tidak merasakan apapun saat air ketuban rembes ataupun bocor. Karena biasanya ini tidak terasa nyeri atau sakit pada area perut.

Namun, jika air ketuban rembes menandakan persalinan, nyeri akibat kontraksi dapat terjadi.

Kontraksi juga dapat meningkat dalam frekuensi dan intensitas setelah air ketuban rembes.

4. Terjadi di Kehamilan Tua

Umumnya, air ketuban rembes akan terjadi saat persalinan semakin dekat. Cairan keluar dari vagina ini menjelang persalinan atau saat ciri-ciri persalinan sudah muncul pada saat usia kandungan sudah cukup bulan.

Normalnya, usia kandungan mendekati kelahiran, apabila sudah mencapai 37–40 minggu.

Moms juga perlu waspada jika air ketuban yang keluar dari vagina terbilang banyak dan terjadi terus-menerus.

Jika air ketuban rembes kurang dari 32 minggu dan berisiko melahirkan dalam beberapa hari ke depan, ibu hamil mungkin akan diberi magnesium sulfat untuk melindungi sistem saraf bayi.

Mengutip Mayo Clinic, dokter biasanya akan memberikan antibiotik untuk mencegah infeksi dan suntikan steroid untuk mempercepat kematangan paru-paru bayi.

Baca Juga: 3 Penyebab Pusar Ibu Hamil Sakit saat Trimester Kedua, Pernah Mengalaminya?

5. Perut Kencang

Pelajari Mengenai Air Ketuban Rembes Saat Hamil 3.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Ciri-ciri air ketuban rembes seterusnya adalah perut terasa kencang, serta adanya tekanan pada perut bagian bawah yang semakin lama semakin kencang.

Tekanan pada perut bagian bawah ini seringkali diikuti dengan munculnya cairan dalam vagina.

Moms akan merasakan seperti ada yang pecah, meski tidak disertai dengan kontraksi.

Ibu hamil biasanya akan merasakan seperti ada gelembung yang pecah. Kondisi ini merupakan pertanda air ketuban rembes dan tanda-tanda persalinan.

Dampak Air Ketuban Rembes Sebelum Waktunya

Pelajari Mengenai Bocor Air Ketuban Saat Hamil 2.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Dilansir dari Sutterhealth, pada trimester pertama dan kedua, air ketuban yang keluar dari vagina Moms dapat memicu komplikasi serius. Lantas apa saja dampak bagi kehamilan?

1. Lahir Prematur

Ketuban mungkin pecah sebelum mencapai usia 37 minggu dalam kehamilan. Ini disebut ketuban pecah dini atau premature rupture of membranes (PPROM).

Dampak bagi kehamilan di sini yakni adanya risiko melahirkan bayi lebih awal dan terjadi infeksi atau komplikasi.

Jika ketuban pecah sebelum minggu ke 37, ibu hamil kemungkinan besar akan dirawat di rumah sakit untuk pemantauan.

Dalam beberapa kasus, kerusakan pada kantung air ketuban dapat menutup kembali dengan sendirinya. Namun pada kasus lain, sebagian ibu hamil perlu melahirkan prematur untuk mencegah komplikasi.

2. Cacat Lahir

Waspada Emboli Air Ketuban Rembes yang Bisa Mengancam Jiwa 2.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Dampak air ketuban rembes sebelum waktunya adalah keguguran, cacat lahir, hingga yang paling fatal adalah kematian pada bayi.

Sementara jika air ketuban bocor saat usia kehamilan menginjak trimester ketiga, hal ini akan berdampak cukup bahaya, karena akan menyulitkan proses persalinan

Dalam kondisi kekurangan air ketuban akan membuat tali pusar dapat terjepit dan melilit leher bayi, sehingga akan mengurangi aliran oksigen kepada bayi.

Kondisi ini pula akan memicu risiko dilakukannya operasi caesar, serta nantinya bayi dapat mengalami keterlambatan tumbuh kembang.

Cairan air ketuban normal tertelan oleh bayi, dan biasanya 1 liter per hari. Jumlah air ketuban normalnya, akan berkurang seiringnya bertambah usia kehamilan.

Baca Juga: 5 Penyebab Lama Hamil setelah Keguguran

3. Radang Selaput Janin

Studi dalam National Center for Biotechnology Information, dampak bagi kehamilan karena air ketuban rembes yakni peradangan selaput janin.

Ini disebabkan oleh infeksi bakteri dalam aliran darah. Komplikasi ini terjadi pada 3-12 persen pada ibu hamil yang menderita air ketuban rembes dan terinfeksi.

Jika tidak diobati, dampak bagi kehamilan bisa menyebabkan sepsis atau infeksi darah.

4. Keguguran

Hamil setelah Keguguran: Tips dan Waktu yang Tepat

Foto: Orami Photo Stocks

Keguguran bisa terjadi akibat dampak air ketuban rembes sebelum waktunya. Biasanya ini terjadi pada trimester pertama, atau tiga bulan pertama kehamilan.

Sering kali, keguguran bisa terjadi bahkan sebelum tahu bahwa air ketuban rembes.

Jadi, bagaimana cara mengetahui apakah Moms mengalami keguguran? Berikut beberapa tanda dan gejala yang bisa dirasakan, antara lain:

  • Gejala: Sakit punggung atau perut yang parah atau memburuk serta keluarnya cairan dan gumpalan darah yang besar dapat mengindikasikan keguguran.
  • Waktu: Keguguran di awal kehamilan bisa disalahartikan. Namun, ini kecil kemungkinannya setelah delapan minggu kehamilan.
  • Durasi gejala: Gejala keguguran biasanya memburuk dan berlangsung lebih lama dari satu periode.

5. Operasi Caesar

Hampir setiap wanita menginginkan kelahiran normal ataupun melalui vagina. Namun, air ketuban rembes dampaknya yakni operasi caesar.

Kelahiran caesar umumnya dihindari sebelum 39 minggu kehamilan sehingga anak memiliki waktu yang tepat untuk berkembang di dalam rahim.

Namun terkadang komplikasi muncul dan operasi caesar harus dilakukan sebelum waktunya persalinan.

Operasi caesar biasanya dilakukan jika komplikasi dari kehamilan mempersulit persalinan vagina atau membahayakan ibu atau janin.

Baca Juga: Program Hamil Kembar, Mulai dari Cara Alami Hingga Medis

Pencegahan Air Ketuban Merembes

Waspada Emboli Air Ketuban Rembes yang Bisa Mengancam Jiwa.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Dalam menjaga kesehatan janin dan ibu hamil hingga waktunya persalinan, tentu tak mudah. Apalagi perubahan hormon dan fisik sangat memengaruhi mental seorang ibu hamil.

Pencegahan yang bisa dilakukan dalam memicu air ketuban rembes, antara lain:

  • Tidak Berhubungan Seks: Hindari melakukan hubungan seksual untuk sementara waktu bila ada pemicu yang menyebabkan air ketuban rembes, misalnya mulut rahim yang lemah.
  • Bersihkan Organ Intim: Biasakan diri untuk membersihkan organ intim dengan benar, yakni dari depan ke arah belakang, khususnya setelah buang air kecil atau buang air besar.
  • Pola Hidup Sehat: Pemeriksaan kehamilan secara rutin, serta melakukan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat, cukup minum, dan olahraga teratur.
  • Kurangi Banyak Gerak: Menghindari guncangan, terutama ketika hamil anak pertama, karena pada kehamilan pertama, biasanya banyak ibu belum bisa mengukur kekuatan rahim. Tak hanya itu, goncangan yang kuat terjadi saat berkendara akan mengakibatkan stres serta kondisi yang buruk bagi janin.
  • Istirahat Total: Untuk ibu hamil dianjurkan untuk mengurangi aktivitas atau istirahat total di akhir trimester kedua atau awal trimester ketiga. Hindari pekerjaan berat secara fisik maupun psikis demi kesehatan janin.

Baca Juga: 4 Penyebab Polihidramnion, Gangguan Cairan Ketuban yang Berlebihan

Nah, selain itu Moms juga perlu mengetahui tanda bayi mengalami komplikasi di dalam kandungan. Tetap berhati-hati memeriksa cairan yang keluar dari vagina saat sedang hamil.

Moms perlu memerhatikan tekstur, bau dan warna air ketuban rembes yang keluar. Tentunya setelah itu, Moms akan lebih matang ya menghadapi persalinan.

https://www.marchofdimes.org/pregnancy/amniotic-fluid.aspx#:~:text=Normal%20amniotic%20fluid%20is%20clear,first%20bowel%20movement%20after%20birth.)

https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/in-depth/water-breaking/art-20044142

https://www.sutterhealth.org/health/labor-delivery/amniotic-fluid

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7041999/#:~:text=SENESCENCE%20OF%20FETAL%20MEMBRANES&text=The%20inflammation%20observed%20in%20fetal,invasion%20of%20the%20amniotic%20cavity.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait