06 Maret 2023

Apakah Mata Minus Bisa Melahirkan Normal? Yuk, Cari Tahu!

Cari informasinya di sini, yuk Moms!

Ibu hamil dengan mata minus atau miopi pasti memiliki pertanyaan apakah mata minus bisa melahirkan normal? Sebab banyak beredar mitos di luaran yang kerap membuat Moms bingung.

Setiap ibu yang sedang mengandung pasti akan mempersiapkan yang terbaik menuju proses melahirkan, termasuk proses melahirkan yang akan ditempuh.

Persalinan normal adalah proses melahirkan yang menjadi dambaan setiap ibu, namun karena beberapa sebab, seorang ibu juga bisa melahirkan melalui proses caesar.

Persalinan normal memang membutuhkan pertimbangan yang matang. Kondisi ibu dan janin harus benar-benar optimal dan tidak memiliki gangguan kesehatan.

Proses persalinan normal dimulai dari kontraksi rahim hingga mendorong bayi untuk keluar.

Sedangkan, pada beberapa kasus, seperti kondisi bayi sungsang, plasenta berada di bagian bawah rahim, dan kelainan pada rahim atau panggul mengharuskan ibu untuk menjalani operasi caesar.

Adapun anggapan yang sering didengar adalah seorang ibu yang memiliki mata minus atau rabun jauh (miopi) tidak dapat melahirkan secara normal.

Rabun jauh terjadi ketika bola mata terlalu panjang atau kelengkungan kornea yang terlalu besar sehingga cahaya yang masuk tidak dapat fokus dan objek yang berada jauh menjadi tampak buram.

Seseorang dengan rabun jauh harus dibantu dengan menggunakan kacamata negatif.

Lalu, apakah seorang ibu hamil tetap dapat melahirkan normal meskipun mengidap rabun jauh?

Baca Juga: Miopi atau Rabun Jauh: Gejala, Penyebab, hingga Cara Mencegah

Fakta Tentang Mata Minus

Mata Minus (Orami Phptp Stock)
Foto: Mata Minus (Orami Phptp Stock)

Seperti yang Moms dan Dads ketahui, mata minus atau miopi adalah kondisi penglihatan umum di mana objek yang dekat tampak jelas, tetapi objek yang lebih jauh terlihat kabur.

Kondisi ini terjadi akibat bentuk mata atau bentuk bagian mata tertentu yang menyebabkan sinar cahaya membengkok (membiaskan) secara tidak akurat.

Sebab, sinar cahaya yang seharusnya fokus pada jaringan saraf di bagian belakang mata (retina) difokuskan di depan retina.

Masalah mata minus ini biasanya berkembang selama masa kanak-kanak dan remaja yang akan lebih stabil ketika mereka dewasa.

Selain itu, miopia merupakan sebuah masalah kesehatan yang cenderung diturunkan dalam keluarga.

Tak hanya dapat bersifat selamanya, miopia juga dapat hadir sementara selama kehamilan.

Ini terjadi akibat adanya peningkatan volume darah yang bersirkulasi dan retensi air menyebabkan penebalan kornea dan mengubah kelengkungan kornea, sehingga menyebabkan miopia sementara.

Baca Juga: 10 Manfaat Wortel untuk Mata, Cegah Mata Merah, Minus, hingga Katarak!

Apakah Mata Minus Bisa Melahirkan Normal?

Ilustrasi Ibu Hamil (Orami Photo Stock)
Foto: Ilustrasi Ibu Hamil (Orami Photo Stock)

Ibu hamil dengan mata minus tidak dapat melakukan persalinan normal adalah satu dari sekian banyak mitos yang beredar di masyarakat.

Tentunya Moms tidak boleh menelan mentah-mentah tentang anggapan tersebut. Meskipun sering didasari pengalaman orang lain, nyatanya setiap kondisi ibu hamil itu berbeda satu sama lain.

Untuk itu, diperlukan fakta yang jelas dari sumber yang terpercaya untuk informasi seputar kehamilan.

Begitu juga yang diungkapkan oleh dr. Ricky Susanto yang praktik di RS Mitra Keluarga Kalideres.

Masa kehamilan adalah masa-masa yang menyenangkan, oleh karena itu jangan sampai rasa khawatir berlebihan dialami ibu hanya karena tidak mendapatkan informasi yang tepat.

“Kehamilan adalah proses yang sudah terjadi sejak dulu sehingga banyak pengalaman yang terbentuk. Pengalaman tersebut menghasilkan nasihat atau larangan, namun jangan semua diikuti. Seorang ibu harus dapat memilih informasi yang tepat,” ujar dr. Ricky.

Hingga saat ini juga belum ada penelitian yang menyebutkan ibu hamil dengan mata minus bisa melahirkan normal, bahkan bagi mereka yang memiliki minus diatas 6.

Melansir dari penelitian Royal Berkshire, tidak ada bukti medis yang menunjukkan bahwa persalinan normal melalui vagina akan merusak penglihatan wanita dengan cara apa pun, bahkan jika dia rabun jauh.

Selain itu, penelitian National Library of Medicine menyebutkan bahwa meskipun harus mengejan saat persalinan melahirkan secara normal dianggap aman dan tidak menyebabkan kelainan pada retina mata.

Bahkan jika dia pernah menjalani operasi ablasi retina atau perawatan laser sebelumnya.

Baca Juga: Adakah Cara Mengurangi Minus Mata pada Anak? Ini Kata Dokter Mata

Hal yang Perlu Diperhatikan Ibu Mata Minus saat Melahirkan Normal

Ilustrasi Melahirkan Normal
Foto: Ilustrasi Melahirkan Normal (canva.com)

Namun, meskipun diperbolehkan ibu hamil masih banyak yang harus dipertimbangkan dan diperhatikan sebelum memilih melahirkan normal.

Salah satunya, ibu hamil yang memiliki mata minus sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin selama kehamilan.

Sehingga dokter mata dapat memantau secara berkala kondisi mata ibu hamil dan memutuskan keamanan dari persalinan normal.

Menurut dr. Ricky, ibu hamil dengan mata minus atau miopi tetap bisa melahirkan normal asalkan diketahui lebih dulu tentang kondisi matanya.

“Batas ibu dengan mata minus bisa melahirkan normal adalah minus 5. Namun, sebaiknya tetap cek mata untuk mengetahui kondisi mata ibu, terutama kondisi retinanya. Bila tidak ada masalah, maka persalinan normal tetap bisa dilakukan,” ujar dr. Ricky.

Perlu diketahui, ibu hamil dengan mata minus memiliki bola mata yang lebih panjang dan retina yang tipis.

Persalinan normal mengharuskan seorang ibu untuk mengejan, sehingga dikhawatirkan retina akan robek.

Untuk itu, tetap dibutuhkan persetujuan dari dokter mengenai hal ini.

Jika tidak ada masalah pada retina, maka persalinan normal tetap dapat dilaksanakan dan dokter mata akan berkonsultasi pada dokter kandungan untuk memutuskan persalinan normal.

Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis Olahraga Mata Minus dan Juling

Bahaya Melahirkan Normal dengan Mata Minus

Persiapan Melahirkan
Foto: Persiapan Melahirkan (Freepik.com/pch-vector)

Salah satu bahaya terbesar yang dihadapkan ibu hamil dengan mata minus ketika melahirkan normal adalah saat proses mengenjan.

Ini karena ketika mengenjan untuk ibu hamil dengan mata minus dapat meningkatkan tekanan pada bola mata, yang meningkarkan risiko rusaknya struktur di dalam mata.

Kemudian pada kasus mata dengan minusnya tinggi dapat menyebabkan komplikasi, seperti terbentuknya pembuluh darah baru di retina.

Jika hal ini terjadi mata dapat rentan mengalami perdarahan. Tak hanya itu, kondisi semakin memburuk bagi Moms yang matanya rentan mengalami kerusakan retina.

Bahayanya ini dikhawatirkan dapat menimbulkan kerusakan, hingga retina yang robek saat melahirkan normal.

Tips Melahirkan Normal Untuk Ibu Hamil dengan Mata Minus

Ilustrasi Melahirkan Normal (Orami Photo Stock)
Foto: Ilustrasi Melahirkan Normal (Orami Photo Stock)

Karena belum ada penelitian tentang mata minus bisa melahirkan normal atau tidak, Moms memiliki kesempatan untuk memilih persalinan normal.

Namun, sebelum itu Moms perlu memperhatikan beberapa tips melahirkan normal untuk ibu hamil dengan mata minus secara aman.

Simak beberapa tipsnya di bawah ini:

1. Melakukan Pemeriksaan Mata Rutin

Tips aman melahirkan normal bagi ibu hamil dengan mata minus yang pertama adalah dengan rutin melakukan pemeriksaan mata pada dokter mata.

Moms disarankan untuk melakukan pemeriksaan dan konsultasi pada dojter mata untuk mengetahui kondisi mata Moms secara keseluruhan.

Ini karena, kondisi retina Moms perlu dipantau secara rutin untuk mengetahui kondisi terakhir retina apakah mengalami keretakan atau tidak.

Jika mata Moms mengalami keretakan retina, maka dokter mungkin akan melakukan pngobatan laser.

2. Melakukan Konsultasi Dokter Mata dan Dokter Kandungan

Tips aman melahirkan normal bagi ibu hamil dengan mata minus yang kedua adalah dengan rutin melakukan konsultasi pada du adokter, yaitu dokter mata dan dokter kandungan.

Konsultasi ini dilakukan untuk mendiskusikan metode persalinan yang akan dipilih dengan pertimbangan kondisi mata Moms.

Kedua dokter ini umumnya akan bekerja sama untuk menentukan metode persalinan apa yang akan digunakan.

Namun, jika baik dokter mata maupun dokter kandungan tidak menyarankan untuk melakukan persalinan normal, Moms harus dapat menerima dengan lapang dada.

Karena tindakan operasi caesar mungkin akan dipilih jika kondisi mata Moms tidak memungkinkan untuk melahirkan normal.

Keselamatan ibu dan bayi dapat dipastikan aman ketika memilih metode persalinan ini.

Baca Juga: 15 Terapi Mata Minus Menurut Dokter dan Secara Alami, Penglihatan Jadi Jernih Kembali!

Masalah Kesehatan Mata Selama Kehamilan

Ilustrasi Kesehatan Mata
Foto: Ilustrasi Kesehatan Mata (chinafic.org)

Selama kehamilan, mata mengalami sejumlah perubahan hemodinamik fisiologis, yang disebabkan oleh hormon.

Beberapa masalah kesehatan mata yang mungkin terjadi selama kehamilan, di antaranya:

1. Penglihatan Buram

Selama kehamilan, Moms mungkin melihat perubahan dalam penglihatan karena kadar hormon, salah satunya adalah penglihatan yang menjadi buram.

Seringkali perubahan penglihatan ini disebabkan oleh retensi cairan yang dapat mengubah bentuk kornea untuk sementara.

Dokter mungkin akan menyarankan Moms menunggu sampai setelah melahirkan untuk menilai kesehatan mata lebih lanjut.

Karena, kadar hormon yang akan terus berubah seringkali membuat permasalahan kembali normal setelah menyusui.

2. Mata Kering

Masalah kesehatan mata yang mungkin terjadi selama kehamilan selanjutnya adalah mata kering.

Mata kering sering terjadi selama kehamilan, terutama selama trimester akhir.

Kekeringan pada mata ini biasanya disebabkan oleh perubahan hormonal yang nantinya kembali normal setelah melahirkan.

Namun, mata kering juga bisa menjadi gejala dari kondisi yang lebih serius, seperti diabetes gestasional atau pre-eklamsia.

Jadi, jika Moms mengalami mata kering yang tak kunjung hilang dan ditambah gejala lain seperti sakit mata atau melihat bintik, segera konsultasikan dengan dokter.

Untuk menghindari masalah ini, Moms disarankan untuk minum banyak air putih, terutama di hari yang panas.

Selain itu, mengonsumsi buah dan sayuran juga dapat memberi Moms hidrasi yang sangat dibutuhkan.

Jika mengalami mata kering, gunakan obat tetes mata yang dijual bebas untuk memberikan kelembapan.

Baca Juga: Penyebab Pupil Mata Membesar dan Tips Menjaga Kesehatan Mata

3. Kelopak Mata Bengkak

Bengkak di sekitar mata merupakan masalah kesehatan mata yang umum selama kehamilan.

Masalah ini disebabkan oleh retensi air dan perubahan hormonal lainnya.

Bengkak ringan dapat menyebabkan iritasi atau kelelahan, tetapi jika Moms mengalami gejala lebih lanjut seperti sakit kepala yang parah disertai bengkak, hubungi dokter mata, ya.

Cara untuk meredakan mata bengkak adalah dengan kompres dingin di atas mata tertutup yang dapat membantu mengurangi pembengkakan.

Itu dia Moms, penjelasan mengenai apakah mata minus bisa melahirkan normal.

Jadi, bagi ibu hamil yang memiliki penyakit rabun jauh, sebaiknya selalu memeriksakan kesehatan mata agar dapat menjalani persalinan normal, ya!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6812470/
  • https://www.royalberkshire.nhs.uk/media/vicd0qc4/myopia-and-normal-vaginal-delivery_feb21.pdf
  • https://www.nature.com/articles/d41586-019-01108-7
  • https://en.excimerclinic.ru/press/beremennost/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nearsightedness/symptoms-causes/syc-20375556
  • https://trueeye.com/how-pregnancy-affects-vision/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.