10 November 2023

Melahirkan di Air, Ini Hal-hal yang Wajib Moms Ketahui!

Jangan lupa berkonsultasi dengan dokter atau bidan ya, Moms

Melahirkan di air menjadi sangat populer akhir-akhir ini, lho!

Khususnya di kalangan para ibu hamil yang mencari alternatif lain dari pengalaman melahirkan di rumah sakit.

Selama melahirkan di air, seorang wanita mengalami persalinan dan melahirkan dalam bak mandi berisi air hangat.

Cara melahirkan ini biasanya dilakukan di rumah atau di pusat persalinan, dengan bantuan bidan dan bukan dokter kandungan rumah sakit.

“Ibu yang menginginkan persalinan alami, tanpa obat atau epidural, terkadang memilih water birth karena dapat memberikan pengalaman melahirkan yang nyaman dan alami," kata Ami Burns, pendidik persalinan, sekaligus pemilik Birth Talk di Chicago.

Tapi, bukan berarti melahirkan di air membuat kita bebas dari rasa sakit.

"Faktanya, sakit yang dirasakan akan sama saja, tetapi lingkungannya akan lebih santai dan menenangkan karena menawarkan pengalaman melahirkan yang lebih menyenangkan," kata David Ghozland, OB-GYN yang berpraktik di Santa Monica, California.

Tapi, apakah aman melahirkan dengan metode ini? Ini yang perlu Moms ketahui tentang melahirkan di air.

Baca Juga: Aturan Posisi Bayi di Stroller Sejak Usia Newborn, Moms Sudah Tahu?

Kriteria Ibu yang Bisa dan Tidak Bisa Melahirkan di Air

Kriteria Water Birth
Foto: Kriteria Water Birth (Whattoexpect.com)

Kehamilan tanpa komplikasi (tekanan darah rendah, kehamilan lebih dari 37 minggu, bayi dengan kepala tertunduk) dipercayai mampu dan bisa melahirkan di air.

Ini lantaran kondisi akan berisiko tinggi mengalami komplikasi ketika persalinan di dalam air.

"Akibatnya, mengharuskan pemantauan janin terus-menerus, jadi lebih baik tidak mencoba water birth" jelas Edwin Huang, OB-GYN di Cambridge, Massachusetts, dan asisten profesor di Harvard Medical School.

Dengan kata lain, ada keadaan tertentu di mana ibu hamil tidak boleh memilih melahirkan di air.

Marra Francis, dokter kandungan yang berpraktik di San Antonio, menetapkan bahwa wanita dengan diabetes gestasional, preeklamsia, makrosomia, pembatasan pertumbuhan intrauterin, prematuritas, dan panggul yang belum terbuka, tidak boleh melahirkan dengan water birth.

Beberapa faktor mungkin membuat Moms tidak boleh melakukan prosedur persalinan di air atau water birth.

Moms tidak boleh mencobanya jika:

  • Lebih muda dari 17 tahun atau lebih tua dari 35 tahun
  • Memiliki komplikasi seperti preeklamsia atau diabetes
  • Memiliki anak kembar atau kembar dua
  • Bayi dalam posisi sungsang
  • Bayi prematur
  • Memiliki bayi yang sangat besar
  • Moms harus terus-menerus dipantau dan tidak dapat dilakukan di bak mandi
  • Mengalami infeksi

Karena itu, sebelum melakukannya, Moms harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan untuk mengetahui apakah melahirkan di air dapat dilakukan.

Baca Juga: 7+ Doa untuk Anak Agar Saleh, Cerdas, dan Berhati Lembut

Prosedur Melahirkan di Air

Persalinan di Dalam Air
Foto: Persalinan di Dalam Air (Jennifermasonphotography.com)

Prosedur melahirkan di air dapat dilakukan di rumah sakit, pusat persalinan, atau di rumah.

Seorang dokter, perawat-bidan, atau bidan membantu Moms untuk melakukan water birth.

Mengutip Web MD, di Amerika Serikat, beberapa pusat persalinan dan rumah sakit menawarkan fasilitas melahirkan di air.

Pusat persalinan biasanya menawarkan lingkungan yang lebih mirip rumah daripada rumah sakit, dan lebih banyak pilihan alaminya.

Penggunaan kolam persalinan selama tahap pertama persalinan mungkin memiliki beberapa keunggulan, seperti:

  • Membantu meringankan rasa sakit
  • Tidak perlu menggunakan anestesi
  • Mempercepat proses persalinan

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menerangkan bahwa melahirkan di air mungkin punya beberapa manfaat, tetapi tidak merekomendasikan melahirkan di dalam air di luar tahap pertama persalinan, di mana serviks sepenuhnya terbuka.

Karena itu, melahirkan bayi di bawah air harus dianggap sebagai prosedur yang berisiko.

Ketahui seperti apa prosedur tahapan melahirkan di air berikut ini:

1. Tahap Kontraksi Awal

Tahap pertama adalah dari saat kontraksi dimulai sampai serviks membesar sepenuhnya.

Moms perlu berendam menggunakan air hangat selama tahap ini.

Tubuh yang bersentuhan dengan air hangat saat water birth mungkin membantu Moms rileks dan membantu merasa lebih terkendali.

Mengapung di air juga membantu Moms bergerak lebih mudah daripada di tempat tidur.

Bahkan, melahirkan di air dapat menurunkan kemungkinan robekan vagina yang parah, dan dapat meningkatkan aliran darah ke rahim.

Saat di dalam bak, Moms dapat melihat berbagai warna dan tekstur saat mendekati persalinan, seperti lendir, darah, dan kotoran.

Tetapi tidak usah khawatir, hal ini normal dan bidan atau dokter akan membersihkannya.

2. Proses Keluar dari Bak Mandi

Ini merupakan tahapan di mana saatnya Moms keluar dari bak mandi. Banyak hal berubah selama tahapan kedua dari persalinan.

Saat itulah serviks benar-benar melebar dan terbuka, dan Moms mulai mendorong sampai bayi lahir.

Banyak dokter mengatakan tidak ada informasi yang cukup untuk memutuskan seberapa aman atau berguna metode water birth selama periode ini.

"Keluar dari air pada tahap melahirkan di air membuat Moms lebih mudah untuk bergerak cepat jika terjadi kesalahan," jelas Aaron Caughey, MD, juru bicara ACOG.

"Jika harus melakukan operasi caesar darurat, tidak disarankan untuk mengambil risiko tambahan 4-5...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb