06 Agustus 2023

Tahapan dan Cara Mengecek Lendir Serviks untuk Masa Subur

Berhubungan seks saat masa subur bisa meningkatkan peluang kehamilan

Moms mesti tahu bahwa salah satu cara untuk mengecek masa subur adalah dengan memerhatikan bentuk lendir serviks.

Lendir serviks adalah cairan seperti gel yang diproduksi oleh kelenjar di leher rahim.

Sepanjang siklus menstruasi wanita, ketebalan dan jumlah cairan tersebut bisa berubah karena naik-turunnya hormon.

Perubahan hormon yang terjadi pada tubuh wanita merangsang kelenjar di leher rahim untuk menghasilkan lendir.

Lendir ini juga bisa menjadi penanda masa kesuburan pada wanita, lho.

Yuk, cari tahu selengkapnya lewat ulasan di bawah ini, Moms!

Baca Juga: Gejala Awal Kanker Serviks yang Sering Diabaikan dan Pengobatannya

Apa Itu Lendir Serviks?

Lendir Serviks Penanda Ovulasi
Foto: Lendir Serviks Penanda Ovulasi (Orami Photo Stocks)

Dalam istilah yang lebih sederhana, lendir serviks atau cervical mucus (CM) adalah cairan yang dihasilkan oleh leher rahim atau serviks.

Produksi cairan tersebut dirangsang oleh hormon estrogen pada tubuh wanita.

Sepanjang siklus haid, jumlah, kekentalan, dan kualitas lendir yang dihasilkan akan berubah-ubah berdasarkan hormon terkait masa subur (ovulasi).

Dengan mengamati perubahan itu, Moms dapat memprediksi masa subur dalam siklus menstruasi bulanan.

Menjelang ovulasi, kadar estrogen mulai melonjak. Ini menyebabkan leher rahim mengeluarkan lebih banyak lendir yang berkualitas subur.

Tanda kesuburan wanita yang satu ini memiliki ciri khas, yaitu lendir seperti putih telur, bersih, licin, melar, atau elastis.

Teksturnya mirip dengan kekentalan putih telur dan merupakan media pelindung yang baik bagi sperma agar bisa mencapai sel telur.

Baca Juga: 17 Minuman Pembersih Paru-Paru untuk Hilangkan Lendir, Bernapas Jadi Lebih Mudah!

Apa Perbedaan Keputihan dan Lendir Serviks?

Saat membicarakan masalah kesehatan reproduksi wanita, ada dua hal yang seringkali membingungkan banyak orang, yaitu lendir serviks dan keputihan.

Keduanya memang berbeda, meskipun secara kasat mata tampak serupa.

Keputihan adalah istilah umum yang dapat digunakan untuk menggambarkan cairan apa pun yang keluar dari vagina.

Sementara lendir serviks diproduksi oleh serviks, yang mengalir melalui saluran vagina dan keluar melalui vagina.

Lebih jelasnya, berikut ini beberapa poin perbedaan keduanya:

1. Perbedaan Rembesan

Perbedaan pertama antara lendir serviks dan keputihan adalah apakah lendir tersebut rembes ke celana dalam atau tidak.

Lendir serviks, yang menandakan kesuburan, berasal dari kelenjar di area leher rahim yang lebih tinggi dari vagina.

Oleh karena itu, lendir serviks tidak mudah rembes ke celana dalam. Sementara itu, keputihan cenderung lebih mudah menempel di celana dalam, mirip dengan ingus.

2. Perbedaan Waktu Terjadinya

Waktu terjadinya lendir serviks dan keputihan juga menjadi pembeda di antara keduanya.

Biasanya, lendir serviks muncul menjelang periode haid atau selama masa ovulasi, yang juga diiringi dengan peningkatan suhu tubuh.

Di sisi lain, keputihan yang berwarna putih susu yang tidak berbau dapat terjadi kapan saja.

Ketika Moms memahami perbedaan waktu terjadinya, lendir serviks bisa menjadi salah satu cara untuk memprediksi masa subur atau ovulasi.

Hal ini dapat membantu Moms dalam merencanakan atau mencegah kehamilan.

3. Perbedaan Konsistensi

Perbedaan berikutnya dapat dilihat dari konsistensi lendir serviks dan keputihan.

Meskipun agak sulit untuk membedakannya hanya dengan melihat teksturnya, ada beberapa perbedaan khas.

Lendir serviks biasanya memiliki tekstur yang lebih licin dan menggumpal tanpa bau.

Di sisi lain, keputihan memiliki tekstur yang lebih encer atau sedikit kental, tetapi tidak berbau.

4. Perubahan Tekstur

Perbedaan lendir serviks dan keputihan yang lainnya adalah perubahan teksturnya selama siklus reproduksi wanita.

Pada awal siklus, lendir serviks biasanya kering dan lengket, kemudian berubah menjadi seperti krim atau losion, dan berlanjut menjadi basah dan berair.

Selanjutnya, tekstur lendir serviks akan menjadi seperti putih telur, sebelum akhirnya kembali menjadi kental dan lengket seperti sebelumnya.

Penting untuk diingat bahwa masa ovulasi dimulai ketika konsistensi lendir serviks mirip putih telur yang jernih dan elastis.

Setelah ovulasi selesai, lendir serviks akan kembali menjadi kental dan lengket.

Tahapan Kondisi Lendir Serviks untuk Mengecek Masa Subur

Adanya lendir vagina dapat membantu perjalanan sperma menuju sel telur.

Cairan ini juga dapat berfungsi sebagai pelumas yang membantu hubungan seksual menjadi lebih nyaman.

Untuk mengecek masa subur melalui lendir vagina, Moms bisa mengecek perubahan kondisinya.

Berikut ini perubahannya yang perlu diketahui guna mengecek masa subur, dikutip dari jurnal Fertility and Sterility:

1. Sehari Setelah Menstruasi

Ilustrasi Menstruasi
Foto: Ilustrasi Menstruasi (Parents.com)

Tipe 1: Ini adalah tipe lendir serviks yang paling tidak subur.

Moms akan menghasilkan jumlah lendir serviks yang sedikit setelah periode menstruasi selesai.

Bahkan, mungkin Moms akan merasa vagina agak kering dan tidak menghasilkan cairan sama sekali.

“Kesempatan untuk hamil merupakan yang terendah ketika berada di fase lendir serviks tipe 1 di siklus ini,” ungkap Cindy M.P. Duke, MD, PhD, Direktur Medis di Nevada Fertility Institute, Las Vegas, seperti dikutip dari Parents.com.

Baca Juga: Menstruasi Moms Tidak Normal? Kenali dan Pahami Dampaknya untuk Kesehatan

Tipe 2: Ini adalah tipe lendir vagina pada kesuburan rendah.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb