03 November 2017

Ini Faktor Penentu Yang Mempengaruhi Kesuburan

Apa sajakah faktor penentu yang memengaruhi kesuburan?

Dengan bantuan psikolog infertilitas, Alice Domar, Ph.D.; Jane L. Frederick, M.D., ahli endokrinologi reproduksi di HRC Fertility di Laguna Hills, Ca; dan Corey Whelan, direktur program American Fertility Association, berikut adalah masalah infertilitas yang paling umum.

Baca Juga: 5 Masalah Sistem Reproduksi Ini Bisa Menghambat Kesuburan 

Faktor Kesuburan Wanita

Jika Mama mencoba untuk hamil, sebaiknya mengidentifikasi faktor penyebab infertilitas yang mungkin dimiliki oleh Mama atau pasangan dan segera konsultasikan dengan dokter

1. Faktor kesehatan umum

Berikut adalah beberapa faktor kesehatan yang lebih umum yang dapat memengaruhi kesuburan.

Kelebihan berat badan: Tingkat lemak tubuh 10 sampai 15 persen di atas normal dapat membebani tubuh dengan estrogen, mengacaukan siklus reproduksi.

Kekurangan berat badan: Tingkat lemak tubuh 10 sampai 15 persen di bawah normal juga dapat menghentikan proses reproduksi.

Memiliki ketidakseimbangan hormon: Penyimpangan dalam sistem hormon (ditandai dengan siklus menstruasi yang tidak teratur atau periode pendek, panjang, atau berat).

Memiliki kelainan autoimun: Penyakit seperti lupus, diabetes, penyakit tiroid, dan rheumatoid arthritis.

Minum obat: Antidepresan, antibiotik, obat penghilang rasa sakit, dan obat lain yang digunakan untuk mengobati gangguan kronis.

Tembakau atau alkohol: Merokok dan konsumsi alkohol bahkan dapat meningkatkan risiko infertilitas pada wanita.

Terpapar bahaya pekerjaan atau lingkungan: Paparan berkepanjangan terhadap stres mental yang tinggi, suhu tinggi, bahan kimia, radiasi, atau emisi elektromagnetik atau gelombang mikro yang berat.

Riwayat keguguran: terutama riwayat keguguran berulang merupakan salah satu faktor penentu kesuburan.

2. Penyakit tuba fallopi

Penyakit tuba fallopi berkontribusi sekitar 20 persen dari kasus infertilitas yang ditangani, menurut RESOLVE: the National Infertility Association.

Karena jaringan parut atau penyumbatan tuba sering disebabkan oleh penyakit menular seksual (PMS), penyakit radang panggul, atau operasi tertentu, konsultasikan dengan dokter jika Mama mengalami hal tersebut.

Dokter biasanya akan merekomendasikan histerosalpingogram (HSG) untuk mengevaluasi kondisi rahim dan mengetahui adanya penyumbatan tuba falopi.

Baca Juga: Terapi Alami Atasi Sumbatan Saluran Tuba Fallopi

3. Endometriosis

Endometriosis adalah suatu kondisi di mana jaringan dari lapisan rahim tumbuh di luar rahim, pada ovarium, saluran tuba, kandung kemih, dan/atau usus.

4. Penyakit menular seksual

Kabar buruknya adalah PMS dapat menyebabkan jaringan parut tuba, kehamilan ektopik, masalah reproduksi lainnya, dan akhirnya infertilitas jika tidak diobati.

Faktor Kesuburan Pria

Berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang menjadi penyebab infertilitas pria:

Perokok aktif: merusak kemampuan sperma untuk bergerak (motilitasnya).

Minum alkohol: memengaruhi kualitas dan kuantitas sperma, kadar testosteron lebih rendah, dan berkontribusi terhadap disfungsi ereksi.

Obat-obatan terlarang: Penggunaan kokain atau ganja dapat mengurangi jumlah dan kualitas sperma hingga 50 persen.

Obat resep dokter: Beberapa obat tertentu dapat memperlambat atau mencegah produksi sperma.

Paparan zat beracun atau berbahaya: seperti unsur timbal, kadmium, merkuri, hidrokarbon, pestisida, radioaktivitas, dan sinar-X yang bisa berdampak pada jumlah dan kualitas sperma.

Pemanasan: Sering menggunakan sauna, kamar uap, bak air panas, whirlpool, dan pemandian air panas dapat mengganggu produksi sperma dan mengurangi jumlah sperma.

Kondisi atau penyakit tertentu: Pria dengan riwayat prostatitis atau infeksi genital, gondok setelah pubertas, operasi pada hernia, testikel yang tidak turun, atau varises skrotum (varikokel) juga bisa mengalami penurunan kesuburan.

Baca Juga : Masalah Reproduksi Ini Penyebab Infertilitas Pria!

Sudahkah Mama mengidentifikasi faktor penentu kesuburan ini?

(ROS)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.