05 Januari 2018

5 Masalah Sistem Reproduksi Ini Bisa Menghambat Kesuburan

Yuk, waspada dengan 5 masalah reproduksi ini

Jika Moms ingin hamil, ada beberapa masalah reproduksi yang harus diketahui sebelum mempersiapkan kehamilan. Masalah tersebut merupakan alasan umum yang menyebabkan infertilitas pada wanita.

Namun, bukan berarti kondisi bahwa semua wanita yang mengalami kondisi-kondisi tersebut pasti sulit punya anak. Beberapa wanita dengan kista atau fibroid, misalnya, tetap bisa menjalani kehamilan tanpa perawatan khusus, tetapi perawatan khusus merupakan salah satu pilihan yang bisa dilakukan dalam sebagian besar kasus yang terjadi.

Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS)

Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) adalah adalah suatu kondisi dimana hormon seks perempuan tidak seimbang. Sindrom ini terjadi ketika ovarium seorang wanita atau kelenjar adrenal memproduksi lebih banyak hormon laki-laki dari biasanya.

Kondisi ini dapat menyebabkan terbentuknya banyak kista kecil dalam rahim atau ovarium wanita dan mencegah ovulasi terjadi secara teratur. Beberapa tanda umum PCOS adalah siklus menstruasi yang tidak teratur dan pertumbuhan rambut yang berlebihan di area bokong, wajah atau dada.

Endometriosis

Banyak wanita yang ingin hamil disarankan untuk menjalani tes kesuburan dan ternyata ketahuan menderita endometriosis. Kondisi ini disebabkan karena sel-sel yang mirip dengan sel-sel dinding rahim (endometrium) mulai tumbuh liar di bagian luar lapisan dinding rahim.

Misalnya pada bagian luar ovarium, di dalam saluran Fallopi, kandung kemih, rahim, lambung, dinding rongga panggul dan bagian lainnya. Gejala endometriosis yang paling umum adalah rasa sakit luar biasa dan pendarahan yang berlebih saat menstruasi.

Penyumbatan saluran tuba

Perlengketan tuba terdiri dari jaringan parut internal yang terbentuk setelah operasi, infeksi atau trauma yang dapat menyebabkan saluran tuba tersumbat. Dan jika lendir yang melapisi tuba terlalu tebal juga dapat berperan terhadap penyumbatan.

Apabila salah satu atau kedua tuba tersumbat, maka sel telur tidak dapat melakukan perjalanan ke rahim dan sperma tidak dapat mencapai sel telur. Akibatnya, pembuahan tidak mungkin terjadi dan mengakibatkan susah hamil.

Radang panggul (Pelvic Inflammatory Disease/PID)

lnfeksi bisa menyebabkan terjadinya radang dalam rahim, saluran tuba, dan ovarium. Kondisi ini dikenal dengan Pelvic Inflamatory Disease (PID) atau penyakit radang panggul.

Penyakit radang panggul dapat menyebabkan kerusakan permanen pada uterus, ovarium, saluran tuba, atau bagian lain dari sistem reproduksi wanita, dan merupakan salah satu faktor penyebab infertilitas pada wanita.

Penyebab dari penyakit ini adalah infeksi bakteri dari penyakit menular seksual. Wanita yang menderita PID memiliki risiko tujuh kali lebih besar mengalami kehamilan di luar kandungan (ektopik).

Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang tidak terjadi di dalam rahim melainkan di dalam saluran tuba atau area lain di rongga perut. Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan permanen pada saluran tuba, yang dapat menjadi penyebab infertilitas.

Saluran tuba bisa mengalami kerusakan akibat infeksi, operasi, atau kehamilan ektopik sebelumnya. Kehamilan ektopik kadang kala didiagnosis sebagai radang usus buntu atau keguguran karena hampir memiliki gejala yang sama.

(ROS)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.