21 April 2021

Hendak Program Hamil? Ketahui Fakta Tentang Tuba Falopi Berikut Ini, Moms!

Organ ini bisa terserang tuberkulosis seperti paru-paru

Tuba falopi menjadi bagian dari saluran reproduksi wanita yang tentunya paling sering Moms dengar ketika berencana hamil atau menjalani promil.

Tuba falopi memainkan peran penting dalam perkembangan janin. Tuba merupakan tempat sperma dan sel telur bertemu dan dibuahi.

Tuba kemudian memungkinkan masuknya embrio yang baru terbentuk dengan aman ke dalam rahim dengan dilapisi lapisan tebal jaringan endometrium yang menyehatkan janin.

Jika saluran tuba tidak berfungsi dengan baik, mereka dapat menurunkan kesuburan dan menyebabkan beberapa masalah yang sulit.

Fakta Mengenai Tuba Falopi

Moms, hambatan di tuba falopi dapat menyebabkan ketidaksuburan. Kondisi ini karena tuba menghalangi jalan telur menuju rahim sehingga mencegah pembuahan dan implasi.

Selain itu, tuba memiliki fakta-fakta yang menarik. Sudahkan Moms mengetahui berbagai fakta tersebut?

1. Terletak Di Rongga Perut Wanita

5 Hal Yang Penting Moms Ketahui Tentang Tuba Falopi 1
Foto: 5 Hal Yang Penting Moms Ketahui Tentang Tuba Falopi 1

Foto: womenshealthbrasil.com.br

Mengutip Britannica, tuba falopi atau yang disebut juga sebagai oviduk adalah sepasang saluran sempit yang terletak di rongga perut wanita. Masing-masing tuba memiliki panjang 10-13 sentimeter (4-5 inci) dan diameter 0,5-1,2 sentimeter (0,2-0,6 inci).

Jika digambarkan, tuba ini berbentuk seperti tanduk yang terhubung dengan rahim.

2. Tidak Hanya Sebagai Tempat Bertemunya Sperma dan Sel Telur

5 Hal Yang Penting Moms Ketahui Tentang Tuba Falopi 2
Foto: 5 Hal Yang Penting Moms Ketahui Tentang Tuba Falopi 2

Foto: shutterstock.com

Sebagaimana diketahui, tuba falopi berfungsi ‘mengantarkan’ sperma untuk bertemu sel telur. Namun, lebih dari itu, fungsi utama tuba sebenarnya adalah membantu mentransfer sel telur dari ovarium ke rahim.

Termasuk juga sebagai tempat terjadinya pembuahan dan mengirimkan kembali sel telur yang telah dibuahi ke dalam rahim.

Mengutip Teach Me Anatomy, fungsi penting tuba ini didukung oleh:

  • Mukosa bagian dalam yang dilapisi dengan sel epitel kolumnar bersilia dan sel sekretorik (sel non silia), yang berfungsi untuk membawa sel telur ke arah rahim dan memberinya nutrisi.
  • Kontraksi lembut lapisan otot untuk membantu membawa sel telur dan sperma.

Baca Juga: Payudara Sakit Saat Hamil Berapa Minggu? Simak Jawabannya Berikut Ini!

3. Memiliki Serangkaian Struktur Anatomi

5 Hal Yang Penting Moms Ketahui Tentang Tuba Falopi 3
Foto: 5 Hal Yang Penting Moms Ketahui Tentang Tuba Falopi 3

Foto: teachmeanatomy.info

Fakta tuba falopi selanjutnya adalah mengenai struktur anamotinya. Di mana ternyata tuba memiliki empat bagian atau struktur anatomi, yaitu:

  • Fimbriae - proyeksi bersilitas seperti jari yang berfungsi menangkap sel telur dari permukaan ovarium.
  • Infundibulum - lubang berbentuk corong yang terletak di dekat ovarium sebagai tempat melekatnya fimbriae.
  • Ampula - bagian terluas dari tuba falopi sekaligus tempat terjadinya pembuahan.
  • Isthmus - bagian sempit dari tuba falopi yang menghubungan ampula dengan rongga rahim.

4. Hal yang Terjadi Jika Mengalami Penyumbatan

penyumbatan tuba falopi.jpg
Foto: penyumbatan tuba falopi.jpg (veritasfertility.com)

Foto: veritasfertility.com

Penyumbatan tuba falopi menyebabkan sperma tidak dapat bertemu dengan sel telur di dalam rahim, sehingga proses pembuahan tidak dapat terjadi.

Kondisi ini bisa mengakibatkan gangguan kesuburan atau kesulitan terjadinya kehamilan.

Umumnya, tersumbatnya tuba falopi jarang menimbulkan gejala.

Namun, sebagian wanita yang mengalami kondisi ini dapat menyebabkan nyeri perut bagian bawah dan keputihan yang tidak normal.

5. Penyebab Penyumbatan Tuba Falopi

radang panggul
Foto: radang panggul

Foto: Orami Foto Stock

Penyumbatan pada tuba falopi juga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, yaitu:

  • Penyakit radang panggul: Penyakit ini dapat menyebabkan jaringan parut atau hidrosalping.
  • Endometriosis: Jaringan endometrium dapat menumpuk di tuba falopi dan menyebabkan penyumbatan. Jaringan endometrium di luar organ lain juga dapat menghalangi saluran tuba.
  • Infeksi Menular Seksual (IMS): Klamidia dan gonore dapat menyebabkan jaringan parut dan menyebabkan penyakit radang panggul.
  • Kehamilan ektopik: Kondisi ini bisa melukai saluran tuba.
  • Fibroid: Pertumbuhan fibroid dapat menghalangi tuba falopi, terutama di tempat yang menempel di rahim.
  • Operasi perut sebelumnya: Terutama pada tuba falopi itu sendiri, dapat menyebabkan perlengketan panggul yang menyumbat tuba.

Baca Juga: Mengenal 13 Jenis Kacang-Kacangan, Makanan Sehat untuk Kehamilan

6. Efek Pada Kesuburan

pembuahan sperma
Foto: pembuahan sperma

Foto: Orami Foto Stock

Saluran tuba yang tersumbat adalah penyebab umum kemandulkemandulan (infertilitas).

Sperma dan telur bertemu di tuba falopi untuk pembuahan. Tabung yang tersumbat dapat mencegah mereka bergabung. Jika kedua tuba tersumbat sepenuhnya, kehamilan tanpa pengobatan tidak mungkin dilakukan.

Jika saluran tuba tersumbat sebagian, Moms masih berpotensi hamil. Namun, risiko kehamilan ektopik meningkat.

7. Pengangkatan Tuba Falopi

Pengangkatan Tuba Falopi
Foto: Pengangkatan Tuba Falopi

Foto: Orami Foto Stock

Pengangkatan tuba falopi adalah prosedur operasi yang melibatkan pengangkatan salah satu atau kedua tuba. Dalam dunia medis, operasi ini disebut salpingektomi.

Operasi pengangkatan tuba dianjurkan untuk wanita dengan kondisi medis:

  • Kanker

Jenis kanker yang membutuhkan salpingektomi bisa meliputi kanker tuba falopi, kanker ovarium, dan kanker pada organ reproduksi wanita lainnya.

Selain tuba, dokter juga mungkin mengangkat rahim, ovarium, serviks, dan kelenjar getah bening di sekitar organ reproduksi untuk mencegah penyebaran kanker.

  • Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik merupakan kondisi di mana sel telur yang telah dibuahi tumbuh di luar rahim, biasanya di tuba.

  • Endometriosis

Endometriosis terjadi ketika ada jaringan dinding rahim yang tumbuh di luar rahim.

  • Penyumbatan tuba falopi

Tuba falopi bisa tersumbat oleh cairan. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan kesuburan (infertilitas), sehingga penderita sulit untuk hamil.

Pengangkatan tuba mungkin saja dianjurkan sebagai cara mengatasi gangguan kesuburan tersebut.

8. Masalah Tuba Falopi Tidak Hanya Penyumbatan

5 Hal Yang Penting Moms Ketahui Tentang Tuba Falopi 4
Foto: 5 Hal Yang Penting Moms Ketahui Tentang Tuba Falopi 4

Foto: reuniterx.com

Salah satu masalah yang paling umum terjadi pada tuba falopi adalah penyumbatan, yang dapat disebabkan oleh fibroid rahim, endometriosis, infeksi menular seksual, dan penyakit radang panggul.

Namun, sebagaimana dikutip dari sebuah studi dalam jurnal RadioGraphics, ternyata ada beberapa masalah lain yang dapat terjadi pada tuba dan memiliki kemungkinan untuk menghambat terjadinya kehamilan seperti TB (tuberkulosis) tuba falopi, actinomycosis tuba, torsi tuba falopi, dan tumor pada tuba falopi.

Baca Juga: Ingin Segera Hamil? 7 Makanan Ini Bisa Mempercepat Kehamilan

9. Prosedur Menangani Tuba Falopi Tersumbat

Rekanalisasi Tuba Falopi
Foto: Rekanalisasi Tuba Falopi

Foto: Orami Foto Stock

Rekanalisasi tuba fallopi (FTR) adalah prosedur non-bedah untuk mengatasi penyumbatan tuba falopi. Berikut ini adalah prosedurnya:

  • Rongga rahim dimonitor menggunakan kamera sinar-X hingga mendapatkan histero-salpingogram atau HSG. Selama HSG, dokter akan memasukkan pewarna ke dalam rahim dan saluran tuba Moms. Pewarna membantu dokter melihat lebih banyak bagian dalam saluran tuba pada sinar-X.
  • Sonohisterografi. Cara ini dengan menyuntikan larutan garam (saline) ke bagian dalam rahim melalui serviks selama ultrasonografi sehingga bagian dalamnya membengkak dan kelainan dapat dilihat dengan lebih mudah.
  • Laparoskopi. Tabung penglihatan kecil yang disebut laparoskop dimasukkan ke dalam rongga panggul melalui sayatan kecil tepat di bawah pusar. Biasanya, anestesi umum digunakan. Laparoskopi memungkinkan dokter untuk melihat langsung rahim, saluran tuba, dan ovarium.
  • Histeroskopi. Jika kelainan di dalam rahim terdeteksi, dokter akan memeriksa rahim dengan tabung penglihatan yang disebut histeroskop, yang dimasukkan melalui vagina dan leher rahim ke dalam rahim. Jika perlekatan, polip, atau fibroid kecil terdeteksi, kateter yang dimasukkan melalui histeroskop dapat digunakan untuk melepaskan atau mengangkat jaringan abnormal.
  • Tes darah. Terkadang dokter melakukan tes darah untuk memeriksa antibodi terhadap klamidia. Kehadiran antibodi menunjukkan infeksi klamidia di masa lalu, yang dapat menyebabkan kemandulan.

Lalu, ditentukan apakah ada penyumbatan dan terletak di salah satu atau kedua saluran tuba.

Kateter yang lebih kecil kemudian dimasukkan melalui kateter pertama dan kemudian ke tuba untuk membersihkan penyumbatan.

90 persen kemungkinan, Moms dapat membuka kembali setidaknya satu tuba falopi yang tersumbat dan mengembalikan fungsi normalnya.

Baca Juga: Ini 4 Penyebab Tuba Falopi Tersumbat Sehingga Bikin Susah Hamil

10. Wanita Masih Bisa Hamil Meskipun Hanya Memiliki Satu Tuba Falopi

5 Hal Yang Penting Moms Ketahui Tentang Tuba Falopi 5
Foto: 5 Hal Yang Penting Moms Ketahui Tentang Tuba Falopi 5

Foto: freepik.com

Mengutip Mayo Clinic, Yvonne Butler Tobah, M.D., seorang OB-GYN berbasis di Rochester, menjelaskan bahwa wanita yang hanya memiliki satu tuba falopi akibat operasi penyakit radang panggul, tumor, atau kehamilan ektopik di masa lalu masih memiliki kesempatan untuk bisa hamil.

Lebih lanjut, Dr. Butler Tobah menambahkan bahwa hal tersebut dapat terjadi apabila:

  • Masih memiliki setidaknya satu ovarium yang berfungsi.
  • Memiliki siklus menstruasi bulanan (ovulasi).
  • Saluran tuba yang tersisa dalam kondisi sehat.

Nah, itulah beberapa fakta tuba falopi yang mungkin belum Moms ketahui.

Menjaga kesehatan tuba sangat penting, sehingga mulai dari sekarang jagalah kesehatan organ reproduksi ya, Moms. Moms bisa rutin memeriksakan diri ke dokter.

  • https://www.britannica.com/science/fallopian-tube
  • https://www.healthline.com/health/womens-health/blocked-fallopian-tubes
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/female-infertility/expert-answers/pregnancy/faq-20058418
  • https://pubs.rsna.org/doi/full/10.1148/rg.312105090

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.