16 September 2019

Menstruasi Tidak Normal? Kenali dan Pahami Dampaknya untuk Kesehatan

Normal atau tidak normal, cari tahu ciri dan cara mengatasinya untuk mengurangi risiko yang terjadi.

Sempat tidak menstruasi dua bulan, ada banyak pikiran yang muncul di kepala Moms. Setelah di cek, ternyata hasilnya Moms juga negatif hamil. Lalu apa yang terjadi? Apa benar ada yang tidak normal dalam diri? Apa menstruasi yang tidak normal?

Banyak sekali tanda yang bisa Moms cari tahu sebelum mengatakan bahwa menstruasi yang Moms alami tidak normal. Yuk, temukan bersama-sama apa perbedaan menstruasi yang normal dan tidak normal.

Ciri Menstruasi Normal

kesehatan, menstruasi
Foto: kesehatan, menstruasi

Foto: Freepik.com

Dikutip dari Mayo Clinic dan Cleveland Clinic, berikut ciri-ciri menstruasi yang normal.

  1. Berlangsung dalam waktu 4 sampai 7 hari
  2. Siklus menstruasi terjadi dari hari pertama sampai menstruasi di bulan selanjutnya adalah 21-35 hari
  3. Kebanyakan menstruasi terjadi di selang hari ke-28
  4. Warna darah merah terang
  5. Menstruasi dimulai dari hari pertama yang berat dan terus berkurang hingga hari terakhir
  6. Jika terdapat gumpalan darah dan tidak lebih besar dari ukuran uang koin
  7. Volume darah berjumlah darah antara 20-60 cc setiap siklus

Baca Juga: Mengenal Menstrual Cup, Apa Keuntungan dan Cara Menggunakannya?

Ciri Menstruasi Tidak Normal

kesehatan, menstruasi
Foto: kesehatan, menstruasi

Foto: Freepik.com

"Hanya ada tiga kali dalam kehidupan seorang wanita ketika haidnya bisa tidak teratur tetapi sepenuhnya normal," kata Jonathan Scher, asisten profesor klinis kebidanan dan kandungan di Mount Sinai Medical Center, New York.

Ketiga masa ini adalah pertama kalinya terjadi menstruasi atau menarche, beberapa periode pertama setelah keguguran, aborsi, atau melahirkan, dan yang terakhir adalah sebelum menopause.

Jadi, kalau haid Moms tidak normal di luar masa tersebut bisa jadi itu adalah tanda Moms mengalami menstruasi tidak normal.

Ini tanda-tanda mestruasi tidak normal.

  1. Haid tiba-tiba berhenti selama lebih dari 90 hari, dan Moms tidak hamil
  2. Menstruasi menjadi tidak menentu setelah teratur
  3. Mengalami pendarahan selama lebih dari tujuh hari
  4. Mengalami pendarahan yang lebih berat dari biasanya bahkan harus mengganti pembalut setiap satu atau dua jam.
  5. Periode kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari
  6. Mengalami perdarahan di antara menstruasi
  7. Mengalami sakit parah selama masa menstruasi
  8. Tiba-tiba demam dan merasa sakit saat menstruasi

Baca Juga: 5 Makanan Sehat yang Harus Dikonsumsi Saat Menstruasi

Beberapa Faktor Penyebab Menstruasi Tidak Normal

kesehatan, menstruasi
Foto: kesehatan, menstruasi

Foto: Freepik.com

  1. Stres dan gaya hidup. Berat badan yang bertambah atau berkurang, diet, rutinitas olahraga, dan sebagainya sangat bisa berpengaruh pada siklus menstruasi Moms.
  2. Pil KB. Sebagian besar pil KB mengandung kombinasi hormon estrogen dan progestin (beberapa hanya mengandung progestin saja). Pil ini dapat mencegah kehamilan dengan cara menjaga ocarium untuk tidak melepaskan sel telur. Sehingga, saat Moms mengonsumsi atau berenti mengonsumsinya akan sangat mempengaruhi siklus menstruasi.
  3. Polip rahim. Polip rahim adalah pertumbuhan jaringan yang tidak normal pada dinding rahim yang bersifat non kanker atau disebut tumor. Tumor ini bisa beragam ukurannya, mulai dari sebesar biji apel hingga sebesar jeruk bali, dan dapat menimbulkan perdarahan serta rasa sakit dalam periode tertentu.
  4. Endometriosis. Endometriosis adalah kondisi jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan yang tidak normal, kram atau nyeri sebelum dan selama menstruasi, dan hubungan seksual yang menyakitkan.
  5. Radang panggul (PID). Pelvic Inflammatory Disease (PID) adalah infeksi bakteri yang memengaruhi sistem reproduksi wanita. Gejala PID yang biasanya terjadi adalah keputihan yang berat dengan bau yang tidak menyenangkan, menstruasi yang tidak teratur, nyeri di daerah panggul dan perut bagian bawah, demam, mual, muntah, atau diare.
  6. Premature ovarian insufficiency. Kondisi ini terjadi pada wanita di bawah umur 40 yang indung telurnya tidak bekerja dengan normal. Cirinya adalah siklus menstruasinya berhenti, mirip dengan menopause.

Dampak Menstruasi Tidak Normal

kesehatan, menstruasi
Foto: kesehatan, menstruasi

Foto: Freepik.com

Akibat tidak seimbangnya hormon dan siklus menstruasi yang berantakan, Moms bisa saja mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan. Berikut ini beberapa dampak yang biasanya timbul akibat mestruasi yang tidak normal.

  1. Anemia. Menurut Daniel R. Spogen, MD dari Univ. of Nevada School of Medicine, Amerika, memiliki siklus yang tidak teratur tidaklah berbahaya. Namun, jika sudah termasuk dalam golongan yang berat sebaiknya Moms konsultasikan pada ahli untuk meminimalkan risiko. "Menstruasi yang tidak teratur dan sangat berat dapat menyebabkan darah rendah atau anemia," jelas Daniel.
  2. Berkurangnya tingkat kesuburan. Hal ini bisa terjadi dikarenakan ovulasi pada organ reproduksi tidak terjadi dengan sempurna sehingga akan mengakibatkan kesulitan untuk mendapatkan anak.
  3. Kanker rahim. Siklus menstruasi tidak normal bisa jadi tanda dari gejala awal kanker rahim. Namun, jika Moms melakukan konsultasi lebih awal dan menjaga kesehatan dengan gaya hidup sehat, maka hal ini masih mungkin untuk dicegah.

Baca Juga: Kenapa Menstruasi Hanya Berupa Flek?

Jadi, bagaimanakah siklus menstruasi Moms akhir-akhir ini? Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dengan ahlinya jika dibutuhkan, ya.

ERN/KM

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.