13 Juni 2024

18 Larangan saat Haid Menurut Islam dan Kesehatan, Catat!

Bisa berakibat buruk bagi kesehatan, lho!

Saat menstruasi, Moms mungkin pernah mendengar beberapa hal yang jadi larangan saat haid.

Menstruasi atau haid adalah hal lumrah yang dialami oleh tubuh wanita setiap bulannya.

Hal ini karena ketika sel telur wanita tidak dibuahi, akan luruh dengan sendirinya lewat proses menstruasi.

Seiring dengan berjalannya proses tersebut, terjadi pula bermacam perubahan hormonal pada tubuh wanita.

Kebanyakan wanita akan mengalami mood swing, nafsu makan yang menggila, rasa nyeri di sekujur tubuh, pusing, dan bahkan nafsu untuk berhubungan badan lebih tinggi.

Hal inilah yang kemudian membuat wanita harus belajar untuk mengontrol dirinya agar tidak menuruti perubahan hormonal tersebut.

Ternyata, Moms perlu tahu larangan saat haid menurut Islam dan larangan haid menurut kedokteran. Apa saja ya? Yuk, simak!

Baca Juga: Normalkah Alami Haid 2 Kali Sebulan? Ini Penjelasannya!

Larangan saat Haid Menurut Islam

Ilustrasi Wanita Haid
Foto: Ilustrasi Wanita Haid (Freepik.com/primagefactory)

Dalam Islam, wanita yang sedang mengalami haid tidak diperbolehkan untuk melakukan beberapa hal seperti berpuasa, sholat dan lain sebagainya.

Al hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari mengatakan:

"Larangan salat bagi perempuan haid adalah perkara yang telah jelas karena kesucian dipersyaratkan dalam salat dan perempuan haid tidak dalam keadaan suci. "

Adapun puasa tidak dipersyaratkan di dalamnya kesucian maka larangan puasa bagi perempuan haid itu sifatnya adalah ta'abudi (hal yang berkaitan dengan ibadah)."

1. Sholat

Larangan saat haid pertama menurut Islam adalah tidak boleh melaksanakan sholat saat sedang menstruasi.

"Apabila haid datang, tinggalkanlah salat." (HR Bukhari dan Muslim).

Suatu hari, datanglah seorang wanita dan bertanya kepada Aisyah, "Apakah salah seorang dari kami harus mengqadha salat bila telah suci dari haid?"

Kemudian istri Nabi pun bertanya, "Apakah engkau wanita Hururiyah? Kami dulunya haid di masa Nabi SAW. Beliau tidak memerintahkan kami mengganti salat," (HR. Bukhari).

Ketika dalam masa haid, berarti seorang wanita sedang dalam keadaan tidak suci atau kotor, sehingga larangan saat haid ini tidak boleh dilanggar.

2. Membaca Alquran

Selain tidak melaksanakan sholat, larangan saat haid kedua adalah wanita tidak boleh membaca Alquran ketika dalam masa menstruasi.

Rasulullah SAW. bersabda,

"Orang junub dan wanita haid tidak boleh membaca sedikit pun dari Alquran," (HR. Tirmidzi).

Oleh karena itu, Moms bisa membacanya kembali setelah selesai masa haid dan melakukan mandi wajib dengan benar.

Baca Juga: Penyebab Darah Haid Sedikit dan Cara Mengatasinya!

3. Melakukan Tawaf

Ketika sedang melaksanakan haji, larangan saat haid bagi wanita adalah melakukan tawaf. Sebab, ia sedang dalam tidak suci dan dilarang beribadah dalam sementara waktu.

Rasulullah SAW bersabda kepada Aisyah ketika sedang melaksanakan haji dan sedang haid.

"Kerjakanlah segala yang dikerjakan oleh orang yang sedang berhaji, tetapi jangan melakukan tawaf," (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain itu, Nabi SAW menyebutkan bahwa persyaratan kesucian tawaf itu sebagaimana seperti sholat.

Diriwayatkan oleh Imam Al-Hakim, Rasulullah bersabda.

الطواف بالبيت صلاة، إلا أن الله أحل لكم فيه الكلام، فمن تكلم فلا يتكلم إلا بخير

Artinya: “Tawaf di Baitullah itu (sebagaimana) salat. Kecuali, Allah membolehkan dalam thawaf itu berbicara. Barangsiapa (ketika thawaf) berbicara, maka hendaknya ia mengucapkan hal-hal yang baik.”

4. Berpuasa

Ilustrasi Wanita Sahur untuk Berpuasa
Foto: Ilustrasi Wanita Sahur untuk Berpuasa (Freepik.com/odua)

Larangan saat haid menurut Islam seterusnya adalah tidak boleh berpuasa ketika menstruasi.

Sebuah hadist mengatakan,

‘"Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ shalat,’” (HR. Muslim).

Dari hadist diatas tersebut, bahwa larangan saat haid untuk berpuasa ini, dapat diganti di kemudian hari. Namun, tak berlaku untuk sholat.

Bukan hanya diharamkan untuk berpuasa Ramadan, puasa-puasa sunnah pun dilarang tentunya ketika wanita dalam masa haid dan nifas.

5. Berhubungan Seksual

Saat wanita sedang haid atau menstruasi, ia diharamkan untuk melakukan hubungan suami istri atau berjimak dengan suaminya.

Hal tersebut dijelaskan dalam firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 222:

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ

Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang mahîdh. Katakanlah, ‘Ia adalah gangguan.’

Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci.

Apabila mereka telah amat bersuci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepada kamu,” (Al-Baqarah ayat 222).

Selain itu, dalam sebuah hadis pun disampaikan bahwa:

“Barangsiapa yang menyetubuhi wanita haid atau menyetubuhi wanita di duburnya, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Ada juga hadis lainnya yang turut mengatakan:

“Lakukanlah segala sesuatu (terhadap wanita haid) selain jima,’" (HR. Muslim).

Dalam hadis disebutkan bahwa berhubungan seksual dengan wanita haid tidak masalah selagi tidak terjadi pada vagina.

Baca Juga: 9 Efek Samping Berhubungan saat Haid Terakhir, Wajib Tahu!

Rupanya berdiam diri di dalam masjid juga merupakan larangan saat haid yang harus dihindari.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb