Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING ISLAMI
24 Januari 2023

Cara Mandi Wajib: Rukun, Bacaan Niat, Urutan, dan Keutamaannya

Ketahui sebab-sebab diharuskannya mandi wajib dan cara melakukannya.
Cara Mandi Wajib: Rukun, Bacaan Niat, Urutan, dan Keutamaannya

Banyak yang tidak tahu cara mandi wajib dengan benar. Jangan-jangan, Moms salah satunya?

Sesuai namanya, mandi wajib adalah mandi yang diwajibkan untuk menyucikan diri dari hadas besar.

Yuk, telaah lebih lanjut bagaimana cara mandi wajib yang benar untuk perempuan dan laki-laki.

Diketahui, doa mandi wajib pria memiliki bacaan yang berbeda dari perempuan, lho!

Baca Juga: 5 Rekomendasi Maskara Waterproof yang Tak Hilang Usai Wudu

Apa Itu Mandi Wajib?

Mandi

Foto: Mandi (Orami Photo Stocks)

Dilansir NU Online, mandi wajib berbeda dari mandi biasa.

Mandi yang biasa dilakukan untuk membersihkan dan menyegarkan badan adalah mandi biasa.

Sedangkan mandi wajib merujuk kepada mandi yang harus dilakukan untuk menghilangkan hadas besar karena bersetubuh atau keluar mani.

Kedua hal tersebut disebut al-Jinabat dalam istilah fiqih karena bersetubuh ataupun keluar air mani menghalangi seseorang untuk melaksanakan ibadah.

Ibadah, seperti salat, tawaf, atau baca Al-Qur'an tidak dapat dilakukan sebelum melakukan mandi wajib.

Dalam keterangan al-Munawi, keduanya dinamakan jinabat, karena jauh dari suci dan hanya bisa kembali suci setelah mandi wajib.

Baca Juga: Hukum Merokok Saat Puasa Menurut Aturan Islam, Harap Dipatuhi agar Ibadah Diridai Allah SWT

Rukun Mandi Wajib

Wajah Berseri Setelah Mandi

Foto: Wajah Berseri Setelah Mandi (Shutterstock.com)

Dikutip dari laman Aku Islam, rukun mandi wajib ada dua, yakni:

  1. Berniat untuk mandi wajib.
  2. Meratakan air ke seluruh anggota badan yang zahir.

Jika kedua hal ini terpenuhi, maka sahlah mandi wajib bagi Moms dan Dads.

Namun, pastikan sudah tak ada lagi najis dan hadas yang melekat di tubuh, ya!

Sebab yang Mengharuskan Mandi Wajib

Mandi Air Hangat

Foto: Mandi Air Hangat (Wtpsports.com)

Sebelum mengetahui cara mandi wajib yang benar, Moms dan Dads perlu memahami sebab-sebabnya.

Sebab-sebab inilah yang mengharuskan seseorang untuk mandi wajib, yaitu berikut ini:

1. Bersetubuh

Seperti yang Moms dan Dads ketahui, mandi junub ialah wajib hukumnya jika telah berhubungan badan (jimak) yang mengeluarkan air mani atau pun tidak.

Hal yang dimaksud dengan bersetubuh ialah apabila bertemu dua khitan (kemaluan lelaki dan perempuan), yaitu dengan memasukkan hasyafah (batasan zakar yang dikhitan) ke dalam faraj.

Anjuran mandi wajib usai bersetubuh ini telah diriwayatkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Rasullah bersabda: “Apabila bertemu dua khitan, maka sesungguhnya wajib mandi,” (H.R Ibnu Majah)

2. Keluar Air Mani Secara Sengaja atau Tidak

Ilustrasi Air Mani

Foto: Ilustrasi Air Mani (Unsplash.com/Deon Black)

Keluarnya mani yang dimaksud ialah cairan dari alat kelamin laki-laki atau wanita.

Keluarnya ini baik karena mimpi basah, mempermainkannya, ataupun gairah yang ditimbulkan penglihatan atau pikiran.

3. Terhentinya Darah Haid Bagi Wanita

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 222 yang artinya:

“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: "Haid itu adalah suatu kotoran".

Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci.

Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu.”

Baca Juga: Tata Cara dan Niat Puasa Ayyamul Bidh, Puasa Sunnah Tengah Bulan dengan Pahala Setara Setahun Puasa

Dalam tafsir disebutkan yang dimaksud dengan suci dalam ayat tersebut adalah suci dengan cara mandi.

Dalam satu kesempatan, sahabat Fathimah binti Abi Jaisy RA pernah bertanya tentang darah yang keluar kemudian Rasulullah SAW menjelaskan:

“Bila keadaan haid itu datang maka tinggalkanlah salat. Jika ia telah pergi, maka mandi dan salatlah,” (HR Bukhari dari Sayyidah Aisyah RA).

4. Keluar Darah Nifas

Ilustrasi Masa Nifas

Foto: Ilustrasi Masa Nifas (Summitmedia.com)

Sama seperti haid, darah yang keluar saat bersalin (nifas) juga wajib disucikan dengan mandi.

Umumnya, nifas berlangsung selama 40 hari dan maksimal 60 hari.

Jika darah nifas berhenti, maka wanita harus mandi wajib.

5. Wiladah

Ketika wanita melahirkan normal, diwajibkan untuk mandi junub meski yang dilahirkan masih berupa segumpal darah atau daging.

Sementara jika melahirkan melalui operasi caesar, maka ada perdebatan antara ulama.

Ada yang mengatakan harus mandi wajib ada pula yang berpendapat sebaliknya.

6. Meninggal Dunia Selain Daripada Mati Syahid

Mati Syahid

Foto: Mati Syahid (Orami Photo Stocks)

Umat Islam yang meninggal dunia, selain mati syahid, maka wajib untuk dimandikan.

Aturan ini telah lama diakui oleh para ulama sebagai syarat atau sebab untuk melakukan mandi junub.

Baca Juga: Hukum Memotong Kuku Saat Puasa dalam Islam, Wajib Tahu!

Hukum dan Niat Mandi Wajib

Mandi Malam

Foto: Mandi Malam (Webmd.com)

Ada hukum dan niat yang perlu diketahui sebelum melakukan mandi wajib, baik untuk Moms ataupun Dads.

1.Hukum Mandi Wajib

Berhubungan suami istri termasuk salah satu hadas besar. Karena itu, penting bagi Moms dan Dads paham cara mandi wajib.

Berbeda dengan hadas kecil yang dapat disucikan dengan berwudu, untuk hadas besar maka wajib untuk melakukan mandi wajib.

Jika tidak, tubuh akan dianggap najis dan belum bisa melakukan kewajiban beribadah.

Allah telah menuliskan perintah untuk mandi wajib dalam Al-Qur'an.

Allah berfirman: “Wa ing kuntum junuban faththohharuu”.

Artinya: "Dan jika kamu junub, maka mandilah," (QS Al Maidah:6).

2. Niat Mandi Wajib

Mandi wajib dalam Islam ditujukan untuk membersihkan diri, sekaligus menyucikan diri dari segala najis dan kotoran yang menempel pada tubuh.

Sebelum mandi wajib, ada bacaan niat yang bisa dibaca.

Niat mandi wajib perempuan setelah berhubungan suami istri ialah sebagai berikut:

Nawaitul ghusla lifrafil hadatsil akbari fardhan lillahi ta’aala,”.

Artinya: “Aku berniat mandi junub untuk menghilangkan hadas besar fardu karena Allah ta’ala,”.

Sementara itu, niat mandi wajib pria yakni dengan membaca:

"Bismillahirahmanirahim nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbar minal janabati fardlon lillahi ta'ala."

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah, fardu karena Allah Ta'ala."

Baca Juga: Ini Doa sebelum Berhubungan dan Keutamaannya Menurut Islam, Yuk Amalkan!

Urutan Tata Cara Mandi Wajib yang Benar

Rutinitas Mandi

Foto: Rutinitas Mandi (Orami Photo Stocks)

Urutan mandi wajib dibedakan menjadi setelah berhubungan intim bagi Moms dan Dads serta setelah masa haid.

Berikut penjelasannya.

1. Setelah Berhubungan Intim

Setelah membacakan niat, diwajibkan untuk membasuhkan air ke seluruh tubuh mulai dari rambut hingga ujung kaki.

Tidak hanya itu, saat mandi juga perlu membersihkan setiap kotoran yang menempel di tubuh menggunakan air yang suci dan bersih.

Agar tidak salah langkah, inilah tata cara mandi wajib setelah berhubungan intim yang harus dilakukan.

  1. Membaca niat mandi wajib. Doa niat inilah yang membedakan mandi wajib dengan mandi biasa. Doa niat mandi wajib setelah berhubungan ini bisa dibaca dalam hati.
  2. Membersihkan telapak tangan sebanyak tiga kali.
  3. Setelah itu dilanjutkan dengan membersihkan kemaluan serta kotoran yang ada di sekitarnya hingga bersih dengan tangan kiri.
  4. Mencuci tangan setelah membersihkan kemaluan. Tangan perlu dicuci ulang untuk menghilangkan najis dengan menggosok-gosoknya menggunakan sabun hingga bersih, baru dibilas.
  5. Berwudu secara sempurna, mirip seperti wudu yang dilakukan saat akan salat.
  6. Menyiram kepala dengan air sebanyak 3 kali.
  7. Sela pangkal rambut dengan jari-jari tangan yang basah sampai menyentuh kulit kepala agar seluruh bagian rambut terkena air.
  8. Bilas seluruh tubuh dengan mengguyurkan air dari sisi kanan, lalu dilanjutkan dengan sisi tubuh bagian kiri.
  9. Membersihkan area badan yang susah dijangkau.

Saat mandi wajib, pastikan seluruh lipatan kulit dan bagian tersembunyi ikut dibersihkan.

Baca Juga: Ini Posisi Hubungan Suami Istri dalam Islam dan Adabnya, Catat!

2. Setelah Masa Haid

Haid atau menstruasi merupakan peristiwa keluarnya darah dari rahim wanita yang telah mencapai usia dewasa atau baligh.

Pada saat wanita berada dalam kondisi haid tubuhnya akan kotor atau tidak suci. Artinya, setelah selesai masa menstruasi wanita wajib melakukan mandi wajib.

Niat mandi wajib setelah haid bagi perempuan ialah sebagai berikut:

"Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari minal haidhii fardhan lillahi ta’aala:

Artinya: “Aku niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar sebab haid karena Allah ta'ala.” 

Berikut tata cara mandi wajib setelah haid:

  1. Membaca Basmalah niat mandi wajib.
  2. Membasuh kedua tangan sebanyak 3 kali. Membasahi tangan kanan dan tangan kiri.
  3. Membersihkan kemaluan dengan menggunakan tangan kiri.
  4. Mencuci tangan kiri yang digunakan untuk membersihkan kemaluan.
  5. Berwudu menggunakan air mengalir secara sempurna seperti wudu ketika hendak melakukan salat.
  6. Menyiramkan air mulai dari atas kepala hingga seluruh badan bagian kanan sebanyak 3 kali, ulangi pada bagian kiri sebanyak 3 kali.
  7. Gosok sela-sela rambut hingga seluruhnya terbasahi oleh air.
  8. Gunakan wewangian atau sabun untuk membersihkannya, gosokkan keseluruh tubuh
  9. Bilas dengan air yang bersih.

Baca Juga: Mengenal Kafarat dalam Islam, Denda untuk Menebus Dosa

Selain itu, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan saat melakukan cara mandi wajib setelah haid.

Hal ini penting untuk kesucian dari mandi wajib yang sudah dilakukan. Berikut ini beberapa aturan lain yang perlu diperhatikan:

  • Gunakan air yang bersih dan suci.
  • Pastikan seluruh tubuh terguyur dengan air.
  • Jangan menggunakan penutup kepala.

Baca Juga: Aturan dan Tata Cara Salat Jamak, Menggabungkan Dua Salat dalam Satu Waktu

Doa Setelah Mandi Wajib

Ilustrasi Memanjatkan Doa

Foto: Ilustrasi Memanjatkan Doa (Freepik.com/freepik)

Berikut adalah bacaan doa setelah mandi wajib sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah SAW:

“Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina”.

Artinya:

“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya.

Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri,”.

Baca Juga: Bacaan Zikir Paling Dahsyat, Yuk Amalkan setelah Sholat!

Doa setelah mandi wajib di atas diperkuat dengan hadis yang diriwayatkan oleh Rasulullah.

Adapun hadis tentang jaminan bagi orang yang melakukan wudu setelah melakukan mandi wajib:

"Maa minkum min ahadin yatawadha-u, fayusabbighu al-wudu-a, tsumma yaqulu:

“Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, illa futihat lahu abwabu al-jannati"

Artinya: “Tiada seorang pun di antara kamu yang berwudu dengan sempurna kemudian berdoa:

Asyahadu ala ilaha illallah… kecuali telah dibukakan baginya pintu surga yang delapan, ia dapat masuk melalui pintu manapun yang ia kehendaki,”

Baca Juga: Taharah, Menyucikan Diri dari Najis dan Hadas dalam Islam

Manfaat Mandi Wajib

Kebiasaan Mandi Pakai Shower

Foto: Kebiasaan Mandi Pakai Shower (Shutterstock.com)

Bukan hanya cara mandi wajib yang perlu Moms dan Dads pahami. Mengetahui manfaat dari mandi wajib juga tidak kalah penting.

Islam amat memperhatikan kebersihan, terutama kebersihan umatnya.

Bukan hanya kebersihan badan, pakaian dan tempat yang sifatnya zahir dan jelas, akan tetapi juga bersihnya hati dari perilaku buruk dan penyakit hati.

Salah satunya adalah adanya manfaat yang dimiliki saat seseorang melakukan mandi wajib setelah berhubungan intim.

Menurut Syekh Muhyiddin dalam kitabnya yang berjudul Ibadatul Islam: Fiqhuha, Asroruha, wa Ta’allumu Kaifiyyatiha dalam bab faidah-faidah mandi (fawaidul ghusli).

Manfaat atau faidah mandi wajib itu adalah:

1. Mandi Sebagai Ibadah Sebagaimana Wudu

Ketika seorang muslim melakukan mandi wajib, itu berarti dia telah melaksanakan perintah Allah.

Syekh Muhyiddin mengatakan bahwa dengan melaksanakan perintah Allah, terdapat pahala yang besar, kebahagiaan, ketenangan dan kegembiraan.

2. Mandi Wajib Menjaga Kebersihan

Karena akan menghalangi seseorang saat sedang beribadah, mandi wajib juga dimaksudkan untuk menjaga kebersihan diri.

Seorang ulama juga pernah mengatakan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman.

3. Tubuh Menjadi Semangat Beraktivitas

Untuk faidah ini, Syekh Muhyiddin menjelaskan: tidak diragukan lagi bahwasanya Allah SWT menciptakan dan membuat aturan (syariat) akan sesuatu yang dapat memperbaiki maupun menegakkan urusan manusia.

Apabila telah mengikuti aturan atau syariat-Nya, maka manusia bernaung pada cinta dan rida-Nya.

Manusia yang berbahagia di dunia dan akhirat, di antara syariat-Nya ialah mandi wajib.

Baca Juga: Ketahui Tentang Polysilane, Manfaat, Dosis, Efek Samping, dan Aturan Pakai

Itu dia cara mandi wajib yang benar.

Jangan lupa untuk dilakukan, khususnya setelah Moms atau Dads mengalami hal-hal yang membuat tubuh berada dalam keadaan hadas besar.

Pastikan pula untuk tidak lupa mengajarkan cara mandi wajib yang benar kepada Si Kecil, ya, Moms!

  • https://islam.nu.or.id/thaharah/niat-cara-dan-adab-mandi-wajib-atau-mandi-junub-Km7xi
  • https://islam.nu.or.id/thaharah/ini-sebab-sebab-mandi-wajib-hKBlr
  • https://akuislam.com/blog/ibadah/cara-mandi-wajib/
  • https://www.al-islam.org/islamic-marriage-handbook-sayyid-athar-husayn-sh-rizvi/major-ablution-ghusl-janabat

Copyright © 2023 Orami. All rights reserved.