14 Mei 2024

Meski Mirip, Ini 10 Perbedaan Selaput Dara dan Darah Haid!

Simak penjelasannya di sini, yuk Moms!

Cara termudah untuk mengetahui perbedaan selaput dara dan darah haid adalah dengan memeriksa konsistensi dan warnanya. Akan tetapi, bagaimana melakukannya?

Hal paling umum saat haid dan pecahnya selaput dara adalah munculnya darah dari vagina. Namun, Moms perlu tahu bahwa tentu saja keduanya berbeda.

Hal paling pertama yang perlu dilakukan adalah memahami perbedaan selaput dara dan darah haid, meski keduanya sama-sama keluar dari lubang vagina.

Melansir Everyday Health, selaput dara adalah selaput tipis yang biasanya menutupi bagian pembukaan vagina.

Lubang selaput dara biasanya akan melebar saat usia seorang gadis mendekati pubertas.

Selama ini, selaput dara kerap identik dengan keperawanan seseorang, terlebih salah satu penyebab robeknya selaput dara adalah hubungan seksual.

Namun, faktanya beberapa gadis dilahirkan tanpa selaput dara. Selain berhubungan seksual, selaput dara juga bisa robek saat pemasangan tampon, kegiatan olahraga dan juga prosedur medis.

Sementara dalam Cleveland Clinic dijelaskan, haid adalah peluruhan bulanan lapisan rahim wanita. Haid juga dikenal dengan istilah menstruasi, masa haid, dan siklus.

Darah haid, yang sebagian darah dan sebagian jaringan dari bagian dalam rahim, mengalir dari rahim melalui leher rahim dan keluar dari tubuh melalui vagina.

Ingin tahu apa saja perbedaan selaput dara dan darah haid? Simak penjelasannya di artikel ini hingga akhir, ya Moms.

Baca Juga: Gumpalan Darah Haid seperti Daging, Apakah Tanda Keguguran?

Perbedaan Selaput Dara dan Darah Haid

Ilustrasi Sikluasi Menstruasi
Foto: Ilustrasi Sikluasi Menstruasi (Orami Photo Stocks)

Untuk mengetahui perbedaan selaput dara dan darah haid secara lebih detail, Moms bisa membaca artikel ini sampai selesai.

Berikut adalah 10 perbedaan selaput dara dan darah haid:

1. Datang Setiap Bulan

Perbedaan selaput dara dan darah haid adalah, darah haid akan keluar setiap bulan dan berlangsung selama tiga sampai lima hari.

Beberapa orang mengalami masa menstruasi hanya dua hari, beberapa selama 6 atau 7 hari.

Tidak ada aturan karena semua orang berbeda. Setiap orang mengalami menstruasi mereka secara berbeda.

Meski begitu, beberapa perempuan mengalami haid yang tidak teratur.

Hal itu biasanya terjadi pada perempuan yang kegemukan, sedang menyusui, perimenopause, atau sedang tertekan.

Selain itu, menstruasi juga biasanya diikuti dengan rasa sakit yang parah.

2. Sel Telur

Darah haid yang keluar merupakan siklus alami yang terjadi setiap bulan.

Ini juga merupakan tanda bahwa sel telur akan matang dan siap dibuahi oleh sel sperma, selepas siklus menstruasi selesai.

Saat hal itu terjadi, hormon otomatis akan memberi tahu ovarium Moms untuk melepaskan sel telur yang matang dan proses ini disebut ovulasi.

Ketika sel telur meninggalkan ovarium, ia bergerak melalui salah satu saluran tuba menuju rahim.

Sementara jika Moms tidak hamil, tubuh tidak membutuhkan lapisan tebal di rahim.

Lapisan Moms akan rusak, dan darah, nutrisi, dan jaringan mengalir keluar dari tubuh melalui vagina Moms.

Ini juga menjadi salah satu perbedaan selaput dara dan darah haid.

Baca Juga: Tidak Selalu Hamil, Cari Tahu 12 Penyebab Terlambat Haid

3. Selaput Dara Bukan Bagian yang Menutupi Vagina

Perbedaan selaput dara dan darah haid lainnya adalah, selaput dara bukanlah bagian datar dari jaringan yang menutupi vagina, yang tertusuk selama hubungan seksual.

Jika demikian, anak perempuan tidak akan bisa haid sebelum kehilangan keperawanannya karena tidak ada tempat keluarnya darah haid.

Biasanya, selaput dara terlihat seperti pinggiran jaringan di sekitar lubang vagina. Itu bukan sepotong jaringan utuh yang menutupinya.

Beberapa gadis dilahirkan tanpa selaput dara, yang lain hanya memiliki sedikit jaringan.

4. Selaput Darah Setiap Orang Berbeda

Perbedaan selaput dara dan darah haid lainnya adalah bentuk selaput dara setiap orang berbeda. Ini sama seperti bentuk mata, hidung, payudara setiap orang.

Bahkan beberapa perempuan tidak dilahirkan dengan selaput dara.

Tidak ada yang bisa mengetahui apakah selaput dara akan rusak karena bermain sepeda atau berhubungan seksual dengan seseorang.

Meski begitu, selaput dara yang rusak seringkali diikuti dengan pendarahan.

Meski sering jadi fokus, namun faktanya banyak wanita yang belum pernah melakukan hubungan intim tidak mengeluarkan darah saat pertama kali berhubungan karena selaput daranya sudah rusak.

Baca Juga: Ini Cara Mengetahui Selaput Dara Sudah Robek atau Belum

5. Selaput Dara Tidak Pecah

Perbedaan selaput dara dengan darah haid yang lain adalah selaput dara tidak akan pecah saat melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya.

Nah yang terjadi, selaput dara mungkin akan meregang, karena selaput dara sudah berlubang.

Kita tahu, tampon dan jari bisa masuk ke saluran vagina tanpa selaput dara menghilang.

Ini bertentangan dengan banyak bahasa yang kita kenal ketika kita berbicara tentang keperawanan.

Pada kenyataannya, tidak ada fisik yang hilang, dan saat pertama kali berhubungan seks tidak ada perubahan biologis pada tubuh seseorang.

Selaput dara juga dikenal dengan cherry. Saat rusak, selaput dara akan meninggalkan lingkaran...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.