Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
15 Juli 2022

Mengenal Cystitis: Definisi, Penyebab, Diagnosis, hingga Penanganan

Lebih sering terjadi pada wanita
Mengenal Cystitis: Definisi, Penyebab, Diagnosis, hingga Penanganan

Jika terjadi infeksi atau peradangan pada kandung kemih, maka itu bisa jadi pertanda Moms atau anggota keluarga Moms mengalami cystitis. Ini adalah jenis umum dari infeksi saluran kemih (ISK).

Sebenarnya penyakit ini dapat sembuh tanpa pengobatan.

Akan tetapi. jika seseorang secara mengalaminya secara berulang atau mengembangkan gejala infeksi ginjal, mereka harus mencari nasihat medis.

Meskipun infeksi ini biasanya bukan kondisi yang serius, penyakit ini dapat membuat tidak nyaman dan menyebabkan komplikasi tanpa pengobatan.

Orami akan sedikit membahas informasi lengkap mengenai cystitis dari jenis hingga pencegahannya.

Yuk, simak lebih jauh!

Apa Itu Cystitis?

Mengenal Infeksi bakteri pada saluran kemih atau Cystitis

Foto: Mengenal Infeksi bakteri pada saluran kemih atau Cystitis (istockphoto)

Foto: Penyakit Cystitis (Orami Photo Stock)

Mengutip dari National Library of Medicine, penyakit cystitis mengacu pada infeksi saluran kemih (ISK) yang merupakan bagian dari saluran kemih bagian bawah.

Cystitis biasanya terjadi ketika bakteri yang biasanya hidup tidak berbahaya di kulit atau di usus, kemudian memasuki uretra dan kandung kemih.

Bakteri tersebut menempel pada lapisan kandung kemih dan menyebabkan area tersebut menjadi teriritasi dan meradang.

Ini dikenal sebagai infeksi saluran kemih.

Infeksi ini dapat menyerang siapa saja tanpa memandang jenis kelamin atau usia.

Namun, Moms harus berhati-hati karena penyakit ini lebih umum di kalangan wanita.

Salah satu alasannya adalah karena wanita memiliki uretra yang lebih pendek dan lebih dekat ke anus.

Hal ini membuat bakteri lebih mudah masuk ke kandung kemih.

Cystitis Akut

Cystitis dapat menjadi akut dan interstisial. Cystitis akut adalah kondisi yang terjadi secara tiba-tiba.

Sementara cystitis interstisial adalah kondisi jangka panjang yang juga dikenal sebagai kondisi kronis.

Penyebab pasti dari cystitis interstisial belum diketahui, tetapi para peneliti sedang bekerja untuk memahaminya.

Penyebab infeksi ini secara umum biasanya adalah ISK, yakni ketika bakteri masuk ke kandung kemih atau uretra dan berkembang biak.

ISK bisa menjadi masalah serius jika bakteri menyebar ke ginjal.

Infeksi ginjal dapat menyebabkan sepsis, reaksi ekstrem, dan berpotensi mematikan terhadap infeksi.

Baca Juga: 5 Makanan Penyembuh Infeksi Saluran Kemih, Catat Moms!

Jenis dan Penyebab Cystitis

Jenis dan Penyebab cystitis

Foto: Jenis dan Penyebab cystitis

Foto: Cystitis Bakteri Bisa Datang dari Mana Saja (Orami Photo Stock)

Dikutip dari Mayo Clinic, sistem kemih seseorang meliputi ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra.

Semua berperan dalam membuang limbah dari tubuh.

Ginjal, sepasang organ berbentuk kacang yang terletak di bagian belakang perut bagian atas seseorang, bertugas menyaring limbah dari darah dan mengatur konsentrasi banyak zat.

Tabung yang disebut ureter membawa urine dari ginjal ke kandung kemih, di mana ia disimpan sampai keluar dari tubuh melalui uretra.

1. Bakteri

ISK biasanya terjadi ketika bakteri di luar tubuh memasuki saluran kemih melalui uretra dan mulai berkembang biak.

Sebagian besar kasus sistitis disebabkan oleh jenis bakteri Escherichia coli (E. coli).

Infeksi bakteri kandung kemih dapat terjadi pada wanita sebagai akibat dari hubungan seksual.

Meski begitu, gadis dan wanita yang belum aktif secara seksual tetaprentan terhadap infeksi saluran kemih bagian bawah.

Ini karena area genital wanita kerap menjadi sarang bakteri yang dapat menyebabkan infeksi tersebut.

2. Tidak Menular

Meskipun infeksi bakteri adalah penyebab paling umum dari sistitis, sejumlah faktor non-infeksi juga dapat menyebabkan kandung kemih menjadi meradang.

Beberapa penyeba peradangan kandung kemih termasuk berikut ini.

  • Cystitis Interstitial

Penyebab peradangan kandung kemih kronis ini belum dapat dipastikan.

Sebagian besar kasus didiagnosis pada wanita. Kondisi ini bisa sulit untuk didiagnosa dan diobati.

  • Cystitis yang diinduksi obat

Obat-obatan tertentu, terutama obat kemoterapi siklofosfamid dan ifosfamid, dapat menyebabkan radang kandung kemih saat komponen obat yang rusak keluar dari tubuh.

  • Cystitis radiasi

Pengobatan radiasi pada daerah panggul dapat menyebabkan perubahan inflamasi pada jaringan kandung kemih.

  • Cystitis benda asing

Penggunaan kateter jangka panjang dapat membuat seseorang rentan terhadap infeksi bakteri dan kerusakan jaringan yang keduanya dapat menyebabkan peradangan.

  • Cystitis Kimia

Beberapa orang mungkin hipersensitif terhadap bahan kimia yang terkandung dalam produk tertentu, seperti mandi busa, cairan pembersih kewanitaan, atau jeli spermisida.

Kondisi hipersensitif tersebut dapat berkembang menjadi alergi di dalam kandung kemih sehingga menyebabkan peradangan.

  • Cystitis terkait dengan kondisi lain

Sistitis kadang-kadang dapat terjadi sebagai komplikasi dari gangguan lain.

Ambil contoh diabetes, batu ginjal, pembesaran prostat, atau cedera tulang belakang.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil?

Diagnosa Cystitis

Diagnosa penyakit cystitis

Foto: Diagnosa penyakit cystitis (https://www.carolinawellnesspsychiatry.com/blog/are-you-suffering-with-irrational-fears)

Foto: Diagnosa Penyakit Cystitis (Orami Photo Stock)

Dokter dapat mendiagnosis cystitis dengan melakukan pemeriksaan dan meminta Moms menjalani tes urine.

Kultur spesimen urine dari kateter mungkin diperlukan untuk menentukan jenis bakteri dalam urine.

Setelah mengetahui bakteri spesifik mana yang menyebabkan infeksi, dokter akan meresepkan antibiotik oral.

Dokter mungkin juga menawarkan untuk menguji infeksi menular seksual (IMS) karena gejalanya mungkin serupa.

Orang yang sering mengalami cystitis mungkin memerlukan tes lebih lanjut.

Ini dapat mencakup pemindaian ultrasound, sinar-X, atau sistoskopi kandung kemih menggunakan kamera serat optik.

Penanganan dan Pengobatan Rumahan

Pengobatan penyakit cystitis

Foto: Pengobatan penyakit cystitis (Pixabay.com)

Foto: Pengobatan Penyakit Cystitis (Orami Photo Stock)

Sebagian besar kasus Cystitis ringan akan sembuh sendiri dalam beberapa hari.

Jika penyakit ini berlangsung lebih dari 3 hari, menemui dokter adalah hal bijak.

Seorang dokter mungkin meresepkan antibiotik.

Jenis dan durasi pengobatan antibiotik akan tergantung pada individu.

Obat-obatan yang mungkin diresepkan dokter meliputi:

  • Nitrofurantoin, dapat dikonsumsi 100 miligram (mg) dua kali sehari selama 5 - 7 hari.
  • Sulfamethoxazole-trimethoprim, dapat diminum dua kali sehari selama 3 hari.
  • Fosfomycin, memerlukan dosis tunggal 4 mg.

Jika gejala tidak mereda setelah minum antibiotik, Moms harus kembali ke dokter.

Pengobatan Rumahan

Untuk membantu meringankan gejala di rumah, Moms dapat mengonsumsi obat pereda nyeri seperti asetaminofen atau ibuprofen.

Moms juga harus minum banyak air.

Cranberry mengandung bahan aktif yang membantu mencegah bakteri menempel pada dinding kandung kemih.

Akan tetapi, jus atau kapsul cranberry mungkin tidak mengandung cukup bahan aktif untuk mencegah gejala.

Baca Juga: Cegah Infeksi Saluran Kemih, Ini 4 Tips Memakai Toilet Umum

Pencegahan Cystitis

Makanan yang harus dihindari untuk mencegah cystitis

Foto: Makanan yang harus dihindari untuk mencegah cystitis

Foto: Kopi yang Dapat Memicu Cystitis (Orami Photo Stock)

Tidak ada penelitian yang secara konsisten menghubungkan makanan atau minuman tertentu yang harus dihindar atau pantangan terkait kondisi ini.

Namun, makanan sehat dan tetap terhidrasi penting untuk kesehatan pasien secara keseluruhan, termasuk kesehatan kandung kemih. 

Beberapa orang dengan cystitis kronis menemukan fakta dari dokter bahwa makanan atau minuman tertentu memicu atau memperburuk gejala.

Kopi, soda, alkohol, tomat, makanan panas dan pedas, cokelat, minuman berkafein, jus dan minuman jeruk, MSG, dan makanan asam tinggi berpotensi memicu gejala cystitis kronis  atau memperburuknya.

Penelitian dari National Institute of Health, menunjukan bahwa gejala beberapa orang memburuk setelah makan atau minum produk dengan pemanis buatan atau pemanis yang tidak ditemukan secara alami dalam makanan dan minuman.

Memahami makanan mana yang memicu gejala cystitis atau membuatnya lebih buruk mungkin membutuhkan usaha.

Moms bisa membuat catatan khusus terkait hal ini.

Baca Juga: Sering Merasa Nyeri atau Sakit saat Kencing? Waspada Infeksi Saluran Kemih!

Itulah beberapa penjelasan tentang penyakit cystitis.

Jika Moms sering mengalami rasa sakit atau ketidaknyamanan di kandung kemih, maka ada mungkin Moms menderita gejala yang kronis.

Meskipun tidak ada obatnya, dokter akan bekerja sama untuk membantu mengelola gejala tersebut.

Pastikan untuk melacak kapan Moms mulai mengalani gejala cystitis guna mengidentifikasi pemicu yang mungkin dapat Moms hindari.

  • https://www.healthline.com/health/chronic-cystitis#seeking-medical-help
  • https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/interstitial-cystitis-painful-bladder-syndrome/eating-diet-nutrition
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/152997#diagnosis
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cystitis/symptoms-causes/syc-20371306