Scroll untuk melanjutkan membaca

OBAT-OBATAN
31 Mei 2022

Sagestam Cream: Obat Infeksi Kulit dan Perawatan Luka, Begini Aturan Pakainya

Bisa untuk bisul, dermatitis, luka bakar, dan kondisi kulit lainnya
Sagestam Cream: Obat Infeksi Kulit dan Perawatan Luka, Begini Aturan Pakainya

Sagestam Cream adalah obat yang biasa diresepkan dokter untuk mengatasi berbagai penyakit kulit akibat infeksi bakteri.

Obat ini memiliki kandungan gentamicin, antibiotik golongan aminoglikosida.

Karena termasuk obat keras, Sagestam Cream tidak boleh digunakan sembarangan. Simak lebih lanjut dalam pembahasan berikut ini.

Baca juga: 9 Rekomendasi Salep Ruam Leher Bayi yang Ampuh Meredakan Kemerahan Kulit

Manfaat dan Kegunaan Sagestam Cream

Belerang membantu meredakan gatal dan infeksi kulit

Foto: Belerang membantu meredakan gatal dan infeksi kulit

Foto: Orami Photo Stock

Sebagai antibiotik, Sagestam Cream memiliki manfaat dan kegunaan sebagai obat untuk infeksi bakteri pada kulit.

Obat ini dapat digunakan pada infeksi kulit primer, maupun infeksi kulit sekunder.

Infeksi kulit primer yang bisa diatasi dengan Sagestam Cream adalah:

  • Impetigo contagiosa
  • Folikulitis superfisial
  • Ecthyma
  • Furunkulosis
  • Sycosis barbae
  • Pioderma gangrenosum

Sagestam Cream juga dapat diresepkan dokter untuk mengobati bisul. Terutama yang berukuran besar, parah, dan berulang.

Penting untuk diingat bahwa menghilangkan bisul dengan antibiotik seperti Sagestam Cream harus dilakukan dengan resep dokter.

Selain infeksi kulit primer, obat ini juga bisa digunakan untuk mengatasi infeksi kult sekunder, seperti:

  • Dermatitis eczematoid yang menular
  • Jerawat
  • Psoriasis pustular
  • Dermatitis seboroik yang disertai infeksi
  • Dermatitis kontak yang disertai infeksi
  • Laserasi terinfeksi
  • Kista kulit
  • Luka bakar ringan yang disertai infeksi

Efektivitas gentamicin dalam Sagestam dalam menyembuhkan luka telah lama diteliti.

Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis pada 2019 di International Journal of Clinical Practice membahas mengenai hal ini.

Dari 15 penelitian yang melibatkan 1781 peserta, ditemukan bahwa obat ini dapat membantu mempercepat penyembuhan infeksi luka atau risiko infeksi.

Selama satu dekade belakangan, gentamicin mulai diuji sebagai obat untuk genodermatosis, atau penyakit kulit yang disebabkan oleh mutasi genetik.

Penelitian terbaru pada 2021 di World Journal of Pediatrics mencoba membuktikan efektivitas obat ini untuk genodermatosis.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa obat ini berpotensi menjadi pengobatan efektif untuk genodermatosis.

Beberapa contoh genodermatosis adalah keratosis palmoplantar tipe Nagashima, epidermolisis bulosa, penyakit Hailey-Hailey, dan lain-lain.

Dosis dan Aturan Pakai Sagestam Cream

04 SALEP ANTIBIOTIK - sumber healthlinecom.jpg

Foto: 04 SALEP ANTIBIOTIK - sumber healthlinecom.jpg (Shutter Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Sagestam Cream adalah obat keras, yang berarti penggunaannya harus dengan resep dan instruksi dokter.

Dosis obat ini bisa berbeda-beda pada setiap orang tergantung kondisi yang dialami.

Secara umum, dosis Sagestam Cream untuk mengatasi infeksi kulit adalah 3-4 kali sehari, dioleskan secara merata pada kulit yang terinfeksi.

Untuk mengatasi impetigo contagiosa, kerak harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum pemberian obat.

Sagestam Cream adalah obat luar, yang hanya boleh digunakan pada area kulit.

Pastikan untuk cuci tangan sebelum menggunakan obat ini. Bersihkan dan keringkan area yang terkena sesuai petunjuk.

Lalu, oleskan obat dengan lembut ke area kulit tipis-tipis tapi merata, atau sesuai petunjuk dokter.

Jika dokter menginstruksikan, tutupi area kulit yang sakit dengan kasa steril setelah pemberian obat.

Pastikan untuk menjaga area kulit yang sakit agar tetap bersih dan kering.

Cucilah tangan setelah selesai mengaplikasikan obat.

Baca juga: 3 Pilihan Obat Telinga Berair, Harus Disesuaikan dengan Penyebabnya!

Cegah jangan sampai obat ini masuk ke mata , hidung, atau mulut. Jika ini terjadi, bersihkan obat dan bilas sampai bersih dengan air.

Gunakan Sagestam Cream secara teratur untuk mendapatkan manfaat yang maksimal.

Jangan menggunakan obat ini dalam jumlah besar, menggunakannya lebih sering, atau menggunakannya lebih lama dari yang ditentukan.

Ini tidak akan membuat kondisi membaik lebih cepat, justru risiko efek samping dapat meningkat.

Terus gunakan obat ini selama waktu yang ditentukan dokter, bahkan jika gejalanya hilang setelah beberapa hari.

Menghentikan pengobatan terlalu dini dapat memungkinkan bakteri untuk terus tumbuh, yang dapat mengakibatkan kembalinya infeksi.

Beri tahu dokter jika infeksi kulit berlanjut atau memburuk.

Risiko Efek Samping Sagestam Cream

diet keto - gejala ruam keto (freepik).jpg

Foto: diet keto - gejala ruam keto (freepik).jpg

Foto: Orami Photo Stock

Selama digunakan sesuai dengan dosis dan petunjuk dari dokter, Sagestam Cream adalah obat yang aman dan tidak selalu menimbulkan efek samping.

Namun, tetap ada risiko efek samping umum yang dapat terjadi, seperti iritasi kulit, kemerahan, dan gatal-gatal.

Jika salah satu dari efek samping tersebut tak kunjung hilang atau memburuk, beri tahu dokter segera.

Penggunaan Sagestam Cream untuk waktu yang lama atau berulang juga dapat menyebabkan jenis infeksi kulit lain.

Kondisi ini jarang terjadi. Namun, segera hubungi dokter jika melihat gejala kulit yang tidak biasa atau jika kondisi tidak membaik.

Reaksi alergi yang sangat serius terhadap obat ini jarang terjadi. Namun, segera cari pertolongan medis jika mengalami reaksi alergi serius, termasuk:

  • Ruam
  • Gatal atau bengkak (terutama pada wajah, lidah, atau tenggorokan)
  • Pusing parah
  • Kesulitan bernapas

Interaksi Obat Sagestam Cream

Interaksi Obat Cilostazol

Foto: Interaksi Obat Cilostazol

Foto: Orami Photo Stock

Efek dari beberapa obat dapat berubah jika menggunakan Sagestam Cream dengan obat lain atau produk herbal secara bersamaan.

Ini dapat meningkatkan risiko efek samping yang serius atau dapat menyebabkan obat tidak bekerja dengan efektif.

Interaksi obat dapat terjadi, tetapi tidak selalu. Dokter atau apoteker biasanya akan mencegah atau mengelola interaksi obat.

Untuk membantu dokter memberikan perawatan terbaik, pastikan untuk memberi tahu dokter tentang semua produk yang sedang digunakan.

Termasuk obat resep, obat nonresep, dan produk herbal.

Saat menggunakan Sagestam Cream, sebaiknya jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat lain yang digunakan.

Baca juga: Komposisi, Dosis dan Efek Samping Sanadryl Expectorant dan DMP

Kecuali sudah berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Beberapa obat dan produk yang dapat berinteraksi dengan Sagestam Cream adalah antibiotik aminoglikosida yang diberikan melalui suntikan.

Seperti amikasin, gentamicin injeksi, dan tobramisin.

Itulah pembahasan mengenai obat Sagestam Cream, mulai dari manfaat, dosis, hingga risiko interaksi obatnya. Semoga bermanfaat!

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30809868/
  • https://link.springer.com/article/10.1007/s12519-021-00469-2
  • https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6809/garamycin-topical/details
  • https://www.mims.com/indonesia/drug/info/sagestam
  • https://www.drugs.com/mtm/gentamicin.html