23 Juli 2019

Hindari Risiko Infeksi, Begini Cara Merawat Luka Tindik pada Bayi

Tunggu usia Si Kecil hingga 3 bulan untuk bisa dilakukan penindikan ya, Moms

Bagi beberapa orang tua yang memiliki anak perempuan, ada kalanya ingin membuat anak terlihat cantik dan semakin menggemaskan, dengan menindik telinga dan memasangkan anting.

Namun, karena kulit bayi yang masih sangat sensitif, menindik bayi juga tidak bisa dilakukan sembarangan. Sangat penting untuk memastikan prosedur tindik dilakukan dengan aman, menggunakan peralatan steril, dan tahu cara merawat tindikan baru di rumah dengan benar.

Tentunya, Moms juga harus menahan keinginan untuk menindik bayi yang baru lahir dan tunggu sampai usia Si Kecil setidaknya berumur 3 bulan.

Kimberly Schneider, M.D., dokter anak di Indiana University Health menjelaskan bahwa Moms harus menunggu sampai anak-anak berusia setidaknya tiga bulan sebelum ditindik.

"Jika mereka mengalami infeksi dan demam dari penindikan, bayi yang berusia di bawah tiga bulan harus selalu dirawat di rumah sakit sesuai dengan protokol," tambahnya seperti dikutip dari Riley Children's Health.

Baca Juga: 5 Hal Penting yang Harus Diketahui Sebelum Tindik Telinga Bayi

Pastikan Prosedur Penindikan Steril

tindikan anak.jpg
Foto: tindikan anak.jpg (chronicinktattoo.com)

Ketika melakukan penindikan, Moms harus merasa yakin bahwa lingkungan tempat dilakukan penindikan menggunakan alat yang steril dan aman.

Dokter Schneider mengatakan, jika pergi ke toko perhiasan, pastikan Moms pergi ke tempat yang memiliki reputasi baik dengan praktik steril.

Orang yang melakukan penindikan harus dilatih dengan baik, memakai sepasang sarung tangan sekali pakai yang baru, dan gunakan peralatan yang telah disterilkan secara menyeluruh.

Penting juga untuk memilih logam yang tepat jika Moms hendak menindik Si Kecil dengan anting-anting. Sebaiknya pilih yang terbuat dari bahan hypoallergenic seperti perak sterling, atau emas 14, 18, atau 24 karat.

Jenis logam ini cenderung tidak menyebabkan reaksi alergi. Hindari pemakaian nikel, karena sering menyebabkan reaksi alergi.

Baca Juga: Kenapa Bekas Luka Terasa Gatal? Pertanda Luka Mau Sembuh?

Cara Merawat Luka Tindik pada Bayi

tindikan anak2.jpg
Foto: tindikan anak2.jpg (babysears.co.uk)

Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah-Bintaro Jaya, dr. Fransiska Farah, Sp. A, M.Kes, mengungkapkan ada beberapa cara untuk merawat luka tindik pada bayi.

"Cara merawat luka tindik pada bayi sama saja seperti merawat luka lainnya. Bersihkan dengan antiseptik berupa alkohol atau Betadine/obat merah secukupnya, biarkan kering tanpa ditutup," jelasnya.

Moms juga bisa bertanya kepada penindik, apa yang akan terjadi setelah penindikan dan bagaimana merawat daerah penindikan tersebut.

Untuk menghindari infeksi telinga dan mempercepat proses penyembuhan luka tindik pada bayi, berikut hal yang bisa Moms lakukan:

  • Hindari menyentuh tindikan baru kecuali saat membersihkannya
  • Selalu cuci tangan dengan sabun dan air hangat sebelum menyentuh telinga atau anting-anting
  • Bersihkan seluruh area di sekitar tindikan (depan dan belakang) dengan alkohol pada kapas dua sampai tiga kali sehari
  • Berhati-hati untuk tidak menarik tindikan saat menyisir rambut, berbicara di telepon, atau mengenakan headphone. Ini akan mencegah terjadinya sobekan
  • Jika bisa, hindari berenang di kolam renang, kolam air panas, danau, dan laut sambil menunggu tindikan sembuh karena ini dapat meningkatkan risiko infeksi

Selain itu, penting juga untuk tidak melepas atau mengganti anting-anting setidaknya selama enam minggu atau selama yang direkomendasikan oleh penindik.

“Tetap bersihkan secara teratur selama periode waktu ini dan jangan malas, karena hal ini dapat menyebabkan infeksi,” kata Dr. Schneider.

Baca Juga: Kylie Jenner Menindik Telinga Stormi, Ini Risiko Melakukan Tindik pada Bayi yang Harus Dipahami

Bila Moms melihat Si Kecil merasa sakit, ada kemerahan, atau bengkak yang terjadi lebih dari 24 jam pasca penindikan, hubungi dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan perawatan.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.