24 Februari 2018

Cara Mencegah Infeksi Telinga Pada Bayi

Jangan sampai si kecil alami gangguan pada telinganya

Infeksi telinga sangat umum terjadi pada bayi. Hal ini dikarenakan Tuba Eustachius bayi, yang menghubungkan bagian tengah telinga ke area di belakang tenggorokan dan berfungsi untuk menyamakan tekanan, ukurannya masih sangat pendek, berbentuk horizontal dan lebar.

Adapun tenggorokan dan hidung merupakan tempat berkembangbiaknya bakteri karena cenderung lembab. Akibatnya, sekresi hidung dan tenggorokan sekaligus kuman yang mungkin ada di dalamnya mudah melewatinya.

Cairan yang terjebak dalam rongga (telinga tengah) akan menjadi media bagi kuman berkembang biak, dengan begitu menyebabkan munculnya sakit telinga atau infeksi sebagaimana yang umum Moms lihat pada bayi dan anak-anak.

Bagaimana Cara Mengetahui Bayi Infeksi Telinga?

Gejala-gejala bayi mengalami infeksi telinga diantaranya adalah rewel karena merasakan sakit telinga. Bayi memang belum bisa mengatakan hal tersebut pada Moms.

Oleh karenanya Moms harus segera melakukan konsultasi kepada dokter jika bayi menunjukkan bahasa tubuh merasa kurang nyaman dengan telinganya. Contohnya seperti berusaha untuk meraih telinganya sendiri. Untuk demam jarang menyertai infeksi telinga bayi, kecuali jika memang terjadi infeksi pernapasan yang cukup serius.

Selain itu, cairan yang keluar dari hidung bayi bisa mencerminkan apa yang sedang dialami oleh telinga bayi. Umumnya bayi merasa pengap dan rewel dan hidung berair (pilek) yang beberapa hari kemudian akan berwarna lebih hijau atau kuning sekaligus kotor dengan jumlah cukup banyak.

Infeksi telinga biasanya cukup sulit ditangani karena gejalanya yang tidak mudah dilihat pada bayi. Saat pemeriksaan bahkan dokter perlu mengetahui kondisi saluran pernapasan menyeluruh serta gendang telinga bayi untuk bisa memutuskan pengobatan apa yang tepat dilakukan.

Sebagian besar infeksi telinga bayi, baik ringan maupun sedang akan benar-benar sembuh tanpa perlu mendapatkan antibiotik.

Maka dari itu, sangat disarankan bagi Moms untuk bersabar sejenak dan juga melihat bagaimana perkembangan bayi. Jika kondisi bayi belum juga membaik dalam waktu lebih dari 3 hari, maka Moms bisa langsung membawanya untuk menjalani pemeriksaan dengan dokter.

Apakah Infeksi Telinga Bayi Berbahaya?

Kemampuan pendengaran bayi sangat bergantung pada gendang telinga serta struktur tengah telinga. Infeksi yang terjadi terlalu sering akan menyebabkan terjadinya kerusakan pada gendang telinganya. Hal lain yang juga tidak kalah berbahaya adalah infeksi telinga bayi serius, terutama ketika si kecil sedang dalam masa belajar berbicara.

Gangguan pendengaran yang terjadi secara periodik bisa menyebabkan bayi mengalami keterlambatan bicara. Bahkan saat sudah besar, anak akan sering mengeluhkan telinga sakit yang mengganggu aktivitasnya.

Bagaimana Cara Mencegah Infeksi Telinga?

  • Berikan ASI sebagai sumber peningkatan kekebalan tubuh alami.
  • Usahakan bayi menyusu dengan posisi tegak (setidaknya 30 derajat) dan biarkan berada dalam posisi yang sama minimal selama 30 menit setelah selesai menyusu.
  • Hindarkan bayi dari berbagai sumber alergan yang menyebabkan bayi mengalami alergi. Kuman juga akan mengumpul pada hidung dan bagian tengah telinga saat bayi alergi. Termasuk jauhkan bayi dari paparan asap rokok.
  • Batasi penggunaan dot ketika bayi tidur di malam hari, khususnya untuk bayi di atas 6 bulan.
  • Berikan asupan makanan laut, sayur dan buah-buahan sebagai MPASI bagi bayi di atas 6 bulan. Ini akan membantu kekebalan tubuhnya meningkat.

Apakah Moms sudah memastikan melakukan pencegahan infeksi telinga bayi seperti di atas?

(RGW)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.