3-12 bulan

25 Oktober 2021

Epilepsi pada Bayi: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Bisa dipicu karena perdarahan otak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Widya Citra Andini

Epilepsi tak hanya menyerang orang dewasa, bahkan juga terjadi pada anak bayi baru lahir. Epilepsi pada bayi perlu penanganan khusus untuk mencegah risiko yang ditimbulkan.

Mari ketahui bersama gejala, penyebab, serta cara mengatasinya sebagai pertolongan pertama, Moms.

Gejala Epilepsi pada Bayi

Epilepsi pada Bayi, Ketahui Gejalanya.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Epilepsi adalah salah satu kondisi ketika tubuh hilang kontrol dan mengalami kejang-kejang.

Diketahui, gejala epilepsi pada Si Kecil bisa berbeda-beda.

Menurut Johns Hopkins Medicine, gejala umum dari epilepsi pada bayi meliputi:

Selama kejang terjadi, bibir anak mungkin menjadi berwarna biru dan pernapasannya mungkin tidak normal.

Setelahnya, bayi akan lebih mengantuk dan juga merasa bingung. Segera temui dokter terdekat apabila Si Kecil mengalami salah satu gejala di atas ya, Moms.

Baca Juga: Selain Nyeri Dada, Ini Gejala Lain Serangan Jantung dan Cara Mengatasinya

Penyebab Epilepsi pada Bayi

Adapun penyebab epilepsi pada bayi bisa bervariasi. Ini dikelompokkan berdasarkan usia bayi secara umum, seperti:

  • Bayi prematur (lahir sebelum 37 minggu)
  • Bayi baru lahir (bayi cukup bulan hingga usia 1 bulan)
  • Bayi berusia antara 1 bulan hingga 1 tahun

Secara rincinya, berikut penjelasan terkait penyebab bayi mengalami epilepsi:

1. Bayi Prematur

Perlu Tahu, Ini Penyebab Epilepsi pada Bayi

Foto: freepik.com

Salah satu pemicu epilepsi pada bayi adalah karena lahir kurang bulan atau prematur.

Menurut Dr Amanda Freeman, Consultant Paediatrician di Rumah Sakit Queen Alexandra Hospital, Portsmouth, Inggris, risiko kejang pada bayi paling tinggi adalah pada tahun pertama setelah kelahiran dan khususnya dalam bulan pertama kehidupan.

Bayi yang lahir prematur sangat rentan terhadap cedera otak dan kejang pada minggu pertama kehidupan.

Biasanya, ini juga dipicu karena perdarahan otak dan infeksi pada organ dalam yang tersembunyi.

Berdasarkan Epilepsy Action, bayi yang lahir prematur juga memiliki risiko tinggi menderita epilepsi saat dewasa

"Namun, risiko tertinggi ada pada bayi yang lahir terlalu dini," papar Dr. Freeman seperti dilansir dari epilepsyaction.org

2. Gangguan Fungsi Otak

Tak hanya karena lahir kurang bulan, adapun epilepsi pada bayi juga bisa terjadi pada bayi normal pada umumnya.

Salah satunya karena ditemukan gangguan pada fungsi otak. Gangguan ini menyebabkan kadar oksigen ke otak tidak tercukupi.

Sering dikenal sebagai hipoksia perinatal, ini dapat menyebabkan cedera pada otak yang disebut ensefalopati hipoksik-iskemik.

Perkembangan otak yang tidak biasa ini membuat bayi mudah kejang-kejang.

Baca Juga: Sering Buang Air Kecil Tanpa Disertai Rasa Sakit? Ini Dia 18 Penyebabnya!

3. Metabolisme Tubuh

Perlu Tahu, Ini Penyebab Epilepsi pada Bayi

Foto: istockphoto.com

Penyebab epilepsi pada bayi lahir bisa juga dipicu karena metabolisme tubuh.

Metabolisme adalah proses alami dalam tubuh yang membuat organ tetap berfungsi dengan baik. Seperti bernapas, memperbaiki sel, serta proses pencernaan makanan.

Namun, epilepsi pada bayi dapat terjadi karena faktor metabolik. Artinya, kadar glukosa, kalsium atau magnesium yang rendah dalam darah mempengaruhi cara kerja tubuh.

Hal ini dapat terlihat sejak bayi lahir di awal minggu kehidupan, Moms.

Baca Juga: Benarkah Diet Ketogenik Baik Untuk Anak Penderita Epilepsi?

4. Infeksi Sel

Peradangan atau infeksi yang terjadi pada tubuh juga dapat menyebabkan epilepsi pada bayi.

Salah satu kondisi yang sering dialami yakni meningitis atau ensefalitis. Ini cukup umum dialami pada bayi baru lahir di bawah usia 1 tahun.

Melansir Kids Health, kebanyakan kasus ini disebabkan oleh bakteri, virus, obat-obatan atau penyakit tertentu.

Seseorang dapat tertular meningitis akibat virus melalui sentuhan, ciuman, serta batuk dan bersin.

5. Faktor Genetik

Jangan Panik Lakukan Ini Saat Epilepsi pada Bayi -2.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Genetik juga bisa jadi penyebab epilepsi pada bayi baru lahir. Artinya, ketika ada anggota keluaraga yang memiliki epilepsi, Si Kecil pun berisko mengalami hal yang sama.

Faktor lain juga dipicu karena riwayat kelainan seperti sindrom Ohtahara dan sindrom Dravet. Adapun ketika ini terjadi, umumnya bisa sembuh dengan sendirinya.

Baca Juga: 6 Tips Meningkatkan Kualitas Hidup Anak Penderita Epilepsi

Cara Mengobati Epilepsi pada Bayi

Mengobati epilepsi pada anak tidak secepat yang dibayangkan. Melainkan, perlu proses yang panjang dan juga pengamatan selama berbulan-bulan.

Umumnya, berikut beberapa cara dalam mengatasi epilepsi pada bayi, meliputi:

1. Obat-obatan

Cara Menghilangkan Epilepsi pada Bayi.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Obat adalah salah satu cara dalam mengatasi epilepsi pada bayi.

Tujuan pengobatan adalah untuk mengontrol, menghentikan, serta mengurangi seberapa sering kejang terjadi.

Ada beragam jenis obat yang digunakan untuk mengobati kejang dan epilepsi.

Obat yang dikonsumsi tentu berdasarkan jenis kejang bayi, usia, serta menghindari efek samping yang mungkin ditimbulkan.

Biasanya, obat akan diberikan dalam bentuk kapsul, tablet, taburan atau sirup.

2. Stimulasi Otak

Moms, dalam mengatasi epilepsi pada bayi, perlu sejumlah tindakan lain.

Salah satunya yakni menstimulasi otak dengan menempelkan sebuah selang kabel ke kepala.

Dikenal dengan vagus nerve stimulation, ini adalah selang untuk merangsang saraf di sekitar leher.

Adapun, ini lebih sering digunakan pada anak-anak berusia 12 tahun.

Alat ini dipasang untuk membantu menghentikan kejang pada bayi. Namun, ada beberapa efek samping yang mungkin terjadi seperti:

Cara ini dilakukan apabila konsumsi obat-obatan tak lagi manjur, Moms.

3. Pembedahan

Mengatasi Epilepsi pada Bayi Newbornjpg

Foto: Orami Photo Stocks

Operasi dilakukan apabila epilepsi pada bayi tergolong dalam kategori kronis.

Hal ini tujuannya untuk menghentikan penyebaran 'arus listrik' yang buruk melalui otak.

Tak hanya itu, operasi menjadi solusi apabila anak mulai terkena gangguan motorik pada gaya bicara, memori, serta cara penglihatan.

Pembedahan untuk kejang akibat epilepsi terbilang sangat kompleks.

Oleh karena itu, konsultasikan pada dokter apa saja efek samping yang mungkin ditimbulkan ya, Moms.

Baca Juga: Anak Menelan Pasta Gigi saat Menyikat Gigi, Berbahayakah?

4. Perbanyak Istirahat

Sebagai orang, perlu membantu anak dalam mengatasi kejangnya. Pengobatan epilepsi pada bayi salah satunya yakni menghindari kegiatan yang dapat memicu kejang.

Pastikan anak untuk tidur cukup setiap harinya ya, Moms. Ketika anak kurang tidur, ini dapat memicu ia mengalami kejang secara mendadak.

Tidak hanya itu, beberapa akivitas lain juga dapat menyebabkan anak kejang, seperti:

  • Tidak minum obat epilepsi sesuai resep
  • Stres
  • Alkohol dan obat-obatan
  • Rangasangan cahaya
  • Melewati waktu makan
  • Demam tinggi

Nah, itulah beberapa penyebab dan mengatasi epilepsi pada bayi.

Jika Si Kecil kemungkinan memiliki satu atau lebih faktor risiko di atas, tidak ada salahnya Moms menemui dokter ya untuk mendapatkan saran medis.

  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/epilepsy/seizures-and-epilepsy-in-children
  • https://www.epilepsy.org.uk/info/children-young-adults/newborn
  • https://kidshealth.org/en/parents/meningitis.html
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait