11 Juli 2022

Cuci Tangan dengan Hand Sanitizer atau Sabun dan Air? Ini Plus Minusnya!

Apakah pakai hand sanitizer sudah cukup bersih?

Sebagai langkah untuk menghindari paparan virus COVID-19, para pakar telah mengingatkan pentingnya cuci tangan dengan air dan sabun. Tetapi, tidak sedikit orang menggunakan hand sanitizer untuk membasmi bakteri.

Meskipun sama-sama bisa membasmi kuman dan bakteri, membersihkan tangan dengan sabun dan air, atau hand sanitizer memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, lho.

Selain untuk mencegah penularan virus corona, menjaga kebersihan tangan juga penting agar terhindar dari berbagai penyakit.

Cari tahu lebih lanjut tentang kelebihan dan kekurangan membersihkan tangan dengan menggunakan hand sanitizer, serta air dan sabun berikut ini, Moms.

Baca Juga: Dari Persatuan Dokter Emergensi Indonesia, Ini Panduan Mencuci Tangan untuk Hindari Virus COVID-19

Cuci Tangan dengan Air dan Sabun

cuci tangan-3
Foto: cuci tangan-3

Foto: mencuci tangan dengan sabun (Orami Photo Stock)

Mengutip Centers for Disease and Control Prevention, Moms perlu sering mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik, terutama setelah berada di tempat umum, setelah menyeka hidung, batuk, atau bersin.

CDC pun memberikan rekomendasi cara mencuci tangan dengan sabun dan air yang tepat, yaitu:

  • Basahi tangan dengan air bersih yang mengalir (air hangat atau air dingin), matikan keran (untuk menghemat air), dan gunakan sabun.
  • Busakan dengan menggosok tangan dengan sabun. Pastikan untuk menyabuni punggung tangan, di antara jari-jari, dan di bawah kuku.
  • Gosok tangan Moms setidaknya selama 20 detik atau nyanyikan lagu yang menarik saat mencuci tangan bersama Si Kecil sehingga terasa lebih menyenangkan.
  • Bilas tangan di bawah air bersih yang mengalir untuk menghilangkan sabun. Keringkan tangan dengan handuk atau udara bersih, karena tangan yang basah lebih rentan terhadap kontaminasi kuman baru dari permukaan.

Berikut ini kelebihan dan kekurangan dari membersihkan tangan dengan mencuci menggunakan air dan sabun.

Kelebihan Mencuci Tangan

  • Lebih bersih. Mencuci tangan dengan air dan sabun lebih bersih ketimbang menggunakan hand sanitizer. Disarankan, Moms perlu mencuci tangan selama 20 detik agar dapat menghilangkan kuman secara efektif.
  • Lebih efektif hilangkan kuman. Menurut jurnal American Society for Microbiology, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun lebih efektif daripada setetes gel hand sanitizer yang belum digosokkan. Orang yang cenderung menghabiskan waktu untuk menyabuni dan menggosok tangan mereka memungkinkan sabun memiliki cukup waktu untuk memecah virus. Mencuci tangan dengan sabun juga menghilangkan mikroba mati dan sel virus dari tangan dan membuangnya ke saluran pembuangan. Ini mengurangi kemungkinan infeksi melalui sentuhan wajah dan mengurangi kemungkinan kontaminasi silang pada permukaan.
  • Harga sabun lebih murah. Hand sanitizer dalam ukuran kecil punya harga yang kurang lebih sama dengan sabun cuci tangan dengan jumlah yang lebih banyak.
  • Produk tidak cepat habis. Sabun juga bisa lebih lama digunakan selama berminggu-minggu, karena cukup menggunakan jumlah yang sedikit sebelum dicampur dengan air.

Namun, pastikan Moms menggunakan air yang bersih ketika mencuci tangan untuk menghindari kontaminasi penyakit dari air.

Penting juga untuk memastikan bahwa sabun yang digunakan bisa menghasilkan busa yang cukup untuk menutupi seluruh area kedua tangan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan untuk menggunakan setidaknya setetes koin sabun saat mencuci tangan.

Apabila Moms khawatir tangan menjadi kering atau pecah-pecah karena terlalu sering mencuci tangan dengan air dan sabun, coba gunakanlah lotion atau hand cream sebagai pelembap setiap selesai mencuci tangan.

Baca Juga: Cara Mencuci Baju untuk Menghindari Kontaminasi COVID-19

Kekurangan Mencuci Tangan

  • Butuh akses air dan sabun. Jika Moms sedang berada di luar, maka akan sulit untuk mendapatkan akses air bersih dan sabun. Pada kondisi ini, akan lebih baik jika memiliki hand sanitizer.
  • Kurang praktis. Penggunaan air dan sabun untuk cuci tangan kurang praktis dibandingkan hand sanitizer yang tinggal dituangkan dan diusapkan ke telapak tangan.
  • Boros air. Karena perlu dilakukan di bawah air mengalir, mencuci tangan dengan sabun dan air akan menghabiskan lebih banyak air. Sehingga Moms akan lebih boros air.

Baca Juga: Cara Mencuci Masker Kain Agar Senantiasa Aman dan Higienis

Membersihkan Tangan dengan Hand Sanitizer

hand sanitizer-1
Foto: hand sanitizer-1 (readersdigest.ca)

Foto: menggunakan hand sanitizer (Orami Photo Stock)

Jika sabun dan air tidak ada, Moms bisa menggunakan hand sanitizer yang setidaknya mengandung 60-70% kadar alkohol.

Pada tahun 2019, FDA memutuskan bahwa suatu produk hanya dapat dipasarkan sebagai pembersih tangan jika mengandung etanol, benzalkonium klorida atau isopropanol sebagai zat aktif.

Ketiga bahan kimia tersebut adalah jenis alkohol yang menghancurkan patogen dengan cara yang mirip dengan sabun.

Tuangkan ke telapak tangan, lalu oleskan ke seluruh permukaan tangan dan gosokkan sampai kering.

Kelebihan Hand Sanitizer

  • Lebih praktis. Selain kemasannya yang kecil dan mudah dibawa kemana-mana, mencuci tangan dengan hand sanitizer juga lebih praktis karena bisa dilakukan di mana saja.
  • Efektif hilangkan beberapa jenis kuman. Harvard Health menuliskan bahwa hand sanitizer dengan 70% kadar alkohol bisa membunuh beberapa bakteri dan virus.
  • Punya ragam variasi. Ada ragam variasi hand sanitizer yang bisa dipilih, baik itu bentuk cair atau gel. Pastikan pilih produk yang sudah lulus BPOM ya, Moms.

Baca Juga: 4 Cara Baik Kembalikan Kelembapan Kulit Si Kecil Akibat Terlalu Banyak Cuci Tangan

Kekurangan Hand Sanitizer

  • Tidak ampuh pada tangan yang cukup kotor. Menurut CDC, hand sanitizer tidak bekerja dengan baik dalam membersihkan tangan yang sangat berminyak atau kotor. Disarankan untuk gunakan sabun dan air mengalir.
  • Lebih cepat habis. Baik itu ukuran kecil atau besar, memakai hand sanitizer cenderung lebih cepat habis dibandingkan dengan memakai sabun cuci tangan.
  • Lebih boros. Harga hand sanitizer juga lebih mahal dari sabun cuci tangan. Jika Moms sedang mengkarantina diri di rumah, lebih baik gunakan sabun dan air yang sudah dinilai lebih efektif angkat banyak kuman.
  • Meninggalkan residu. Beberapa produk hand sanitizer dapat meninggalkan residu yang terasa licin atau tidak nyaman bagi sebagian pengguna.

Ingat ya Moms, pastikan hand sanitizer yang digunakan mengandung alkohol agar kuman dan bakteri bisa dihilangkan.

Alkohol yang terkandung dalam hand sanitizer juga berfungsi sebagai pengawet. Jadi, kemungkinan terkontaminasi lebih kecil daripada pembersih tangan bebas alkohol.

Hindari juga membuat pembersih tangan sendiri karena Moms harus membeli produk yang terkontrol kualitas dan teruji yang menyediakan sanitasi paling efektif.

Baca Juga: Malas Cuci Tangan? Ini Bahayanya Bagi Kesehatan!

Itu dia Moms, kelebihan dan kekurangan dari menggunakan sabun cuci tangan dan hand sanitizer.

Selalu ingatkan Si Kecil untuk mencuci tangan setiap hari agar dapat menghilangkan kuman di tangan ya, Moms.

  • https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prepare/prevention.html
  • https://www.allure.com/story/hand-sanitizer-vs-washing-soap-water
  • https://www.news-medical.net/health/Hand-Hygiene-Washing-with-Soap-vs-Using-Hand-Sanitizer.aspx
  • https://msphere.asm.org/content/4/5/e00474-19
  • https://www.health.harvard.edu/blog/is-hand-sanitizer-better-at-preventing-the-flu-than-soap-and-water-2018111315327
  • https://www.cdc.gov/handwashing/show-me-the-science-hand-sanitizer.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.