06 Mei 2020

Makanan untuk Pengidap Diabetes saat Puasa, ini yang Perlu Dihindari dan Harus Dikonsumsi

Ini makanan yang dihindari dan disarankan untuk pengidap diabetes jika ingin puasa ya, Moms

Puasa di bulan Ramadan merupakan salah satu dari rukun Islam, para umat Muslim seluruh dunia menyambut gembira akan hari spesial ini yang akan dilakukan pada bulan Mei mendatang.

Tidak mengonsumsi apapun dari mulai terbitnya fajar hingga matahari terbenam, berpuasa bisa menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi orang dengan penyakit tertentu, salah satunya adalah pengidap diabetes.

Diabetes adalah suatu kondisi kesehatan yang terjadi ketika gula dalam darah meningkat sebagai akibat dari kekurangan hormon insulin.

Mengutip dari NDTV Food, pasien diabetes yang berpuasa selama bulan Ramadan cenderung berisiko mengalami komplikasi kesehatan utama. Karena itu mereka harus berpuasa hanya jika dokter menganggap mereka cukup sehat.

Baca Juga: 6 Gejala Diabetes pada Wanita yang Mudah Dikenali

Menurut para pakar kesehatan, kesenjangan waktu tidak mengonsumsi apapun dari 12 hingga 15 jam dapat menyebabkan perubahan metabolisme dalam tubuh, yang dapat menimbulkan masalah kesehatan serius bagi pengidap diabetes.

"Jika Anda menderita diabetes tetapi masih ingin berpuasa selama bulan Ramadan, selalu lebih baik berkonsultasi dengan dokter untuk mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan saat berpuasa," jelas Vikas Ahluwalia, Direktur (Pusat Diabetes dan Obesitas) di Max Super Speciality Hospital, Saket, India.

Pembatasan asupan cairan selama puasa juga dapat menyebabkan dehidrasi serta fluktuasi kadar gula. Sehingga, jika ada seseorang menderita diabetes dan ingin berpuasa, bicarakan dulu ke dokter.

Makanan Pengidap Diabetes yang Harus Dihindari saat Puasa

Terutama saat berpuasa, Moms perlu memahami ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari dan disarankan jika mengidap diabetes.

Berikut ini daftarnya, seperti dikutip dari Healthline:

1. Minuman Manis

soda cbcbb
Foto: soda cbcbb

Foto: cbc.bb

Minumas manis mengandung fruktosa, yang sangat terkait dengan resistensi insulin dan diabetes. Terlebih lagi, kadar fruktosa tinggi dalam minuman manis menyebabkan perubahan metabolisme yang meningkatkan lemak perut dan berpotensi membahayakan kadar kolesterol dan trigliserida.

Dalam sebuah penelitian terhadap orang dewasa yang kelebihan berat badan dan obesitas, mengonsumsi 25% kalori dari minuman berfruktosa tinggi mengakibatkan peningkatan resistensi insulin dan lemak perut, tingkat metabolisme lebih rendah, dan kesehatan jantung memburuk.

Baca Juga: Selain Diabetes, Ini 4 Penyakit Akibat Konsumsi Gula Berlebih

2. Roti Putih, Pasta dan Nasi

roti sitespsuedu
Foto: roti sitespsuedu

Foto: sites.psu.edu

Roti putih, nasi, dan pasta adalah makanan olahan tinggi karbohidrat. Mengonsumsi makanan olahan tepung bisa meningkatkan kadar gula darah pada orang dengan diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan Food & function, pasta bebas gluten juga terbukti meningkatkan gula darah, dengan jenis berbasis beras memiliki efek terbesar.

Makanan olahan ini mengandung sedikit serat, yang membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah.

Ganti roti putih dengan roti tinggi serat yang bisa mengurangi kadar gula darah pada pengidap diabetes. Selain itu, menurunkan kolesterol dan tekanan darah.

3. Yogurt Rasa Buah

yoghurt realfoodtescocom
Foto: yoghurt realfoodtescocom

Foto: realfood.tesco.com

Yogurt polos bisa menjadi pilihan yang baik untuk pengidap diabetes. Namun, jika yogurt tersebut mengandung rasa buah bisa berisiko terhadap diabetes.

Yogurt rasa biasanya dibuat dari susu tanpa lemak atau rendah lemak namun banyak mengandung karbohidrat dan gula. Satu cangkir (245 gram) yogurt rasa buah mungkin mengandung 47 gram gula, artinya hampir 81% kalori berasal dari gula.

Banyak orang menganggap yogurt beku sebagai alternatif es krim yang sehat. Namun, ia bisa mengandung banyak gula atau bahkan lebih banyak daripada es krim.

Daripada memilih yogurt dengan kadar gula tinggi yang dapat meningkatkan gula darah dan insulin, pilih yogurt tawar tanpa susu dan tidak mengandung gula. Bermanfaat mengontrol nafsu makan, pengontrolan berat badan, dan kesehatan usus.

Baca Juga: Yogurt Mengurangi Risiko Kanker Paru-Paru, Benarkah?

4. Buah Kering

buah kering astronautfoodscom
Foto: buah kering astronautfoodscom (Astronautfoods.com)

Foto: astronautfoods.com

Buah adalah sumber vitamin dan mineral penting, termasuk vitamin C dan potasium. Namun, ketika buah dikeringkan, prosesnya menghasilkan hilangnya air yang mengarah ke konsentrasi nutrisi yang lebih tinggi, termasuk kandungan gula yang meningkat juga.

Satu cangkir anggur mengandung 27 gram karbohidrat, termasuk 1 gram serat. Sebaliknya, satu cangkir kismis mengandung 115 gram karbohidrat, 5 di antaranya berasal dari serat.

Dari data ini, kismis mengandung karbohidrat tiga kali lebih banyak daripada anggur. Jenis buah kering lainnya juga memiliki karbohidrat yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan buah segar.

5. Jus Buah Kemasan

jus mntcom
Foto: jus mntcom

Foto: medicalnewstoday.com

Jus buah memang menyehatkan, tetapi lain halnya jika mengonsumsi jus buah kemasan dengan kandungan gula tinggi. Kadar gula darah saat minum jus buah kemasan mirip saat Moms minum minuman bersoda dan minuman manis lainnya.

Ini berlaku untuk jus buah yang mengklaim 100% tanpa pemanis, serta jenis yang mengandung gula tambahan. Dalam beberapa kasus, jus buah kemasan justru punya kandungan gula dan karbohidrat lebih tinggi daripada soda.

Makanan Pengidap Diabetes yang Disarankan Dikonsumsi saat Puasa

Namun, memiliki penyakit diabetes bukan berarti tidak bisa mengonsumsi makanan lezat untuk hidangan sahur dan berbuka puasa, berikut makanan yang disarankan untuk dikonsumsi selama berpuasa, dikutip dari Healthline:

Baca Juga: Gejala Diabetes Pada Anak dan Pengobatannya

1. Telur

telur delishcom
Foto: telur delishcom

Foto: delish.com

Telur memberikan manfaat kesehatan yang luar biasa. Bahkan, telur menjadi salah satu makanan terbaik yang bisa membuat kenyang selama berjam-jam, dan bisa dikonsumsi bagi pengidap diabetes.

Telur mengurangi peradangan, meningkatkan sensitivitas insulin, meningkatkan kadar kolesterol HDL "baik" dan memodifikasi ukuran dan bentuk kolesterol LDL "buruk".

Dalam sebuah penelitian, orang dengan diabetes tipe 2 yang mengonsumsi 2 butir telur setiap hari sebagai bagian dari diet tinggi protein mengalami perubahan terhadap kadar kolesterol dan gula darah.

Selain itu, telur adalah salah satu sumber terbaik lutein dan zeaxanthin, antioksidan yang melindungi mata dari penyakit. Pastikan untuk makan telur utuh. Nutrisi telur yang lebih baik terdapat di kuning telur daripada putihnya.

Baca Juga: Alasan Mengapa Simpan Telur Sebaiknya Jangan di Kulkas

2. Yogurt Yunani

yogurt seriouseatscom
Foto: yogurt seriouseatscom (Orami Photo Stock)

Foto: seriouseats.com

Yoghurt Yunani adalah pilihan susu yang bagus untuk pengidap diabetes. Yogurt Yunani meningkatkan kontrol gula darah dan mengurangi risiko penyakit jantung, hal ini sebagian bisa dikarenakan probiotik yang dikandungnya.

Studi menemukan bahwa yogurt dan produk susu lainnya dapat menyebabkan penurunan berat badan dan peningkatan komposisi tubuh pada orang dengan diabetes tipe 2.

Yogurt Yunani hanya mengandung 6-8 gram karbohidrat per porsi, yang lebih rendah dari yogurt konvensional. Yogurt jenis ini juga lebih tinggi protein, yang membantu penurunan berat badan dengan mengurangi nafsu makan dan asupan kalori.

3. Stroberi

stro amazon
Foto: stro amazon

Foto: amazon.com

Stroberi adalah salah satu buah paling bergizi yang bisa dimakan. Buah ini tinggi antioksidan yang dikenal sebagai anthocyanin, yang memberi warna merah.

Antosianin telah terbukti mengurangi kadar kolesterol dan insulin setelah makan. Makan stroberi juga meningkatkan gula darah dan faktor risiko penyakit jantung pada diabetes tipe 2.

Satu cangkir stroberi mengandung 49 kalori dan 11 gram karbohidrat, tiga di antaranya adalah serat. Penyajian ini juga menyediakan lebih dari 100% RDI untuk vitamin C, yang memberikan manfaat antiinflamasi tambahan untuk kesehatan jantung.

Baca Juga: Yuk Coba Resep Selai Stroberi Buatan Rumah Ini!

4. Mi Shirataki

shiratakinoodles blogbulletproofcom
Foto: shiratakinoodles blogbulletproofcom (Orami Photo Stocks)

Foto: blog.bulletproof.com

Mie Shirataki sangat baik untuk diabetes dan kontrol berat badan. Ini merupakan mie yang terbuat dari ubi konjak Jepang (juga dikenal sebagai "lidah iblis" atau "ubi gajah").

Mie gelatin yang transparan ini hampir seluruhnya terdiri dari air dan serat glukomanan (serat makanan yang kental dan larut), yang berarti bebas kalori dan karbohidrat.

Glukomanan adalah jenis serat kental, yang membuat Moms merasa kenyang dan puas. Selain itu, juga bisa menurunkan kadar "hormon lapar" ghrelin.

Mi ini bisa mengurangi kadar gula darah setelah makan dan menurunkan faktor risiko penyakit jantung pada pengidap diabetes dan sindrom metabolik.

Mi ini biasanya dikemas dengan cairan yang memiliki bau amis, sehingga Moms harus membilasnya dengan baik sebelum dikonsumsi. Bisa jadi menu menarik untuk disajikan saat sahur atau makan malam usai berbuka puasa ya, Moms.

5. Teh

tea healthharvardedu
Foto: tea healthharvardedu

Foto: health.harvard.edu

Penelitian telah menunjukkan bahwa teh hijau memiliki efek positif pada kesehatan secara umum. Ini juga dapat membantu mengurangi tekanan darah dan menurunkan kadar kolesterol LDL yang berbahaya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minum hingga 6 cangkir sehari dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2. Namun, dibutuhkan lebih banyak penelitian lebih lanjut.

Perlu dicatat, apapun jenis teh yang dikonsumsi, Moms harus menghindari pemanis, bahkan gula yang dibuat khusus untuk pengidap diabetes. Untuk rasa yang menyegarkan, buat es teh sendiri menggunakan teh harum dingin, dan tambahkan beberapa irisan lemon.

Jika tidak keberatan dengan kandungan kafein, pilih earl grey dan teh hijau melati juga merupakan pilihan bagus.

Baca Juga: Ingin Lebih Sehat? Yuk Coba Konsumsi 5 Jenis Teh Herbal Ini!

Itu dia Moms, makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari dan dikonsumsi selama berpuasa bagi pengidap diabetes. Ingat, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter untuk mendapat arahan yang jelas ya.

Nah, selain memerhatikan makanan, masih banyak keperluan bulan puasa lain yang harus jadi perhatian.

Tapi tenang saja Moms, sebab ada banyak promo Ramadhan 2020 menarik dari Orami. Jadi Moms tidak perlu lagi bingung untuk belanja kebutuhan bulan puasa. Yuk serbu!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.