14 Maret 2019

Menyusui Bisa Menurunkan Risiko Penyakit Jantung? Yuk, Simak Penjelasannya!

Menyusui dapat menurunkan risiko Moms terkena serangan jantung, bahkan hingga sepuluh tahun ke depan.

Moms pasti sudah tahu kalau menyusui dapat membantu menurunkan berat badan pasca melahirkan dan menurunkan risiko kanker tertentu, termasuk kanker payudara dan ovarium.

Tapi tak hanya itu. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of American Heart Association menambah manfaat menyusui dalam menurunkan risiko serangan jantung dan stroke, bahkan satu dekade setelah Moms melahirkan.

Tetapi, bagaimana mekanisme menyusui dapat menurunkan risiko penyakit jantung? Berikut fakta seputar menyusui dan kaitannya dengan kesehatan jantung yang Moms perlu tahu.

1. Berkaitan dengan Pelepasan Hormon Oksitosin

breastfeeding gina marie brocker latched on monica marlin simona1
Foto: breastfeeding gina marie brocker latched on monica marlin simona1

Foto: time.com

Saat menyusui, tubuh Moms akan melepaskan hormon oksitosin yang melemaskan pembuluh darah, demikian dikatakan Dr. Nieca Goldberg, direktur medis dari Joan H. Tisch Center for Women's Health di New York University, AS.

Baca Juga: 5 Faktor Penyebab Ibu Menyusui Kesulitan Memberi ASI Eksklusif

2. Berkaitan dengan Gaya Hidup Lebih Sehat

shutterstock 601410419
Foto: shutterstock 601410419

Foto: parents.com

Saat menyusui, para Moms juga biasanya akan memiliki gaya hidup sehat secara keseluruhan, dengan tujuan memberi nutrisi terbaik bagi bayinya.

Para wanita menyusui mungkin makan lebih sehat, berolahraga secara teratur, dan menghindari asap rokok dan alkohol untuk kesehatan bayinya.

Baca Juga: Jangan Panik! Ini 8 Cara Mengatasi Saluran ASI Tersumbat

3. Berkaitan dengan Pembakaran Kalori

breastfeed
Foto: breastfeed

Foto: dietdoctor.com

Banyak teori yang menyebutkan bahwa menyusui membantu Moms membakar kalori lebih banyak.

Studi memang mencatat bahwa menyusui membantu wanita menurunkan berat badan pasca melahirkan, termasuk cadangan lemak yang dulu digunakan untuk menyokong pertumbuhan janin.

Sanne Peters, seorang peneliti di Oxford University menyebut bahwa hilangnya akumulasi lemak sisa kehamilan tersebut akan menurunkan faktor risiko untuk penyakit jantung, seperti aterosklerosis.

Baca Juga: Bisakah Mengatasi Batuk Pilek Bayi Baru Lahir dengan ASI?

4. Berkaitan dengan Jangka Waktu Menyusui

nm breastfeeding nutrition feature
Foto: nm breastfeeding nutrition feature

Foto: nm.org

Manfaat menyusui bagi kesehatan jantung bersifat kumulatif.

Artinya, semakin lama Moms menyusui, maka risiko untuk terkena penyakit jantung atau stroke akan semakin kecil.

Bahkan disebutkan bahwa setiap tambahan selama enam bulan menyusui, maka risiko penyakit jantung akan berkurang sebesar 4 persen dan risiko stroke berkurang 3 persen.

Badan Kesehatan Dunia atau WHO sendiri telah merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama paling sedikit enam bulan, dan dilanjutkan bersamaan dengan pemberian Makanan Pendamping ASI hingga anak berusia 2 tahun.

(VAN)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.