Newborn

30 April 2021

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi? Simak Penjelasannya Moms!

Ibu menyusui boleh minum kopi asalkan tidak berlebihan, ya.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Moms pasti setuju bahwa makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh saat hamil dan menyusui penting untuk diperhatikan. Hal ini karena setiap nutrisi yang diserap tubuh tidak hanya berpengaruh pada diri Moms, tetapi juga pada bayi. Salah satu hal yang cukup sering menimbulkan pro dan kontra, yaitu bolehkah ibu menyusui minum kopi?

Mengingat saat ini, kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup yang banyak diminati. Minuman mengandung kafein ini pun mudah ditemukan di mana saja karena semakin banyak kedai kopi.

Namun, bolehkan ibu menyusui minum kopi? Lalu jika boleh, berapa banyak takaran yang sebaiknya dikonsumsi ibu menyusui? Apabila tidak boleh, apa dampak negatif yang terjadi jika Moms minum kopi saat menyusui? Simak pembahasan berikut ini Moms!

Baca Juga: 4 Dampak Minum Kopi Susu Berlebihan, Mulai Kurangi Porsinya

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi?

ibu menyusui minum kopi

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms termasuk penggemar kopi, mungkin bertanya-tanya bolehkah ibu menyusui minum kopi? Jawabannya adalah ibu menyusui minum kopi diperbolehkan. Namun perlu diingat bahwa, mengonsumsi kopi saat menyusui tidak boleh berlebihan, ya! Apabila berlebihan, maka kafein yang terkandung dalam kopi dapat memengaruhi kesehatan tubuh Moms hingga kualitas ASI untuk Si Kecil.

Dilansir dari Australian Breastfeeding Association, kebanyakan ibu menyusui dapat mengonsumsi kafein dalam jumlah yang sedang tanpa memengaruhi bayi. Kafein ini maksudnya bukan hanya minum kopi, melainkan juga teh. Adapun batasan aman asupan kafein saat menyusui yaitu 300 mg atau sekitar 2-3 cangkir kopi atau 3-4 cangkir teh per harinya.

Perlu dipahami juga bahwa bayi yang baru lahir bisa sangat sensitif terhadap kafein. Hal ini karena bayi yang baru lahir membutuhkan waktu yang lama untuk memproses kafein, yaitu 50-100 jam. Namun, bayi yang berusia 3-4 bulan hanya membutuhkan waktu sekitar 3-7 jam. Jadi, konsumsi kafein secukupnya saja, karena jika ibu menyusui minum kafein secara berlebihan bisa berpengaruh pada ASI.

Jadi, ibu menyusui minum kopi harus tahu aturannya karena bisa berpengaruh pada ASI yang diminum oleh Si Kecil.

Pengaruh Kopi dan ASI

pengaruh ASI dan kopi

Foto: Orami Photo Stock

Lantas, jika ibu menyusui minum kopi, apa pengaruhnya pada ASI?

ASI menjadi makanan utama bayi sebelum ia mampu mencerna makanan lain. Selama 6 bulan pertama hidupnya, bayi wajib untuk mengonsumsi ASI tanpa makanan atau minuman pendamping lainnya.

American Pregnancy Association menyatakan bahwa, ASI memiliki kombinasi sempurna antara protein, lemak, vitamin, dan karbohidrat. Maka dari itu, ASI menjadi penyumbang nutrisi terbesar untuk perkembangan sistem imun dan fungsi tubuh Si Kecil.

Saat ibu menyusui minum kopi, maka kafein di dalam kopi akan perlahan tercampur dengan ASI. Dengan demikian, secara tidak langsung Si Kecil akan menerima kafein dari ibunya yang minum kopi. Jadi, sebaiknya berikan ASI pada bayi setelah satu sampai tiga jam pertama Moms minum kopi. Hal ini karena tingkat kafein di dalam ASI sangat tinggi pada satu jam pertama setelah Moms minum kopi.

Kembali ke poin sebelumnya, minum kopi saat menyusui bukan menjadi masalah ketika masih dalam takaran yang ringan.Jika Moms pernah mendengar kabar bahwa ibu menyusui yang minum kopi akan membuat bayi susah tidur dan menjadi rewel di malam hari, rasanya itu hanya mitos belaka.

Sebab, fakta yang diungkapkan dalam jurnal Pediatrics menyebutkan, tidak ada korelasi antara kebiasaan tidur bayi dan ibu yang mengonsumsi kafein selama kehamilan dan menyusui.

Hal ini juga disampaikan oleh National Public Radio, bahwa bayi yang mengalami susah tidur tidak dipengaruhi oleh kafein yang dikonsumsi oleh ibunya. Bayi akan tidur atau pun bangun setiap kali mereka menginginkannya. "Bangun malam adalah hal biasa sepanjang tahun pertama kehidupan," jelas Marlos Rodrigues Domingues, seorang peneliti di Universitas Brazil di Brazil.

Menurutnya, seberapa sering seorang anak bangun di malam hari saat tidur itu sebagian besar dikendalikan oleh usia. Bayi yang lebih besar akan lebih jarang bangun, jadi intinya, konsumsi kafein pada ibu menyusui tidak memengaruhi bayi menjadi susah tidur.

Namun, sebenarnya ada efek samping yang bisa terjadi ketika Moms terlalu banyak mengonsumsi kafein saat menyusui. Hal tersebut biasanya berpengaruh pada kesehatan tubuh Moms sendiri.

Namun, menurut Taya Griffin, konselor laktasi dari Toronto, penting bagi ibu baru untuk percaya pada insting mereka. Ketika Moms merasa mengurangi asupan kafein dapat memberikan perbedaan pada perilaku bayi, maka patut dicoba. Walaupun, memang hal tersebut tidak terbukti secara ilmiah.

Masa menyusui harus sesuai dengan gaya hidup masing-masing. Tidak ada patokan yang pasti. Terpenting adalah baik ibu maupun anaknya harus sama-sama bahagia,” ungkap Taya, menjelaskan.

Baca Juga: Pentingnya Nutrisi Optimal untuk Ibu Menyusui Terhadap Kualitas ASI

Efek Samping Ibu Menyusui Minum Kopi Terlalu Banyak

efek samping terlalu banyak minum kopi

Foto: Orami Photo Stock

Seperti sudah dijelaskan, ibu menyusui minum kopi diperbolehkan. Ibu menyusui minum kopi aman untuk mengonsumsi kafein sebanyak 300 mg setiap harinya. Namun, apabila terlalu banyak, maka hal ini bisa menimbulkan efek samping. Ada pula beberapa alasan mengapa sebaiknya Moms juga mengurangi asupan kafein demi menjaga kesehatan tubuh.

“Mungkin tidak ada risiko bagi bayi apabila wanita minum dua atau tiga cangkir kopi. Namun, ada lebih banyak alasan mengapa wanita ingin mengurangi asupan kafeinnya selama masa menyusui,” ungkap Dr. Danielle Martin, dokter keluarga di Women’s College Hospital dan kepala Family Practice Obstetrics di Sunnybrook Health Sciences Centre, Toronto.

Pada dasarnya, kafein bersifat diuretik, yang artinya dapat membuat Moms cepat dehidrasi karena menyusui akan menguras cairan dalam tubuh. Lalu, masih menurut Dr. Martin, terlalu banyak kafein dapat mempersulit Moms untuk tidur ketika hal tersebut dibutuhkan atau saat memiliki kesempatan.

Misalnya, ibu menyusui minum kopi empat cangkir di pagi hari dengan tujuan ingin membuat tubuh semakin segar dan bebas rasa kantuk. Nah, masalah bisa terjadi ketika waktu tidur siang dan Si Kecil sedang terlelap, Moms akan sulit untuk beristirahat karena terlalu banyak asupan kafein. Maka dari itu, sebaiknya mulai kurangi asupan kafein saat menyusui. Hal ini untuk menjaga kesehatan tubuh Moms agar tetap prima saat mengurus bayi.

Jika selama ini Moms pencinta kopi atau minuman kafein lainnya, sudah saatnya sekarang mencoba minuman lainnya yang lebih bergizi dan bernutrisi. Ingat, hal ini bukan hanya untuk diri sendiri melainkan demi mendukung pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil agar berjalan optimal.

“Penting bagi Moms untuk memilih makanan dan minuman agar ASI lancar dan bernutrisi. Nutrisi yang baik bisa dimasukkan ke dalam menu makanan harian asalkan tetap memahami nutrisi apa saja yang wajib ada,” ungkap Dr. Mary L. Gavin, dokter anak di Newtown Square.

Selain itu, minum kopi secara berlebihan juga membuat Moms yang sedang menyusui lebih rentan mengalami migrain, sakit perut, jantung berdebar dengan cepat, dan tremor otot.

Baca Juga: Puting Menghitam karena Menyusui, Apakah Normal?

Alasan Ibu Menyusui Minum Kopi Rentan Alami Dehidrasi

dehidrasi pada ibu menyusui

Foto: Orami Photo Stock

Ibu menyusui minum kopi memang diperbolehkan. Tapi, asupan kafeinnya harus dijaga. Diungkapkan sebelumnya, bahaya yang bisa terjadi saat mengonsumsi kafein berlebihan saat menyusui adalah dehidrasi. Sebab, menurut jurnal Nutrients, ibu menyusui kehilangan rata-rata 700 ml air sehari pada 8 minggu setelah melahirkan.

Oleh karena itu, ibu menyusui disarankan untuk mendapatkan asupan cairan 3,1 liter atau setara dengan 13 gelas air untuk membantu mengelola kesehatan tubuh yang kehilangan air karena menyusui. Maka sudah jelas, ketika mengonsumsi kafein terlalu banyak dan kafein bersifat diuretik, risiko dehidrasi akan lebih mungkin untuk terjadi.

Selain memenuhi kebutuhan cairan dengan minum dalam jumlah banyak, Moms yang sedang menyusui juga bisa mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Misalnya, mentimun, selada, semangka, tomat, zucchini, lobak, bayam, kubis, stroberi, nanas, wortel, melon, jeruk, persik, raspberry, aprikot, dan blueberry untuk membantu Moms tetap terhidrasi dengan baik..

Kemudian, apabila Moms mengalami dehidrasi saat menyusui karena mengalami muntah dan diare, konsultasikanlah ke dokter. Moms mungkin akan direkomendasikan larutan rehidrasi oral (ORS) untuk mengatasi dehidrasi. Dikutip dari parenting.firstcry, bersamaan dengan minum oralit (ORS), Moms juga harus makan makanan hangat yang dimasak di rumah, yang terbuat dari produk segar untuk menghindari risiko dehidrasi akibat keracunan makanan. Selain itu, minumlah air murni dari sumber tepercaya untuk mencegah penyakit yang ditularkan melalui air.

Gejala dehidrasi yang bisa terjadi pada ibu menyusui, meliputi rasa haus yang ekstrem, sakit kepala, mual, bibir kering, urine berwarna gelap, pusing, kram otot, pusing, kebingungan, dan tekanan darah rendah. Hati-hati, dehidrasi dapat memburuk setelah menyusui dan kekurangan ASI bisa meningkatkan risiko dehidrasi pada bayi. Maka, akan lebih baik untuk mencegah hal ini terjadi daripada menanganinya, ya, Moms.

Baca Juga: 5 Tanda Dehidrasi yang Harus Diwaspadai

Ibu Menyusui Minum Kopi, Perhatikan Hal Ini

minum kopi saat menyusui

Foto: Orami Photo Stock

Ibu menyusui minum kopi perlu dibatasi asupannya. Membatasi asupan minum kopi saat menyusui adalah yang penting untuk dilakukan. Tidak hanya kopi, Moms perlu berhati-hati dalam melihat berapa kandungan kafein yang bisa terdapat pada makanan atau minuman yang akan Moms konsumsi.

Selain itu, perhatikan juga kebiasaan bayi berubah ketika Moms mengonsumsi kafein. Apakah ia lebih rewel, susah tidur, atau merasa gelisah. Perhatikan pula produksi ASI setiap harinya, karena hal ini juga berpengaruh pada seberapa banyak nutrisi yang masuk ke dalam tubuh Moms.

Ingat, minum kopi sesekali memang bukan menjadi masalah asalkan tidak membuat ketagihan. Adapun beberapa alternatif minuman atau makanan yang bisa Moms konsumsi saat menyusui yaitu:

  • Menyeduh teh celup selama satu menit. Hal ini berguna untuk mengurangi kadar kafein dalam teh.
  • Mengganti cokelat batangan atau cokelat seduh dengan jus buah, smoothie, atau buah potong segar.
  • Tidak mengonsumsi kopi seduh, karena kopi instan mengandung lebih sedikit kafein.
  • Sehabis minum kopi, sebaiknya tetap cukupkan hidrasi tubuh dengan minum air putih. Hal ini untuk mencegah terjadinya dehidrasi saat menyusui.

Baca Juga: Efek Kafein Pada Kesuburan, Baik atau Buruk?

Nah, apabila Moms masih ragu untuk mengonsumsi kafein saat menyusui, ada baiknya mengonsultasikan hal tersebut ke dokter spesialis anak untuk mendapatkan jawaban yang lebih pasti, ya!

Itulah beberapa hal yang bisa dipahami tentang minum kopi saat menyusui. Jangan pernah menelan mentah-mentah informasi yang diterima, ya, Moms karena kondisi tubuh orang itu berbeda-beda. Namun, hal yang pasti, hindari segala sesuatu yang berlebihan karena tidak baik. Tetap jalani masa menyusui dengan hati yang bahagia, Moms!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait