21 Agustus 2023

13+ Cara Merawat Bayi Baru Lahir, Panduan untuk Ibu Baru!

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ya, Moms

Cara merawat bayi baru lahir memerlukan perhatian dan ketelatenan khusus, lho.

Setelah berjuang selama 9 bulan dalam kehamilan, kini Moms harus siap untuk membawa pulang Si Kecil.

Tidak sedikit ibu baru yang merasa panik saat harus merawat bayi baru lahir dengan tangannya sendiri.

Pengalaman pertama memiliki anak memang sering membuat para Moms bingung di saat-saat tertentu.

Meski sudah belajar dan banyak membaca, ada kalanya Moms tetap merasa kesulitan dalam praktiknya.

Nah, untuk Moms yang masih bingung, coba ikuti tips-tips cara merawat bayi baru lahir di bawah ini, ya!

Baca Juga: 5+ Rekomendasi Bedak Bayi, Bikin Segar dan Cegah Ruam Popok!

Cara Merawat Bayi Baru Lahir

Aktivitas Bayi Mandi
Foto: Aktivitas Bayi Mandi (Orami Photo Stocks)

Dalam merawat bayi yang baru lahir di rumah, Moms butuh komitmen dan kemauan yang besar.

Pasalnya, bayi membutuhkan perhatian dan bimbingan positif agar bisa tumbuh menjadi pribadi yang sehat serta bahagia.

Nah, berikut cara merawat bayi baru lahir yang baik dan benar:

1. Ciptakan Bonding yang Kuat

Ikatan antara ibu anak menjadi salah satu bagian terpenting dari cara merawat bayi baru lahir.

Merawat bayi baru lahir adalah pekerjaan seumur hidup, bahkan ketika ia beranjak dewasa.

Karena itu, Moms mesti membuat hubungan yang mendalam dengan bayi.

Kedekatan fisik dapat meningkatkan hubungan emosional, lho.

Bonding antara ibu dan bayi berkontribusi pada pertumbuhan emosional Si Kecil.

Pada akhirnya, hal itu juga yang akan mempengaruhi perkembangan Si Kecil di bidang lain, seperti pertumbuhan fisiknya.

Anak-anak akan bertumbuh dan berkembang dengan baik jika mendapatkan kasih sayang tanpa syarat dari orang tuanya.

Jadi, jangan ragu untuk mulai menghadirkan bonding dengan menggendong bayi dan membelainya secara lembut.

Moms atau Dads juga bisa membuat skin to skin contact dengan menggendong bayi tanpa saling berpakaian, lho.

2. Ganti Popok Secara Rutin

Popok Celana
Foto: Popok Celana (Parenting.firstcry.com)

Di masa-masa ini, Moms juga perlu memperhatikan kebutuhan Si Kecil secara menyeluruh.

Artinya, Moms harus merawat Si Kecil, mulai dari ujung kaki hingga ujung kepala.

Mengutip Kids Health, Si Kecil akan perlu mengganti popok sekitar 10 kali sehari atau 70 kali dalam seminggu.

Jika Si Kecil buang air dan popoknya sudah basah, gunakan air, bola kapas, waslap untuk membersihkan area genital Si Kecil dengan lembut.

Saat mengganti popok bayi, lakukan dengan hati-hati, karena paparan udara dapat membuatnya buang air kecil.

Saat menyeka bagian bokong anak perempuan, usaplah dari arah depan ke belakang untuk menghindari infeksi saluran kemih (ISK).

Untuk mencegah dan mengatasi ruam popok pada Si Kecil, oleskan salep khusus atau yang sesuai dengan rekomendasi dokter.

Selalu ingat untuk mencuci tangan dengan saksama setelah mengganti popok Si Kecil, ya!

Baca Juga: Liprolac, Suplemen Probiotik untuk Bayi dan Anak-anak

3. Menyusui Bayi yang Tepat

Cara merawat bayi baru lahir di rumah, yaitu dengan memberikan ASI melalui payudara Moms secara langsung.

Memberikan air susu ibu (ASI) secara eksklusif dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terutama di 6 bulan pertama kehidupan Si Kecil.

Ini berarti, Moms tak perlu memberikan makanan atau minuman selain ASI untuk Si Kecil di rentang usia 0-6 bulan.

Menyusui bayi secara langsung pada payudara Moms bisa memberikan banyak manfaat, lho.

Selain membangun bonding ibu dan anak, ASI terbukti bisa melindungi bayi dari risiko infeksi.

Selain itu, menyusui juga bisa memberikan banyak manfaat kesehatan untuk tubuh Moms sendiri..

4. Memberikan MPASI di Usia 6 Bulan ke Atas

Sayuran Terbaik untuk MPASI
Foto: Sayuran Terbaik untuk MPASI (Blog.regopantes.com)

Ketika Si Kecil telah berusia 6 bulan atau lebih, ia juga membutuhkan asupan nutrisi dari makanan pendamping ASI (MPASI).

Moms bisa berkonsultasi dengan dokter anak untuk mencari waktu yang tepat memberikan MPASI kepada Si Kecil.

Biasanya, tekstur MPASI untuk Si Kecil akan dimulai dari yang sangat lembut hingga padat.

Berikan juga berbagai sayuran dan buah agar anak Si Kecil mengenal aneka rasa sejak dini, ya.

Mengenalkan alergen sejak bayi juga dianjurkan oleh dokter guna memastikan ada/tidaknya alergi pada diri Si Kecil.

5. Memandikan Bayi

Mandi 2 atau 3 kali seminggu di tahun pertama anak adalah cara merawat bayi baru lahir di rumah yang juga perlu diperhatikan.

Namun keseringan mandi mungkin akan membuat kulit Si Kecil menjadi kering.

Sebelum memandikan bayi Moms perlu menyiapkan:

  • Kain lap lembut dan bersih
  • Sabun dan sampo bayi yang lembut dan tidak berbau
  • Sikat lembut untuk merangsang kulit kepala bayi
  • Handuk atau selimut
  • Popok bersih
  • Pakaian bersih

Jangan paksakan untuk memandikan bayi terlalu sering ya, Moms.

Perhatikan juga sabun dan sampo yang bebas pewangi, lantaran kulit bayi terbilang cukup sensitif.

Baca Juga: 8 Bahan Skincare Bayi yang Berbahaya, Yuk Hindari!

6. Minta Dukungan Para Ahli Terpercaya

Menyusui Bayi
Foto: Menyusui Bayi (Orami Photo Stocks)

Cara merawat bayi baru lahir di rumah perlu dengan bantuan dari berbagai pihak.

Selama masih berada di rumah sakit, cobalah berbincang dengan perawat yang bertugas untuk merawat Si Kecil.

Tidak sedikit rumah sakit yang saat ini sudah menyediakan layanan konsultasi laktasi.

Setidaknya Moms bisa mendapatkan gambaran mengenai cara memegang atau menggendong atau membuat bayi bersendawa.

Nah begitu Moms berada di rumah, Moms bisa meminta bantuan dari kerabat atau menyewa perawat bayi setelah proses melahirkan.

Dokter maupun pihak rumah sakit bisa menjadi sumber informasi yang sangat penting untuk bisa menemukan jasa perawat bayi yang terpercaya.

Fungsi perawat bisa untuk membantu Moms menyediakan perlengkapan mandi bayi, hingga mencuci perlengkapan menyusui.

7. Rajin Mencuci Tangan

Dalam cara merawat bayi baru lahir, memang bisa membuat Moms mengalami baby blues syndrome.

Maka dari itu, coba perhatikan hal-hal penting yang mungkin sering terlewati.

Pastikan selalu cuci tangan atau gunakan pembersih tangan sebelum memegang bayi.

Bayi baru lahir belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang cukup kuat, sehingga mereka sangat rentan terinfeksi oleh virus.

Virus bisa saja ada di sekitarnya, termasuk dari tangan Moms atau anggota keluarga lainnya.

8. Hindari Mengguncang Tubuh Bayi

Ibu Menggendong Bayi
Foto: Ibu Menggendong Bayi (Freepik.com/senivpetro)

Jangan mengguncang tubuh bayi, baik ketika bermain maupun menangis.

Getaran yang terlalu kuat akan menyebabkan terjadinya pendarahan otak hingga kematian mendadak.

Moms lebih baik meniup lembut pipi Si Kecil untuk menghibur atau mengajaknya bermain.

Hati-hati juga dengan bagian leher dan kepala bayi.

Saat mengangkat bayi untuk digendong maupun diayun sangat perlu memperhatikan posisi kepala dan lehernya.

Tidak terkecuali di saat Moms akan menurunkan bayi dari gendongan ke atas tempat tidur.

Pastikan stroller maupun kursi mobil dalam kondisi yang benar-benar aman untuk bayi.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb