18 Februari 2021

11 Penyebab Sering Buang Air Kecil dan Cara Mengatasinya

Apakah Moms sering buang air kecil? Sebaiknya jangan sepelekan kondisi ini
11 Penyebab Sering Buang Air Kecil dan Cara Mengatasinya

Foto: Orami Photo Stocks

Urine diproduksi oleh ginjal dan berguna untuk membuang racun, bakteri, dan residu berbahaya dari dalam tubuh. Jadi, bisa dikatakan bahwa urine menjadi proses detoksifikasi paling alami.

Dilansir dari Cleveland Clinic, seseorang buang air kecil sebanyak 6-8 kali dalam sehari. Jika lebih dari itu, pastinya ada beberapa penyebab yang mendasarinya.

Namun sebenarnya, frekuensi buang air kecil ini bisa berbeda-beda setiap orang tergantung seberapa banyak asupan cairan dan aktivitas yang dilakukan dalam sehari.

Ketika Moms merasa sering buang air kecil, apakah hal tersebut menjadi indikasi gangguan kesehatan tertentu?

Selama ini, sering buang air kecil dikaitkan dengan kebiasaan terlalu banyak minum air. Benarkah hanya itu faktor yang mendasarinya? Simak ulasan berikut ini.

Baca Juga: Frekuensi Buang Air Kecil saat Hamil, Berbeda Tiap Trimesternya

Penyebab Sering Buang Air Kecil

Penyebab seseorang sering buang air kecil dapat berbeda-beda. Namun, apabila sudah mengindikasikan jenis penyakit tertentu, tidak ada salahnya segera melakukan pemeriksaan.

Adapun beberapa penyebabnya, di antaranya:

1. Terlalu Banyak Minum Air

Sering Buang Air Kecil, Ini 5 Penyebabnya-2.jpg
Foto: Sering Buang Air Kecil, Ini 5 Penyebabnya-2.jpg (Sanfordhealth.org)

Foto: sanfordhealth.org

Ya, menjaga tubuh terhidrasi dengan baik adalah hal yang wajib dilakukan. Namun, ketika terlalu banyak minum air dapat sebabkan sering buang air kecil.

“Ketika minum terlalu banyak, maka tubuh akan mengeluarkan apa yang tidak perlu. Meskipun begitu, kebutuhan air setiap orang memang tidak bisa diukur secara merata. Semua tergantung pada tingkat aktivitas, berat badan tubuh, dan kesehatan,” ujar Dr. Tanaka Dune, ahli urologi dari New York.

Selama urine masih berwarna kuning muda atau cerah, maka Moms tidak perlu khawatir karena artinya asupan cairan di dalam tubuh terpenuhi dengan baik.

2. Mengonsumsi Terlalu Banyak Kafein

Kebiasaan mengonsumsi terlalu banyak kafein bisa menyebabkan Moms sering buang air kecil.

Beberapa minuman dan minuman yang mengandung kafein seperti kopi, soda, teh, es krim, dan cokelat sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.

Kafein bersifat diuretik, yang artinya dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Alasannya, diuretik meningkatkan jumlah garam dan air yang keluar dari ginjal. Jadi, meskipun minum kopi dan teh baik untuk kesehatan, sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu banyak, ya.

Baca Juga: Kencing Berdarah Saat Hamil, Bahaya atau Tidak?

3. Tanda Awal Kehamilan

penyebab sering buang air kecil adalah tanda awal kehamilan
Foto: penyebab sering buang air kecil adalah tanda awal kehamilan (mirror.co.uk)

Foto: mirror.co.uk

Jika Moms saat ini sedang menjalani program kehamilan, coba perhatikan tanda-tanda awalnya. Sering buang air kecil nyatanya menjadi salah satu tanda awal kehamilan.

Sebab, pada trimester pertama, volume darah akan meningkat sehingga ginjal harus memproses cairan berlebih yang menguap di kandung kemih.

Hal ini bisa berlanjut pada trimester kedua hingga menjelang persalinan.

Nah, menurut American Pregnancy Association, Moms perlu waspada apabila merasa nyeri atau terasa terbakar saat buang air kecil, bisa jadi itu merupakan gejala dari infeksi saluran kemih saat hamil.

4. Infeksi Saluran Kemih

Dilansir dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, infeksi saluran kemih terjadi ketika bakteri, biasanya berasal dari usus, membuat jalan ke kandung kemih, uretra, ureter atau ginjal.

Salah satu gejalanya adalah sering buang air kecil.

Biasanya, disertakan dengan gejala lain seperti nyeri saat buang air kecil, sakit pinggang, atau muncul darah di dalam urine.

Disebabkan oleh infeksi, maka penanganan infeksi saluran kemih sebaiknya segera pada dokter ahli. Biasanya akan diberikan obat antibiotik untuk mengatasinya.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Pemicu Infeksi Saluran Kemih (ISK), Jangan Dilakukan Lagi ya!

5. Gejala dari Penyakit Diabetes

diabetes merupakan salah satu penyebab sering buang air kecil
Foto: diabetes merupakan salah satu penyebab sering buang air kecil (fortune.com)

Foto: fortune.com

Sering buang air kecil ternyata bisa menjadi gejala dari diabetes tipe 1 dan 2.

Hal ini disebabkan karena kelebihan gula yang menumpuk dalam darah, yang membuat ginjal bekerja keras untuk menyaring dan menyerapnya.

Tentunya sering buang air kecil bukan menjadi satu-satunya gejala, ada gejala lainnya seperti penurunan berat badan secara drastis, pandangan kabur, merasa lapar terus-menerus, dan terdapat luka yang sulit disembuhkan.

6. Vaginitis

Vaginitis juga menjadi penyebab sering buang air kecil. Vaginitis adalah kondisi di mana vulva membengkak, meradang, dan nyeri.

Vaginitis biasanya disebabkan karena infeksi. Gejala vaginitis di antaranya nyeri dan tidak nyaman pada kemaluan, serta sering buang air kecil.

Saat pipis, Moms juga mungkin mengalami rasa panas atau gatal. Saat mengalami vaginitis, biasanya keputihan berwarna putih keabuan atau kuning kehijauan, bertekstur kental, dan berbau amis.

7. Overactive Bladder

sering  buang air kecil juga bisa disebabkan karena beser alias overactive bladder
Foto: sering buang air kecil juga bisa disebabkan karena beser alias overactive bladder

Foto: medicalnewstoday.com

Overactive bladder (OAB) alias beser adalah saat kandung kemih butuh dikosongkan lebih sering daripada biasanya.

Urology Care Foundation menjelaskan, kita yang menderita OAB bisa mengalami ngompol karena tidak bisa menahan beser atau bahkan saat bersin, ketawa, dan melalukan aktivitas fisik.

OAB juga membuat kita harus bolak-balik ke toilet lebih dari 8 kali dalam waktu 24 jam, juga buang air kecil di tengah malam lebih dari 1 kali.

Baca Juga: Sering Buang Air Kecil di Malam Hari, Hati-Hati, Penyakit Nokturia Mengintai Kita

8. Batu Kandung Kemih

Mirip seperti batu ginjal, batu kandung kemih terjadi saat mineral di urine menyatu dan membentuk batu-batu keras berukuran kecil.

Dilansir dari National Health Service, beberapa gejala batu kandung kemih adalah:

  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari
  • Sakit perut bagian bawah
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Berdarah saat buang air kecil
  • Urine berwarna gelap

9. Stres dan Cemas

stres menjadi salah satu penyebab buang air kecil
Foto: stres menjadi salah satu penyebab buang air kecil

Foto: Orami Photo Stock

Sering buang air kecil ternyata bisa disebabkan karena kecemasan, gugup, atau stres.

Hal ini terjadi karena reaksi tubuh saat menghadapi stres atau kejadian lainnya yang membuat kita tertekan.

Bila Moms sering mengalami kecemasan atau stres di kehidupan sehari-hari, carilah cara untuk menghadapinya agar frekuensi buang air kecil bisa kembali normal.

Baca Juga: Sering Buang Air Kecil di Malam Hari, Apa Sebabnya?

10. Interstitial Cystitis

Penyebab sering buang air kecil berikutnya adalah penyakit interstitial cystitis (IC). IC adalah infeksi kandung kemih kronis yang sering dialami wanita.

Interstitial Cystitis Association menyebutkan tanda-tanda IC di antaranya:

  • Sering buang air kecil di siang dan malam hari, kondisi yang parah bisa mencapai 60 kali buang air kecil dalam sehari
  • Keinginan buang air kecil yang tak tertahankan
  • Nyeri di bagian bawah perut dan area vagina atau penis
  • Nyeri saat berhubungan seks

11. Menopause

menopause bisa membuat kita lebih sering buang air kecil
Foto: menopause bisa membuat kita lebih sering buang air kecil

Foto: Orami Photo Stock

Berkurangnya level estrogen saat sedang menopause bisa menjadi penyebab sering buang air kecil.

Estrogen berperan untuk mendukung bagian samping kandung kemih, sehingga saat estrogen berkurang, kita akan lebih sering buang air kecil, bahkan sampai susah menahannya.

Oleh sebab itu, perempuan yang sudah mulai masuk fase menopause akan sering ke kamar mandi di malam hari.

Baca Juga: Ini Frekuensi Buang Air Kecil saat Hamil, Bumil Wajib Tahu!

Cara Penanganan Agar Tidak Sering Buang Air Kecil

buang air kecil di malam hari-3.jpg
Foto: buang air kecil di malam hari-3.jpg

Foto: Orami Stock Photo

Terlebih ketika musim hujan datang dan suhu udara menjadi semakin dingin, tak heran jika sensasi ingin buang air kecil saat malam hari ini jadi lebih sering muncul dan mengganggu lelapnya tidur.

Biasanya rasa ingin buang air kecil ketika tidur pun terjadi karena beberapa hal. Seperti kedinginan atau terlalu banyak mengonsumsi air putih sesaat sebelum tidur, misalnya.

Terlebih ketika musim hujan datang dan suhu udara menjadi semakin dingin, tak heran jika senasi ingin buang air kecil saat malam hari ini jadi lebih sering muncul dan mengganggu lelapnya tidur.

Tak perlu khawatir mengenai hal ini, dilansir dari Cleveland Clinic berikut Orami akan ulas cara menangani keinginan untuk buang air kecil ketika malam hari agar tidur Moms dan Dads tetap nyenyak!

1. Atur Konsumsi Air Putih Sebelum Tidur

Ketika minum air putih sebelum tidur bisa membuat tidur lebih nyenyak, namun di sisi lain Moms dan Dads bisa terbangun jika tidak dibatasi atau mengonsumsinya terlalu banyak.

Jadi, untuk mengatasinya lebih baik minum dua gelas dan berikan jeda beberapa jam sebelum tidur sehingga ada jeda waktu bagi cairan agar bisa diproses dalam tubuh sebelum akhirnya menuju kandung kemih.

Ketika Moms and Dads mengonsumsi air dengan jeda waktu yang lumayan panjang sebelum tidur, keinginan untuk pergi ke toilet untuk buang air kecil bisa ditahan dan pada umumnya akan muncul ketika bangun tidur di pagi hari.

2. Batasi Mengonsumsi Kafein dan Alkohol

buang air kecil
Foto: buang air kecil

Foto: Orami Stock Photo

Mengonsumsi minuman yang mengandung kafein seperti halnya teh atau kopi dapa membuat kandung kemih iritasi.

Ketika kandung kemih yang mengalami iritasi terus menerus, hal tersebut bisa membuat Moms dan Dads tidak bisa menahan hasrat buang air kecil di malam hari.

Hal ini juga berlaku ketika Moms dan Dads mengonsumsi alkohol sebelum tidur.

Alkohol bisa menekan fungsi hormon antidiuretik atau ADH yang berfungsi untuk menghambat produksi urin.

Jadi, semakin banyak Moms dan Dads megonsumsi alkohol, maka akan semakin berkurang pula kadar hormon ADH dalam tubuh sehingga produksi urin akan semakin banyak karena sulit untuk dikendalikan.

Jadi, untuk mendapatkan tidur yang nyenyak tanpa ada gangguan keinginan untuk buang air kecil di malam hari, batas konsumsi kafein dan alkohol ya, Moms dan Dads!

3. Pakai Selimut dan Juga Kaus Kaki

Memakai selimut dan kaus kaki bisa membantu untuk mengatasi rasa dingin di malam hari. Terlebih ketika musim hujan melanda.

Ketika udara dingin, keinginan tubuh untuk buang air kecil menjadi semakin meningkat.

Sementara itu, memakai kaus kaki saat tidur juga bisa mengurangi tekanan pada pembuluh darah dan juga kaki. Ketika tubuh berbaring, gaya gravitasi akan membuat cairan tubuh bergerak turun dan menumpuk di bagian kaki.

Hal teebut bisa membuat tekanan di pembuluh darah kaki jadi meninkat dan menyebabkan cairan diserap kembali ke aliran darah.

Sementara itu, seakin banyak cairan yang diserap, akan semakin banyak pula jumlah urin yang dikeluarkan pada malam hari.

Nah hal tersebutlah yang menyebabkan Moms dan Dads sering pergi ke toilet pada malam hari untuk buang air kecil.

Demi menghindarinya, cobalah pakai kaus kaki dan juga selimut. Tidur bisa jadi lebih nyaman dan nyenyak.

Nah! Begitulah beberapa cara yang bisa dilakukan Moms dan Dads untuk menekan keinginan buang air kecil di malam hari.

Jika masih ada pertanyaan terkait aktivitas buang air kecil di malam hari yang sudah cukup mengganggu aktivitas, jangan lupa dan ragu untuk menanyakannya di kolom komentar ya!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.