04 Januari 2020

Mengenal Penyakit Buerger yang Sering Diderita Perokok

Cari tahu tentang penyebab, gejala, dan cara mengatasinya

Buerger disease atau penyakit Buerger adalah penyakit pembuluh darah yang ditandai dengan peradangan nonartherosklerotik dan pembengkakan yang melibatkan pembuluh darah arteri dan vena ukuran sedang dan kecil pada anggota gerak perpanjangan dari anggota tubuh utama, yang kemudian dapat tersumbat akibat terbentuknya gumpalan darah.

Penyakit ini ditemukan di seluruh dunia dan dapat menyerang orang-orang dari berbagai ras dan kelompok umur.

Namun dilansir dari jurnal artikel National Organization for Rare Disorders, penyakit ini umumnya terjadi pada perokok pria muda atau setengah baya. Terlebih lagi pria Asia dan Timur Tengah yang berusia antara 40 dan 45 tahun.

Baca Juga: Melindungi Si Kecil Sebagai Perokok Pasif

Penyebab Penyakit Buerger

penyakit buerger
Foto: penyakit buerger

Foto: honestdocs.id

Penyebab pasti penyakit Buerger tidak diketahui. Namun, penggunaan tembakau dalam jumlah banyak dikaitkan dengan perkembangan gangguan ini. Bahkan, sebagian besar peneliti percaya bahwa penggunaan produk tembakau di masa lalu atau saat ini oleh seorang individu berkontribusi dalam menyebabkan penyakit Buerger.

Beberapa ilmuwan percaya bahwa penyakit Buerger mungkin merupakan gangguan autoimun. Dalam beberapa kasus, trauma pada tangan dan kaki dapat menyebabkan gangguan ini. Gangguan autoimun disebabkan ketika pertahanan alami tubuh terhadap organisme "asing" atau penyerang (misalnya antibodi) mulai menyerang jaringan sehat dengan alasan tidak jelas.

Baca Juga: Benarkah Merokok Menyebabkan Mandul dan Rahim Kering?

Gejala Penyakit Buerger

penyakit buerger
Foto: penyakit buerger

Foto: healthline.com

Penyakit Buerger ditandai oleh penyempitan atau penyumbatan (oklusi) dari arteri dan vena berukuran menengah dan / atau kecil dari ekstremitas, yang mengakibatkan berkurangnya aliran darah ke area-area tersebut (penyakit pembuluh darah perifer).

Penyakit Buerger cenderung terjadi mendadak (akut) terus-menerus yang dapat berlangsung dari satu hingga empat minggu. Gangguan ini bisa terjadi berulang kali.

Menurut dr. Nathania Komalasari Wijaya, Dokter Umum RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, tanda dan gejala dari seseorang yang mengalami buerger disease adalah:

  • Nyeri pada kaki atau tangan.
  • Ulcer atau luka pada kaki atau tangan.
  • Muncul rasa baal, kesemutan, terbakar, dan hypoesthesia pada kaki dan tangan (keempat tanda ini disebut paresthesia).
  • Gangguan pulsasi atau getaran nadi pada distal atau ujung tubuh seperti tangan.
  • Pucat atau dingin pada jari-jari tangan atau kaki.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Menyusui Merokok? Ini 5 Cara Mudah untuk Berhenti

Mengatasi Penyakit Buerger

penyakit buerger
Foto: penyakit buerger

Foto: graziadaily.co.uk

“Walaupun belum ada penanganan yang terbukti dapat menyembuhkan penyakit Buerger, berhenti mengonsumsi tembakau merupakan salah satu terapi yang cukup efektif untuk mencegah kondisi semakin memburuk,” tutur dr. Nathania Komalasari Wijaya.

Selain itu pemberian obat-obatan yang memberikan efek dilatasi atau transformasi ukuran pada pembuluh darah dapat dilakukan, juga stimulasi saraf tulang belakang untuk mengontrol dan menghambat rasa nyeri.

Amputasi bisa dilakukan jika sudah ada komplikasi berupa infeksi atau gangren yang tidak teratasi. Perawatan di rumah bisa dilakukan dengan cara mengompres air hangat pada lokasi tubuh yang terganggu.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.